Pengertian Laporan Keuangan Syariah

Di dalam perusahaan harus memiliki sistem keuangan yang kuat  karena nantinya sistem ini yang akan di pegang oleh perusaaah sebagai pertimbangan atas perkiraan – perkiraan pendapatan dan pengeluaran di masa yang akan datang.

Pengertian Laporan Keuangan Syariah
Pengertian Laporan Keuangan Syariah

Seseorang yang memiliki kemampuan di dalam sistem keuangan akan memiliki posisi yang aman di dalam perusahaan dan biasanya menjadi tangan kanan dari perusahaan tersebut.

Sistem keuangan berbeda – berbeda karena ada yang memilih sistem keuangan syariah dan konvesional. Biasanya gambaran seperti ini di kenal sebagai lembaga keuangan.

Pengertian Laporan Keuangan Syariah

Pengertian laporan keuangan syariah adalah sebuah gambaran dari sistem keuangan dari beberapa transaksi dan kejadian – kejadian ekonomi yang masuk dalam kategori fenomena ekonomi.

Laporan keungan memiliki unsur – unsur keuangan. Namun, tentu antara laporan keuangan syariah dengan ekonomi konvensional berbeda.

Hal ini di karenakan sistem syariah sesuai dengan tata cara pada agama islam sedangkan konvensional menggunakan sistem pada umumnya.

Unsur-Unsur Laporan Keuangan Syariah

Adapun unsur-unsur laporan keuangan syariah adalah sebagai berikut :

1. Unsur Laporan Posisi Keuangan (Statements Of Financial Position)

Unsur dari laporan posisi keuangan syariah adalah sebagai berikut :

  1. Aset (Assets)

Aset adalah sumber daya yang di jalankan dengan menggunakan sistem syariah yang di sesuaikan dengan kondisi masa kini kemudian di harapkan memiliki nilai ekonomi yang tinggi di masa depan.

  1. Liabilitas (Liabilities)

Liabilitas adalah hutang yang di jalankan sistem syariah masa sekarang yang ada dalam peristwa masa lalu.

Sedangkan untuk pembayaran hutang di lakukan sebagai salah satu upaya arus kas keluar namun tetap bermanfaat.

  1. Dana Syirkah Temporer (Temporary Syirkah Funds)

Dana syrikah temporer adalah dana yang telah di terima sebagai sumber investasi dalam waktu yang telah di tentukan antara pihak satu dengan lainnya.

Di dalamnya sesuai denga kesepakatan untuk pembagian, nvestasi dan pengelolaannya.

Dana ini biasanya dii kenal dengan mudharabah mutlak dan mudharabah muqayadah.

Dana inii tidak dapat di kategorikan sebagai hutang sehingga tidak ada kewajiban untuk di kembalikan.

Namun, jika kerugian ini di karenakan oleh kelalaian maka tentu harus di kembalikan untuk menutupi kerugiannya.

Dana sangatlah berbeda dengan liabilitas karena sifat dari liabilitas pengembalian bersifat wajib meskipun dalam kondisi rugi pada jatuh temponya.

  1. Ekuitas (Equity)

Pengertian Ekuitas adalah aset yang di kurangi hutang dan dana syirkah.

2. Unsur Laporan Laba Rugi (Statements of Profit or Loss)

Laporan ini berfungsi untuk mengukur kinerja perusahaan. Adapun unsur dari laba rugi adalah sebagai berikut :

  • Penghasilan (income) merupakan hasil dari aktivitas ekonomi yang di hitung dari pemasukan dan hutang pada satu periode akuntansi. Penghasilan meliputi pendapatan, keuntungan, penjualan, sewa, bagi hasil, dan pendapatan jasa.
  • Hak Pihak Ketiga atas Bagi Hasil Dana Syirkah Temporer adalah hasil yang di dapat dari bagi hasil mengenai kepemilikan dana baik untung atau rugi pada suatu investasi. Jika untung maka akan menjadi beban dan jika rugi menjadi pendapatan.
  • Beban (expenses) adalah tingkat penurunan manfaat aset atau pemanfaatan ekonomi lainnya pada satu periode akuntansi yang berujung pada hutang di karenakan ekuitas yang menurun.

Baca Juga : Pengertian Komputerisasi Akuntansi

3. Unsur Laporan Perubahan Ekuitas (Statements Of Changes In Equity)

Berbeda dengan unsur laporan lainnya karena pada laporan perubahan ekuiitas ini hanya terdapat komponen modal saja.

Sehingga jika terdapat pengurangan modal maka dapat di katakan bahwa perusahaan mengalami kerugian atau sedang mengalami perkembangan.

Perkembangan sebuah perusahaan akan membutuhkan modal yang banyak sehingga akan berbeda pada periode sebelumnya.

Sedangkan jika nantinya perubahan modal akan meningkat bisa juga di kategorikan sebagai peningkatan perusahaan.

Maka dari itu tidak dapat di identifikasi secara relevan jika suatu saat ada perubahan laporan modal secarasignifikan.

Agar perusahaan tetap  berjalan dengan baik maka perlu adanya sebuah penyesuaian mengenai perubahan modal tersebut.

4. Unsur Laporan Arus Kas (Statement of Cashflows)

Laporan arus kas pada lembaga keuangan syariah tentunya hampir sama dengan onvensional karena arusnya sama dan penggambarannyapun sama mengenai naik turunya sebuah kas.

Kas ini di ambil dari aktivitas ekonomi seperti operasi, investasi, dan finansial lainnya.

Itulah beberapa unsur lembaga keuangan syariah yang mana jika kita lihat sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifkan antara syariah dan konvensional.

Pasalnya beberapa unsur yang di nyatakan di atas juga hampir tidak ada yang berbeda. Namun, tetap pilihan mengenai konvensional dengan syariah adalah pilihan anda.

Lembaga keuangan syariah tentu akan berjalan sesuai dengan syirkah yang di haruskan di dalam agama islam yakni dengan meniadakan laba.

Maka pada istilah lembaga keuangan syariah lebih mengenal istilah bagi hasil dari pada bunga. Inilah yang membedakan konvensional dengan syariah. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar