Pengertian Badan Golgi : Sejarah, Manfaat, Komponen dan Struktur

Setiap makhluk hidup pasti memiliki bagian struktur yang berfungsi untuk sistem tubuh tertentu. Selain manusia, tumbuhan dan hewan pun memiliki beberapa struktur tertentu yang diteliti oleh banyak ilmuwan untuk diketahui lebih jelas.

Pengertian Badan Golgi Sejarah, Manfaat, Komponen dan Struktur
Pengertian Badan Golgi Sejarah, Manfaat, Komponen dan Struktur

Struktur yang memiliki fungsi penting bagi tumbuhan salah satunya yaitu badan golgi.

Mungkin beberapa orang masih merasa asing dengan sebutan badan golgi. Untuk mengetahui tentang badan golgi lebih lanjut, simak ulasan ini.

Pengertian Badan Golgi

Apa itu Badan Golgi? Pengertian Badan golgi adalah sebutan untuk enzim yang memiliki fungsi untuk menyimpan protein sementara dan berbagai zat penting lainnya yang sangat penting bagi makhluk hidup.

Nama lain dari badan golgi yaitu aparatus golgi, kompleks golgi, ataupun diktiosom.

Pengertian lain dari badan golgi yaitu organel (subunit biologi sel) yang memiliki kaitan dengan fungsi ekskresi sel, serta struktur tersebut hanya dapat dilihat melalu mikroskop cahaya.

Maksud dari ekskresi sel yaitu proses pembuangan metabolisme dan berbagai benda lain yang dianggap tidak penting, sehingga sangat penting bagi kehidupan setiap makhluk hidup.

Biasanya badan golgi dapat ditemukan pada organ tubuh yang memiliki fungsi ekskresi, seperti ginjal. Jika dilihat dari sel hewan, terdapat 10 hingga 20 badan golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki ratusan badan golgi.

Tetapi, pada tumbuhan, biasanya badan golgi disebut sebagai diktiosom.

Badan golgi tersebar di sekitar sitoplasma, serta menjadi komponen terbesar dalam sebuah sel.

Terdapat beberapa badan golgi yang terhubungkan dengan membentuk struktur kompleks yang terlihat seperti jala. Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa badan golgi memiliki peran penting bagi sel sekresi.

Sejarah Penemuan Badan Golgi

Badan golgi telah ditemukan oleh Camillo Golgi, seorang ahli histologi dan patologi yang mempunya kebangsaan Italia di tahun 1898.

Pada saat itu, Camillo Golgi melihat terdapat bangunan yang terlihat seperti anyaman gelap yang terletak pada sampel jaringan otak.

Sebelumnya telah dilakukan difiksasi dengan menggunakan larutan bikhromat yang memakai pewarnaan garam Ag. Sebelum menggunakan nama badan golgi, penemu badan golgi menggunakan nama lain, yakni Apparatus Reticularis.

Namun, untuk menghormati penemu badan golgi, yakni Camillo Golgi, maka namanya pun berganti menjadi Apparatus Golgi.

Setelah menemukan mikroskop elektron yang berfungsi untuk membersarkan objek 2 juta kali lebih dekat, maka apparatus golgi dinamakan sebagai kompleks golgi atau regio golgi.

Penemuan awal badan golgi, beberapa peneliti hanya menganggap bahwa badan golgi merupakan sel saraf.

Tetapi, setelah dilakukan berbagai rangkaian penelitian, maka diputuskan bahwa penemuan tersebut merupakan badan golgi yang diartikan sebagai organel yang berada di sel eukariot.

Untuk lebih jelasnya, dilakukan berbagai penelitian yang bertujuan untuk lebih memahami karakteristik badan golgi. Lalu, terdapat penemuan mengenai warna atau pewarnaan dengan bantuan H.E.

Ternyata, diketahui badan golgi tidak memiliki butir-butir ribosom, sehingga dapat disimpulkan bahwa badan golgi tidak menujukkan warna tertentu, hanya terlihat bagian jernih.

Manfaat Badan Golgi

Setelah mengetahui sejarah dan pengertian badan golgi, terdapat manfaat badan golgi yang perlu diketahui, antara lain:

  • Memiliki peran untuk memperbaiki struktur membran sel ataupun membran plasma
  • Memiliki peran yang aktif untuk mengolah protein atau hasil sintesis dari retikulum endoplasma
  • Badan golgi selaku organel memiliki peran secara langsung sebagai transpor materi metabolisme
  • Ketika terjadi kesalahaan saat perakitan karbohidrat, badan golgi bisa berperan sebagai perakit karbohidrat, khususnya untuk oligosakarida yang berada di protein membran
  • Menjadi organel yang memiliki peranan penting untuk memproses sintesis protein tertentu
  • Badan golgi berperan penting untuk memilih protein tertentu, misalnya seperti pembentuk lisosom
  • Berperan dalam pembentukan lipoprotein bersamaan dengan RE halus

Badan golgi juga berada pada sel tumbuhan. Berikut ini terdapat manfaat badan golgi bagi tumbuhan, antara lain:

  • Bisa membentuk kantung vesikula yang menjadi tempat untuk sel-sel kelenjar kantung kecil yang terdiri dari enzim serta beberapa bahan lainnya agar bisa menjalankan fungsi sekresi
  • Berfungsi untuk membentuk membran plasma berada di kandung atau membran golgi
  • Dapat membentuk akrosom yang ada di spermatozoa yang terdiri dari enzim agar bisa memecah dinding sel telur serta bisa digunakan untuk pembentukan lisosom
  • Menjadi tempat untuk melakukan pengolahan dan modifikasi protein
  • Sebagai tempat untuk seleksi dan membentuk berbagai molekul yang berfungsi untuk sekresi sel
  • Bermanfaat untuk membentuk proses biosintesis glikoprotein dan glikolipida. Fungsi dari glikoprotein adalah sebagai bahan utama yang menjadi kebutuhkan untuk proses sekresi berbagai kelenjar, serta menjadi komponen yang dapat membentuk membran sel
  • Menjadi fungsi untuk pembentukan membran sel
  • Bisa melepaskan sekresi yang berada di permukaan sel, berguna dalam pembentukan mirosom dan akrosom, berfungsi untuk membentuk kantung vesikula guna sekresi sel, dan dapat membantu proses terbentuknya dinding sel tumbuhan
  • Berguna untuk pembentukan dinding sel tumbuhan

Fungsi Badan Golgi Pada Metabolisme Sel

Dengan fungsi utama untuk membantu proses dari metabolisme sel, badan golgi memiliki beberapa fungsi pada sel eukariotik, antara lain:

  • Membantu dalam mengemas bahan sekresi agar bisa bebas dari sel
  • Melakukan proses pada protein yang disenteas dari ribosom yang berasal dari reikulum endoplasma
  • Badan golgi akan melakukan sintesis polisakarida dan glikolipid
  • Membantu dalam memillih protein yang berguna sebagai lokasi dalam sel
  • Menambahkan elemen pada membran baru pada membran plasma
  • Membantu proses pengembalian komponen membran plasma yang telah masuk ke sitosol selama endositosis

Badan golgi hanya menerima produk sel tertentu yang berasal dari retikulum endoplasma atau RE, serta membawa produk tersebut ke bagian vesikula sekretori yang akan diteruskan ke bagian luas membran plasma sel, selanjutkan akan berdiffusi ke membran. Bagian ini bisa terbuka agar bisa melepaskan isi vesikula ke arah keluar, sehingga proses ini bisa disebut eksositosis.

Protein yang sudah disistentis oleh RE, dipindahkan ke badan golgi. Proses ini membutuhkan karbohidrat tambahan, sebab protein akan dikumpulkan ke dalam vesikula hingga penuh.

Lalu, vesikula tersebut akan berpindah ke permukaan sel dan isinya akan keluar menuju bagian luar. Vesikula yang memiliki kandungan protein lain bisa disimpan pada sel sebagai lisosom.

Ciri-Ciri Badan Golgi

Terdapat beberapa ciri-ciri dari badan golgi, salah satunya yaitu memiliki bentuk yang terlihat seperti bantalan berlapis-lapis.

Bagian badan golgi dilingkari dengan kumpulan gelembung yang memiliki bentuk bulat, biasanya disebut sebagai gelembung golgi.

Gelembung golgi mengelilingi badan golgi yang bisa dibedakan berdasarkan jenis hingga bentuknya.

Terdapat 3 jenis dan bentuk yang disebut sakula, vesikel sekretoris, dan mikrovesikel. Berikut ini terdapat penjelasan mengenai 3 jenis dan bentuk yang telah disebutkan, antara lain:

1. Sakula

Sakula merupakan bentuk yang terlihat seperti gelembung dengan bentuk gepeng dan bertumpuk-tumpuk. Bagian permukaan antarsakula terlihat tidak sama, sebab terdapat bentuk cekung dan bentuk cembung.

Sakula yang berada di dekat puncak sel, dibagian tepi sakula terlihat seperti gelembung yang terdapat bagian terlepas menjadi butir-butir sekresi. Gelembung tersebut telah dilepaskan dari permukaan yang berbentuk cekung pada sakila tersebut.

2. Vesikel

Vesikel sekretori merupakan sekumpulan gelembung yang menjadi bagian pada sakula, tetapi vesikel terletak di bagian yang paling tepi.

3. Mikrovesikel

Mikrovesikel atau versikel transfer merupakan sekumpulan gelembung yang berukuran sangat kecil dengan diameter sekitar 40 mm dan selalu bergerak.

Gelembung tersebut berasal dari pelepasan reticulum endoplasma kasar yang telah kehilangan butiran kromosom.

Mikrovesikel berasal dari retikulum endoplasma kasar yang sudah dilepaskan sebelumnya, tetapi mikrovesikel sudah kehilangan beberapa butiran kromosomnya. Meski begitu, pada akhirnya, mikrovesikel akan bersatu dengan sakula.

Badan Golgi Berdasarkan Variasi Coated Vesicle

Terdapat beberapa badan golgi yang dilihat berdasarkan variasi Coated Vesicle yang perlu Anda ketahui, antara lain:

1. Clathrin Coated

Menjadi variasi pertama yang ditemukan dan diteliti. Terlihat variasi ini memiliki susunan atas klathrin dan adaptin. Terdapatkan interaksi lateral yang berkaitan dengan adaptin dan clatrin yang dapat membentuk formasi tunas.

Bila tunas klathrin telah tumbuh, maka protein akan larut dalam sitoplasma, termasuk dynamin yang dapat membentuk seperti cincin di setiap leher tunas dan terputus.

2. COPI Coated

Varian yang memaket tunas yang berasal dari bagian pre golgi dan antar cisternae. Terdapat beberapa protein yang berada dalam Copi-coat yang memperlihatkan adanya urutan yang memiliki kemiripan adaptin. Diduga berasal dari evolusi yang membuat terjadinya kemiripan.

3. COPII Coated

Varian yang memaketkan antara tunas yang berasal dari retikulum endoplasma.

Protein Pada Badan Golgi

Badan Golgi memiliki 2 protein yang bermanfaat, antara lain:

1. Protein SNARE V-Snare & T-Snare

Protein V-Snare menuju T-Snare menjadi cara keduanya untuk bergabung menjadi satu. T-snare merupakan protein yang letaknya berada di target, sedangkan V-snare merupakan vesikel snare.

Protein V-snare akan segera mencari T-snare, kemudian kedua protein ini akan bergabung menjadi satu protein.

2. Protein Rab

Protein yang satu ini termasuk pada golong GTP-ase. Pada Protein rab dapat berfungsi untuk memudahkan dan mengatur kecepatan dari pelayaran vesikel, serta percepatan pemasangan V-snare dan juga T-snare. Kedua protein tersebut sangat diperlukan untuk bisa menggabung membran.

Struktur Badan Golgi

Badan golgi memiliki struktur badan yang terbentuk dengan adanya susunan lempengan kantong yang memiliki ciri khas seperti mengelilingi bagian membran. Lempangan yang berada pada kantong tersebut biasanya disebut sebagai sisterna.

Badan golgi yang berada pada tumbuhan, terlihat terdiri dari beberapa susunan sisterna Sebab, dibagian ujung kantong terlihat vesikula yang menempel, sehingga terlihat seperti menjepit bagian kantong yang memiliki ukuran lebih besar.

Pada umumnya, badan golgi terdiri dari 4 hingga 5 sisterna yang memiliki jarak sekitar 10 nm dari sisterna satu dengan sisterna yang lainnya. Pada tanaman tertentu, badan golgi memiliki 20 sisterna atau bahkan lebih, serta lebarnya pun sekitar 500 hingga 1.000 nm.

Sebagian sisterna akan tumbuh di posisi paling bawah yang terletak di pinggiran kantong yang akan berbentuk gelembung, biasanya disebut dengan permukaan cis badan golgi.

Sisterna yang telah melalui masa pertumbuhan bersamaan dengan pinggiran kantong, maka akan menggelembung lebih besar dan posisinya akan berada di paling atas yang disebut trans.

Proses Terbentuknya Badan Golgi

Terbentuknya intraselular pada badan golgi sudah lama menjadi bahan perbincangan. Namun, terdapat pendapat yang menyatakan tentang asal badan golgi, antara lain:

  • Pertama, Vesikula yang melakukan pelepasan dari membran luar yang terbungkus atau menyelimuti inti
  • Vesikula telah dikirim oleh retikulum endoplasma
  • Vesikula telah dibentuk dengan tonjolan yang mengarauh ke dalam dari membran plasma
  • Terjadi pembelahan badan golgi yang berada di dalam sel

Dari berbagai pendapat yang telah disebutkan diatas, terdapat pendapat yang diterima, yakni opini tentang badan golgi yang asalnya dari vesikula berasal dari reikulum endoplasma.

Vesikula tersebut disebut sebagai vesikula transisi yang berasal dari reikulum endoplasma yang berpindah dan tercampurkan dengan membran sisterna. Kemudian, badan golgi akan terbentuk serta mewujudkan pertumbuhan organel.

Pengumpulan vesikula transisi pada sebuah sel berada di area tertentu yang terletak di sitoplasma, kondisi ini disebut sebagai zona eksklusi yang terbebaskan dari ribosom.

Zona tersebut telah dikelilingi dengan membran reikulum endplasma. Jika ada badan golgi yang ukurannya kecil, maka akan berkembang pada zona tersebut.

Organel akan terlihat mudah dalam melakukan pembelahan sel tumbuhan dan hewan. Terdapat sejumlah yang bertambah hingga jumlah badan golgi di sel yang berasal dari pembelahan dengan sel induk.

Cara Kerja Badan Golgi

Badan golgi memiliki cara kerjanya tersendiri yang berkaitan erat dengan retikulum edoplasma RE yang akan mensintesis protein, lalu akan terjadi sintesis protein yang akan dibentuk oleh vesikel transfer atau mikrovesikel, kemudian akan dikirim ke organel badan golgi yang terletak di sakula.

Setelah itu, terdapat proses penggabungan antara beberapa protein yang dihantarkan oleh vesikel transpor yang berasal dari RE.

Terdapat kemungkinan akan terjadi pembesaran pada badan golgi,tetapi hal ini tidak terjadi lantaran badan golgi akan membentuk vesikel sekretoris yang memiliki fungsi untuk mengangkat sakula ke arah puncak sel, lalu akan dibawa keluar sel.

Pada bagian dalam badan golgi akan terjadi pemadatang atau kondensasi sebelum dikirimkan ke vesikula sekretoris. Bagian dalam badan golgi terdiri dari 3 jenis enim galaktosil transferase yang memiliki peran untuk memperbaiki kerusakan pada protein membran yang terjadi karena adanya perbedaan oligosakarida.

Lalu, vesikel sekretoris akan menuju keluar dari sel hingga melewati membran sel terlebih dahulu, lalu menyusuri eksositosis. Dalam proses ini, biasanya terjadi perbaikan atas kondisi membran selow yang ada.

Mengenal Transpor Vesikular

Edositosis yang telah dikaitkan dengan resepertor yang kemudian terjadi proses pengambilan kolesterol. Kolesterol tersebut terdapat pada darah sebagai partikel yang disebut dengan Low Density Lipoprotein atau LDL yang telah dikelilingi oleh fosfolipid dan protein.

Protein tersebut telah dikenal sebagi reseptor spesifik yang berada pada membran sel. LDL merupakan ligan yang berasal dari reseptor LDL, sedangkan molekul adaptin berkaitan dengan ekor reseptor LDL.

Molekul adaptin mendorong keterikatan dengan klathrin atau sejenis protein yang memberikan fasilitas dalam pembentukan vesikel. Dengan adanya keterikatan klathrin, membran sel akan membentuk vesikel yang memiliki kandungan molekul ligan.

Vesikel yang terselubung dari molekul adaptin dan klathrin akan menempel pada permukaan vesikel ini terlepas, selanjutnya vesikel akan siap untuk melakukan fusi.

Itulah badan golgi yang terdapat pada makhluk hidup, seperti hewan dan tanaman. Sehingga kita memahami struktur yang menjadi sistem tubuh agar kelangsungan hidup mereka berjalan lancar. Bagaimana menurut Anda mengenai badan golgi?

Tinggalkan komentar