Pengertian Harmoni, Tangga Nada, Melodi dan Tempo

Diposting pada
Pengertian Harmoni, Tangga Nada, Melodi dan Tempo
Pengertian Harmoni, Tangga Nada, Melodi dan Tempo

Pengertian Harmoni

Diantara kita mungkin sering mendengar pengertian harmoni. Namun, apakah kita semua sudah memahami pengertian harmoni?

Harmoni merupakan keserasian paduan bunyi yang terdapat dalam sebuah lagu. Harmoni tersusun dari dua komponen utama yakni akor dan interval.

Interval merupakan susunan dari beberapa jenis nada yang berbunyi bersamaan. Ketiga nada ini terdengar serasi dan bisa bersuara dengan sangat jelas. Interval juga bisa diartikan sebagai jarak antara nada yang satu dengan lainnya.

Interval memiliki 4 jenis yakni ½, 1, 1 ½, dan 2. Sementara itu, akor merupakan bunyi yang biasa dipakai untuk mengiringi sebuah melodi. Interval dan akor harus berbunyi bersama – sama agar nada terdengar harmonis dan serasi.

Ketika membuat sebuah lagu, harus menggunakan akor yang sesuai dengan melodinya. Pemilihan akor ini tidak boleh sembarangan karena dari akor inilah yang memberikan tekanan atau kejutan dari sebuah lagu. Oleh sebab itu, interval dan akor harus saling beriringan agar lagu menjadi indah.

Pengertian Tangga Nada

Tangga nada merupakan urutan nada yang disusun secara berurutan. Kita sering mendengar  nada do re mi fa sol la si do, bukan?

Nah, inilah yang disebut sebagai tangga nada. Sebuah tangga nada terdapat komponen yang bernama tanda kromatis.

Tanda ini merupakan nada yang bisa diturunkan atau dinaikkan. Sementara itu, tangga nada kromatis dibagi menjadi tiga yaitu mol, natural dan kres atau #.

Dalam sebuah pianika atau piano, tanda kromatis ini ditandai dengan warna. Biasanya warna tanda kromatis terdapat pada tutsnya, tuts piano yang berwarna hitam merupakan nada kromatis sementara yang berwarna putih menunjukkan nada biasa.

Tangga nada juga dibagi menjadi 3 yakni tangga nada diatonic, pentatonic dan kromatik.

1. Tangga Nada Diatonis

Tangga nada diatonic merupakan tangga nada yang terdiri dari tujuh nada yakni do re mi fa sol la si. Tangga nada ini memiliki 2 interval yakni 1 dan ½. Tangga nada diatonic masih terbagi menjadi dua jenis yakni tangga nada mayor dan minor. .

Tangga nada mayor biasa digunakan pada lagu yang bernuansa ceria dan penuh semangat, sedangkan tangga nada minor biasa digunakan pada lagu yang tenang atau bernuansa khidmat. Tangga nada minor dibagi lagi menjadi tiga yakni :

  • Tangga nada minor asli, tangga nada ini tidak menggunakan nada kromatis melainkan hanya menggunakan nada pokok.
  • Tangga nada minor harmonis, tangga nada si dinaikkan ½ nada, namun naik turun nadanya tetap sama.
  • Tangga nada minor melodis, tangga nada la dan si dinaikkan ½ nada dengan cara menggunakan kres, sedangkan untuk menurunkan nadanya digunakan simbol mol sehinga nada akan turun ½.

2. Tangga Nada Pentatonis

Tangga nada pentatonic merupakan tangga nada yang terdiri dari 5 nada pokok. Tangga nada ini biasa digunakan pada lagu blues, pop atau rock n’ roll.

Tangga nada pentatonic dibagi menjadi 2 bagian yakni pelog dan slendro. Pelog biasa menggunakan nada do mi fa sol si, sedangkan slendro menggunakan nada do re mi sol la.

  • Pelog

Tangga nada Pelog tersusun atas nada seperti 1-2-3-4-5-6-7. Pelog memiliki 7 nada, namun biasanya hanya 5 yang dipakai. Nada yang snagat jarang dipakai adalah re dan la. Pentatonis Pelog bersifat tenang, khidmat, dan hormat. Misalkan lagu yang menggunakan Nada pelog adalah Gundul Gundul Pacul, dan Macepet-cepetan.

  • Slendro

Tangga nada Slendro ini tersusun atas 5 tangga nada yaotu 1-2-3-5-6. Pentatonis Slendro bersifat gembira dan semangat. Sebagai contoh pada lagu Cing Cang Keling, dan Lir Ilir

3. Tangga Nada Kromatik

Tangga nada kromatik adalah Kumpulan dari semua nada yang terdapat pada musik. Asal Nama kromatik dikutip dari bahasa Yunani yang artinya Chroma itu warna. jadi artinya adalah nada dari tiap warna.

Tangga nada ini memiliki 12 nada dalam satu oktaf, tapi hanya 7 oktaf pertama yang digunakan sebagai tangga nada, diantaranya adalah A, B, C, D, E, F, G. Kelima nada yang lain diberi nama dengan menempatkan tanda kres (#) atau mol (b) setelah notasi nada pada lagu biasnaya.

Jenis-jenis Tanda Kromatik

  • Tanda Kres (#) : Memiliki fungsi menaikkan setengah nada. Sebagai contoh : C di Kres menjadi Cis.
    Tanda Mol ( ) : Memiliki fungsi Menurunkan setengah nada. Sebagai contoh : C di Mol menjadi Ces.
    Tanda Pugar ( ) : Memiliki fungsi mengembalikan ke nada asal. Sebagai contoh Nada Cis dipugar menjadi C.

3. Pengertian Melodi

Melodi merupakan nada yang dirangkai berdasarkan perbedaan tinggi rendahnya nada. Tiap lagu memiliki meldi yang berbeda satu dengan lainnya karena tinggi rendah nada juga berbeda.

Melodi pun bisa dipakai untuk penanda arti karakter dalam sebuah lagu. Sebuah melodi terdiri dari durasi, tone dan pitch.

  • Durasi

Durasi merupakan waktu dari bunyi sebuah nada. Penggunaan kata durasi banyak kita lihat dalam kehidupan kita sehari hari, Karena Durasi bukanlah sebuah istilah yang asing untuk kita.

  • Tone

Tone disebut juga nada merupakan bunyi yang memiliki tinggi rendah. Nada sendiri memiliki ada yang beraturan dan ada yang berupa getaran. Sedangkan tone bisa ditulis dalam bentuk notasi angka atau notasi huruf.

  • Pitch

Sementara pitch merupakan lambang yang dipakai untuk mengatur not dalam sebuah lagu baik not angka maupun not balok. Lambang pitch sendiri dimulai dari huruf A hingga huruf G. Pitch bisa disebut sebagai timbre atau warna dalam suara.

Pengertian Tempo

Tempo merupakan sebuah ukuran kecepatan dari birama lagu. Ada lagu yang ketukannya sangat cepat, lambat atau sangat lambat. Nah, inilah yang dinamakan sebagai tempo. Tempo dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :

  • Presto

Merupakan tempo yang sangat cepat dan biasanya tempo presto ini dimanfaatkan untuk pembuatan lagu yel – yel atau lagu mars.

  • Vivace

Vivace merupakan sebuah tempo yang lebih lambat jika dibandingkan dengan tempo presto, akan tetapi masih tergolong sebagai tempo cepat.

  • Allegro

Allegro merupakan sebuah tempo cepat namun ketukannya masih lebih lambat jika dibandingkan dengan tempo presto maupun vivace.

  • Moderato

Moderato merupakan sebuah tempo cepat yang terakhir. Tempo ini sering digunakan pada lagu yang bertema cerah, ceria dan bahagia.

  • Andante

Andante merupakan sebuah tempo yang tergolong sebagai tempo sedang. Tempo ini tak terlalu cepat atau lambat. Ketukan dalam andante ini sangat cocok diterapkan pada berbagai jenis lagu.

  • Adagio

Adagio merupakan sebuah tempo lambat yang umumnya dipakai dalam lagu bertema penuh penghayatan dan ketukannya lambat.

  • Lento

Terakhir adalah tempo lento yang merupakan sebuah tempo yang paling lambat, ketukannya lebih lambat jika dibandingkan dengan tempo adagio. Tempo lento biasanya diterapkan pada lagu yang bertema duka, kesedihan dan lain sebagainya.

Secara lengkap Istilah istilah tempo dapat disimak dibawah ini (diurutkan dari yang paing lambat ke yang paling cepat) :

  • Larghissimo – Sangat lambat sekali kisaran 24 bpm
  • Adagissimo – sangat lambat
  • Grave – sangat lambat kisaran 25-45 bpm
  • Largo – tempo kisaran 40-60 bpm
  • Lento – tempo kisaran 65-60 bpm
  • Larghetto – tempo kisaran 60-66 bpm
  • Adagio – Lambat dan berekspresi kisaran 66-76 bpm
  • Adagietto – Tempo yang lambat dibandingan oleh andante kisaran 72-76 bpm)
  • Andante – Kisaran 76-108 bpm
  • Andantino – kisaran 80-108 bpm
  • Marcia moderato – dengan tempo seperti baris-berbaris kisaran 83-85 bpm
  • Moderato – tempo 108-120 bpm
  • Allegreto – tempo 112-120 bpm
  • Allegro – 120-156 bpm
  • Vivace – 156-176 bpm
  • Allegrissimo or Allegro Vivace – sangat cepat kisaran 172-176 bpm
  • Presto – sangat, sangat cepat kisaran 168-200 bpm
  • Prestissimo – sangat sangat cepat sekali lebih dari 200 bpm

Itulah berbagai ulasan tentang pengertian harmoni, tangga lagu, melodi atau tempo. Semoga artikel ini bisa menambah pemahaman kita terkait dengan music.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *