Pengertian Kode Etik Adalah : Arti, Fungsi dan Tujuannya

Diposting pada

Di dunia ini, ada banyak orang yang menekuni suatu profesi atau pekerjaan sesuai dengan keahliannya. Seseorang yang melakukan sebuah profesi disebut dengan professional.

Pengertian Kode Etik Adalah Arti, Fungsi dan Tujuannya
Pengertian Kode Etik Adalah Arti, Fungsi dan Tujuannya

Pada setiap profesi atau pekerjaan, di dalamnya ada berbagai aturan – aturan yang sifatnya mengikat. Aturan tersebut dibuat dengan tujuan agar suatu pekerjaan bisa berjalan dengan maksimal sesuai dengan apa yang telah disepakati. Aturan tersebut harus dipatuhi oleh semua anggota.

Pengertian Kode Etik

Pengertian kode etik secara umum diartikan sebagai tata cara, pola aturan, pedoman etis untuk melaksanakan kegiatan atau pekerjaan serta mengatur tata cara berperilaku. Menurut Schwartz (2001) dalam kode etik memiliki beberapa standart moral yang terdiri dari :

  • Respect (perlindungan hak asasi manusia)
  • Trustworthiness (terdiri dari integritas, reabilitas, loyalty, kejujuran)
  • Fairness (penghindaran dari sifat tidak memihak siapapun)
  • Caring (menghindari tindakan yang merugikan dan hal yang tidak perlu dilakukan)
  • Citizenship (penghormatan atas hukum dan melakukan perlindungan pada lingkungan)

Dengan menerapkan standart moral di atas,kode etik dalam setiap pekerjaan bisa menjadi pedoman dalam melakukan pekerjaan.

Misalnya, pada profesi dokter terdapat kode etik yang berisikan larangan maupun hal yang boleh dilakukan oleh  seorang dokter agar tidak merugikan pihak manapun.

Sehingga dalam hal ini, kode etik juga berperan penting sebagai sarana kontrol sosial bagi profesi yang bersangkutan dan bagi masyarakat.

Kode etik ini hanya bisa ditetapkan oleh organisasi profesi yang berlaku dan sifatnya mengikat para anggota di dalamnya.

Penetapan kode etik pada suatu organisasi umumnya dilakukan pada suatu kongresorganisasi profesi sehingga penetapan ini tidak boleh dilakukan secara perorangan. Kode etik dalam suatu profesi memiliki pengaruh yang kuat dalam menegakkan sikap disiplin para anggota profesi yang bersangkutan.

Dalam pembentukannya, kode etik biasanya disusun berdasarkan prinsip – prinsip moral yang ada dan jika diperlukan bisa beralih fungsi sebagai alat yang bisa digunakan untuk menghakimi berbagai macam tindakan yang dinilai menyimpang dari kode etik yang ada. Biasanya kode etik pada sebuah profesi bisa berupa sumpah jabatan yang harus dipegang teguh selama masa jabatan.

Meskipun telah dilakukan sumpah jabatan, namun penyimpangan terhadap kode etik yang diterapkan untuk berbagai macam profesi tidak jarang terjadi dan bagi yang melanggar tidak ada lagi toleransi untuknya.

Ini berarti bagi pelanggar kode etik profesi tersebut akan dikenakan sanksi yang sangat keras mulai dari sanksi sosial hingga sanksi hukum.

Berdasarkan pengertian yang telah dijelaskan di atas, sudah terlihat jelas bahwa penerapan kode etik dalam suatu profesi tertentu tidak dapat dianggap enteng karena hal tersebut menyangkut dengan hukum dan undang –undang.

Hal ini dicontohkan dengan kasus anggota profesi yang bersaing secara curang dengan sesama rekan kerjanya, apabila kecurangan ini dianggap serius maka pelakunya bisa dituntut di pengadilan.

Tidak hanya sanksi hukum seperti yang dijelaskan, bagi pelanggar kode etik juga akan mendapatkan sanksi sosial berupa celaan atau ejekan dari orang disekitarnya.

Fungsi Kode Etik

Setelah membahas tentang pengertian kode etik beserta dengan sanksi jika melanggar kode etik, kita tentunya wajib mengetahui apa fungsi kode etik yang sesungguhnya seperti yang ada di poin – poin berikut ini :

  • Sarana control sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
  • Memberi pedoman kepada tiap anggota profesi tentang prinsip professionalitas yang digariskan.
  • Mencegah adanya campur tangan pihak luar instansi atau organisasi profesi yang berkaitan dengan hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Kode etik ini sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang profesi. Namun, umumnya, kode etik dimiliki organisasi kemasyarakatan yang bersifat Nasional, seperti Ikatan Penerbit Indonesia atau IKAPI dan masih banyak organisasi lainnya.
  • Sebagai sarana untuk membantu para pelaksananya menjadi seseorang yang professional agar tidak merusak etika sebuah profesi.
  • Mencegah kesalahpahaman dan konflik baik secara moral maupun material

Tujuan Kode Etik

Sebenarnya, tujuan merumuskan kode etik profesi berfungsi untuk kepentingan anggota maupun kepentingan instansi atau organisasi itu sendiri. Namun, tujuan kode etik bisa diperjelas dengan poin di bawah ini :

  • Menjaga serta memelihara kesejahteraan para anggota baik kesejahteraan material maupun spiritual.
  • Menjunjung tinggi martabat profesi untuk menjaga wibawa suatu profesi di masyarakat
  • Meningkatkan pengabdian anggota profesi baru agar dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan pekerjaannya.
  • Meningkatkan mutu profesi para anggotanya.
  • Meningkatkan mutu organisasi profesi
  • Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
  • Menentukan baku standar sendiri.
  • Memiliki organisasi professional yang kuat dan terjalin erat.

Demikian penjelasan tentang pengertian, fungsi, dan tujuan kode etik dalam sebuah profesi. Semoga artikel di atas bisa menambah pemahaman kita mengenai kode etik dan penggunaannya.

Serta diharapkan dari pemahaman tersebut bisa menjadikan kita menjadi pekerja yang professional di setiap bidang pekerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *