Absisi (juga dieja sebagai “abscisi”) adalah proses alami atau yang diinduksi secara buatan di mana tanaman atau organ tumbuhan (seperti daun, bunga, atau buah) mengalami pemutusan atau pemisahan dari tumbuhan yang lebih besar. Ini terjadi melalui pemotongan atau lepasnya jaringan penghubung yang menghubungkan organ tersebut dengan tanaman.
Absisi merupakan mekanisme yang penting dalam siklus hidup tumbuhan dan terjadi sebagai respons terhadap berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi perubahan hormonal dan fisiologis dalam tumbuhan, sementara faktor eksternal meliputi perubahan lingkungan seperti perubahan suhu, pencahayaan, dan kelembaban.
Fungsi utama absisi adalah untuk memungkinkan tumbuhan mengatur siklus hidupnya dengan menghilangkan bagian yang tidak lagi diperlukan atau yang dapat menjadi beban bagi tumbuhan. Contohnya, absisi daun terjadi ketika daun telah mencapai umur atau telah terkena cedera atau penyakit yang parah. Absisi juga terjadi pada bunga setelah penyerbukan dan pada buah setelah kematangan untuk memfasilitasi penyebaran biji.
Absisi dapat terjadi secara alami dalam siklus hidup tumbuhan, tetapi juga dapat diinduksi secara buatan dalam konteks budidaya tanaman. Misalnya, petani atau ahli pertanian dapat menggunakan bahan kimia atau teknik tertentu untuk memicu absisi pada tanaman tertentu, seperti pemotongan daun atau buah untuk mempercepat pematangan atau pemangkasan tanaman untuk mengatur pertumbuhan dan bentuk tanaman yang diinginkan.
Secara keseluruhan, absisi adalah proses alami di mana tumbuhan atau organ tumbuhan mengalami pemisahan atau pemutusan dari tanaman yang lebih besar. Ini adalah bagian penting dari siklus hidup tumbuhan dan memainkan peran dalam mengatur pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi tumbuhan.