Burung merpati membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang agar tetap sehat, aktif, memiliki bulu yang terawat, serta mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.

Pakan yang diberikan tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga menyediakan protein, lemak, vitamin, mineral, dan zat gizi lain yang diperlukan untuk menjaga fungsi tubuh.
Sayangnya, kekurangan nutrisi pada burung merpati tidak selalu mudah dikenali. Pada tahap awal, perubahan yang muncul bisa terlihat sederhana, seperti bulu yang mulai kusam, aktivitas berkurang, atau berat badan menurun secara perlahan.
Jika kondisi tersebut terus berlangsung, merpati dapat mengalami penurunan kebugaran, gangguan pertumbuhan, hingga masalah reproduksi.
Salah satu penyebabnya adalah pemberian pakan yang terlalu monoton, jumlah makanan yang tidak mencukupi, kualitas biji-bijian yang buruk, atau ketidakseimbangan komposisi nutrisi. Selain itu, merpati yang sebenarnya memperoleh pakan cukup juga bisa mengalami kekurangan nutrisi akibat gangguan pencernaan atau penyerapan zat gizi.
Inilah Tanda Burung Merpati Kekurangan Nutrisi
Artikel ini membahas secara khusus tanda-tanda burung merpati kekurangan nutrisi, cara mengenalinya, serta langkah memperbaiki pakan agar kebutuhan gizinya lebih terpenuhi.
1. Bulu Merpati Tampak Kusam dan Tidak Mengilap
Salah satu tanda yang dapat diamati ketika merpati mengalami masalah nutrisi adalah perubahan kualitas bulu. Bulu yang sebelumnya terlihat rapi dan sehat dapat menjadi kusam, kurang halus, mudah rusak, atau tampak tidak terawat.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kekurangan protein, asam amino esensial, atau zat gizi lain yang diperlukan untuk membentuk dan memelihara jaringan bulu. Protein berperan penting dalam pembentukan keratin, yaitu komponen utama bulu burung.
Jika asupan protein dan energi tidak mencukupi, tubuh dapat kesulitan mempertahankan pertumbuhan bulu secara optimal. Perubahan ini biasanya lebih mudah dikenali ketika dibandingkan dengan kondisi bulu merpati sebelumnya.
Namun, bulu kusam tidak selalu menandakan kekurangan nutrisi. Parasit, penyakit, stres, kebersihan kandang yang buruk, dan proses pergantian bulu juga dapat menimbulkan perubahan serupa.
Cara memperbaiki pakannya:
- Evaluasi apakah pakan mengandung sumber protein yang memadai.
- Gunakan campuran biji-bijian atau pakan lengkap yang diformulasikan untuk merpati.
- Pastikan asupan energi cukup agar protein dapat digunakan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan.
- Hindari hanya memberikan satu jenis biji-bijian dalam jangka panjang tanpa memperhatikan keseimbangan nutrisinya.
Amati perubahan bulu selama beberapa minggu setelah perbaikan pakan. Bulu yang sudah rusak tidak akan langsung kembali seperti semula; perbaikan kualitasnya mengikuti pertumbuhan bulu baru.
2. Berat Badan Menurun dan Tubuh Terlihat Lebih Kurus
Penurunan berat badan merupakan tanda penting yang perlu diperhatikan. Merpati yang tidak mendapatkan cukup energi dan protein akan menggunakan cadangan energi tubuh untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jika keadaan ini berlangsung terus-menerus, cadangan lemak dapat berkurang dan jaringan otot ikut menyusut. Akibatnya, tubuh terlihat lebih kecil, bagian dada tampak menonjol, dan otot di sekitar tulang dada terasa lebih tipis.
Untuk menilai kondisi tubuh, pemelihara dapat memeriksa bagian otot dada secara lembut dan membandingkan berat badan burung dari waktu ke waktu. Penggunaan timbangan digital dengan ketelitian yang memadai membantu mendeteksi penurunan yang mungkin tidak terlihat hanya melalui pengamatan.
Perlu diketahui bahwa bentuk tubuh merpati juga dipengaruhi oleh jenis, umur, aktivitas terbang, dan kondisi reproduksi. Karena itu, penilaian sebaiknya didasarkan pada perubahan kondisi individu, bukan sekadar membandingkan dua merpati yang berbeda.
Cara memperbaiki pakannya:
- Periksa jumlah pakan yang benar-benar dikonsumsi setiap hari.
- Pastikan merpati memperoleh sumber energi yang cukup dari campuran biji-bijian berkualitas.
- Perhatikan kecukupan protein untuk mempertahankan massa otot.
- Pastikan burung tidak kalah bersaing saat makan.
- Timbang secara berkala pada waktu yang relatif sama agar perubahan berat badan lebih mudah dibandingkan.
Jangan langsung meningkatkan jumlah makanan secara berlebihan. Jika merpati terus kehilangan berat badan meskipun pakan tersedia, kemungkinan gangguan parasit, infeksi, atau masalah penyerapan nutrisi juga perlu diperiksa.
Baca Juga : Penyebab Burung Merpati Tidak Mau Makan dan Langkah Penanganan yang Tepat
3. Merpati Terlihat Lesu dan Kurang Aktif
Merpati yang kekurangan energi atau mengalami gangguan nutrisi dapat terlihat lebih banyak diam, kurang responsif terhadap lingkungan, dan enggan melakukan aktivitas yang biasanya disukai.

Burung yang sebelumnya aktif berjalan, mengepakkan sayap, atau terbang di sekitar kandang mungkin menjadi lebih sering bertengger. Pada kondisi tertentu, merpati juga tampak kurang bersemangat ketika pemelihara datang membawa pakan.
Energi dibutuhkan untuk mempertahankan suhu tubuh, menjalankan fungsi organ, bergerak, dan melakukan aktivitas lainnya. Ketika asupan energi tidak mencukupi, tubuh harus mengutamakan fungsi-fungsi penting sehingga aktivitas lain dapat berkurang.
Meskipun demikian, kelesuan merupakan tanda yang tidak spesifik. Infeksi, dehidrasi, suhu lingkungan yang terlalu panas, stres, dan berbagai penyakit juga dapat menyebabkan perilaku serupa.
Cara memperbaiki pakannya:
- Pastikan jumlah pakan yang tersedia sesuai dengan kebutuhan dan kondisi merpati.
- Periksa apakah burung hanya memilih biji tertentu dan meninggalkan jenis lainnya.
- Sediakan air minum bersih setiap saat.
- Berikan pakan sesuai tahap kehidupan dan aktivitas burung.
- Hindari perubahan pakan secara mendadak yang dapat menyebabkan burung mengurangi konsumsi makanan.
Jika merpati tampak sangat lemah, sulit berdiri, mengalami gangguan pernapasan, atau tidak mau makan, jangan hanya mengandalkan perubahan pakan. Kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan dokter hewan dengan segera.
4. Pertumbuhan Merpati Muda Terhambat
Merpati muda membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mendukung pembentukan tulang, perkembangan otot, pertumbuhan bulu, serta perkembangan organ tubuh. Apabila asupan gizinya tidak mencukupi, pertumbuhan dapat berlangsung lebih lambat dibandingkan burung dengan umur dan kondisi pemeliharaan yang sebanding.
Tanda-tanda yang dapat terlihat meliputi pertambahan berat badan yang lambat, ukuran tubuh yang relatif kecil, pertumbuhan bulu yang kurang baik, dan aktivitas yang tidak sesuai dengan tahap perkembangannya.
Protein, energi, mineral, serta vitamin berperan bersama dalam mendukung pertumbuhan. Kekurangan satu zat gizi dapat mengganggu pemanfaatan zat gizi lain, sehingga menambahkan satu jenis suplemen belum tentu menyelesaikan masalah.
Pada piyik, kondisi ini juga dapat berkaitan dengan pemberian pakan oleh induk yang tidak memadai, persaingan antaranak, atau penyakit yang mengganggu pencernaan.

Cara memperbaiki pakannya:
- Pastikan induk mendapatkan pakan yang sesuai selama masa pengasuhan.
- Gunakan pakan yang diformulasikan untuk kebutuhan merpati pada tahap pertumbuhan.
- Pantau pertambahan berat badan secara berkala.
- Pastikan piyik memperoleh kesempatan makan yang cukup.
- Jangan memberikan biji-bijian utuh kepada piyik yang belum mampu memakannya dengan aman.
Piyik yang tumbuh lambat sebaiknya diperiksa lebih lanjut jika disertai kelemahan, tembolok tidak terisi atau tidak mengosongkan secara normal, maupun penurunan kondisi tubuh.
5. Bulu Rontok Berlebihan atau Pertumbuhan Bulu Tidak Normal
Bulu merpati mengalami pergantian secara alami. Oleh karena itu, kerontokan bulu tidak selalu menunjukkan masalah nutrisi. Namun, jika bulu rontok secara berlebihan di luar pola pergantian normal, pertumbuhan bulu baru terganggu, atau terdapat bagian tubuh dengan bulu yang menipis, kondisi tersebut perlu diperhatikan.

Kekurangan protein dan asam amino tertentu dapat mengganggu pembentukan bulu. Ketidakseimbangan nutrisi juga bisa memengaruhi kualitas pertumbuhan bulu, termasuk membuatnya rapuh atau tidak berkembang dengan baik.
Tanda lain yang dapat diamati adalah adanya garis atau perubahan warna pada bulu yang sedang tumbuh. Perubahan semacam ini dapat berkaitan dengan gangguan selama pertumbuhan, tetapi tidak cukup untuk menentukan zat gizi apa yang kurang.
Cara memperbaiki pakannya:
- Evaluasi kandungan protein dan keseimbangan asam amino dalam pakan.
- Pastikan makanan diberikan dalam jumlah yang cukup.
- Hindari pemberian biji-bijian yang sudah tengik, berjamur, atau tercemar.
- Perhatikan apakah kerontokan terjadi bersamaan dengan penurunan berat badan atau kelesuan.
- Jika bulu rusak disertai gatal, luka, atau kebotakan, periksakan kemungkinan parasit dan penyakit kulit.
Jangan memberikan suplemen protein atau vitamin dosis tinggi hanya berdasarkan kondisi bulu. Pakan yang seimbang lebih penting daripada penambahan satu zat gizi secara berlebihan.
6. Paruh, Kuku, dan Kulit Mengalami Perubahan
Perubahan pada paruh, kuku, dan kulit terkadang menjadi petunjuk adanya gangguan nutrisi yang berlangsung lama. Pada burung tertentu, kekurangan vitamin dan mineral dapat memengaruhi kesehatan jaringan yang melapisi tubuh.

Merpati mungkin menunjukkan paruh yang tumbuh tidak normal, permukaan kulit yang kering atau bersisik, serta kondisi telapak kaki yang tidak sehat. Namun, perubahan tersebut juga dapat disebabkan oleh cedera, infeksi, parasit, atau masalah perawatan kandang.
Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa merpati mengalami kekurangan mineral hanya karena paruh terlihat tidak rata atau kulit mengalami perubahan.
Cara memperbaiki pakannya:
- Periksa apakah pakan menyediakan mineral dan vitamin dalam jumlah seimbang.
- Gunakan formulasi pakan yang sesuai untuk merpati.
- Jaga kebersihan tempat bertengger dan lantai kandang.
- Pastikan pakan tidak hanya terdiri atas biji-bijian yang sama setiap hari tanpa evaluasi kandungan nutrisinya.
- Mintalah pemeriksaan dokter hewan jika perubahan paruh, kulit, atau kuku semakin parah.
Hindari memberikan mineral tambahan dalam jumlah besar tanpa mengetahui kebutuhan burung. Kelebihan mineral tertentu juga dapat menimbulkan masalah kesehatan.
7. Tulang dan Kaki Terlihat Lemah
Kesehatan tulang dan otot merpati dipengaruhi oleh kecukupan energi, protein, kalsium, fosfor, vitamin D, serta keseimbangan zat gizi lainnya.
Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi dalam waktu lama, perkembangan tulang dapat terganggu. Pada merpati muda, masalah nutrisi yang berat bisa berkaitan dengan pertumbuhan tulang yang tidak normal. Pada burung yang lebih tua, gangguan tertentu dapat memengaruhi kekuatan tulang dan kemampuan bergerak.

Tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Merpati kesulitan bertengger seperti biasanya.
- Kaki tampak lemah ketika menopang tubuh.
- Aktivitas berjalan atau terbang menurun.
- Burung terlihat kurang stabil saat mendarat.
- Pada kondisi berat, dapat terjadi tremor atau gangguan koordinasi.
Gejala tersebut tidak khusus untuk kekurangan nutrisi. Cedera, infeksi, dan gangguan saraf juga dapat menyebabkan kesulitan bergerak.
Untuk memahami lebih lanjut masalah gangguan gerak pada burung, Anda dapat membaca artikel penyebab burung merpati kehilangan keseimbangan dan kesulitan terbang.
Cara memperbaiki pakannya:
- Evaluasi kecukupan kalsium, fosfor, dan vitamin D.
- Pilih pakan dengan formulasi nutrisi yang sesuai.
- Sediakan lingkungan yang aman agar burung yang lemah tidak mudah terjatuh.
- Hindari memberikan kalsium atau vitamin D dalam dosis tinggi tanpa arahan dokter hewan.
- Segera periksakan merpati yang mengalami tremor, kejang, atau tidak mampu berdiri.
Perbaikan pakan dapat membantu jika masalah memang berkaitan dengan kekurangan nutrisi. Namun, burung dengan gangguan tulang atau saraf membutuhkan pemeriksaan untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.
8. Nafsu Makan Menurun atau Merpati Memilih-Milih Pakan
Merpati yang kekurangan nutrisi tidak selalu terlihat kurus. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah burung hanya memakan jenis biji tertentu dan meninggalkan jenis lainnya.
Sebagai contoh, pemelihara memberikan campuran beberapa jenis biji-bijian, tetapi merpati hanya mengambil biji yang paling disukai. Akibatnya, komposisi makanan yang benar-benar dikonsumsi berbeda dari komposisi pakan yang disiapkan.
Pakan yang terlihat beragam belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisi apabila burung terus-menerus memilih bagian tertentu. Sebaliknya, merpati yang tiba-tiba tidak mau makan juga belum tentu mengalami kekurangan nutrisi; penyakit dan gangguan kesehatan lainnya harus dipertimbangkan.

Cara memperbaiki pakannya:
- Amati jenis biji yang paling banyak dimakan dan yang selalu tersisa.
- Periksa apakah pakan baru memiliki aroma atau tekstur yang berbeda.
- Lakukan perubahan pakan secara bertahap.
- Pastikan semua merpati mendapatkan akses ke tempat makan.
- Catat jumlah pakan yang diberikan dan sisa pakan setiap hari.
Jika merpati tidak mau makan sama sekali, terutama jika disertai penurunan berat badan atau kelesuan, segera cari bantuan dokter hewan. Jangan menunggu sampai tubuhnya terlihat sangat kurus.
9. Gangguan Reproduksi dan Kualitas Telur Menurun
Pada merpati yang dipelihara sebagai indukan, kecukupan nutrisi sangat penting untuk mendukung produksi telur, pembentukan cangkang, dan pemeliharaan kondisi tubuh selama reproduksi.

Ketidakseimbangan nutrisi dapat berkaitan dengan penurunan performa reproduksi. Apabila asupan kalsium dan zat gizi lain tidak memadai, pembentukan cangkang telur dapat terganggu. Kekurangan energi atau protein juga dapat memengaruhi kondisi tubuh induk.
Tanda yang dapat diamati antara lain:
- Kondisi tubuh induk menurun selama masa reproduksi.
- Cangkang telur tampak lebih tipis atau kualitasnya berubah.
- Produktivitas reproduksi menurun.
- Induk kehilangan berat badan atau tampak kurang bugar ketika mengasuh piyik.
Perubahan tersebut tidak otomatis menunjukkan kekurangan nutrisi. Umur, stres, infeksi, kondisi reproduksi, dan faktor lingkungan juga dapat berpengaruh.
Cara memperbaiki pakannya:
- Sesuaikan formulasi pakan dengan kebutuhan merpati yang sedang berkembang biak.
- Pastikan asupan protein dan energi memadai.
- Perhatikan kecukupan mineral, khususnya untuk mendukung pembentukan cangkang telur.
- Sediakan air minum bersih secara terus-menerus.
- Evaluasi kondisi tubuh induk sebelum, selama, dan setelah masa reproduksi.
Hindari menambahkan kalsium atau vitamin secara sembarangan. Kelebihan zat gizi tertentu dapat mengganggu keseimbangan nutrisi dan tidak selalu memperbaiki performa reproduksi.
Ringkasan Tanda-Tanda Burung Merpati Kekurangan Nutrisi
Berikut ringkasan gejala yang dapat membantu pemelihara menentukan bagian mana yang perlu diperiksa terlebih dahulu.
| Tanda yang diamati | Kemungkinan masalah nutrisi | Hal lain yang perlu diperiksa |
|---|---|---|
| Bulu kusam dan rapuh | Protein atau zat gizi tidak seimbang | Parasit, stres, pergantian bulu |
| Berat badan menurun | Energi atau asupan pakan tidak mencukupi | Infeksi, parasit, gangguan pencernaan |
| Lesu dan kurang aktif | Kekurangan energi atau kondisi tubuh menurun | Dehidrasi, penyakit, suhu panas |
| Pertumbuhan lambat | Asupan energi, protein, atau mineral tidak memadai | Perawatan induk, penyakit |
| Bulu rontok berlebihan | Kemungkinan ketidakseimbangan nutrisi | Gangguan kulit, parasit |
| Paruh atau kulit berubah | Kemungkinan gangguan nutrisi tertentu | Cedera, infeksi, masalah perawatan |
| Kaki lemah atau tremor | Kemungkinan gangguan mineral atau vitamin | Cedera, gangguan saraf |
| Memilih-milih pakan | Asupan aktual tidak seimbang | Preferensi pakan, perubahan lingkungan |
| Kualitas telur menurun | Kemungkinan ketidakseimbangan nutrisi | Umur induk, penyakit, stres |
Tabel ini merupakan panduan pengamatan awal, bukan alat diagnosis. Satu gejala bisa disebabkan oleh beberapa kondisi yang berbeda.
Cara Memperbaiki Pakan Burung Merpati yang Diduga Kekurangan Nutrisi
Setelah mengenali tanda-tanda yang muncul, langkah berikutnya adalah mengevaluasi pakan. Tujuannya bukan sekadar menambah jumlah makanan, melainkan memastikan merpati mendapatkan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.
1. Gunakan campuran pakan yang seimbang
Merpati pemakan biji membutuhkan pakan yang menyediakan energi, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam proporsi yang sesuai. Campuran biji-bijian dapat digunakan, tetapi formulasi yang terlalu monoton berisiko tidak memenuhi seluruh kebutuhan gizi.
Pertimbangkan pakan lengkap yang diformulasikan khusus untuk merpati. Jika menggunakan campuran biji-bijian, evaluasi kandungan nutrisinya dan jangan hanya mengandalkan banyaknya jenis biji yang dicampurkan.
2. Perhatikan sumber protein
Protein membantu pembentukan otot, pemeliharaan jaringan, serta pertumbuhan bulu. Kebutuhannya dapat berbeda menurut umur, tingkat aktivitas, dan kondisi reproduksi.
Pastikan pakan menyediakan protein dan asam amino esensial yang memadai. Hindari menambahkan bahan berprotein tinggi secara sembarangan karena kelebihan protein juga tidak selalu bermanfaat.
3. Pastikan kebutuhan vitamin dan mineral terpenuhi
Vitamin dan mineral berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk pemeliharaan jaringan, metabolisme energi, dan kesehatan tulang.
Kalsium, fosfor, dan vitamin D perlu diperhatikan secara bersamaan karena ketiganya berkaitan dengan metabolisme tulang. Kebutuhan mineral lain juga perlu diperhitungkan berdasarkan komposisi pakan.
Jangan memberikan vitamin atau mineral dosis tinggi tanpa mengetahui kandungan pakan yang sudah diberikan. Beberapa vitamin dapat menimbulkan efek toksik jika berlebihan.
4. Berikan pakan secara bertahap dan pantau konsumsinya
Ketika mengganti pakan, lakukan secara bertahap agar merpati memiliki waktu untuk beradaptasi. Perhatikan apakah burung tetap mau makan dan apakah jumlah konsumsi berubah.
Jangan menganggap burung sudah memperoleh nutrisi yang cukup hanya karena tempat pakan kosong. Bisa saja sebagian burung makan terlalu banyak, sedangkan individu lain kalah bersaing.
5. Pastikan pakan tetap segar dan tidak tercemar
Biji-bijian yang lembap, berjamur, berbau tengik, atau tercampur kotoran tidak layak diberikan. Simpan pakan di wadah bersih, kering, dan tertutup.
Pakan yang tercemar dapat menyebabkan gangguan kesehatan sehingga masalah yang terlihat seperti kekurangan nutrisi sebenarnya berkaitan dengan penyakit akibat kualitas makanan yang buruk.
6. Sediakan air minum bersih setiap saat
Air berperan penting dalam pencernaan, pengaturan suhu tubuh, dan berbagai proses metabolisme. Karena itu, pakan yang baik tetap perlu disertai ketersediaan air bersih.
Cuci wadah minum secara rutin dan ganti air yang kotor. Periksa pula apakah setiap merpati dapat menjangkau tempat minum tanpa terhalang burung lain.
7. Sesuaikan pakan dengan kebutuhan merpati
Merpati muda, indukan yang sedang berkembang biak, merpati yang aktif terbang, dan burung yang sedang dalam pemulihan tidak selalu memiliki kebutuhan yang sama.
Pilih pakan berdasarkan tahap kehidupan dan tujuan pemeliharaan. Jika merpati menunjukkan gejala kekurangan nutrisi yang nyata, dokter hewan dapat membantu mengevaluasi pola makan dan menentukan apakah diperlukan suplemen khusus.
Kapan Merpati Harus Diperiksa Dokter Hewan?
Tidak semua masalah nutrisi dapat diselesaikan hanya dengan mengganti pakan. Pemeriksaan profesional diperlukan jika merpati mengalami penurunan berat badan yang berkelanjutan, bulu dan kondisi tubuh memburuk, atau tanda-tanda gangguan kesehatan lainnya.
Segera cari bantuan dokter hewan jika merpati:
- Tidak mau makan atau minum.
- Mengalami kelemahan berat atau tidak mampu berdiri.
- Menunjukkan tremor, kejang, atau gangguan keseimbangan.
- Mengalami kesulitan bernapas atau menelan.
- Memiliki perubahan kotoran yang menetap disertai penurunan kondisi tubuh.
- Mengalami penurunan berat badan meskipun pakan sudah diperbaiki.
Dokter hewan dapat mengevaluasi riwayat pakan, melakukan pemeriksaan fisik, serta merekomendasikan pemeriksaan tambahan bila diperlukan. Langkah ini penting karena kekurangan nutrisi bisa terjadi bersamaan dengan penyakit lain.
Kesimpulan
Tanda-tanda burung merpati kekurangan nutrisi dapat terlihat melalui bulu yang kusam, penurunan berat badan, kelesuan, pertumbuhan yang lambat, perubahan pada paruh dan kulit, gangguan tulang, hingga penurunan performa reproduksi.
Namun, gejala-gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh kekurangan nutrisi sehingga perlu dinilai bersama kondisi kesehatan burung secara keseluruhan.
Cara memperbaikinya adalah dengan mengevaluasi kualitas dan komposisi pakan, memastikan kebutuhan protein, energi, vitamin, serta mineral terpenuhi, menjaga kesegaran makanan, dan menyediakan air minum bersih. Pergantian pakan sebaiknya dilakukan bertahap sambil memantau jumlah makanan yang benar-benar dikonsumsi.
Kunci utamanya adalah mengenali perubahan sejak dini dan memperbaiki penyebabnya, bukan sekadar memberikan vitamin tambahan.
Jika merpati terus kehilangan berat badan, tidak mau makan, atau menunjukkan gejala berat, pemeriksaan dokter hewan menjadi langkah yang paling tepat.
Sumber dan referensi
- Darwati, S., Sumantri, C., & Martojo, H. (2013). Performa dan parameter genetik pada burung merpati lokal. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, 1(1), 47–53.
- Nurhaeni, E., Sukria, H. A., & Mutia, R. (2015). Uji kafetaria biji-bijian lokal sebagai pakan merpati. Repositori Institut Pertanian Bogor.
- Widiyono. (1987). Pengaruh kadar energi yang bertingkat dalam pakan induk merpati lokal terhadap penampilan anak merpati (squab) umur 30 hari. Buletin Peternakan, 11(1).
- Becker, R. (2008). Pigeons: Nutrition. Dalam BSAVA Manual of Raptors, Pigeons and Passerine Birds (hlm. 299–304).
- British Small Animal Veterinary Association.Korver, D. (2024). Nutritional deficiencies in poultry. Merck Veterinary Manual.
- Korver, D. (2024). Vitamin deficiencies in poultry. Merck Veterinary Manual.
- Nijboer, J., & Fens, A. (2026). Nutrition in pigeons and doves (Columbiformes). Merck Veterinary Manual.
- Sales, J., & Janssens, G. P. J. (2007). Nutrition of the domestic pigeon (Columba livia domestica). World’s Poultry Science Journal.
- MSD Veterinary Manual. (2026). Nutritional disorders of pet birds. MSD Veterinary Manual.
- MSD Veterinary Manual. (2025). Nutrition in birds. MSD Veterinary Manual.