Cinta Adalah : Pengertian, Arti, Jenis, dan Karakteristik

Pengertian Cinta

Apa itu arti Cinta? Pengertian cinta adalah suatu hal yang dimiliki oleh semua orang, baik anak kecil, remaja, dewasa, maupun orang tua.

Cinta Adalah  Pengertian, Arti, Jenis, dan Karakteristik
Cinta Adalah Pengertian, Arti, Jenis, dan Karakteristik

Cinta juga dimiliki oleh semua orang tanpa membedakan jenis kelamin. Semua orang tanpa terkecuali membutuhkan cinta, baik untuk memberikannya maupun mendapatkannya.

Dari sejak kita ada dikandungan ibu kita, kita membutuhkan cinta sampai orang yang sudah tua sekalipun tetap memerlukannya.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), dua dari beberapa arti kata “cinta” adalah suka sekali dan sayang benar.

Suka atau sayang (cinta) merupakan suatu emosi yang menunjukkan perasaan sayang/kasih yang kita ungkapkan kepada orang lain, kepada orang tua, anak-anak kita, teman-teman, maupun lawan jenis, negara, Tuhan, bahkan terhadap hewan peliharaan.

Tetapi arti cinta berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung dari latar belakang, lingkungan tempat individu itu tinggal, cara didik orang tua dan lain sebagainya.

Ada orang yang mencintai dengan cara ingin terus bersama setiap waktu, ada juga yang rela mengorbankan apa saja yang dimilikinya untuk orang yang dicintai.

Menurut pendapat saya, cinta memang agak sulit untuk dijelaskan. Kadang-kadang orang yang sedang mencinta, perilaku/tindakannya bisa tidak masuk logika (akal) kita, karena itu kita sering mengenal adanya “cinta buta”.

Oleh karena itu, cinta terkadang berubah seiring dengan berjalannya waktu. Jika kita membahas tentang cinta sepertinya tidak akan ada habis-habisnya untuk diceritakan, karena setiap orang pasti mempunyai pengalaman dalam merasakan, mendapatkan dan memberikan cinta.

Masih banyak juga orang yang masih bingung dengan makna cinta, walaupun kata ini sering diucapkan.

Di seluruh dunia, lagu-lagu cinta dari masa ke masa tetap ada dan digemari oleh berjuta-juta orang yang lagi merasakan cinta maupun yang sedang mengalami putus cinta.

Jenis Cinta

Sampai saat ini, banyak sekali ahli yang sudah membagi berbagai jenis cinta. Dari zaman kerajaan Yunani kuno, filsuf Yunani sudah membagi cinta menjadi delapan jenis.

Pembagian ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Berikut ini merupakan jenis-jenis cinta menurut filsuf Yunani kuno.

1. Cinta eros

Cinta eros, yang juga disebut cinta erotis, adalah cinta yang melibatkan romantika dan gairah/cinta untuk memuaskan hawa nafsu atau hasrat seksual, sehingga daya tarik fisik menjadi hal yang utama dalam cinta eros dan cinta eros paling cepat berkembang dan paling cepat juga menjadi padam.

2. Cinta philia

Cinta philia merupakan cinta kasih persahabatan atau kasih sayang. Jenis Cinta ini tidak berhubungan dengan daya terik seksual atau pemuasan hawa nafsu, tapi bergantung pada kenyamanan dan saling percaya satu sama lain.

3. Cinta storge

Cinta storge merupakan bentuk cinta kepada anggota keluarga. Nah, Cinta ini hampir sama seperti philia tapi lebih mengarah pada cinta hubungan keluarga, kepada orang tua, anak, saudara.

Cinta storge merupakan perasaan yang tulus dan ingin membahagiakan serta melindungi orang yang dicintai.

4. Cinta agape

Cinta agape merupakan cinta yang tidak bersyarat dan tanpa pamrih. Jenis ini biasanya ditujukan kepada Tuhan.

5. Cinta philautia

Cinta philautia merupakan jenis cinta kepada diri sendiri. Sebenarnya mencintai diri sendiri yang disebabkan hal fisik, kepintaran, maupun hal-hal lain termasuk energi yang positif.

Saat ini banyak orang yang menggaungkan “love yourself” termasuk para selebriti. Cinta philautia memiliki efek positif dan efek negatif untuk diri kita sendiri.

Cinta jenis ini membuat kita tidak terpengaruh dengan omongan orang lain, tidak mudah stres, dan lebih percaya diri.

Hal ini pun menghasilkan suatu yang baik untuk diri kita sendiri, karena jenis cinta ini dapat mencegah terjadinya hal-hal yang negatif seperti menyakiti diri kita sendiri yang kadang-kadang berujung pada bunuh diri.

Namun, cinta philautia bisa berujung pada hal yang negatif seperti narsisme, memuja diri secara berlebihan, ingin dipuja-puja atau dikagumi oleh orang lain, dan dapat menimbulkan sikap egosentris yang berarti keinginan untuk menjadi pusat perhatian.

6. Cinta pragma

Cinta pragma merupakan cinta yang abadi. Nah, Cinta ini sangat berlawanan dengan cinta eros yang cepat padam. Cinta pragma merupakan cinta yang bertahan lama dan didasari pada pertimbangan logis dan realistis.

Agar seseorang bisa mendapatkan jenis cinta ini, maka kedua belah pihak sangat membutuhkan sikap saling pengertian dan sama-sama bertujuan untuk menggapai tujuan dan kebahagiaan bersama.

7. Cinta ludus

Cinta ludus merupakan cinta yang tidak memiliki komitmen, cinta yang tidak terikat, cinta yang fokus pada kesenangan.

Biasanya, cinta ludus ini hanya sebatas bentuk kebanggaan semata. Cinta jenis ini biasanya muncul pada awal jatuh cinta, atau yang biasa disebut dengan cinta monyet.

8. Cinta mania

Cinta mania merupakan cinta yang obsesif, penuh kecemburuan dan kemarahan. Biasanya cinta jenis ini dimiliki oleh orang yang kepercayaan dirinya rendah dan sangat takut kehilangan orang yang dicintainya.

Jenis Berdasarkan Dampak Yang ditimbulkan

Itulah jenis-jenis cinta menurut para ahlinya. Menurut pendapat saya sendiri, cinta bisa dibagi berdasarkan dampak yang ditimbulkannya.

Berikut ini merupakan jenis cinta berdasarkan dampak yang ditimbulkan.

1. Cinta konstruktif

Cinta konstruktif merupakan cinta yang membawa hubungan yang bersifat positif dan membangun.

Jenis Cinta ini ditandai dengan adanya sikap saling mendukung dan memberi motivasi untuk membuat pasangannya semakin meningkatkan diri dan sama-sama membuat kemajuan bagi diri sendiri dan diri pasangannya.

Dalam dunia kerja, cinta jenis ini bisa membuat kedua belah pihak sama-sama mencapai karir yang lebih tinggi.

Dalam dunia pendidikan, cinta ini memberikan motivasi kepada kedua belah pihak untuk mengejar ilmu dan cita-cita. Inti dari cinta konstrukstif adalah cinta yang menjadi sumber motivasi positif buat orang yang menjalaninya.

2. Cinta destruktif

Cinta destruktif merupakan cinta yang memberikan pengaruh negatif. Berikut ini beberapa contoh dari cinta destruktif yang sering kita temui.

  • Cinta dengan suami atau istri orang lain. Orang-orang yang termasuk dalam contoh ini umumnya disebut dengan pelakor atau pebinor.
  • Cinta dengan seseorang yang sering melakukan kekerasan pada pasangannya atau KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga). Kekerasan terhadap pasangannya bukan hanya bukan hanya terjadi dalam perkawinan. Saat ini, kekerasan juga sering terjadi dalam hubungan pacaran, seperti berita-berita yang sering kita dengar sekarang-sekarang ini. Hubungan yang mengandung cinta destruktif di dalamnya umumnya disebut dengan toxic relationship.
  • Cinta yang terlalu berlebihan terhadap uangnya. Hal ini bisa menyebabkan seseorang bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya, sehingga orang tersebut lebih berpeluang besar untuk melakukan tindakan kriminal seperti menipu, mencuri dan lainnya.
  • Cinta yang terlalu berlebihan terhadap pekerjaannya, sehingga orang tersebut lupa akan kewajibannya terhadap keluarganya.
  • Cinta yang terlalu berlebihan terhadap jabatannya. Hal ini bisa membuat orang tersebut menghalalkan segala cara untuk mempertahankannya.

Jenis Cinta Berdasarkan Objek

Cinta juga bisa dibagi berdasarkan objek yang dicintainya. Berikut ini jenis-jenis cinta berdasarkan objek yang dicintainya.

1. Cinta dengan objek berupa manusia

Beberapa contoh cinta kepada manusia yaitu cinta kepada pada orang tua yang sudah sewajarnya kita lakukan, cinta pada anak, sahabat, rekan kerja, dan lain-lain.

2. Cinta dengan objek berupa benda

Beberapa contoh cinta kepada benda yaitu cinta kepada uangnya. Tingkat kecintaan kita kepada uang harus dalam tingkat sewajarnya saja, karena jika kita mencintai uang terlalu berlebihan, maka akan menjadi sebuah cinta yang destruktif.

Ingat selalu bahwa cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan. Selain kepada uang, cinta kepada benda juga bisa ditujukan kepada mobil, rumah, hewan baik liar maupun peliharaan, dan kepada alam (termasuk tumbuhan) yang akan menimbulkan sebuah perilaku mencintai lingkungan.

3. Cinta dengan objek yang abstrak

Beberapa contoh cinta dengan objek yang abstrak yaitu cinta kepada Tuhan yang bersifat spiritual, cinta kepada negara dan bangsa yang bersifat nasionalisme, cinta kepada kampung halaman, dan cinta kepada jabatan atau posisi.

Selain pembagian cinta di atas, mungkin masih banyak lagi jenis-jenis cinta lainnya.

Menurut Robert Sternberg, cinta merupakan sebuah segitiga yang terdiri dari tiga komponen. Ketiga komponen cinta menurut Sternberg ini adalah sebagai berikut.

  • Adanya keintiman yang mengharapkan adanya kedekatan, ketertarikan, perhatian, kasih sayang, dan kepercayaan.
  • Adanya gairah yang melibatkan keinginan pada sebuah ketertarikan fisik, romansa dan sensualitas.
  • Dan Adanya komitmen yang mengajak seseorang untuk tetap bersama-sama dalam mencapai sebuah tujuan.

Menurut Sternberg, dengan adanya tiga komponen cinta ini, maka terbentuklah perasaan cinta yang bisa dirasakan dan dijalani.

Karakteristik Cinta

Karakteristik cinta merupakan ciri-ciri saat seseorang sedang mencinta. Memang karakteristik cinta ini sebenarnya agak sulit dimengerti dan dipahami.

Namun, secara umum, berikut ini beberapa hal yang bisa menunjukkan bahwa kita sedang mencintai.

1. Kita bisa mengalahkan ego kita sendiri

Saat kita sedang mencintai, perasaan yang paling kuat adalah ingin menyenangkan hati dari orang yang kita cintai. Kadang untuk menyenangkan hati orang tersebut kita harus mengalahkan ego kita sendiri.

Contohnya, kebanyakan laki-laki tidak suka berbelanja, berlama-lama mengitari pusat perbelanjaan untuk mencari produk tertentu, menawar harga.

Namun, ia tetap melakukannya agar ia dapat menyenangkan hati pasangannya. Ia rela menemani pasangannya yang sedang berbelanja, walaupun dalam hatinya ia merasa agak jengkel.

Intinya pada poin, kita bersedia menderita demi orang yang kita sayangi.

2. Tidak mengharapkan balasan

Agak naif rasanya jika kita mencintai seseorang tanpa mengharapkan balasan. Hal ini disebabkan karena, bila kita mencintai seseorang, pasti ada suatu hal yang kita harapkan dari orang tersebut.

Setidaknya, jika kita memberikan perhatian, waktu, materi kepadanya, maka kita pun juga berharap akan adanya perhatian dari dirinya.

Tetapi, terkadang hal yang kita harapkan tersebut tidak bisa kita dapatkan dari dia. Pada poin inilah, cinta kita menjadi sebuah ujian. Bila ujian itu dapat dilewati bersama-sama, maka cinta tersebut dapat menjadi sebuah cinta sejati.

3. Mendahulukan dia daripada kita sendiri

Contoh dari poin ini sering kita lihat pada cinta orang tua kepada anaknya. Terkadang orang tua lebih mendahulukan kebutuhan anaknya daripada memenuhi kebutuhannya dirinya sendiri.

Oleh karena itulah, kita juga harus mencintai orang tua kita.

4. Dapat menerima perbedaan, serta kelebihan maupun kekurangannya

Cinta juga bisa menerima perbedaan-perbedaan yang ada. Mungkin bisa berupa kelebihannya, yang kebanyakan hal ini tidak mengganggu, malahan bisa membuat kita bangga.

Tetapi ada juga yang merasa kalau kelebihan pasangannya menjadi ancaman bagi dia atau juga bisa membuat iri.

Sedangkan mengenai kekurangan pasangan kita, yang bagi kita hal yang aneh, bahkan membuat muak, kita tetap harus menerimanya dengan lapang dada.

Jika kita dapat menerima kelebihan maupun kekurangan orang itu, maka itulah yang disebut dengan cinta.

5. Ingin melindungi

Cinta membuat kita ingin selalu melindungi orang yang kita cintai dari segala macam bahaya yang dapat menyakiti orang tersebut.

Kita selalu ingin memberikan tempat yang aman dan nyaman bagi orang yang kita cintai, sehingga dengan rela kita memberikan bahu kita menjadi sandaran.

Kita juga rela menjadikan tempat dia menangis, dan juga dapat dengan sabar mendengarkan curahan hatinya tanpa mengkritik ataupun marah.

Bila kita mencintai dengan motivasi ingin menyakiti orang yang dicintai, maka hal itu merupakan hal yang aneh.

Hal ini disebabkan karena umumnya dalam pikiran dan hati kita, kita menginginkan agar kita dapat selalu melindungi orang yang kita cintai. Namun, hal itu bisa saja terjadi.

Bentuk cinta yang seperti inilah merupakan cinta yang destruktif. Bila kita menemui cinta seperti itu, sebaiknya keluar dari hubungan itu sesegera mungkin supaya jangan sampai menjadi hubungan yang lebih dalam dan sulit untuk ditinggalkan.

6. Ingin selalu membahagiakan

Cinta juga membuat kita ingin selalu membahagiakannya. Contohnya, jika kita mencintai orang tua kita, maka kita rela memberikan apa yang diinginkan orang tua dengan tujuan untuk membahagiakan mereka.

Pemberian tersebut bisa berupa perhatian, waktu, materi, atau properti. Namun terkadang, ada beberapa orang tua yang salah kaprah terhadap hal ini.

Mereka terkadang terlalu sibuk dalam pekerjaannya. Mereka merasa dengan memberikan materi yang berlebih, pasti mereka sudah dapat membahagiakan anak-anak mereka.

Padahal yang dibutuhkan anak-anak bukan hanya materi. Perhatian, kasih sayang, dan waktu yang diberikan orang tua kepada anaknya bisa membuat anak-anaknya bahagia.

Adanya perhatian yang cukup dari orang tuanya tidak membuat anak-anaknya menjadi anak yang kurang perhatian.

Jika anak merasa kurang perhatian, maka biasanya anak akan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik supaya bisa mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

7. Saling menghargai

Untuk membuat cinta bertahan lama, akan jauh lebih baik bila kita dapat saling menghargai pasangan kita masing-masing dengan tidak mengabaikan perasaan masing-masing. Bila perlu, kita bisa memberikan pujian bagi pasangan kita.

Misalnya, pasangan kita mempunyai hobi tertentu, sebaiknya kita memberikan dukungan pada hobinya itu. Tapi sebaliknya, jangan abaikan hak pasangan kita hanya karena hobi.

Dalam hubungan pacaran, bila kita mencintai pasangan kita maka kita harus menghormati dan menghargai pasangan kita. Hal ini bisa dilakukan dengan cara tidak melakukan hubungan suami istri sebelum menikah.

Tinggalkan komentar