Tahukah Anda tentang Jenis Penyakit Pada Kambing dan Cara Mengatasinya? Kambing adalah salah satu hewan ternak yang gampang untuk diternakkan dan juga dapat menghasilkan. Namun, meskipun demikian tetap saja ada resiko atau nilai ruginya.

Untuk mengurangi resiko pada cara pemeliharaannya maka kita perlu mengatur, menjaga dan merawat kambing-kambing tersebut.
Yang paling utama dalam pemeliharaan kambing adalah mengenai resiko terserang penyakit-penyakit mulai dari penyakit akibat infeksi ataupun non infeksi.
Penyakit yang menyerang hewan kambing yang disebabkan oleh infeksi misalnya karena virus, bakteri dan parasit. Sementara penyakit yang menjangkit hewan kambing sebab non infeksi adalah kembung dan keracunan.
Jenis Penyakit Pada Kambing
Sebelum ternak kambing Anda lakukan tentunya beberapa hal harus diketahui salah satunya adalah penyakit yang menyerangnya. Berikut adalah Jenis Penyakit Pada Kambing dan Cara Mengatasinya :
1. Penyakit Cacingan Pada Kambing
Penyebab penyakit cacingan:
Penyakit cacingan yang menyerang kambing ini disebabkan oleh parasit dari luar atau lingkungan.
Hal ini terjadi, saat kambing memakan larva atau telur cacing yang terdapat pada makanan. Sehingga, cacing akan hidup dan berkembang biak pada saluran pencernaan kambing tersebut
Kemudian, parasit cacing ini akan menempel dan mengambil nutrisi dari kambing tersebut, sehingga kambing menjadi kekurangan gizi.
Gejala kambing terkena penyakit cacingan:
- Kambing menjadi lemah.
- Tubuhnya kurus.
- Pertumbuhan hewan kambing ini melambat.
Cara mengatasi penyakit cacingan pada kambing adalah:
Mengatasi parasit cacing pada kambing itu sangat perlu dilakukan. Sebab, pada ternak kambing modern langkah pertama saat hewan itu datang adalah pembersihan terhadap parasit tersebut
Untuk mengobati penyakit cacingan pada kambing ini adalah dengan memberikan obat cacing. Dalam obat cacing itu terdapat bahan aktif albendazole dan obat cacing ini juga dijual secara bebas di pasaran.
Perlu diingat juga, dalam mengobati penyakit cacingan ini perlu dilakukan secara bertahap atau periodik. Sebab, akan tidak menutup kemungkinan kambing akan memakan larva cacing kembali.
2. Penyakit Kembung Pada Kambing
Penyebab kembung:
- Hal ini disebabkan karena kambing terlalu banyak mengonsumsi rumput hijau atau makan hijauan yang basah.
- Penyakit kembung rumen atau bloat disebabkan karena kambing memakan tanaman legumes dalam porsi yang terlalu banyak.
- Penyebab kambing kembung akibat legum dan konsentrat karena jumlah protein yang dikonsumsi terlalu berlebihan.
Gejala yang ditimbulkan:
- Gejala yang timbul apabila gas rumen tidak dapat keluar adalah karena cairan rumen tersebut tertutup oleh buih dari hasil fermentasi pakan dalam rumen.
- Kambing yang mengalami kembung awalnya akan kehilangan nafsu makan, perut bagian kirinya akan mengeras, menggembung dan lalu menonjol.
- Kemudian, kondisi gas tersebut akan menekan organ dalam pada kambing termasuk jantung dan paru-paru. Kambing akan mengalami sesak nafas, kaki-kakinya kaku dan juga mengembek sangat keras. Lalu, kemungkinan kambing akan mati.
Cara mengatasi penyakit kembung pada kambing adalah:
- Jangan menggembalakan kambing terlalu pagi, sebaiknya sekitar jam 10.
- Tidak langsung memberikan rumput setelah hujan kepada kambing, sebaiknya biarkan hingga airnya hilang atau dengan jeda waktu yang cukup lama.
- Jangan memberikan pakan yang mengandung legum atau konsentrat sekaligus. Agar lebih aman, selang waktu satu jam setelah diberi legum atau konsentrat, berikan rumput dengan serat kasar, misalnya rumput odot, daun pisang atau rumput lapangan.
- Apabila kambing mengalami kembung kita bisa melalukan terapi seperti pegang kaki bagian depan dan lalu pijat – pijat perut kambing bagian kiri.
- Berikan minyak kelapa untuk diminum oleh kambing tersebut.
- Pada bagian anus kambing, dimasuki batang daun pepaya yang sebelumnya sudah dilumuri oleh minyak agar lebih licin.
- Apabila cara di atas kurang efektif, sebaiknya panggil dokter hewan saja.
3. Penyakit Scabies Pada Kambing
Jenis Penyakit Pada Kambing selanjutnya adalah penyakit scabies.
Penyebab scabies:
Hal ini disebabkan oleh infeksi Sarcoptes scabei yang memang seringkali menyerang kambing ternak dan juga domba. Penyakit kudis ini akan menyebabkan luka keropeng pada seluruh kulit tubuh kambing.
Kemudian, kambing akan merasa gelisah karena rasa gatal yang luar biasa dan tubuhnya kurus karena nafsu makannya menurun. Setelah itu apabila penyakitnya semakin parah dan tidak segera ditangani akan mati.
Gejala penyakit scabies:
Kambing yang terkena penyakit scabies ini akan mengalami gejala seperti gatal-gatal, kulitnya mengeropeng, bulunya rontok pada bagian yang kena infeksi dan gejala yang semakin parah yaitu kulit bisa menebal dan berlipat-lipat.
Cara mengatasi scabies pada kambing:
Apabila jumlah kudis yang menjakit belum banyak, dapat diobati dengan bahan-bahan yang sederhana beserta langkah-langkahnya.
- Bersihkan tubuh kambing yang terkena scabies dengan cairan antiseptic, misalnya refanol atau alcohol 70%.
- Kerok bulu disekitar scabies agar memudahkan kita dalam mengobatinya. Lalu, olesi kudis itu dengan memakai belerang yang ditumbuk halus dan sudah dicampur dengan oli bekas.
- Pisahkan kambing yang terkena penyakit kudis dari kambing yang sehat lainnya agar tidak tertular juga.
- Apabila scabies ini sudah menyebar luas ke seluruh tubuh kambing, maka cara yang paling efektif adalah dengan menyuntikkan obat parasit sejenis ivomec atau wormectin.
4. Penyakit Orf Pada Kambing
Penyebab Orf:
Penyakit orf disebabkan oleh infeksi virus. Virus akan masuk ke dalam tubuh kambing melalui luka-luka kecil atau goresan yang ada pada kulit kambing tersebut.
Selain itu, penyakit orf ini juga mudah menular dari satu kambing ke kambing lainnya lewat kontak langsung ataupun tidak langsung.
Bagian-bagian tubuh kambing yang sering terkena penyakit Orf yaitu mulut dan muka, perut, kaki, kantung buah zakar, ambing , puting susu dan vulva.
Gejala penyakit Orf:
Saat pertama kali kambing terkena infeksi virus Orf ini adalah munculnya bintik-bintik merah pada pangkal bibir ataupun kulit kambing.
Selanjutnya, bintik-bintik merah itu lama-kelamaan akan melepuh dan berisi cairan. Lalu, lepuhan kulit kambing ini yang berisi cairan akan berubah menjadi pustula atau nanah.
Jika sudah pada tahap ini biasanya akan berubah menjadi kerak dan kaku, sehingga kambing akan mengalami kesulitan makan.
Cara mengatasi penyakit Orf pada kambing:
Penyakit Orf ini disebabkan oleh virus bukan bakteri, sehingga pencegahan terbaiknya adalah dengan memberikan vaksin pada saat kambing dalam kondisi yang sehat bukan sakit.
Kemudian, berikan kambing dengan pakan yang berkualitas dan ditambah dengan vitamin serta mineral.
Namun, apabila orf ini menyerang pada daerah mulut, maka kambing akan sulit makan. Oleh karena itu, berikan obat luar seperti misalnya salep atau obat antiseptik (betadine) agar kulit kambing tidak sampai kaku atau keras. Jika sudah lunak, maka kambing dapat leluasa untuk makan kembali.
5. Penyakit Kuku Busuk Pada Kambing
Penyebab kuku busuk:
Luka pada pangkal kuku kambing bisa saja terkena oleh infeksi bakteri akibat kandang yang basah atau tidak steril. Seperti yang kita tahu bahwa bakteri sangat senang dengan kondisi lingkungan yang lembab dan basah.
Apabila ini dibiarkan maka kambing bisa terkena kuku busuk dan mengalami kesakitan pada kakinya, lalu jalannya pincang bahkan tidak bisa berdiri normal.
Cara mengatasi penyakit kuku busuk:
- Potong dan bersihkan kuku kambing hingga bentuk kukunya kembali normal.
- Lalu, bersihkan kuku kambing dengan menggunakan antiseptik agar bakteri penyebab penyakitnya mati.
- Berikan salep antibiotik atau antibiotik jenis yang lain agar kuku kambing tidak terserang infeksi bakteri lagi.
Demikianlah penjelasan mengenai Jenis Penyakit Pada Kambing dan Cara Mengatasinya. Semoga bisa bermafaat.