Tahukah Anda mengenai Cara Membedakan Ikan Tawes Jantan dan Betina? Ikan tawes adalah salah satu jenis ikan air tawar.

Ia memiliki warna abu-abu maupun putih dengan bercak berwarna perak pada kulitnya. Kita mengenal ikan ini dengan sebutan lain yaitu wader.
Mereka hidup di daerah sungai maupun rawa. Tidak hanya itu, kondisi perairan tempat mereka hidup biasanya memiliki aliran air dan jernih. Ketika berusia lebih dari satu tahun, barulah kita dapat membedakan jenis kelamin ikan Tawes.
Ikan ini membutuhkan banyak oksigen. Oleh sebab itu, jika ingin budidaya ikan tawes maka kita harus menyiapkan aliran air yang baik.
Cara Membedakan Ikan Tawes Jantan dan Betina
Ciri Ikan Tawes Jantan
Ikan Tawes jantan tidak jauh berbeda dengan jenis ikan lainnya. Postur tubuhnya lebih besar dari ikan tawes betina. Bentuk kepalanya tidak meruncing. Ia juga memiliki letak anus yang dekat dengan ekor.
Ukuran sisiknya lebih kecil dan rapi dengan pangkal ekor yang kokoh. Ketika kita mengurut bagian perut ke arah dubur, maka akan nampak cairan putih susu yang merupakan sperma.
Ciri Tawes Betina
Berkebalikan dengan tawes jantan, pada tawes betina kita melihat bentuk kepala yang lebih kecil dari tawes jantan. Tidak hanya itu, ia juga memiliki bentuk perut yang lebih mengembang.
Jika kita raba, maka bagian tersebut terasa lebih lunak.
Bagian lubang anus berwarna sedikit kemerahan. Kemudian pada bagian tutup insang terkesan lebih licin. Ketika mengurut ke arah anus, akan nampak cairan kehitam-hitaman.
Pada bagian perut ketika menurutnya ke arah anus maka akan keluar cairan kehitam-hitaman. Tidak hanya itu, pada bagian sirip akan nampak pembuluh darah.
Pemijahan Tawes
Ketika induk jantan dan betina telah dapat kita tentukan perbedaannya, ini saatnya melakukan pemijahan. Tujuan umum seseorang mengetahui jenis kelamin adalah untuk memudahkan proses pemijahan.
Sebelumnya mari kita pelajari dulu cara pemberian pakan. Untuk kedua indukan, berikan dedak halus sebanyak 1 kg. Hal ini berlaku untuk tiap 30 pasang induk dalam sehari. Tambahkan 2 kg daun-daunan.
Kita dapat menggunakan daun talas, pepaya, maupun daun singkong. Dalam sebulan sekali, sebaiknya kita memberi ½ kg beras menir. Ketika pakan tercukupi, maka indukan akan memperoleh tenaga yang cukup untuk pemijahan.
Gunakan kolam berukuran 30 meter persegi untuk 30 pasang indukan dengan kedalaman 50 hingga 70 cm untuk penyimpanan. Kolam ini memang lebih dalam dari kolam pemijahan. Kita boleh memberikan sedikit pepohonan untuk naungan.
Tata cara pemijahan kita mulai dari kolam. Ketika sudah cukup kering, isi kolam pemijahan dengan air baru dan lakukan di pagi hari. Ketika air sudah mencapai 20 cm, indukan siap masuk. Jangan lupaa untuk menjaga kelancaran saluran air tersebut.
Jumlah indukan tergantung dari luas kolam pemijahan. Setiap pasang induk membutuhkan kolam kurang lebih dengan ukuran 25-50 meter persegi. Adapun perbandingan bobot induk jantan dan betina adalah 1:1.
Jumlah total bobot induk betina harus sama dengan total bobot induk jantan di dalam satu kolam pemijahan. Sedikit rumit memang, tapi kita perlu menerapkan ini agar hasilnya baik. Bahkan utu memasukkan indukan pun kita perlu melihat jam.
Indukan masuk di jam 10 pagi. Kemudian di sore hari mereka akan kejar-kejaran. Malam harinya, proses pemijahan pun terjadi. Suaranya terdengar seperti orang mengomel. Jika air yang masuk ke dalam kolam cukup deras, maka pemijahan terjadi di permukaan.
Demikian sebaliknya. Ketika air kurang deras, maka pemijahan terjadi di daerah yang dangkal. Contohnya adalah di daerah tepian yang dekat dengan pintu masuk air. Pakan dedak halus serta dedaunan tetap menjadi makanan utama.
Jika ini berhasil, maka kita dapat melihat telur-telur bersebaran di bagian dasar kolam.
Memelihara Benih Hingga Menjadi Siap Panen
Ketika benih telah berusia 21 hari, kini mereka siap dideder di dalam kolam khusus. Kurang lebih sejumlah 20 ekor dalam 1 meter kubik. Beninh-benih itu bisa kita besarkan atau kita jual, semua terserah pada kita selaku pembudidaya.
Berhubung kita belum tau cara membedakan jenis kelamin, patokan kita hanyalah terhadap jumlah benih dalam satu meter kubik.
Di kolam-kolam, kita siap membesarkan mereka. Catatan pentingnya adalah benih berukuran 5 hingga 8 cm. Per meter kubik cukup dengan empat ikan.
Jangan menempatkan ikan terlalu padat. Hal ini hanya akan mempengaruhi hasil panen. Berilah pakan dengan teratur dan rawat kebersihan kolam.
Seperti yang kita ketahui bahwa jenis ikan ini sangat menyukai oksigen. Sirkulasi yang baik juga penting agar ikan tidak terkena penyakit.
Tidak perlu menunggu selama setahun, kecuali jika kita ingin mendapatkan indukan yang baik, maka tawes telah siap panen di usia 6 bulan. Jangan lupa untuk tetap mempertahankan sebagian demi menghasilkan indukan baru.
Lanjutkan siklus perawatan seperti sebelumnya hingga kembali mendapatkan benih baru.