Cara Mempercepat Birahi Pada Sapi

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Cara Mempercepat Birahi Pada Sapi? Sapi merupakan salah satu hewan ternak yang paling umum diternakkan.

Cara Mempercepat Birahi Pada Sapi
Cara Mempercepat Birahi Pada Sapi

Sapi biasanya diternakkan oleh para peternak sapi dan para petani. Petani biasanya menggunakan sapi untuk membajak sawah miliknya, sementara para peternak sapi umumnya menggunakan sapinya untuk diambil sebagai bahan pangan.

Daging dan susu sapi merupakan salah satu bahan makanan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan protein tubuh kita.

Oleh karena itu, usaha ternak sapi merupakan salah satu usaha ternak yang menjanjikan. Dengan adanya banyak orang yang menyukai daging dan susu sapi, maka tidak heran apabila usaha ternak sapi semakin banyak digeluti oleh masyarakat.

Adanya keuntungan yang besar dari bisnis ternak sapi bukan berarti bisnis ini akan selalu berjalan mulus.

Para peternak sapi harus mengetahui bahwa akan ada beberapa kendala yang harus dihadapi terkait kondisi sapinya, salah satunya adalah cara mengawinkan sapi.

Dalam menjalani bisnis ternak sapi, peternak tidak hanya memikirkan bagaimana cara menggemukan sapi saja.

Peternak juga harus mengetahui bagaimana cara agar sapinya dapat dikawinkan secara benar. Hal ini tentunya harus diketahui oleh peternak, karena teknik pengawinan sapi mempengaruhi kualitas bibit sapi yang akan dilahirkan.

Sapi jika dikawinkan dengan benar, maka kualitas bibitnya pun akan unggul. Begitu sebaliknya, apabila proses pengawinan sapi dilakukan secara asal-asalan maka bibitnya tidak akan baik kualitasnya.

Cara Mempercepat Birahi Pada Sapi

Unggul atau tidaknya bibit juga akan mempengaruhi harga jualnya, bibit yang unggul pasti akan dihargai jauh lebih tinggi daripada bibit yang tidak unggul.

Oleh karena itu untuk menghasilkan keuntungan yang lebih maksimal, maka peternak harus mengetahui bagaimana cara mengawinkan sapi dengan benar.

Agar sapi dapat cepat kawin, maka sapi harus disegerakan birahinya. Agar sapi cepat birahi maka perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut.

1. Sapi harus dibuat bebas dari penyakit.

Untuk mempersiapkan perkawinan, maka tubuh sapi harus dijaga dalam kondisi yang sehat. Entah sapi tersebut induknya kurus atau gemuk, yang pasti sapi harus dalam kondisi yang sehat.

Sapi juga tidak mengalami infeksi parasit, bakteri, atau virus. Apabila sapi yang ingin dipersiapkan perkawinannya mengalami infeksi tersebut, maka sapi harus segera diberikan obat sesuai dengan jenis infeksinya.

Sapi yang mengalami infeksi parasit berupa cacing, cacingnya bisa dihilangkan dengan menggunakan Albendazole atau Wormectin.

Infeksi juga dapat dicegah melalui pemberian antibiotik. Sapi juga tidak boleh mengalami masalah gangguan organ.

Infeksi dan gangguan organ harus dapat segera ditangani agar sapi tidak membahayakan anaknya apabila sapi sedang hamil.

Pengobatan dalam menanggulangi infeksi pada sapi tidak boleh dilakukan saat sapi sedang hamil. Oleh karena itu, sapi harus segera diobati apabila sapi diketahui mengalami infeksi.

Bagi sapi yang baru melahirkan, peternak harus melakukan tindakan post partus. Tindakan ini merupakan tindakan yang dilakukan peternak dengan cara memanggil dokter hewan agar dokter tersebut dapat memastikan kondisi kesehatan sapi.

Dengan tindakan ini, maka jika diketahui sapi mengalami infeksi, pendaharan, atau penyakit dalam, maka dokter dapat dengan segera melakukan proses treatment untuk mengobati penyakit tersebut.

2. Sapi harus diberikan pakan yang bernutrisi.

Nutrisi pada sapi sangat mempengaruhi tingkat birahinya. Kekurangan nutrisi pada sapi betina dapat menyebabkan sapi tersebut mengalami masalah dalam birahinya karena tingkat hormonnya yang rendah.

Sapi harus diberikan pakan yang bernutrisi, terutama pada saat sapi tersebut baru selesai melahirkan. Pakan yang diberikan sapi juga tidak boleh terlalu banyak pula.

Jika diberikan terlalu banyak pakan, maka sapi akan mengalami obesitas. Kelebihan berat badan juga dapat menurunkan tingkat birahi sapi.

Oleh karena itu, untuk mencegah obesitas, maka pakan yang diberikan harus sesuai baik dalam jumlahnya maupun nutrisinya.

Sapi harus diberikan asupan pakan bergizi tinggi yang cukup untuk mempersiapkan perkawinan. Makanan sapi yang lengkap terdiri dari hijau-hijauan, comboran, mineral, dan vitamin.

Mineral merupakan zat yang penting bagi sapi, karena mineral merupakan bahan terbentuknya kolostrum yang penting bagi anaknya.

Sapi juga harus diberikan pakan yang khusus meningkatkan birahi, seperti kecambah, ramuan empon-empon, dan daun leguminosa.

Daun-daun leguminosa meliputi kaliandra, glirisidea, turi, jerami dari kacang tanah dan kacang kedelai segar. Daun leguminosa ini harus sudah dilayukan semalaman dan sudah dipotong kecil-kecil.

Sapi sebaiknya dibiasakan untuk memakan daun-daun seperti ini. Bahkan pada awal pemberian sapi harus agak sedikit dipaksa untuk memakan daun leguminosa agar birahinya dapat meningkat cepat.

3. Sapi harus distimulasi.

Sapi harus diberikan stimulasi dari lingkungan sekitarnya untuk meningkatkan birahinya. Salah satu cara untuk menstimulasi sapi adalah dengan mendatangkan sapi jantan yang sudah dewasa ke lingkungan sapi betina. Cara ini dinamakan biostimulasi karena stimulannya berupa makhluk hidup.

Sapi jantan yang didatangkan bisa membuat birahi sapi cepat meningkat, baik sapi yang belum maupun yang sudah pernah melahirkan.

Hal ini disebabkan karena secara umum, semua hewan bisa menghasilkan feromon yang bertujuan untuk menarik lawan jenis.

Sapi jantan mengeluarkan feromonnya melalui urin, kotoran, dan kulitnya sehingga dapat dicium oleh sapi betina.

Feromon ini dapat menstimulasi sapi betina supaya birahinya cepat naik. Feromon ini juga dapat membuat tanda-tanda birahi pada sapi betina lebih bisa terlihat sehingga sapi betina dapat lebih cepat kawin.

Baca Juga : Cara Menghasilkan Anak Kembar Pada Sapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *