Kucing Berliur? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Diposting pada

Kucing adalah salah satu hewan yang kerap jadi peliharaan. Bagi Anda yang memelihara kucing, mungkin pernah menemui saat-saat di mana peliharaan Anda terlihat berliur. Kenapa kucing berliur dan bagaimana cara mengatasinya?

Kucing Berliur Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Anda harus menyimak ulasan yang akan kami hadirkan di bawah untuk mendapat jawabannya!

7 Penyebab Kucing Berliur dan Cara Mengobatinya

Berbeda dengan anjing yang memang kerap berliur dan merupakan hal normal, kucing berliur bisa jadi pertanda ada yang salah dengan tubuhnya.

Hal ini dikarenakan, umumnya kucing berliur hanya ketika menjilat atau mendengkur, sebagai pertanda ia dalam kondisi rileks.

Namun apabila Anda menemukan kucing peliharaan berliur di luar dua aktivitas tersebut, harus mulai waspada. Terlebih jika liur berbau, saatnya mengecek apakah kondisinya menyerupai salah satu gejala di bawah ini.

1. Menelan Benda Asing

Hal pertama yang bisa menjadi alasan kenapa kucing Anda sering berliur adalah karena adanya benda asing yang tertelan. Bisa rumput, benang, atau bagian-bagian kecil dari mainan kucing.

Penyumbatan kerongkongan akibat adanya benda asing inilah yang kemudian memicu kucing berliur. Kasus yang kerap terjadi adalah benang yang tertelan. Namun, apabila Anda melihat sebagian ujung benang di sekitar mulut, jangan buru-buru menariknya.

Tindakan tersebut bisa saja memicu terjadinya kerusakan organ dalam kucing yang lebih parah. Hal itu mungkin terjadi, karena bisa saja ujung benang yang tertelan menggumpal dan terikat pada usus atau organ lain di sekitar perut.

Keputusan terbaik yang bisa diambil adalah segera membawa kucing ke dokter hewan. Penangan oleh ahlinya akan jauh lebih aman pastinya.

Baca Juga : Cara Mengobati Penyakit Kucing Karena Menelan Rambut

2. Sakit Gigi atau Infeksi Mulut

Kondisi lain yang memicu kucing kerap mengeluarkan air liur adalah ketika hewan tersebut tengah sakit gigi atau mengalami gangguan kesehatan di sekitar mulutnya.

Kucing akan mengeluarkan air liur secara berlebih ketika mengalami sakit atau nyeri hebat di bagian mulutnya.

Di mana hal itu bisa saja karena sakit gigi, radang gusi parah, sariawan, atau bahkan adanya infeksi sekitar mulut. Kondisi ini hanya bisa diatasi dengan pemberian antibiotik, atau tindakan pembersihan sampai mencabut gigi kucing oleh dokter hewan.

Dokter akan memberi rekomendasi perawatan yang paling tepat sesuai kondisi kucing. Apabila memang perlu dilakukan cabut gigi, maka harus dengan cara operasi dan memberi bius total pada kucing.

3. Terserang Virus Calici

Bagi Anda yang memelihara kucing, harus mewaspadai penyakit yang satu ini. Virus ini kerap menyerang kucing peliharaan atau rumahan, pada fungsi pernapasannya. Salah satu ciri yang paling terlihat adalah kucing berliur secara berlebih disertai bau tidak sedap.

Gejala lain yang menyertai di antaranya seperti kucing sering bersin, tidak responsif, lemas, dan jalannya pincang. Apabila Anda melihat gejala-gejala tersebut, segera pisahkan atau isolasi kucing tersebut. Hal ini perlu dilakukan, karena Virus Calici sangat cepat penularannya.

Sebagai upaya pertolongan pertama, Anda bisa meminumkan air kelapa hijau pada kucing. Namun jangan menunda untuk membawanya ke dokter hewan untuk penanganan yang lebih tepat.

4. Mual

Penyebab lain yang membuat kucing berliur adalah sedang merasa mual. Rasa mual itu sendiri bisa disebabkan oleh banyak hal, bisa karena gastrointestinal atau masalah pencernaan, adanya parasit internal, dan juga penyakit ginjal.

Pada kondisi tersebut, biasanya akan muncul tanda-tanda seperti tidak nafsu makan, muntah, dan lemas. Anda bisa segera membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan.

Biasanya, dokter akan menyarankan tes laboratorium, guna mempermudah diagnosa penyakit pada kucing. Setelah itu, baru bisa dilakukan perawatan yang sesuai.

5. Heat Stroke

Kondisi yang satu ini sebenarnya kerap terjadi pada kucing terutama jenis kucing ras. Umumnya mereka akan mengalami heat stroke setelah terlalu lama berada di tempat panas.

Selain itu, bisa juga karena kurangnya konsumsi air yang mengakibatkan tubuh kucing seperti dehidrasi atau kekurangan cairan.

Kondisi tersebut yang akhirnya memicu kucing kerap membuka mulut dan terus berliur.

Solusi yang paling tepat untuk bisa Anda lakukan adalah dengan menyiapkan air bersih di dekat kandang kucing. Jangan lupa letakkan kandang di tempat teduh dan jauh dari paparan sinar matahari.

6. Sulit Menelan

Terlihat sepele, tetapi kondisi kucing berliur tidak boleh diabaikan. Kucing akan mengeluarkan liur berlebih saat ia kesulita menelan makanan.

Bisa karena ada sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi, atau benda keras yang masih belum tertelan dengan sempurna.

Di saat seperti itu, kucing akan kerap membuka mulutnya sehingga air liurnya pun ikut keluar.

Jika melihat gejala seperti ini, segera sediakan air minum bersih di dekat kucing. Dengan harapan apa pun yang ia makan sebelumya dapat segera tertelan dengan sempurna.

Namun jika Anda melihat adanya benda asing atau sisa makanan di sela-sela gigi kucing, sebaiknya segera ke dokter hewan terdekat. Tujuannya agar benda tersebut bisa segera dikeluarkan dengan metode atau penanganan yang benar.

7. Kanker Mulut

Alasan atau penyebab kucing terus menerus mengeluarkan air liur yang terparah adalah karena mengidap kanker mulut. Kanker mulut pada kucing diakibatkan oleh adanya tumor ganas yang bersarang di sana.

Tidak jauh berbeda dengan manusia saat mengidap kanker mulut, kucing juga akan mengalami penurunan kesehatan dengan sangat cepat. Kondisinya pun bisa semakin parah dalam waktu yang relatif singkat.

Adapun gejala-gejala yang timbul saat kucing menderita kanker mulut di antaranya seperti di keluarnya darah dari mulut, berliur terus-menerus dan berbau menyengat, serta gigi kucing jadi mudah tanggal.

Pada kondisi awal kucing mungkin sekadar mengalami penurunan nafsu makan. Namun seiring makin parah kondisinya, kucing mungkin saja tidak makan sama sekali. Hal ini dikarenakan rasa sakit yang menderanya, akibat dari kanker yang semakin parah dan mungkin saja menyebar.

Oleh karena itu, ketika Anda melihat tanda-tanda di atas pada kucing peliharaan, jangan menunda untuk membawanya ke dokter hewan. Dengan begitu, tumor ganas yang menjadi penyebab kanker mulut bisa segera diangkat lewat jalan operasi pastinya.

Setelah itu, sebagai upaya pencegahan tumbuhnya tumor lagi, akan dilakukan radiasi dan juga kemoterapi.

Dengan penanganan yang tepat dan cepat, peluang pulihnya kesehatan kucing Anda akan jauh lebih besar. Jadi, jangan menunda untuk mendatangi dokter hewan setelah menemukan gejala-gejalanya.

Dari ulasan di atas, bisa Anda lihat bahwa ada banyak penyebab kucing berliur. Mulai dari penyebab ringan hingga penyakit berat. Supaya kesehatan kucing peliharaan Anda senantiasa terjaga, rutinlah mengecek kondisi kesehatannya.

Jangan hanya melihat fisiknya yang tampak baik-baik saja, karena kucing sangat ahli menyembunyikan penyakit yang menderanya. Dengan begitu, Anda bisa menghindarkan kucing kesayangan dari penyakit berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *