Cara Budidaya Ikan Hias Oranda Untuk Pemula

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Cara Budidaya Ikan Hias Oranda? Ikan ini termasuk ke dalam jenis ikan koki mas yang sudah populer di berbagai dunia.

Cara Budidaya Ikan Hias Oranda Untuk Pemula
Cara Budidaya Ikan Hias Oranda Untuk Pemula

Ikan yang memiliki nama latin Corassius Auratus ini memiliki tubuh yang menawan sehingga membuat orang jatuh cinta dan ingin memelihara ikan tersebut. sebenarnya Oranda sendiri memiliki beberapa nama yang berbeda-beda.

Misalnya di Jepang, Oranda lebih dikenal dengan ikan Shishigashira. Sementara di China, ikan ini populer dengan nama Hn Mau Tze.

Sementara di Indonesia, ikan ini terkenal dengan nama mas koki panser. Salah satu ciri khas yang membedakan ikan Oranda dari ikan mas koki ayan lain.

Misalnya bentuk tubuhnya yang cenderung bulat telur. Kemudian ekor yang bentuknya mirip seperti kupu-kupu yang sedang terbang.

Keunikan lainnya terdapat pada kepalanya. Kepala ikan Oranda memiliki ukuran yang besar.

Bahkan ukurannya bisa sama besarnya dengan tubuh ikan tersebut. berbagai keunikan yang dimilikinya membuat banyak yang ingin memelihara ikan Oranda.

Terlebih lagi budi daya ikan Oranda memang merupakan bisnis yang menguntungkan. Permintaan terhadap ikan tersebut cenderung tidak pernah menurun.

Baca Juga : 7 Penyebab Ikan Hias Mati Mendadak Beserta Solusinya Lengkap

Cara Budidaya Ikan Hias Oranda

Beberapa cara budidaya ikan hias Oranda yang harus kamu perhatikan adalah sebagai berikut:

1. Menyiapkan Akuarium

Sebagaimana memelihara ikan hias pada umumnya, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menyiapkan akuarium.

Kondisi akuarium akan berpengaruh terhadap kualitas ikan Oranda ketika dia sudah dewasa. Jadi pastikan ukurannya ideal agar mempermudah dalam proses perawatan serta memudahkanmu ketika mengontrol kualitas air.

Suhu air yang direkomendasikan berkisar antara 17 sampai 28 derajat celcius.

Adapun untuk dimensi akuarium yang ideal adalah 80 cm x 40 cm x 40 cm. Jangan lupa untuk memberikan aerator yang berperan untuk mengatur oksigen.

Selain itu, kamu juga perlu memberikan tutup saji dan strimin yang nantinya akan dipakai sebagai tempat meletakkan telur-telur bagi ikan tersebut.

Untuk tutup saji diharapkan dapat menjadi solusi jika ternyata telur tidak berhasil menempel di strimin lalu jatuh ke dasar kolam yang kemungkinan bisa dimakan indukan Oraanda.

2. Memilih Indukan Berkualitas

Setelah memilih akuarium, cara yang kedua adalah kamu harus memilih indukan Oranda yang berkualitas.

Indukan yang baik adalah menghasilkan anakan Oranda yang baik juga. Untuk itu penting melihat kualitas dari indukan Oranda dengan beberapa kriteria di bawah ini:

  • Mempunyai bentuk tubuh yang proporsional serta tidak cacat
  • Mempunyai warna yang jelas serta mengkilap
  • Memiliki sirip yang tidak cacat
  • Berat tubuh ikan Oranda mencapai 0,5 ons
  • Adapun untuk indukan jantan yang sudah matang, kamu bisa mengecek pada bagian punggung, dorsal, serta dada yang terlihat bintik-bintik putih. Ketika kamu merabanya dengan ujung jari, maka akan terasa memiliki struktur yang kasar
  • Sementara indukan betina yang sudah matang ditandai dengan perut yang buncit, serta melebar ke arah lateral dan samping. Jika kamu menekannya dengan ujung jari, maka akan terasa lembek
  • Kamu juga tidak perlu melakukan strip agar dapat mengetahui kondisi kematangan telur. Jika kamu melakukannya, maka bisa terpengaruh terhadap kesehatan indukan, larva, setelah kualitas telur

3. Pemijahan Indukan

Cara budidaya ikan hias Oranda yang ketiga yaitu proses pemijakan indukan. Untuk tahap ini bisa kamu lakukan dengan mudah.

Kamu harus memilih indukan dengan berat yang sesuai. Jika berat indukan jantan lebih berat dibandingkan indukan betina maka kami menyarankan agar kamu melakukan pemijahan.

Lakukan pemijakan dengan perbandingkan dengan perbandingkan 1 jantan untuk 2 indukan betina.

Langkah tersebut perlu kamu lakukan agar nanti ikan tersebut bisa menghasilkan jumlah telur yang sebanding jumlah sperma.

Selain itu, proses pemijahan harus memperhatikan kapan kamu harus memasukkan indukan ke tempa pemijahan. Sebelum kamu memasukkan indukan, diamkan air kolam kurang lebih 24 jam.

Kemudian kamu harus menetapkan kapan waktu memasukkan indukan tersebut. umumnya indukan akan dimasukkan pada sore hari sekitar pukul 5. Itulah waktu ideal untuk memasukkan ikan.

4. Pemeliharaan Larva

Cara budidaya ikan Oranda yang keempat adalah memperhatikan bagaimana cara memelihara larva.

Ketika proses pemijahan sudah selesai, biasanya telur akan menetas setelah 2 sampai dengan 3 hari. Kamu sudah bisa melihat larva Oranda tanpa harus menggunakan alat khusus.

Dalam waktu 3 hari setelah menetasnya lava, kamu tidak perlu memberinya makan. Hal tersebut karena larva sudah memiliki cadangan makanan di dalam perutnya dan akan habis pasca 3 hari penetasan.

Baru setelah tiga hari kamu bisa mulai memberikan pakan awal berupa kuning telur yang telah kamu rebus dan telah dihauskan.

Bisa jua dengan memberikan Rotifera jika memang ada. Pada hari yang keenam dan ketujuh, strimin serta tutup saji sudah bisa kamu angkat.

Namun ingat kamu harus mengangkatnya dengan secara hati-hati agar larva tidak sampai terangkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *