7 Penyebab Ikan Hias Mati Mendadak Beserta Solusinya Lengkap

Diposting pada

Memelihara ikan hias dalam akuarium, menjadi hobi banyak orang karena dapat membuat rileks saat memandangnya. Namun sayang, memelihara ikan hias gampang-gampang susah. Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab ikan hias mati mendadak, dan Anda harus memahaminya agar bisa mengatasinya.

7 Penyebab Ikan Hias Mati Mendadak Beserta Solusinya Lengkap

Kali ini kita akan membahas apa saja yang bisa menyebabkan ikan hias tiba-tiba mati. Selain itu, ada juga beberapa tips untuk mengatasi hal tersebut, sehingga ikan hias peliharaan Anda dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Simak baik-baik ulasan berikut dan jangan sampai ada yang terlewat, ya!

7 Penyebab Ikan Hias Mati Mendadak dan Solusinya

Pernahkah Anda mengalami, di mana tiba-tiba saja ikan hias yang dipelihara dalam akuarium ataupun kolam tiba-tiba mati?

Hal ini terjadi tentu bukan tanpa alasan, bahkan ketika Anda rajin memberi makan pada ikan serta membersihkan air akuarium atau kolam sekali pun, kejadian ini masih bisa bisa terjadi.

Oleh karena itu, kami akan menghadirkan tujuh alasan yang bisa menjadi penyebab ikan hias mati. Dengan mengetahui penyebab-penyebab ini, harapannya dapat mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

1. Stress

Bukan hanya manusia saja, lho, yang bisa stress. Ikan pun juga bisa stress, dan kondisi ini juga dapat menyebabkan ikan hias mati mendadak.

Stress pada ikan sendiri dapat terjadi akibat beberapa hal. Bisa karena suasana bising di dekat akuarium atau kolam, air kolam maupun akuarium yang kotor, atau ikan tersebut menjadi korban ikan lain.

Jadi, bullying juga bisa terjadi di dunia hewan, ya! Oleh karena itu Anda harus memahami karakteristik ikan yang akan ditempatkan pada satu akuarium yang sama.

Apabila terdapat ikan yang cenderung agresif, sebaiknya jangan mencampurnya dengan ikan kecil lain yang memungkinkan untuk mereka mangsa.

2. Kualitas Air yang Tidak Terkontrol

Pada umumnya, pecinta ikan hias membuat aquascape dengan menggunakan ikan air laut/asin. Di mana corak serta warna mereka jauh lebih beragam, sehingga terlihat lebih cantik.

Namun, memelihara ikan air laut tidak hanya harus memberikan air asin sebagai habitatnya. Ada beberapa hal yang harus Anda kontrol guna mempertahankan kualitas air. Di mana kualitas air ini juga mampu menyebabkan kematian mendadak pada ikan hias.

Anda harus rajin mengecek tingkat pH air, salinitas-nya (khusus air asin), filter air, dan berbagai aspek yang dapat memengaruhi kualitas air akuarium.

Di sinilah pengetahuan Anda mengenai cara memelihara ikan hias sangat berperan. Jadi, jika tidak ingin ikan hias kesayangan mati mendadak, pahami dulu cara memeliharanya dengan baik.

3. Metode Pengurasan/Penggantian Air yang Keliru

Anda tentu ingin air akuarium senantiasa terlihat bersih. Selain lebih enak dipandang, tentu Anda berpikir hal ini akan membuat ikan-ikan tersebut lebih nyaman.

Namun tahukah Anda, jika membersihkan atau menguras air akuarium ataupun kolam ada tekniknya. Kesalahan dalam mengganti air, juga bisa menjadi penyebab ikan hias mati.

Lantas, bagaimana cara mengganti atau menguras air yang benar? Jangan mengganti seluruh air sekaligus.

Anda bisa mengganti sedikit demi sedikit airnya, atau bisa mengganti secara langsung seminggu sekali. Dengan catatan, air pengganti harus sudah diendapkan terlebih dahulu kurang lebih 1-2 hari.

Pengendapan air harus Anda lakukan, guna menyesuaikan pH air. Selain itu, mengganti secara langsung air akuarium tanpa mengendapkannya dan dari kucuran kran langsung berisiko mengandung klorin atau bahan kimia lain.

4. Terlalu Banyak Memberi Makan

Ikan hias juga bisa mati jika Anda terlalu banyak memberinya makan, lho. Alih-alih membuat mereka kenyang serta tumbuh besar, pemberian makan secara berlebih berisiko mencemari air akuarium ataupun kolam dengan amonia akibat dari banyaknya makanan yang tidak termakan.

Setiap ikan dengan ukuran yang berbeda memiliki porsi makannya masing-masing. Mereka hanya akan memakan makanan sesuai kebutuhannya.

Sisa makanan yang tidak termakan dan terendam dalam air, pada akhirnya secara tidak langsung menjadi jalan penambahan amonia pada air yang menyebabkan ikan mati.

5. Tangki Akuarium Baru

Selanjutnya, hal yang dapat menyebabkan ikan hias tiba-tiba mati adalah tangki akuarium baru. Lalu, apakah tidak boleh mengganti akuarium agar lebih cantik dan lebih lega untuk ikan? Boleh, tetapi harus melalui kontrol atau pengecekan terlebih dahulu.

Pada umumnya, akuarium baru mengandung amonium serta nitrat dengan konsentrasi tinggi.

Oleh karenanya, sebelum meletakkan ikan di akuarium baru tersebut Anda harus mengecek terlebih dahulu kadar dari kedua kandungan tersebut. Hal ini penting untuk Anda lakukan karena keduanya berbahaya bagi ikan.

Jangan lupa menempatkan filter pada akuarium sebagai sistem penyaringan. Dengan begitu, risiko ikan terpapar racun bisa Anda minimalkan.

6. Suhu yang Berubah Drastis

Beberapa jenis ikan bisa bertahan dengan perubahan suhu pada air akuarium. Namun, apabila perubahan suhu tersebut terjadi secara tiba-tiba dan sangat drastis tentu berpotensi membuat ikan stress. Sebagaimana sudah kita bahas di atas, bahwa stress mampu memicu kematian mendadak pada ikan hias.

Maka, Anda harus rajin mengecek suhu air akuarium. Pastikan bahwa suhu air tidak terlampau dingin ataupun hangat.

Lakukan penyesuaian suhu secara bertahap, jangan membuat perubahan secara drastis. Ikan yang stress akibat perubahan suhu yang terlalu cepat atau drastis lebih rentan mengalami sakit lalu mati.

7. Tidak Sehat dari Awal

Kemungkinan penyebab ikan hias mati lainnya adalah kondisi ikan yang memang sudah tidak sehat sedari awal Anda membelinya.

Di mana ikan yang tidak sehat tentu lebih berpotensi mati, dengan ataupun tanpa terjadinya perubahan tempat, suhu air, ataupun keberadaan racun sekalipun.

Bahkan akuarium dengan kualitas air yang palin baik pun tidak akan menjamin keberlangsungan hidup ikan yang dari awal memang sudah tidak sehat. Maka, Anda harus paham bagaimana mengidentifikasi ikan dengan kondisi baik dan kurang baik.

Pastikan sebelum memelihara ikan hias Anda sudah memahami karakteristik serta ciri-ciri ikan yang sehat. Belilah ikan di toko, pedagang, atau peternak yang terpercaya dan sudah terbukti menjual ikan sehat dengan kondisi prima. Dengan begitu risiko kematian ikan hias peliharaan dapat Anda minimalisir.

Itu tadi penjelasan mengenai apa saja yang bisa menjadi penyebab ikan hias mati sekaligus solusi atau cara mengatasinya.

Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah, pahami segala seluk beluk hewan yang akan kita pelihara. Dengan begitu, Anda bisa memberi perawatan yang tepat serta menghindarkan mereka dari berbagai bahaya.

Semoga informasi yang kami hadirkan ini dapat membantu Anda, terutama yang masih pemula dalam menjalani hobi memelihara ikan hias.

Jangan lupa untuk selalu menambah wawasan akan segala hal yang berhubungan dengan hewan peliharaan Anda, sebagai modal untuk memberi perawatan terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *