Cara Budidaya Kepiting Bakau Terbukti Berhasil

Diposting pada

Kepiting bakau adalah salah satu kepiting yang di gemari oleh masyarakat, hanya saja ketika anda memilih untuk membudidayakan maka anda harus membudidayakannya di lingkungan atau lahan bebas polusi.

Cara Budidaya Kepiting Bakau Terbukti Berhasil
Cara Budidaya Kepiting Bakau Terbukti Berhasil

Anda bisa memanfaatkan tambak tradisional yang biasanya untuk memelihara udang atau bandeng.

Klasifikasi Kepiting Bakau

Dibawah ini kami akan paparkan mengenai klasifikasi kepiting bakau, berikut ulasannya :

  •    Phyllum : Arthopoda
  •    Class : Crustacea
  •    Ordo : Decapoda
  •    Familia : Portunidae
  •    Genus : Scylla
  •    Species : Scylla serrata

Morfologi Kepiting Bakau

Ketahuilah yang peling penting dari morfologi kepiting bakau adalah masalah ukurannya. Ukuran kepiting bakau sangat bervariasi tergantung musim dan wilayah ia tinggal.

Sebagai contoh bila tinggal didaerah diperairan Ujung Alang terdapat jenis kepiting yang memiliki ukuran sekitar 18,80 hingga 142,40 mm.

Sedangkan didaerah lain misalkan di perairan Segara Anakan ditemukan kepiting dengan ukuran 19,20 mm hingga 116,70 mm.

Pembagian kepiting bisa dikelompokan menjadi 3 bagian berdasarkan kecil dan lebarnya kerapas, berikut ulasannya :

  • Kepiting Jumawa, memiliki lebar kerapas hingga 20mm-80mm
  • Kepiting yang menjelang dewasa memiliki lebar kerapas antara 70-150 mm
  • Sedangkan kepiting dewasa, mempunyai lebar kerapas antara 150 mm hingga 200 mm.

Kebiasaan dan Tingkah Laku Kepiting Bakau

Menurut beberapa pengamatan yang dilakukan kebiasaan dan tingkah laku kepiting bakau adalah :

  • Sura berendam didalam lumpur dan membuat lubang.

Bila ingin ternak atau budidaya kepiting bakau tentunya dengan mengetahui tingkah diatas kita bisa membuat desain tempat pemeliharaannya agar kepiting tidak bisa lolos dari tempat pemeliharaannnya.

  • Berganti kulit

Sifat kepiting selanjutnya adalah sering melakukan pergantian kulit. Setiap akan berganti kulit kepiting tersebut akan mengalami pertumbuhan yang cepat pada kerapas dan juga pada beratnya.

Selama hidup kepiting setidaknya bisa berganti kulit sebanyak 18 kali. Ketahuilah bahwa setiap berganti kulit diperlukan pergerakan yang cepat dan juga tenaga yang besar. Oleh karena itu dalam prosesnya perlu menyediakan tempat yang luas.

  • Pada saat muda pertumbuhannya jauh lebih pesat

Pertumbuhan pesat saat erat kaitannya dengan pergantian kulit yang dilakukan kepiting. Pada usia muda proses pergantian kulit sering dilakukan nah inilah penyebab pertumbuhannya juga semakin pesat.

Faktor Penunjang Kehidupan Kepitingan Bakau

Alangkah baiknya sebelum melakukan budidaya kepiting tembakau pahami terlebih dahulu faktor penunjang kehidupannya :

  • Ketersediaan pakan yang melimpah dan memiliki nutrisi yang cukup
  • Pastikan lingkungan tambak atau tempat hidup bebas dari penyakit dan predator
  • Mempunyai sumber daya yang cukup dansanggup dalam mengelolah
  • Gunakan air yang bebas dari pencemaran agar kepiting tumbuh dan berkembang dengan baik dan cepat.

Cara Budidaya Kepiting Bakau

Teknik dan cara budidaya kepiting bakau ada 4 cara berdasarkan tujuan produksi, di antaranya

  • Membudidayakan kepiting bakau dari bibit berukuran 30 – 50 gram per ekor hingga berukuran 200 – 300 gram per ekor untuk dikonsumsi. Cara yang dilakukan untuk membudidayakannya tergantung dari lingkungan mereka dibudidayakan. Tapi yang jelas prinsip yang dipakai adalah para kepiting bakau ini tidak boleh lepas ketika mereka dibudidayakan, sehingga sangat diperlukan kurungan atau pemberian pagar di sekeliling tempat pembudidayaan. Misal dengan memberinya pagar dari bambu yang rapat. Hindari juga terjadinya kanibalisme, dan disarankan untuk memakai sistem baterai yang padat tebarnya sekitar 40 ekor per m2. Tapi pilihlah 2 ekor per m2 jika menggunakan sistem tebar tambak dengan pemeliharaan 3 bulan.
  • Membudidayakan kepiting bakau dari biit berukuran 100 – 150 gram per ekor hingga berukuran 200 – 300 gram per ekor untuk dikonsumsi. Cara ini sangat disarankan untuk menggunakan sistem baterai dengan padat tebar sekitar 40 ekor per m2 yang lama pemeliharaannya 3-4 Minggu.
  • Membudidayakan kepiting bakau – soka yang memiliki cangkang lunak dengan masa pemeliharaan sekitar 3 – 4 minggu. Kepiting yang dibudidayakan berukuran 150 – 200 gram per ekor dengan lama pemeliharaan sekitar 2 – 3 minggu. Mereka akan mengalami pergantian kulit yang dirangsang oleh alam ketika terjadi air pasang tertinggi dan saat pakan mereka melimpah. Pembudidayaannya sangat disarankan memakai baterai yang padat tebarnya sekitar 40 ekor per m2 untuk bisa hidup 100%.
  • Membudidayakan kepiting bakau – betina dengan ukuran 200 gram per ekor atau lebih lebih yang penuh telur diperoleh dengan cara ablasi mata. Masa pemeliharaan 1 bulan dan selama 1 – 2 minggu setelah melakukan ablasi mata. Sistem yang disarankan adalah sistem baterai yang padat tebar sekitar 40 ekor per m2 dan Anis pakan yang digunakan harus memiliki banyak protein berjumlah cukup, misal dari berbagai ikan curah, kerang dan cumi-cumi.

1. Persiapan Tambak

Dalam proses persiapan tambak yang perlu dilakukan adalah pengelolaan tanah dasar agar bisa memperbaiki kualitas tanah yang dijadikan sebagai tambak.

Hal tersebut mencangkup penjemuran, pembalikan, pencucian hingga proses pengapuran. Penjemuran dilakukan memiliki tujuan agar dapat mempercepat proses reduksi bahan organik dan gas beracun dengan menggunakan sinar matahari secara langsung hingga warna tanah menjadi coklat alami.

Lama penyinaran yang disarankan adalah sekitar 5-7 hari.

Sedangkan pengembalikan tanah mempercepat proses dekomposisi bahan organik dan membuang gas beracun pada tanah. Caranya yakni dengan mencangkul atau membajak dengan tingkat kedalaman sekitar 30 cm.

Masalah pH tanah yang baik adalah kisaran ph 7-8. Sedangkan untuk jenis kapur yang bisa digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanah.

2. Pemeliharaan

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pemeliharaan, diantaranya adalah :

Tempat Pemeliharaannya

Area atau tempat pemeliharaan yang digunakan bisa berupa kurungan bambu, bak beton taupun waring.

Ukuran yang digunakan apabila tempat pemeliharaan terbuat dari kurungan bambu adalah 1,5 m x 1m. Ukuran tersebut tentunya akan memudahkan dalam pengelolaan terutama pada saat mengangkat kerambah.

Pemilihan dan Penebaran Benih

Terdapat syarat ukuran dan berat yang bisa digunakan untuk benih kepiting bakau yakni dengan memiliki berat 30-50 gr/ekornya dengan lebar cangkang antara 3-4 cm.

bebera ciri benih yang layak untuk digunakan adalah :

  • Mempunyai anggota tubuh yang lengkat dan tidak ada cacat
  • memiliki warna yang cerah yakni hijau kecoklatan atau warna coklat kemerahan
  • Menunjukan tingka laku yang agresif bila dipegang

Untuk penebaran benih alangkah baiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Rasio perbandingan antara jantan dan betina adalah 1 : 1 bekisar 2 ekor/m persegi.

Sebelum melakukan penebaran benih sebaiknya direndam terlebih dahulu dengan sedinfektan agar terhindar dari parasit. setelah itu baru benih disebar secara merata dengan melepaskan ikatan satu persatu.

Pemberian pakan

Kepiting bakau di beri makan 2 kali sehari dengan dosis 2 – 3 % dari jumlah bioma kepiting yang dibudidayakan pada satu tempat dengan memberinya pakan berupa pelet kering, ikan curah, reptilia, kerang, cumi-cumi, atau udang untuk kepiting jenis Grower.

Penanggulangan penyakit

Bisa jadi para kepiting yang anda pelihara akan terserang penyakit akibat lingkungan mereka tinggal, untuk itu lakukan pencegahan dengan memperhatikan kualitas air yang dipakai agar tetap dalam kondisi baik. Pastikan lingkungan mereka tinggal tidak kotor.

3. Cara panen

Ada beberapa cara panen kepiting , seperti :

  1. Jika anda memelihara dengan menggunakan pagar yang terbuat dari bambu misalnya, maka anda bisa melakukan pembuangan air tambak hingga memiliki kedalaman sekitar 30 cm baru dilakukan pemanenan. Caranya dengan menggunakan tongkat bambu atau anjir, hanya saja cara ini kadang membuat capit kepiting lepas, sehingga ketika dijual harganya menjadi anjlok.
  2. Cara selanjutnya adalah membuang air tambak hingga habis, sehingga para kepiting ini mudah ditangkap. Anda bisa menggunakan seser yang terbuat dari bambu dan mengikat kaki – kaki kepiting secara benar, sehingga kemungkinan capit kepiting lepas kecil. Cara ini juga memudahkan proses pengangkutan hasil kepiting.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan mengenai Cara Budidaya Kepiting Bakau Terbukti Berhasil. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *