Tahukah Anda tentang Cara Menjinakan Ayam Hutan Yang Liar? Ayam merupakan salah satu jenis unggas yang dimanfaatkan manusia untuk dikonsumsi telurnya dan dagingnya.

Ayam terdiri dari beberapa jenis, diantaranya adalah ayam boiler, ayam tukung, ayam kampung, ayam cemani, ayam balenggek, ayam hutan dan lain sebagainya.
Pada artikel ini akan fokus membahas mengenai ayam hutan.
Apa Itu Ayam Hutan?
Mungkin tersirat di benak anda apakah di hutan ada ayam liar? Bagaimana ciri-cirinya? Ayam hutan adalah ayam yang habitatnya di hutan dan merupakan leluhur dari ayam kampung.
Bentuk fisik dan perilaku ayam hutan sama seperti ayam peliharaan. Ayam hutan jantan dan betina memiliki perbedaan dari bentuk tubuh, warna serta ukurannya.
Ayam hutan jantan memiliki warna bulu yang beraneka ragam dan sangat menarik. Sedangkan warna bulu ayam hutan betina cenderung kusam dan tidak semenarik warna bulu ayam hutan jantan.
Jenis-Jenis Ayam Hutan
Ada empat jenis ayam hutan yang habitatnya tersebar di Sri Lanka, India hingga Asia Tenggara termasuk juga Indonesia. Berikut ini adalah empat jenis ayam hutan tersebut:
1. Ayam Hutan Hijau
Ayam hutan hijau di Indonesia memiliki banyak sebutan di masing-masing daerah, misalnya di Jawa dikenal dengan sebutan ayam alas sedangkan di Sunda dikenal dengan sebutan Canghegar.
Ukuran tubuh ayam hutan hijau jantan adalah 60 cm sedangkan betinanya 42 cm. Ayam hutan hijau memiliki jengger yang tidak bergerigi, bentuknya bulat pada bagian tepi dan berwarna merah serta kebiruan di bagian tengah.
2. Ayam Hutan Merah
Ukuran tubuh ayam hutan merah betina adalah 46 cm sedangkan jantan 78 cm. Bulu ayam hutan merah bagian leher, tengkuk serta mantel bentuknya panjang meruncing dan berwarna kuning kecokelatan keemasan.
Jengger pada kepala ayam hutan merah bergerigi dan bergelambir berwarna merah.
3. Ayam Hutan Sri Lanka
Ayam hutan sri lanka merupakan ayam hutan asli dari Sri Langka atau nama lainnya adalah ayam hutan ceylon. Penyebaran ayam hutan sri lanka ini adalah wilayah hutan di Yala, Sinharaja dan Kitulgala.
4. Ayam Hutan Kelabu
Ayam jantan hutan kelabu memiliki ukuran sedang dan panjang tubuhnya sekitar 80 cm sedangkan ayam betina hutan kelabu panjang tubuhnya 30 cm.
Ciri-ciri ayam hutan kelabu yaitu bagian leher, tengkuk serta mantel berwarna kelabu dan berbintik hitam putih.
Bagian muka ayam hutan kelabu berwarna merah dan ada bercak putih di telinganya, paruhnya berwarna kuning kecokelatan, iris matanya berwarna kuning dan ekornya berwarna hitam keunguan.
Bulu ayam hutan kelabu pada bagian bawah terdapat garis putih dan kakinya berwarna kuning kemerahan dengan sebuah taji di masing-masing kakinya. Ayam betina hutan kelabu tidak memiliki taji pada masing-masing kakinya.
Jenis Ayam hutan kelabu habitatnya di hutan tropis India bagian tengah, selatan dan barat.
Ayam hutan kelabu biasanya hidup berkelompok, pada pagi dan sore hari mereka biasanya keluar mencari makan biji-bijian, serangga dan hewan kecil lainnya.
Cara Menjinakkan Ayam Hutan
Jika anda tertarik untuk memelihara ayam hutan maka ada beberapa hal yang harus anda lakukan salah satunya adalah bagaimana cara menjinakkan ayam hutan.
Menjinakkan ayam hutan adalah perkara yang tidak mudah karena sifat ayan hutan yang liar dan mudah stres. Lantas, bagaimanakah caranya? Berikut ini penjelasannya:
1. Menyiapkan Sangkar dan Pakan untuk Ayam Hutan
Apabila anda baru saja menangkap ayam hutan, langkah pertama yang anda harus lakukan untuk menjinakkan ayam hutan tersebut adalah menyiapkan sangkar serta pakannya.
Pakannya bisa berupa jagung, gabah dan lain sebagainya. Jangan lupa juga untuk menyediakan air untuk ayam hutan.
Setelah sangkar, pakan dan minum ayam hutan sudah dipersiapkan maka masukkan ayam hutan tersebut ke dalam sangkar dan taruh sangkar di tempat yang sepi karena jika ditaruh dikeramaian, ayam hutan akan berontak dan menjadi stres.
Jangan kaget jika awal-awal ayam hutan suka membenturkan kepalanya bertubi-tubi karena belum jinak.
Oleh sebab itu jangan memilih sangkar yang terbuat dari besi agar kepala ayam hutan tidak sakit saat ia membenturkan kepalanya.
Beri ayam hutan waktu untuk memulihkan staminanya kurang lebih 2 hari setelah ditangkap di hutan.
2. Memandikan Ayam Hutan
Setelah 1 hingga 2 minggu berlalu, langkah selanjutnya adalah memandikan ayam hutan setiap paginya.
Cara memandikannya adalah dengan menyemprot badan ayam hutan dengan sprayer lalu diguyur hingga basah kuyup. Selain itu, ganti pakan dan minum ayam hutan setiap hari.
3. Memberikan Jangkrik
Rutinlah memberikan ayam hutan jangkrik atau serangga lainnya. Awal mulanya berikan dengan menggunakan lidi dan beberapa hari kemudian cobalah untuk memberikan dengan menggunakan tangan langsung.
Hal ini akan membantu proses penjinakkan ayam hutan
4. Jangan Membuat Ayam Hutan Kaget
Hal yang harus diperhatikan, jangan sekali-kali membuat ayam hutan kaget karena ini akan membuat ayam hutan yang belum jinak akan stres sehingga sukar untuk dijinakkan.
Proses penjinakkan ayam hutan sebaiknya yang berumur di bawah 6 bulan karena ayam hutan yang umurnya di atas 6 bulan akan sulit dijinakkan.
Sekian informasi terkait jenis-jenis ayam hutan dan bagaimana cara menjinakkan ayam hutan, semoga dapat menambah wawasan anda.