Ciri dan Karakteristik Ulat Sutra

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Ciri dan Karakteristik Ulat Sutra? Ulat sutra yang memiliki nama latin Bombyx mori L. adalah salah satu serangga yang dapat menghasilkan sutera.

Ciri dan Karakteristik Ulat Sutra
Ciri dan Karakteristik Ulat Sutra

Salah satu serangga jenis ini ternyata telah dipelihara ribuan tahun yang lalu dikarenakan kemampuannya dalam menghasilkan sutera. Bombyx mori ini digolongkan ke dalam ordo Lepidoptera dan famili Bombycidae.

Jika dilihat sejarahnya, serangga ini pada waktu muda adalah seekor ulat pemakan daun Murbei yang telah mengalami domestikasi selama kurang lebih ribuan tahun.

Maka dari itu pada saat masa adaptasinya, ngengat (ulat muda) tak sanggup lagi dalam mempertahankan hidupnya di alam bebas, tanpa campur tangan dari manusia.

Nah, adaptasi yang dialami ulat sutera tersebut telah menyebabkan hilangnya kemampuan terbang si ngengat tersebut.

Ngengat atau ulat muda yang masih hidup liar dialam ternyata memiliki warna tubuh yang berwarna coklat gelap dengan garis melintang, sedangkan ngengat yang sudah mengalami adaptasi melalui pemeliharaan manusia mempunyai warna tubuh yang menjadi lebih terang.

Selain ulat sutera (B. mori), jenis serangga lain yang mampu menghasilkan sutera adalah Antheraea pernyii yang hidup di negara Cina, Antheraea paphia yang berada di negara India, serta Antheraea yamami yang berada di negara Jepang.

Nah, ketiga jenis serangga yang disebutkan tersebut ternyata termasuk ordo Lepidoptera, famili Saturniidae seperti halnya Attacus atlas L. yang banyak ditemukan di  negara Indonesia.

Meskipun begitu, ternyata produksi sutera dari ketiga jenis serangga tersebut yang masing-masing terdapat di negara India, Cina dan Jepang serta serangga Kupu Gajah yang berada di Indonesia tersebut ternyata kurang penting jika dibandingkan dengan sutera yang dihasilkan oleh serangga ulat sutera atau Bombyx mori L. ini.

Ukuran daripda kupu-kupu yang berasal dari ulat sutera (Bombyx mori L.) ternyata tidak berbeda jauh dengan ukuran kupu-kupu pada umumnya.

Sayap yang dimilikinya melebar dengan ukuran kurang lebih 4 cm (jarak dari ujung ke ujung). Sayapnya memiliki warna putih kelabu dan putih kecoklat-coklatan.

Selama hidupnya kupu-kupu sutera ternyata berbeda dengan kupu-kupu lain. Mereka tidak makan walaupun ada yang sampai berusia 2 minggu.

Jenis, Ciri dan Karakteristik Ulat Sutra

Lalu Ciri dan Karakteristik Ulat Sutra? Berdasarkan ras, ternyata jenis ulat sutera (Bombyx mori L.) dibagi ke dalam 4 jenis ras, yaitu :

1. Ulat Sutera ras Jepang

Ulat sutera ras Jepang ini ternyata bertelur banyak dengan siklus hidup yang panjang.

Bentuk badannya kecil, serta kokonnya berwarna kuning atau hijau dan berlekuk di tengahnya.

2. Ulat Sutera ras Cina

Ulat dari ras Cina ini ternyata peka terhadap kelembaban yang tinggi.

Kokon yang dimilikinya ternyata berbentuk jorong berwarna putih, merah jambu, kehijauan dan kuning emas.

Serat sutera yang dihasilkannya halus dan sangat mudah dipintal.

3. Ulat Sutera ras Eropa

Ulat dan telur daripada jenis ras ini berukuran besar dengan siklus hidup yang panjang. Kokon yang dimilikinya juga berukuran besar dengan sedikit lekuk yang berada di tengahnya.

Warna kokon nya yaitu putih atau kemerahan dengan serat suteranya yang panjang.

4. Ulat Sutera ras Tropis

Ulat sutera ras Tropis seperti namanya, hidup di daerah Tropis serta tahan terhadap suhu panas dan memiliki ukuran kokon yang kecil.

Berikut merupakan ciri-ciri ulat sutera ras Jepang antara lain :

  • Umur produksi yang relatif lebih panjang jika dibandingkan ras Cina
  • Lebih lemah, sehingga ulat sutera ini lebih rentan terhadap serangan penyakit
  • Bentuk kokon yang dimilikinya seperti kacang tanah

Ciri-ciri ulat sutera ras Cina antara lain :

  • Umur produksinya yang relative lebih pendek
  • Bentuk kokonnya bulat
  • Daya tahan mereka terhadap penyakit lebih baik

Fakta Unik Ulat Sutra

Banyak sekali keunikan yang terdapat pada ulat sutra. Kali ini saya akan membahas beberapa fakta unik ulat sutra, diantaranya

  • Penemuan Pertama

Kain sutra telah ditemukan sejak abat ke 27 sebelum masehi di cina dimana pada masa itu yang berkuasa adalah kekaisaran Huang Ti.

Pada sewaktu waktu permaisuri kaisar menemukan kepompong ulat yang jatuh kedalam teh miliknya dan memperhatikannya, perlahan kepompong tersebut berubah menjadi helaian benang yang sangat halus dan panjang.

Selanjutnya permaisuri menyuruh kepada bawahannya untuk mengubah kepompong tersebut menjadi kain yang halus.

  • Budidaya ulat liar

Negara India dan China membudidayakan hewan ulat sutra liar yang menghasilkan kain sutera yang berkualitas tinggi untuk kebutuhan komoditi ekspor

  • Hewan yang rakus

Perlu diketahui bahwa ulat sutra merupakan salah satu hewan yang terbilang sangat rakus dalam memakan sesuatu. Ulat ini akan selalu makan setiap hatinya selagi persediaan makanan tersedia didaerah sekitarnya.

Berat ulat sutra mampu bertambah 10ribu kali dari saat ia menetar hingga umur 25hari, hal ini karena ulat sutra doyan makan.

  • Kain Sutra Murbei

Saat ini ada kait sutra yang sangat terkenal dan populer di dunia yakni kain sutra murbei. Kain sutra ini diambil dari nama ulat sutranya sendiri yakni ulat sutra murbei.

Nama murbei diambil dari jenis makanan yang diberikan kepada ulat tersebut yakni daun pohon Murbei.

  • Semut hewan pengganggu

Salah satu hewan pengganggu dalam budidaya ulat sutra adalah semut. Ketahuilah bahwa semut dapat menggagalkan secara total dalam sistem budidaya ulat ini, sehingga harus dihindari keberadaan semut.

Untuk tidak mengganggu caranya adalah dengan mengecat dengan menggunakan gamping cair dengan ketinggian satu meter diatas permukaan tanah, hal ini dilakukan agar semut tidak bisa merambat atau naik ke atas pohon.

  • Siklus Hidup

Waktu yang dibutuhkan ulat sutra dalam satu siklus hidupo adalah sekitar 50 hari. Satu ekor betina mampu menghasilkan telur sebanyak 30ribu butir.

  • Panjang Benang

Ketahuilah bahwa panjang benang yang dihasilkan dari satu kepompong adalah sepanjang 900 meter. Dan bahkan pernah ditemuklan kepompong yang bisa memiliki benang sepanjang 4000 meter.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan mengenai Ciri dan Karakteristik Ulat Sutra. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *