Fakta Unik Hewan Kodok Tebu

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Fakta Unik Hewan Kodok Tebu? Hewan berikut ini mungkin akan terdengar sangat asing di telinga anda. Kodok tebu atau katak tebu, merupakan jenis katak terbesar di dunia.

Fakta Unik Hewan Kodok Tebu
Fakta Unik Hewan Kodok Tebu

Penobatan ini bukanlah tanpa alasan. Sebab katak tebu memiliki panjang antara 4 hingga 6 inci. Bahkan beberapa spesies dari kata tebu panjangnya ada yang mencapai 9 inci.

Katak tebu betina dewasa biasanya memiliki ukuran lebih panjang daripada katak tebu jantan. Jenis Katak tebu dewasa memiliki berat rata-rata sekitar 2,9 pon.

Katak tebu mempunyai tekstur kulit yang kering dan terdapat kutil. Kulit kering tersebut mempunyai berbagai macam warna dan pola.

Diantara warna-warna tersebut antara lain abu-abu, coklat, merah, hingga kuning. Pada bagian bawah kulit kodok tebu biasanya berwarna krem.

Terkadang bagian bawah tersebut juga lebih banyak bercak gelapnya. Kodok tebu remaja kulitnya lebih halus, lebih gelap dan warnanya lebih kemerah-merahan.

Kodok tebu mempunyai jari-jari yang tak ada selaputnya. Selain itu pada mata kodok tebu, irisnya keemasan, pupil horizontal, terdapat tonjolan menjalar dari atas mata hingga ke hidung, dan kelenjar parotis dengan ukuran besar di belakang mata, baik mata kanan dan mata kiri.

Mungkin anda penasaran, kenapa kodok yang memiliki nama ilmiah Rhinella Marina ini dijuluki kodok tebu? Hal ini berkaitan dengan perannya dalam menanggulangi kumbang tebu.

Meski diketahui dapat mengendalikan hama, kodok tebu telah menjadi spesies yang menimbulkan masalah di luar cakupan alaminya.

Kodok tebu diketahui mengeluarkan racun yang kuat, menyebabkan terjadinya kardiotoksin dan halusinogen.

Fakta unik kodok tebu

Semakin banyak tahu tentang kodok tebu, membuat rasa ingin tahu mengenai kodok tebu semakin tinggi. Sebab ada beberapa fakta dari kodok tebu yang menarik untuk diselami lebih lanjut. Apa sajakah itu?

1. Habitat kodok tebu

Asal muasal dari kodok tebu adalah Amerika, Texas Selatan, Peru Selatan, Tobago, Trinidad, dan Amazon. Beberapa orang mengira kodok tebu berasal dari laut.

Habitat kodok tebu sebenarnya di padang rumput, hutan daerah tropis dan semi kering. Kodok tebu lebih banyak dikenal di berbagai belahan dunia sebagai pengendali hama pertanian (kumbang).

Hingga saat ini spesiesnya berkembang mulai dari Karibia, Jepang, Florida, Australia, Hawaii dan sejumlah pulau Pasifik lainnya.

2. Makanan

Kodok tebu merupakan hewan omnivora. Mereka mengidentifikasi makanan dengan indra penciuman dan penglihatan. Tak seperti hewan amfibi lainnya, kodok tebu bisa memakan materi mati.

Ketika masih berudu, kodok tebu akan memakan detritus dan alga di dalam air. Saat dewasa, kodok tebu akan memangsa invertebrata, burung, reptil, kelelawar, hewan pengerat kecil dan amfibi lainnya.

Kodok tebu juga makan makanan hewan, tumbuhan, hingga kotoran manusia.

3. Tingkah laku

Kodok tebu bisa bertahan hidup meski kehilangan setengah air dari tubuhnya. Kodok tebu lebih banyak aktif di malam hari dan beristirahat di siang hari.

Hal ini bertujuan untuk menghemat air di dalam tubuhnya. Namun faktanya, kodok tebu masih bisa hidup pada daerah tropis dengan suhu 104-108 derajat fahrenhait.

Ketika kodok tebu terancam, ia akan mengeluarkan cairan susu yang dikenal dengan bufotoxin.

Cairan ini berasal dari kelenjar parotid dan keluar melalui kulitnya. Bufotoxin mengandung 5-methoxy-N, N-dimethyltryptamine (DMT).

Kandungan tersebut dapat menyebabkan halusinasi tinggi, karena perannya sebagai agonis serotonin. Selain itu juga mengandung kardiotoksin yang membuat mual dan lemah otot. Namun racun ini jarang membunuh manusia.

Meski begitu, racun yang dikeluarkan kodok tebu ini merupakan ancaman serius bagi hewan peliharaan dan satwa liar.

4. Reproduksi

Jika suhu tinggi, kodok tebu dapat berkembang biak sepanjang tahun. Pada daerah sub tropis, kodok tebu betina dapat bertelur antara 8.000 hingga 25.000 telur hitam dengan lapisan membran.

Penetasan telur bergantung pada suhu. Telur akan menetas antara 14 jam hingga seminggu. Namun kebanyakan sudah menetas dalam waktu 48 jam.

Berudu kodok tebu berwarna hitam dan mempunyai ekor pendek. Berudu ini akan berkembang menjadi kodok tebu remaja antara 12 hingga 60 hari.

Hanya sekitar 0,5% kodok tebu yang dapat mencapai usia dewasa. Kodok tebu dewasa dapat bertahan hidup antara 10 hingga 15 tahun. Namun ketika berada di penangkaran, kodok tebu dapat bertahan hingga 35 tahun.

5. Status konservasi

Sebuah organisasi internasional mengenai konservasi alam memberikan status kodok tebu sebagai “perhatian paling kecil”.

Jumlah kodok tebu sangatlah banyak dengan peningkatan cakupan spesies. Kendatipun tidak ada ancaman bagi spesies kodok tebu, namun jumlah anakan kodok tebu dipengaruhi oleh polusi air.

Hal ini meningkatkan upaya pengendalian kodok tebu sebagai spesies invasif.

6. Kodok tebu dan manusia

Dalam kaitannya dengan manusia, kodok tebu banyak dimanfaatkan racunnya untuk panah. Tapi dewasa ini, kodok tebu lebih sering dimanfaatkan sebagai pengendali hama, hewan percobaan, hingga hewan peliharaan.

Ada anggapan bahwa bufotoxin yang dihasilkan kodok tebu bisa saja dapat dipakai dalam mengobati kanker prostat dan digunakan pada operasi jantung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *