Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Cengkeh

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Cengkeh – Cengkeh atau biasanya dikenal dengan bahasa Inggris seperti cloves dapat diartikan sebagai tangkai bunga yang kering dan beraroma.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Cengkeh
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Cengkeh

Tanaman cengkeh menjadi salah satu tanaman yang asli dari Indonesia. Seringkali tanaman cengkeh ini digunakan untuk bumbu masakan dan biasanya merupakan bahan utama dari rokok.

Nah disini kami akan menjelaskan tentang klasifikasi dan morfologi dari tanaman cengkeh. Mari kita simak pembahasan yang ada dibawah ini.

Klasifikasi Tanaman Cengkeh

Sebenarnya apa sih yang menjadi klasifikasi dari tanaman cengkeh ini? Jika anda ingin mencari tahu tentang bagaimana klasifikasi yang dimiliki oleh VPN, maka disini akan dijelaskan oleh kami. Tanpa basa-basi anda bisa menyimak pada ulasan yang berikut ini.

  • Kingdom – Plantae
  • Sub Kingdom – Viridiplantae
  • Divisi – Tracheophyta
  • Sub Divisi – Spermatophytina
  • Kelas – Magnoliopsida
  • Ordo – Myrtales
  • Famili – Myrtaceae
  • Genus – Syzygium P. Br.
  • Spesies – Syzygium Aromaticum (L.)

Morfologi Tanaman Cengkeh

Ketika anda sudah membaca dan telah mengetahui tentang apa saja yang menjadi klasifikasi dari tanaman cengkeh. Maka selanjutnya anda akan menikmati pembahasan yang mengenai tentang morfologi dari tanaman cengkeh. Untuk penjelasan yang jelas lagi, maka anda bisa membaca di ulasan yang berikut ini.

1. Akar

Sistem akar dari tanaman cengkeh menjadi salah satu akar yang tunggang. Hal ini dikarenakan akar tanaman cengkeh ini termasuk sebuah akar pokok yang berasal dari lembaga dan kemudian mempunyai banyak cabang.

Tahukah anda kalau akar yang dimiliki oleh tanaman cengkeh ini termasuk dalam bentuk fusiformis atau tombak pada akar yang bertumbuh cabang dengan ukurannya cukup kecil.

Anda harus tahu juga kalau akar dari tanaman cengkeh ini sangat kuat. Bahkan tak heran jika ada pohon cengkeh yang bisa bertahan selama puluhan hingga ribuan tahun.

Akar tanaman cengkeh bisa masuk kedalam tanah yang cukup dalam. Meskipun begitu, pada hal yang sebenarnya akar pohon cengkeh ini masih kurang berkembang. Namun akar ini memiliki bulu yang bisa menyerap sari makanan.

2. Daun

Secara umum daun dari tanaman cengkeh ini  tidak termasuk pada daun yang lengkap. Karena daun yang dimiliki oleh tanaman cengkeh ini hanya berupa seperti petiolus atau tangkai daun dan lamina atau helaian daun. Namun tanaman cengkeh ini tidak memiliki pelepah atau upih daun (vagina).

Sedangkan daun tanaman cengkeh ini berbentuk lonjong dan disertai dengan bunga di bagian ujungnya. Daun tanaman cengkeh termasuk pada daun yang majemuk, hal ini dikarenakan adanya satu induk tangkai terdiri dari beberapa daun.

3. Batang

Pada umumnya batang dari pohon cengkeh ini memiliki panjang yang bisa mencapai sekitar 10 sampai 15 meter. Batang tanaman cengkeh ini berbentuk bulat dan di bagian permukaan batang terlihat kasar.

Secara umum ranting-rantingnya terlihat lebat, hal ini biasanya karena mempunyai cabang-cabang yang dipenuhi dengan berbagai ranting. Jadi tak heran jika banyak orang yang mengatakan kalau rantai tersebut cukup lebat.

Pohon tanaman cengkeh ini memiliki batang yang dapat bertumbuh secara erectus atau tegak lurus. Perlu diketahui kalau cara dari percabangan bagian rantingnya termasuk sebagai monopodial. Hal ini dikarenakan sangat sulit untuk membedakan antara cabang dengan batang pokoknya.

Tak hanya itu saja, ternyata cabang dari tanaman cengkeh ini bertumbuh dengan arah seperti condong yang keatas. Bahkan pohon yang dapat bertahan lama hingga mencapai puluhan tahun ini memiliki tangkai yang berkisar 1 hingga 2,5 cm.

4. Bunga

Bunga yang berasal dari tanaman cengkeh ini terletak di bagian ujung daun atau biasanya dikenal sebagai flos terminalis. Tangkai dari bunga tanaman cengkeh ini relatif yang cukup pendek dengan bertandan.

Bunga dari tanaman cengkeh termasuk pada bunga yang majemuk dan bagian ujung induk tangkainya akan selalu ditutupi oleh bunga.

Bunga tanaman cengkeh ini memiliki dasar bunga dan juga disertai dengan induk tangkai. Bunga cengkeh termasuk salah satu bunga yang tunggal.

Dengan begitu anda masih bisa membedakan antar bunga yang betina dan juga bunga yang jantan. Tahukah anda kalau dasar bunga tanaman cengkeh ini cukup berguna untuk sebagai pendukung putik dan juga benang sari.

5. Buah

Perlu diingatkan kalau tanaman cengkeh memiliki tangkai buah dari awal dengan dukungan warna yang hijau. Namun apabila sudah mekar, maka buahnya akan berubah menjadi merah.

Buah tanaman cengkeh menjadi salah satu buah yang semu, hal ini dikarenakan adanya bagian bunga yang mengikuti mengambil bagian pada pembentukan buah. Buah tanaman cengkeh ini terdiri atas berbagai bagian di kulit buah, misalnya endokarpium, mesokarpium dan juga epikarpium.

6. Biji

Mungkin tanaman cengkeh ini cukup unik karena tanaman cengkeh bisa memiliki biji apabila usianya sudah mencapai selama kurang lebih 5 tahun.

Pada umumnya biji dari tanaman cengkeh ini terdiri atas spedodermis atau kulit, nukleus seminis atau inti biji dan funiculus atau biasanya disebut sebagai tali pusar.

Memang pada umumnya tanaman cengkeh bisa menghasilkan biji dengan usianya 20 tahun, namun bahwasannya bijinya tidak bisa menjadi menguntungkan lagi. Karena adanya kualitas yang telah terjadi penurunan, tentunya tidak bisa untuk digunakan oleh suatu industri, misalnya rokok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *