Tahukah Anda mengenai pengertian Periodisasi? Pasti kamu sudah tahu kalau kronologi dan periodisasi memiliki kaitan yang pada umumnya ditemukan dalam kronologi sejarah. Jadi urut urutan kejadian dalam sejarah yang akan menghasilkan periodisasi yaitu babak, waktu dan juga masa.

Nah, didalam perodisasi akan diadakan serialisasi rangkaian babakan menurut urutan zaman. Dalam Sejarah sendiri dibagi menjadi zaman zaman dengan ciri ciri berbeda pada tiap periode.
Selain itu, Periodisasi bisa mengungkapkan ikhtisar sejarah yang didalamnya harus bisa dikenali jiwa semangat pada tiap zaman.
Pengertian Periodisasi Adalah
Yang memiliki pola dan struktur urutan kejadian atau runtutan peristiwa. Kemudian Periodisasi bisa disusun berdasar perkembangan politik, ekonomi, kesenian, agama dan lain lain.
Pengertian Periodisasi dalam Konteks Sejarah
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, jika periodisasi tidak akan lepas dengan kronologi dan urutan kejadian atau peristiwa di masa lalu. Dan Masing masing periodisasi memiliki masa dan ciri yang berbeda satu sama lain.
Jadi jika periodisasi dikaitkan dengan sejarah maka akan menjadi suatu pemahaman yang lengkap. Oleh karena berangkat dari pengertian dari kronologi dan sejarah maka kita bisa mempelajari periodisasinya. Akan tetapi khusus kali ini kita akan belajar mengenai priodisasi yang semoga mudah dipahami.
Jadi Periodisasi merupakan 1 kata yang berasal dari kata “periode atau periodi” yang kemudian ditambah imbuhan “sasi” maka menjadi kata “periodisasi”. Kata tersebut juga memiliki pengertian lainnya yaitu membagi atau memperiodekan suatu kejadian atau rentetan peristiwa yang ada.
Apabila kita mengaitkan periodisasi dengan konteks sejarah maka bisa disimpulkan, periodisasi adalah membagi masa lampau.
Pengertian Periodisasi Menurut Dwi Ari Listyani (2009)
Dwi Ari Listyani dalam bukunya, menyebutkan bahwa pengertian periodisasi atau pun pembabakan waktu adalah salah satu proses strukuturisasi waktu dalam sejarah dengan pembagian.
Yang di bagi menjadi beberapa babak, zaman, atau beberapa periode. Di dalam Peristiwa peristiwa bersejarah dimasa lampau dibagi dan dikelompokkan dan setiap pengelompokan memiliki ciri yang berbeda beda.
Tahukah kamu jika Pengertian periodisasi secara umum dan menurut Dwi Ari berbeda. Namun keduanya memiliki pengertian yang hampir sama yaitu menggolongkan sejarah menjadi bagian bagian priode yang berlandaskan atas ciri pristiwa.
Nah, dalam konteks sejarah, pasti kita sudah tahu bahwa peristiwa sejarah dimasa lampau memiliki alur peristiwa yang panjang. Jadi untuk memudahkan kita dalam mempelajari sejarah dibutuhkan pembagian peristiwa namun masih memiliki hubungan dengan periode lainnya.
Sama halnya sepak bola yang kita tahu untuk mendapatkan sebuah tim juara harus melewati berbagai macam babak. Dan babak disepak bola dibagi menjadi babak penyisihan, babak semi final, dan final. Babak inilah yang memudahkan dalam memperoleh juara.
Karena itu, ketika kita belajar mengenai sejarah Pemimpin Negara di Indonesia, maka kita akan bisa membagi nya menjadi beberapa babak ataupun periode.
Jadi yang pertama adalah periode presiden Ir. Soekarno, sedangkan periode kedua adalah presiden Soeharto, lalu periode ketiga Bj. Habibi hingga seterusnya hingga presiden sekarang yakni presiden Joko Widodo dan begitu seterusnya.
Dari sinilah kita bisa mempelajari setiap periode dengan mudah dan tidak campur aduk. Apabila konteknya merupakan sejarah dari pemimpin yang ada di Indonesia tentunya setiap priode memiliki kejadian dan pristiwa yang saling berhungan dengan presiden yang memimpin pada saat ini.
Tujuan Periodisasi Sejarah
Tentu saja periodisasi dilakukan dengan tujuan tertentu. Setidaknya ada beberapa tujuan yang bisa diketahui dari adanya periodisasi sejarah. Tujuan tersebut yaitu
1. Menganalisis peristiwa sejarah
Sejarah merupakan peristiwa yang panjang dan terjadi dalam kurun waktu yang lama. Membagi sejarah berdasarkan periodisasi dapat membantu untuk mengaitkan peristiwa sejarah sehingga bisa dilakukan analisa peristiwa sejarah.
Dari analisa tersebut dapat diketahui misalnya kronologis mengenai perang dunia dan pemicunya, serta pengalaman yang juga bisa digunakan sebagai prediksi masa depan. Hal ini tentu akan membantu manusia untuk membangun peradaban yang lebih baik.
Periodisasi sejarah juga bisa membantu untuk menemukan kebenaran karena sifatnya yang sistemik sehingga bisa diketahui hubungan sebab akibat yang tentunya ini juga bisa digunakan untuk membantu analisa peristiwa sejarah.
2. Untuk mengaitkan peristiwa sejarah
Tujuan lain dari adanya periodisasi sejarah adalah untuk mengaitkan peristiwa sejarah dalam kurun waktu tertentu.
Dengan adanya periodisasi ini, dapat diketahui peristiwa mana saja yang terjadi dan apa saja yang bisa memengaruhi. Hal ini hampir sama dengan melakukan analisa pada peristiwa sejarah.
3. Merunutkan dan menyederhanakan peristiwa sejarah
Karena sejarah merupakan peristiwa yang panjang, maka perlu dilakukan periodisasi agar diketahui urutan peristiwa dalam sejarah serta untuk mencegah agar peristiwa tak tumpang tindih.
Dengan merunutkan peristiwa dalam sejarah, maka sejarah memiliki sistematika yang pasti sebagai ilmu pengetahuan dan bukan hanya sekedar pandangan subyektif tentang masa lalu.
Selain itu, perlu pula untuk melakukan penyederhanaan peristiwa dalam sejarah karena terkadang terjadi tumpang tindih peristiwa dalam sejarah dan bisa didapatkan kronologis dari peristiwa yang terjadi di periode tertentu.
Setelah membahas mengenai konsep dan tujuan dari periodisasi sejarah, maka perlu pula dibahas mengenai periodisasi sejarah yang terjadi di Indonesia.
Jika diurutkan berdasarkan pendapat dua ahli menurut konsep periodisasi sejarah, maka periodisasi sejarah di Indonesia dibagi menjadi
4. Zaman pra aksara
Sesuai dengan namanya, zaman pra aksara merupakan zaman ketika manusia belum mengenal tulisan.
Ketika belum menemukan tulisan, manusia mengisahkan ceritanya melalui berbagai gambar yang bisa ditemukan pada benda purbakala.
Benda seperti situs, artefak, maupun ekofak merupakan peninggalan purbakala yang bisa menjadi sarana pembelajaran peristiwa di masa zaman pra aksara.
5. Zaman sejarah
Zaman sejarah di Indonesia dimulai ketika manusia sudah mulai mengenal tulisan. Pada zaman pra sejarah, dibagi lagi menjadi tiga zaman yaitu zaman kuno, zaman Indonesia baru, dan zaman Indonesia modern. Ketiga zaman ini dipengaruhi oleh Kerajaan yang ada di Indonesia serta masuknya kolonial ke Indonesia.
Urutan Periodisasi di Indonesia
Indonesia memiliki beberapa periodisasi yang bisa menjadi pengingat kebudayaan sejarah di Indonesia.
Dalam periodisasi tersebut, terdapat pembagian periodisasi menjadi zaman pra aksara, zaman pra sejarah yang terdiri dari zaman kuno, zaman Indonesia baru, hingga zaman Indonesia modern.
Pembagian dalam periodisasi ini bukannya dilakukan tanpa runutan. Setidaknya, ada beberapa konsep yang mendasari pembagian dari periodisasi di Indonesia. Beberapa konsep yang mendasari periodisasi di Indonesia yaitu
1. Konsep Periodisasi di Indonesia
Konsep Menurut Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo
Menurut Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo, terdapat dasar yang menjadi konsep babakan dalam periodisasi di Indonesia. Dasar tersebut diukur dari derajat integrasi yang tercapai di Indonesia pada masa lampau.
Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo berpendapat bahwa beberapa faktor memengaruhi perkembangan periodisasi di Indonesia dimulai dari faktor ekonomi yang sangat memengaruhi perkembangan budaya, sosial, dan politik di Indonesia.
Faktor ekonomi ini juga memengaruhi kontak yang dilakukan oleh Indonesia dengan luar negeri sehingga bisa mendatangkan pengaruh dari budaya luar baik itu budaya Islam dari Asia Barat, Hindu yang berasal dari India, maupun budaya Eropa serta budaya dari Negara lain.
Dalam konsep periodisasi yang dijelaskan oleh Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo, penyebutannya masih menggunakan nama kerajaan karena sifat masyarakat yang homogen serta instanasentris. Periodisasi tersebut secara berurutan yaitu
- Prasejarah
- Zaman kuno
Dalam zama kuno terbagi menjadi tiga periodisasi yaitu masa kerajaan tertua, masa kerajaan Sriwijaya yang berlangsung pada abad VII-XIV, dan masa kerajaan Majapahit yang berlangsung pada abad XIV-XV.
- Zaman baru
Zaman baru dalam konsep periodisasi Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo juga dibagi ke dalam beberapa kerajaan meliputi zaman kerajaan Aceh, Mataram, serta Makasar yang berlangsung pada abad XVI.
Kemudian masa kolonialisme yang juga menjadi masa perlawanan terhadap imperialism Barat.
Masa ini terjadi pada aba XIX. Yang selanjutnya adalah masa pergerakan nasional yang terjadi pada abad 20 serta masa Republik Indonesia yang dimulai dari kemerdekaan RI pada 1945.
Konsep Menurut Prof. Dr. Soekanto
Ada pula konsep periodisasi sejarah yang diusulkan oleh Dr. Soekanto. Menurut Dr. Soekanto, runutan periodisasi sejarah hendaknya dilakukan berdasarkan pada ketatanegaraan politik.
Sehinggga, periodisasi tersebut didasarkan pada kenyataan yang eksak dan praktis. Secara kronologis, periodisasi sejarah yang diusulkan Dr. Soekanto yaitu
- Masa pangkal sejarah yang terjadi mulai masa SM hingga 0 masehi
- Masa Kerajaan Kutai Tarumanegara pada masa 0 masehi hingga 600 masehi
- Masa Kerajaan Sriwijaya hingga Kerajaan Singosari pada tahun 600–1300 masehi
- Masa Kerajaan Majapahit yang terjadi pada tahun 1300–1500
- Masa Kerajaan Islam pada 1500—1600
- Masa Kerajaan Aceh, Makasar, dan Mataram pada tahun 1600—1700
- Dan Masa pemerintahan asing yang dimulai dari tahun 1700—1945
Pada masa pemerintahan asing ini, dibagi lagi menjadi beberapa periodisasi yaitu zaman Belanda pada 1800-1808, zaman Daendels pada 1808-1811, zaman Pemerintahan Inggris yang terjadi pada 1811-1816, kemudian kembali lagi pada pemerintahan Belanda disertai dengan Hindia pada 1816-1942, dilanjutkan dengan pemerintahan Jepang pada 1942—1945 dan yang terakhir adalah masa Republik Indonesia yang berlangsung mulai tahun 1945 hingga saat ini.
Contoh Periodisasi
Jadi sebenarnya sudah disinggung sedikit diatas ya tadi mengenai contoh periodisasi. Tetapi kali ini kita akan bahas lengkap di sub bab kali ini.
Mari disimak supaya pemahaman kamu mengenai Periodisasi menjadi mendalam. Di dalam contoh kali ini kita akan memberikan contoh periodisasi era kepresidenan Indonesia.
- Presiden Ir. Soekarno memimpin Indonesia mulai tahun 1945 sampai 1967
- Selanjutnya ada Presiden Soeharto memimpin pada tahun 1967 sampai 1998
- Kemudian Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie memimpin pada tahun 1999 sampai 2001
- Lalu yang keempat Presiden Hj.Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarno putri, dirinya memimpin pada tahun 2001 sampai 2004
- Lalu ada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin pada tahun 2004 sampai 2014
- Presiden Ir. Joko Widodo memimpin pada tahun 2014 sampai 2019
Untuk mengetahui contoh periodisasi lainnya kamu bisa mencari di buku buku pelajaran sejarah waktu SMP atau SMA ya. Biasanya akan tertulis dengan lengkap bersama dengan peristiwa peristiwa penting dalam setiap periodenya.
Jadi itulah penjelasan mengenai Periodisasi Adalah : Pengertian, Tujuan dan Contohnya semoga menambah wawasan kamu. Terimakasih

Perkenalkan nama saya Rita Elfianis, Seorang tenaga pengajar di Universitas Islam Negeri Suska RIAU. Semoga artikel yang dibuat bermanfaat