Tahukah Anda tentang Pengertian, Sejarah, Unsur dan Fungsi Sekolah? Kita sudah tidak asing lagi dengan kata sekolah karena kata ini sangat umum digunakan pada percakapan dan kegiatan sehari-hari di masyarakat.

Sekolah bisa diartikan sebagai lembaga pendidikan yang bersifat formal maupun non formal.
Pendirian sekolah ini bertujuan untuk memberikan pelajaran serta pendidikan untuk para murid yang dilakukan oleh para guru.
Pengertian Sekolah
Apa itu sekolah? Beberapa orang juga menjelaskan pengertian sekolah adalah lembaga yang dirancang untuk mendidik murid dalam pengawasan para pengajar.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sekolah memiliki pengertian lembaga atau bangunan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sesuai dengan jenjang pendidikannya.
Misalnya di Indonesia, memiliki 4 jenjang sekolah seperti TK, SD, SLTP, SLTA. Setelah 4 jenjang sekolah yang telah disebutkan, negara kita masih memiliki jenjang pendidikan tinggi yang merupakan tahap pendidikan tingkat lanjut.
Pendidikan tingkat lanjut ini juga memiliki beberapa program pendidikan seperti diploma, sarjana, magister dan doktor.
Sebelum memulai aktivitas belajar mengajar,di sebuah sekolah biasanya mengadakan penerimaan murid baru yang sesuai dengan tingkatan, jenjang pendidikan maupun jurusannya.
Tidak hanya murid, aktivitas belajar mengajar juga harus didukung sarana dan prasarana yang memadai.
Tak terkecuali peraturan sekolah dibuat agar sistem dalam suatu sekolah lebih terarah dan melatih kedisiplinan anggota di dalamnya.
Sejarah Lembaga Sekolah
Sekolah sebagai tempat menempa ilmu ternyata tak terbentuk begitu saja. Lembaga sekolah mengalami proses yang panjang hingga terbentuk sebagai lembaga formal, berikut ini beberapa sejarah sekolah yang terjadi dari masa ke masa.
1. Sekolah Pertama
Tentunya, ketika mendirikan suatu ide menjadi aksi, terdapat pioner dalam menjalankan aksi tersebut.
Untuk lembaga sekolah, pioner yang mendirikan lembaga sekolah adalah Plato dan Aristophanes yang merupakan orang pertama yang mengemukakan ide mengenai ruang kelas dan sekolah. Pada masa Athena Kuno, sekolah merupakan ruang kelas yang sederhana.
Sekolah yang didirikan pada masa itu menitikberatkan pada program pendidikan kemiliteran, musik, puisi, dan atletik.
Sedangkan untuk pengajaran membaca maupun menulis merupakan program sampingan yang belum diwajibkan pada sekolah kala itu.
2. Sekolah Masa Yunani Kuno
Selain pada masa Plato, di Yunani Kuno juga menjadi salah satu asal dari adanya Filsafat Barat. Kala itu di tahun 400 Sebelum Masehi, kaum Shopis mengadakan pengajaran.
Pengajaran ini dimulai dengan adanya pertanyaan-pertanyaan dari Socrates yang banyak membawa pada munculnya filsafat barat.
Dalam pengajarannya, Socrates banyak menggunakan pengajuan pertanyaan untuk membuat muridnya lebih memahami kehidupan, kebenaran, dan dapat memahami keadilan dengan lebih mendalam.
Barulah setelah Socrates meninggal, pada 387 Sebelum Masehi, Plato mendirikan Academy dilanjutkan dengan Aristoteles yang juga mendirikan akademi bernama Lyceum 52 tahun setelahnya di Athena.
Pada masa yang sama, Isocrates juga mengembangkan metode pendidikan yang berfokus untuk mempersiapkan orator yang dapat bekerja di kantor pemerintahan.
Isocrates diyakini sebagai filsuf yang memengaruhi ahli pendidikan seperti Cicero, Quintilian, serta penulis De Oratore dalam membagi pelajaran yang didasarkan pada tahapan di awal tahun Masehi.
Pada masa itu, pada tahap primary school, para siswa diajarkan membaca dan menulis. Kemudian pada masa secondary school, para budak Yunani ditugaskan untuk mengajarkan tata bahasa Latin kepada anak-anak Romawi khususnya laki-laki.
3. Sekolah tertua
Apabila ada sekolah pertama, tentu ada sekolah tertua di dunia. Pada mada modern, sekolah pertama yang didirikan pertama kali terletak di Mesir Kuno yang berdiri pada abad 3000 hingga 500 Sebelum Masehi.
Pembelajaran sekolah pertama yang didirikan tersebut masih terbilang cukup berbeda dengan saat ini karena kegiatan sekolah pada saat itu dilakukan di lapangan.
4. Sekolah pada masa China Kuno
Di masa China Kuno, berdiri pula sekolah yang pertama kali dikenalkan oleh Dinasti Han dan didirikan oleh Gubernur Wen Wang pada 143 sebelum masehi.
Sekolah tersebut memiliki nama Chengdu Shishi yang artinya adalah Stone House. Hal ini karena konstruksi sekolah tersebut berbahan batu, karena itulah diberikan nama Stone House.
Pada masa dinasti Min, Chengdu Shishi sempat hangus Karena kebakaran besar dan kemudian direnovasi pada 194 setelah masehi.
Sebelum itu, sekolah bukanlah tempat pendidikan formal berlangsung. Adanya pendidikan melalui pengajaran bahkan terjadi lama sebelum itu yaitu ketika Dinasti Zhou berkuasa pada 770—256 sebelum masehi.
Kala itu banyak guru besar seperti Konfusius, Laotzu, hingga Mensius muncul menjadi guru pertama di zaman China Kuno.
5. Sekolah di India
Dengan berdirinya sekolah di beberapa Negara termasuk Mesir Kuno, bangsa lain pun tak ingin ketinggalan mendirikan sekolah.
Di India, terdapat sekolah pertama yang didirikan pada 1200 masehi dengan materi pembelajaran berupa kitab Weda, bahasa, serta filsafat dan ilmu pengetahuan lain.
6. Sekolah di Awal Masehi
Di masa awal masehi, pengajaran oleh orang Yahudi telah diberikan. Pengajaran pada masa itu dilakukan di tempat dengan sebutan Sinagoga. Hal yang diajarkan kala waktu itu adalah kitab Taurat Musa.
Setelah Kristen mulai berkembang, maka Gereja Romawi juga melakukan pengajaran Kitab Suci mereka dan pengajaran ini dilakukan di gereja.
Pengajaran yang dilakukan di Gereja dijalankan untuk mempersiapkan pemimpin agama yang dapat mengajar di gereja. Namun, sayangnya, kala itu sedikit sekali wanita yang memperoleh kesempatan untuk belajar bersama dengan laki-laki.
7. Sekolah di Awal Masa Perkembangan Islam
Di abad X-XI, pendidikan Islam yang berasal dari Arab mulai memengaruhi sistem pendidikan yang dimiliki oleh Barat.
Interaksi yang terjadi dengan kaum Muslim mulai memengaruhi utamanya sistem pendidikan Barat yang ada di Spanyol dan Afrika Utara.
Dunia Barat pun mulai belajar dari ilmuwan Muslim mengenai matematika, filsafat, ilmu alam, serta pengobatan.
Tokoh-tokoh ilmu pengetahuan yang muncul kala itu antara lain Al-Kindi, Ibnu Sina, Al-Bairuni dan masih banyak tokoh lainnya.
Bahkan sistem angka yang merupakan pondasi dari aritmatika di dunia Barat diyakini merupakan kontribusi yang berasalah dari pendidikan Islam di Arab.
8. Sekolah di Indonesia
Sedangkan di Indonesia, pendidikan dimulai dengan Sekolah Desa yang menggunakan bahasa pengantar bahasa daerah. Sekolah Desa ada pada tahun 1907 dan pada masa itu, lama belajar di Sekolah Desa adalah tiga tahun.
Sebelum tahun 1915, sekolah formal hanya ada sampai tingkatan Sekolah Desa. Baru setelah itu, kelanjutan Sekolah Desa didirikan dan dilakukan selama dua tahun.
Sekolah desa yang dalam bahasa Belanda disebut sebagai Volkschool merupakan sekolah yang didirikan untuk kepentingan pembangunan perekonomian sehingga kala itu Belanda mendirikan sekolah untuk lapisan bahwa penduduk bumi.
Selain sekolah desa, ada pula HIS atau Hollandsch Inlandsch School yang diperuntukkan terbatas untuk anak golongan atas di masa pemerintahan kolonial Belanda. Sekolah ini didirikan pada 1914.
Untuk mengimbangi pemerataan sekolah bagi pribumi, salah satu tokoh pendidikan Indonesia mendirikan Taman Siswa pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta.
Taman Siswa ini didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara. Pemberian nama Taman Siswa dimaksudkan karena sekolah ini merupakan tempat untuk siswa belajar sekaligus bermain.
Unsur Sekolah
Lembaga pendidikan seperti sekolah juga memiliki beberapa unsur penting yang ada di dalamnya. Unsur sekolah ini sebagai berikut :
1. Gedung Sekolah
Kegiatan belajar mengajar sebagian besar dilakukan dalam gedung sekolah tepatnya di dalam kelas, meskipun ada beberapa guru yang menerapkan pengajaran di luar gedung sekolah (outdoor).
Tidak hanya ruang kelas saja, gedung sekolah juga memiliki beberapa bagian yang penting yang bisa menunjang proses pembelajaran seperti :
- Ruang kelas
- Perpustakaan
- Laboratorium (termasuk laboratorium computer)
- Kantor guru
- Kantor kepala sekolah
- Toilet guru dan murid
- Kantin
- Lapangan sekolah
- Parkir kendaraan siswa dan guru, dan bagian lainnya.
2. Siswa
Siswa atau murid adalah salah satu komponen utama dalam suatu lembaga pendidikan.
Murid merupakan para peserta didik yang akan mendapatkan pendidikan dari para tenaga pengajar atau guru.
3. Guru
Unsur sekolah ketiga adalah guru atau tenaga pengajar yang juga merupakan salah satu unsur terpenting dalam sekolahan.
Tanpa adanya guru yang kompeten di bidangnya, proses belajar mengajar tidak akan terjadi.
Persyaratan menjadi seorang guru di suatu sekolah, seseorang harus memenuhi kualifikasi agar dapat memberikan pelajaran yang optimal pada siswanya.
4. Peraturan
Dalam peraturan sekolah ini dibuat secara khusus dengan tujuan memberikan batasan aturan pada siswa, guru dan anggota di dalam sekolah lainnya.
Peraturan ini biasanya dibuat atas kesepakatan pengelola sekolah seperti kepala sekolah, komite hingga para guru juga ikut andil dalam penyusunan peraturan sekolah.
Fungsi Sekolah
Dari pengertian sekolah telah disinggung fungsi dari sekolah adalah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar antara siswa dan guru agar siswanya menjadi orang yang berguna bagi diri sendiri dan lingkungannya.
Namun, sekolah juga memiliki fungsi yang spesifik sebagai berikut :
1. Mengajarkan Keterampilan Dasar
Keterampilan dasar yang biasanya diajarkan di sekolah adalah keterampilan menulis, membaca, dan berhitung.
Ketiganya merupakan keterampilan dasar yang dibutuhkan agar bisa melangkah ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
2. Mengajarkan Pengetahuan Umum
Selain keterampilan dasar, lembaga pendidikan seperti sekolah juga mengajarkan ilmu pengetahuan umum.
Tujuannya adalah agar siswa mampu dengan mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Oleh karenanya, di sekolah banyak diajarkan tentang pengetahuan umum pada para siswa di sekolah.
3. Mencetak Sumber Daya Manusia
Sekolah akan memberikan berbagai ilmu pengetahuan bagi siswa di dalamnya.
Hal ini diharapkan melalui ilmu pengetahuan yang diajarkan akan mencetak sumber daya manusia yang berkualitas sehingga berguna bagi masyarakat dan dibutuhkan dalam dunia kerja.
4. Membentuk Pribadi Sosial
Manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, ini adalah sebuah kodrat bahwa manusia adalah makhluk sosial.
Melalui sekolah, para siswa juga diajarkan dan dibentuk agar dapat berinteraksi dengan manusia lainnya tanpa memandang perbedaan satu dengan lainnya.
Melalui interaksi yang dijalaninya, siswa akan memiliki sikap sosial yang tinggi terhadap orang di sekitarnya.
5. Alat Transformasi Kebudayaan
Tidak hanya mengajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan dan keterampilan, melalui sekolah juga bisa memberikan perubahan dalam kehidupan masyarakat umum.
Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki siswa dapat dimanfaatkan dalam melakukan inovasi maupun penemuan baru dalam perkembangan peradaban di masyarakat.
Demikian, ulasan tentang Pengertian Sekolah Adalah : Unsur dan Fungsi yang telah dipaparkan di atas. Diharapkan dari ulasan di atas, kita dapat lebih memahami fungsi dari sekolah dan bisa memanfaatkan fungsi dari sekolah tersebut dengan sebaik-baiknya.

Perkenalkan nama saya Rita Elfianis, Seorang tenaga pengajar di Universitas Islam Negeri Suska RIAU. Semoga artikel yang dibuat bermanfaat