Ambigu Adalah : Pengertian, Makna, Jenis dan Contoh

Pasti semua orang pernah mendengar atau akrab dengan istilah ambigu dalam kehidupan sehari-hari. Ambigu sering dimaknai sebagai sesuatu yang membingungkan atau memiliki multitafsir.

Ambigu Adalah  Pengertian, Makna, Jenis dan Contoh
Ambigu Adalah Pengertian, Makna, Jenis dan Contoh

Tidak jarang bahwa kalimat ambigu yang disampaikan orang lain menimbulkan kesalahpahaman karena salah mengartikan makna kalimat yang ambigu tersebut.

Lantas, apa sebenarnya ambigu itu? Apa makna ambigu? Apa saja faktor penyebab ambigu, jenis ambigu dan contoh dari ambigu? Berikut ini adalah informasinya.

Pengertian dan Makna Ambigu

Apa itu ambigu? pengertian ambigu berasal dari bahasa latin yaitu ambiguus yang artinya adalah tidak pasif atau senantiasa bergerak dari sisi ke sisi atau ambigu dapat dimaknai juga sebagai keadaan yang menunjukkan adanya suatu keraguan tertentu.

Ambiguus berasal dari kata ambigere yang maknanya adalah pergi ke suatu lokasi yang tidak pasti atau belum pasti, berjalan tidak ada arah dengan ragu.

Ambigere merupakan kombinasi kata ambi yang dimaknai sebagai kira-kira atau ke dua sisi atau sekitar serta kata agree yang dimaknai sebagai bergerak atau mendorong.

Secara umum, ambigu dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana anda tidak mengetahui dengan pasti ataupun dengan jelas terhadap sesuatu hal tertentu atau dengan kata lain sulit dipahami oleh anda yang mana hal tersebut dapat menimbulkan salah satu tafsir ataupun multitafsir atau bermakna ganda.

Suatu hal yang bersifat ambigu menyebabkan sebuah keraguan serta ketidakjelasan untuk orang lain terhadap kalimat yang disampaikan oleh seseorang tersebut.

Ambigu merupakan suatu kata yang telah digunakan untuk menggambarkan sesuatu hal atau suatu ungkapan yang mana kata tersebut memiliki lebih dari satu makna atau dengan kata lain adalah memiliki makna ganda sehingga dapat mengarah kepada suatu ambiguitas.

Hal ini juga digunakan terhadap kata keraguan dengan suatu pemahaman mengenai sebuah kalimat tertentu.

Apabila terjadi keraguan (ambiguitas), sebuah frasa maupun kata yang biasa dapat menjadi ambigu karena telah terstruktur dengan kalimat yang intonasinya salah ditambah dengan adanya kesalahan pada kata penggunaannya.

Pengertian Ambigu Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa definisi lainnya mengenai ambigu:

1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kurang lengkap jika kita tidak membahas definisi ambigu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Menurut KBBI, pengertian ambigu adalah sebagai sesuatu yang bermakna lebih dari satu oleh sebab itu timbullah keraguan, kekaburan serta ketidakjelasan dan lain sebagainya terhadap penafsirannya.

Sama halnya seperti definisi ambigu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Diana Nasaban dalam buku yang berjudul “Intisari Bahasa Indonesia untuk SMA” menuliskan bahwa frasa ambigu merupakan suatu frasa yang menimbulkan makna ganda atau dengan kata lain makna yang tidak jelas.

2. Menurut Crane, Yeager dan Whitman

Pendapat lain mengenai pengertian ambigu disampaikan oleh Crane, Yeager, serta Whitman yaitu sesuatu hal atau sesuatu kalimat yang memiliki lebih dari satu interpretasi yang normal.

Menurut Crane, Yeager serta Whitman, ambigu muncul karena intonasi yang tidak tepat, struktur kalimat yang salah serta kata yang dipakai bersifat polisemi.

Penyebab munculnya ambigu ini ialah intonasi yang tidak tepat, struktur kalimat yang salah dan pemakaian kata yang memiliki sifat polisemi yaitu relasi makna antar kata yang sering digunakan pada beberapa kalimat.

3. Menurut Markhamah dan Atiqa Sabardila

Berdasarkan pendapat Markhamah serta Atiqa Sabardila pada bukunya yang berjudul Analisis Kesalahan dan Karakteristik Bentuk Pasif (2014), kalimat pengertian ambigu adalah sebagai suatu bentuk kalimat yang memiliki makna ganda

Dalam hal ini, menurut Markhamah dan Atiqa Sabardila, ambiguitas suatu kalimat disebabkan karena kata keterangan atau atribut pada kalimat jumlahnya lebih dari satu.

4. Menurut I Ketut Dibia dan I Putu Mas Dewantara

I Ketut Dibia dan I Putu Mas Dewantara dalam buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (2017), Pengertian Ambigu berasal dari Bahasa Inggris yaitu ambiguity yang artinya adalah sebuah konstruksi yang bisa ditafsirkan lebih dari satu arti.

Dijelaskan dalam buku tersebut bahwa dalam Bahasa Indonesia, kalimat ambigu sering juga dikenal sebagai kalimat taksa.

Adanya kalimat ambigu dapat menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan maksuda dari bacaan tersebut.

Ambigu dapat ditemukan dalam bahasa yang disampaikan secara lisan dan bisa juga ditemukan dalam bahasa yang disampaikan secara tertulis.

Ambiguitas tidak selamanya dimaknai sebagai sesuatu yang kurang baik, ada kalanya kalimat ambiguitas menjadi hal yang baik yaitu dalam puisi serta mendongeng.

Faktor Penyebab Kalimat Ambigu

Ada beberapa faktor penyebab kalimat ambigu yaitu faktor sintaksis, faktor struktural serta faktor morfologi.

1. Faktor Sintaksis

Penyebab kalimat ambigu yang pertama yaitu faktor sintaksis yaitu suatu kalimat menjadi ambigu atau bermakna ganda karena faktor penyusunan kata dalam kalimat tersebut.

Jadi, ambiguitas dapat terjadi disebabkan oleh kesalahan dalam sintaksis atau penyusunan katanya.

2. Faktor Struktural

Penyebab kalimat ambigu selanjutnya adalah faktor struktural yaitu dibagi menjadi dua, frasa dan kalimat.

Jadi, ambiguitas dalam kalimat dapat terjadi karena struktur frasa serta kalimatnya kurang pas atau kurang tepat.

3. Faktor Morfologi

Penyebab kalimat ambigu yang terakhir adalah faktor morfologi yakni perubahan pembentukan kata.

Jadi, berdasarkan faktor morfologi, ambiguitas terjadi akibat perubahan pembentukan kata yang digunakan pada sebuah kalimat, tidak sesuai.

Jenis Ambigu Beserta Contohnya

Dalam buku yang berjudul Konsep dan Contoh Analisis (2017) yang ditulis oleh Fitri Amilia serta Astri Widyaruli Anggraeni, ambigu dibagi menjadi 3 jenis yaitu ambiguitas fonetik, ambiguitas leksikal dan ambiguitas gramatikal.

1. Ambiguitas fonetik

Suatu kalimat dapat disebut sebagai ambiguitas fonetik apabila bunyi-bunyi bahasa yang dilafalkan saling berbaur.

Jadi, jenis ambiguitas fonetik terbentuk pada saat kata atau kalimat tersebut dilafalkan atau disebutkan terlalu cepat sehingga terjadi keraguan terhadap makna kalimat tersebut atau ambiguitas fonetik terjadi apabila ada kesamaan bunyi kata pada saat dilafalkan atau diucapkan. Sehingga timbul keraguan makna pada kalimat tersebut.

Berikut ini adalah contoh kalimat ambiguitas fonetik:

Kalimat pertanyaan : “Kapan emas kawinnya?” dapat ditafsirkan atau diartikan salah apabila tidak diperhatikan konteks kalimat tersebut.

Apabila pengucapan terhadap kalimat tersebut di atas terlalu cepat maka dapat ditafsirkan bahwa kapan mas kawinnya (bertanya kepada seorang pria kapan ia kawin), padahal mungkin maksud dari kalimat tersebut adalah kapan emas kawinnya akan diberikan kepada pengantin, misalnya.

  • Contoh berikutnya dari ambiguitas fonetik adalah kalimat pernyataan berikut: “Yang berdiri di depan kakak ibu”. Berdasarkan kalimat ini, apabila pengucapannya tidak diberi jeda maka dapat ditafsirkan atau diartikan bahwa yang berdiri di depan itu adalah kakak dari ibu atau disebut paman/tante. Namun bisa juga ditafsirkan atau diartikan bahwa yang berdiri di depan kakak itu adalah ibu, apabila kalimat tersebut dalam pelafalannya diberi jeda setelah kalimat kakak.
  • Kalimat penyataan: “Dia memang beruang”, dapat diartikan bahwa dia adalah seekor beruang atau diartikan sebagai seseorang tersebut memang memiliki uang.
  • Kalimat pernyataan: “Shinta sedang ada di Batu”, dapat diartikan bahwa Shinta ada di batu yaitu benda yang sangat keras dan padat atau bisa diartikan bahwa Shinta sedang ada di Kota Batu, Malang.
  • Kalimat pernyataan: “Rina datang kemari memberi tahu”, dapat diartikan atau ditafsirkan bahwa Rina datang kesini memberikan tahu (makanan) atau bisa juga diartikan bahwa Rina datang kesini untuk memberi tahu sebuah informasi atau sesuatu hal.

2. Ambigu Leksisal

Pengertian Ambigu leksisal merupakan salah satu jenis ambiguitas dimana makna suatu kalimat lebih dari satu, dapat mengarah pada suatu benda dan sesuai dengan lingkungan pemakaiannya.

Ambigu leksisal ini dapat dilihat dari dua segi, yaitu polisemi serta homonim.

Polisemi

Polisemi adalah suatu kata yang memiliki makna lebih dari satu. Contoh dari polisemi adalah sebagai berikut:

  • Lily memiliki hubungan darah dengan Nisa
  • Tubuh Hani berlumuran darah akibat kecelakaan motor

Homonim

Homonim terdiri dari dua kata yakni homo dan nym. Homo berarti sama sedangkan nym berarti nama, sehingga dalam hal ini homonim dapat diartikan sebagai kata yang penamaan serta pengucapannya sama, akan tetapi artinya berbeda.

Contoh dari homonim adalah sebagai berikut ini:

  • Rina bisa membeli rumah

Kata “bisa” pada kalimat di atas artinya adalah dapat serta bermakna denotasi

  • Bibiku terkena bisa ular cobra yang sangat mematikan

Kata “bisa” pada kalimat di atas artinya adalah racun serta memiliki makna denotasi.

3. Ambiguitas gramatikal

Jenis kalimat ambiguitas yang terakhir adalah ambiguitas gramatikal.

Yang dimaksud dengan kalimat ambiguitas gramatikal adalah suatu kalimat yang menjadi ambigu disebabkan oleh proses pembentukan tata bahasa atau gramatikal yang terjadi pada suatu kata atau frasa.

Ambiguitas pada kalimat yang berjenis ambiguitas gramatikal dapat dihilangkan apabila diterapkan pada kalimat yang tepat.

Agar anda lebih memahami mengenai ambiguitas gramatikal maka simaklah contoh kalimat ambiguitas gramatikal berikut ini:

Utang Budi

Perhatikan kalimat berikut ini:

  • Utang Budi mencapai ratusan juta Rupiah
  • Rina berutang budi kepada pamannya.

Dua kalimat di atas memiliki makna yang berbeda, pada kalimat pertama, makna utang Budi adalah utang milik Budi (seseorang) sedangkan pada kalimat kedua, berutang budi dimaknai bahwa memiliki utang budi (utang untuk membalas kebaikan seseorang).

Banting Tulang

Perhatikan kalimat berikut ini:

  • Ibu banting tulang setiap hari
  • Paman dengan sengaja membanting tulang sapi yang sedang makan ke tanah.

Dua kalimat di atas memiliki makna yang berbeda, pada kalimat pertama, banting tulang dimaknai sebagai bekerja keras sedangkan makna membanting tulang pada kalimat kedua adalah menghempaskan tulang secara keras ke arah bawah.

Angkat Tangan

Perhatikan kalimat di bawah ini:

  • Ibu Guru menghimbau kepada murid-muridnya apabila ingin bertanya maka angkat tangan.
  • Doni angkat tangan terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh Wiwit.

Dua kalimat di atas memiliki makna yang berbeda, pada kalimat pertama, makna angkat tangan adalah mengangkat tangan (anggota badan) ke atas sedangkan makna angkat tangan pada kalimat kedua adalah menyerah.

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa ambigu merupakan suatu kalimat yang memiliki makna yang ganda yang dapat menimbulkan keraguan atau ketidakjelasan.

Demikian informasi mengenai pengertian ambigu, makna ambigu, faktor penyebab kalimat ambigu, jenis-jenis ambigu serta contoh-contoh ambigu disampaikan di atas.

Semoga informasi tersebut dapat dipahami serta menambah wawasan anda khususnya mengenai ambigu.

Tinggalkan komentar