Mitigasi : Pengertian, Jenis, Tujuan, Manfaat dan Contoh

Gempa banten yang terjadi baru-baru ini pada Senin 17 Januari 2022, menghantam dengan berkekuatan magnitudo 5,4 SR  dengan berpusat di 84 kilometer barat daya, banten.

Mitigasi Pengertian, Jenis, Tujuan, Manfaat dan Contoh
Mitigasi Pengertian, Jenis, Tujuan, Manfaat dan Contoh

Melansir dari portal BBC, bahwa sebagian warga Banten belum pernah mengikuti penyuluhan apa pun terkait mitigasi bencana. Wargapun tidak mengetahui risiko gempa sebesar apa yang mengancam wilayah itu dan selama ini mengevakuasi dirinya “berdasarkan insting”.

BMKG menyatakan bahwa gempa megathrust berkekuatan hingga 8.7 pada skala richter berpotensi terjadi wilayah selat sunda yang dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak luar biasa jika tidak dimitigasi dengan baik.

Masyarakat yang belum memiliki pengetahuan yang mumpuni mengenai apa yang harus dilakukan jika bencana terjadi, bisa menyebabkan dampak yang sangat fatal ketika gempa yang diprediksi tersebut terjadi.

Meskipun sudah ada program tangguh bencana, namun kondisinya tidak didukung oleh pembangunan infrastruktur tahan gempa, jalur evakuasi yang memadai, serta system peringatan dini yang layak.

Mengakibatkan kepanikan masyarakat setiap kali bencana terjadi. Sistem mitigasi yang buruk membuat mayoritas masyarakat tidak memahami risiko bencana yang mengintai mereka.

Melihat dari berita gempa yang terjadi di banten, menggambarkan ketidak siapan masyarakat dalam menangani bencana, dikarenakan sistem mitigasi yang buruk.

Apa itu mitigasi sebenarnya, mengapa dampak buruknya sistem mitigasi bisa membahayakan masyarakat.

Untuk memahaminya mari kita bahas lebih mendalam mengenai pengertian mitigasi, jenis, tujuan, manfaat, serta contoh dari mitigas tersebut.

Pengertian Mitigasi

Apa itu mitigasi? Pengertian mitigasi adalah suatu usaha atau tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko, diantaranya kerugian secara materi, struktural, juga korban jiwa yang terjadi akibat adanya bencana.

Pengertian menurut para ahli:

  • Menurut Departemen Dalam Negri pada tahun 2003, Pengertian Mitigasi adalah usaha, tindakan yang dilakukan untuk mengurangi dan memperkecil efek yang ditimbulkan oleh bencana, diantaranya menyiapkan kesiapsiagaan juga fisik, kewaspadaan juga kemampuan mobilisasi.
  • Menurut DKP, mitigasi merupakan tindakan untuk mengurangi efek dari bencana yang akan berdampak kepada masyarakat
  • Mitigasi (penjinakan) upaya atau kegiatan yang ditujukan untuk mengurangi dampak dari bencana alam atau buatan manusia bagi bangsa atau masyarakat ( Carter, 1992)

Tujuan Mitigasi

Kondisi wilayah Indonesia yang berada di ring of fire membuat Indonesia rentan terjadi akan bencana alam seperti gunung meletus serta gempa bumi karena pergeseran lempeng.

Indonesia yang merupakan negara kepulauan dikelilingi lautan luas juga rentan akan gelombang besar atau terjadinya tsunami. Untuk itu penting sekali menerapkan prosedur mitigasi bencana alam sebagai Langkah antisipasi.

Tentunya Mitigasi dilakukan bukan tanpa tujuan, tujuan utama dari mitigasi adalah untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.

Beberapa tujuan mitigasi adalah:

  • Meminimalisir risiko dan dampak karena terjadinya suatu bencana, seperti korban jiwa, juga kerugian ekonomi dan kerusakan sumber daya alam.
  • Sebagai pedoman bagi pemerintah dalam membuat perencanaan pembangunan.
  • Menambah wawasan untuk masyarakat, agar siap menghadapi bencana. Jadi masyarakat bisa memiliki bekal atau persiapan jika suatu saat terjadi bencana. Merekapun bisa menjalankan kehidupan sehari-harinya dengan lebih baik dan lebih siap.

Tujuan-tujuan sekunder mencakup:

  • Pengurangan kerusakan dan kerugian – kerugian ekonomi yang ditimbulkan terhadap infrastruktur sector publik.
  • Mengurangi kerugian – kerugian sector swasta sejauh hal – hal itu mungkin mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan.

Jenis Mitigasi

Jenis mitigasi terbagi menjadi dua, yaitu mitigasi struktural dan juga mitigasi non – struktural. Penjelasan dari masing – masing jenis ini adalah sebagai berikut:

1. Mitigasi Sruktural

Untuk meminimalkan bencana yang dilakukan melalui pembangunan berbagai prasarana fisik dan menggunakan pendekatan teknologi, seperti pembuatan alat pendeteksi aktivitas gunung berapi, bangunan tahan gempa, juga early warning system untuk memprediksi terjadinya gelombang tsunami.

Beberapa contoh penggunaan teknologi :

  • Pembangunan kanal khusus untuk mencegah banjir
  • Penggunaan alat deteksi aktivitas gunung berapi
  • Membuat struktur bangunan yang tahan gempa
  • Penggunaan sistem peringatan dini untuk memperkirakan kemungkinan adanya gelombang tsunami

2. Mitigasi Non-Struktural

Kebijakan non struktural meliputi legislasi, perencanaan wilayah, dan asuransi.

Contoh mitigasi non-struktural:

  • Larangan membuang sampah ke selokan atau sungai
  • Mengelola tata ruang kota
  • Mengatur kapasitas pembangunan masyarakat

Manfaat Mitigasi

Dengan adanya mitigasi diharapkan masyarakat dan pemerintah bisa lebih siap menghadapi bencana, diantara manfaat dari mitigasi adalah:

  • Mengurangi risiko bencana bagi masyarakat seperti korban jiwa, kerugian ekonomi dan kerusakan sumber saya alam.
  • Menjadi landasan perencanaan pembangunan.
  • Memberikan penyuluhan agar masyarakat merasa lebih peduli untuj menghadapi juga mempersiapkan diri lebih baik jika terjadi bencana

Contoh Mitigasi

Untuk lebih paham mengenai mitigasi bisa dilihat dari contoh kegiatan mitigasi dalam beberapa bentuk bencana alam. Kegitatan yang dilakukan dalam mitigasi:

  • Mengenalkan dan memantau risiko bencana
  • Merencanakan partisipasi penanggulangan bencana
  • Memberikan kesadaran bencana pada masyarakat
  • Melakukan upaya secara langsung, maupun secara mental, serta mengatur penanggulangan bencana
  • Mengidentifikasi dan pengelolaan sumber ancaman bencana
  • Mengawasi juga mengatur pengoperasian sumber daya alam
  • Pengawasan pada penggunaan teknologi tinggi
  • Memantau penataan kota serta infrastruktur untuk mitigasi juga memantau pengelolaan lingkungan kota
  • Melakukan kegiatan mitigasi bencana lainnya

Contoh Mitigasi Bencana

Setelah kita mempelajari kegiatan apa yang dilakukan dalam mitigasi, maka kita sekarang mempelajari contoh mitigasi bencana.

1. Mitigasi bencana tsunami

Merupakan tindakan pencegahan terjadinya korban akibat tsunami dengan mendeteksi akan adanya tsunami dan memberikan peringatan . Ada dua jenis sistem peringatan dini tsunami, yaitu:

  • Sistem peringatan tsunami internasional
  • Sistem peringatan tsunami regional

2. Mitigasi bencana gunung berapi

Begitupula juga sistem bencana gunung berapi, yaitu sistem untuk mendeteksi serta memantau aktivitas gunung Merapi. Contoh kegiatan mitigasinya adalah sebagai berikut:

  • Adanya sistem pemantauan aktivitas gunung Merapi, sistem ini akan mengirim data ke instansi pemerintah yang berwenang melalui radio komunikasi SSB
  • Tanggap darurat
  • Membuat pemetaan lokasi yang rawan terjadinya bencana gunung Merapi. DI dalam pemetaan dapat dijelaskan jenis juga sifat dari gunung berapi tersebut. Di jelaskan juga bagaimana bahayanya juga penjelasan harus kemana jika ingin menyelamatkan diri, bagaimana sistem pengungsiannya serta dimana posko penanggulangan bencana juga manajemen pengoperasian posko tersebut.
  • Mengadakan penelitian akan gunung Merapi yang ada di wilayah tersebut dengan metode – metode ilmiah tertentu
  • Pemerintah daerah melakukan sosialisasi berupa penyuluhan kepada masyarakat agar siap menghadapi bencana

3. Mitigasi Bencana Gempa Bumi

Yang dilakukan sebelum gempa terjadi:

  • Pembangunan Gedung, rumah, bangunan apapun yang ada di kota tersebut harus sesuai aturan yang baku agar tahan gempa
  • Ketika memutuskan akan menempati suatu kota, ada baiknya untuk mengenali lingkungan tempat tinggal kita, agar jika terjadi sesuatu hal kita tahu harus kemana
  • Jika kita paham bahwa daerah kita rawan gempa, maka ada baiknya kita menempatkan perabotan ditempat yang aman jika terjadi goncangan
  • Menyiapkan perbekalan serta alat – alat yang nantinya digunakan jika ingin melakukan evakuasi (Senter, P3K, makanan)
  • Melakukan pemeriksaan keamanan listrik dan gas, karena listrik dan gas bisa membuat kebakaran pada saat terjadinya gempa jika salurannya tidak baik.
  • Melakukan pencatatan untuk nomor – nomor yang dirasa penting jika terjadi bencana
  • Mencari informasi untuk jalur evakuasi
  • Jika ada penyuluhan mengenai bencana, ada baiknya ikuti juga simulasinya agar jika benar-benar terjadi kita sudah paham harus melakukan apa dan tidak terlalu panik lagi

Yang dilakukan ketika gempa terjadi:

  • Usahakan tetap tenang
  • Menghindari bangunan atau barang besar – besar yang bisa roboh, kalau bisa ke tanah lapang
  • Perhatikan apakah ada retakan tanah yang berpotensi membahayakan
  • Jika anda di dalam kendaraan, sebaiknya turun dari kendaraan dan jauhi pantai

Yang dilakukan setelah gempa

  • Evakuasi diri dengan tangga
  • Lakukan pertolongan pertama jika ada yang membutuhkan
  • Hindari Gedung yang terlihat tidak tahan goncangan

4. Mitigasi Tanah Longsor

  • Jangan membuat pemukiman di daerah yang rawan akan tanah longsor
  • Perhatikan kemiringan lereng, jika berpotensi longsor segera ambil tindakan dengan mengurangi kemiringannya
  • Bisa juga menggunakan sistem terasering juga dengan sistem drainase yang sesuai dengan lereng tersebut
  • Menanam tanaman, dengan menanam pohon yang memiliki akar yang dalam
  • Jika harus mendirikan suatu bangunan, bangunlah dengan pondasi yang kuat
  • Melakukan penutupan di rekahan lereng yang terbuka agar mencegah air bisa masuk
  • Melakukan relokasi jika memang kondisinya tidak memungkinkan mempertahankan pemukiman yang ada di sekitar daerah rawan bencana longsor

5. Mitigasi Banjir

Yang dilakukan sebelum banjir

  • Melakukan pengelolaan aliran sungai serta daerah yang ada di sekitarnya, jika ada yang menghambat aliran sungai segera diatasi
  • Pemerintah membangun suatu sistem untuk memantau arus air, tinggi air, serta diharapkan sistem tersebut dapat memberikan peringatan jika akan terjadi banjir
  • Hindari membangun gedung, rumah, atau bangunan apapun yang ada di bantaran sungai
  • Memberikan pengetahuan ke masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya, berikan sanksi tegas bagi yang tidak taat
  • Rutin melakukan pengecekan sungai dan pembersihan sungai dari lumpur – lumpur yang tertimbun
  • Agar daerah resapan baik, lakukan penghijauan di daerah hulu sungai

Yang dilakukan saat banjir

  • Langsung matikan listrik agar tidak terjadi korslet ataupun terjadinya aliran listrik melalui air yang bisa membahayakan nyawa
  • Melakukan evakuasi ke daerah yang aman
  • Hindari saluran air
  • Melaporkan banjir kepada instansi yang menangani banjir di daerah anda

Yang dilakukan setelah banjir

  • Lakukan pembersihan rumah dan lingkungan secara menyeluruh
  • Diare akan rawan terjadi saat banjir, oleh karena itu siapkan air bersih
  • Saat banjir kemungkinan adanya hewan liar masuk liar itu besar, maka itu perhatikan lingkungan akan adanya bahaya dari hewan liar tersebut
  • Waspada akan banjir yang mungkin terjadi lagi

Itulah penjelasan mengenai pengertian, jenis, tujuan, manfaat serta contoh dari mitigasi. Berbagai usaha dilakukan untuk meminimalisir terjadinya korban serta dampak lain dari faktor ekonomi.

Baik untuk bencana alam, serta wabah penyakit. Diharapkan dengan melakukan mitigasi bencana, serta rekomendasi mitigasi untuk covid-19 , maka dapat menekan jumlah korban, serta mengurangi tekanan dari sisi kehancuran ekonominya.

Tinggalkan komentar