Pengertian Angin : Jenis, Fungsi, Manfaat dan Proses Terjadinya

Pengertian Angin

Apa itu angin? Pengertian angin adalah pergerakan udara yang berasal dari daerah yang memiliki tekanan tinggi ke daerah yang memiliki tekanan yang rendah.

Pengertian Angin  Jenis, Fungsi, Manfaat dan Proses Terjadinya
Pengertian Angin Jenis, Fungsi, Manfaat dan Proses Terjadinya

Dalam kehidupan sehari-hari, angin menjadi suatu hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh manusia.

Jika dulu angin segar dapat kita peroleh dari banyaknya pohon rindang di sekitar kita atau dengan menggunakan kipas manual yang terbuat dari kertas maupun kain dan kayu, maka saat ini angin yang segar dapat kita nikmati hanya dengan menyetel kipas yang tersambung ke saluran listrik, bahkan akhir-akhir ini banyak juga kipas portable yang menggunakan baterai sehingga sangat praktis untuk dibawa kemanapun kita pergi.

Salah satu unsur cuaca yang mempengaruhi lingkungan adalah angin. Melalui angin, unsur cuaca lain seperti suhu, kelembaban udara hingga pergerakan awan akan mengalami perubahan, peningkatan maupun pergeseran arah tergantung jadi jenis dan banyaknya kandungan air yang terdapat di dalam angin.

Sebagai contohnya adalah saat terjadi hujan, yang terbentuk dari angin dengan jumlah kandungan uap air yang banyak sehingga membentuk awan-awan mendung dan menurunkan suhu udara sedangkan kelembaban udara akan terus meningkat, hingga akhirnya menurunkan tetes-tetes air yang disebut kita sebut sebagai hujan.

Angin adalah salah satu anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang terjadi secara alami dan sangat bermanfaat keberlangsungan kehidupan manusia, selain untuk menyejukkan udara, angin juga sering dimanfaatkan untuk berbagai hal lainnya seperti dalam penyerbukan dan pembenihan alami pada tanaman.

Namun demikian angin juga bisa memberi kerugian seperti menyebabkan penyerbukan silang dan penyebaran benih gulma, bahkan bisa juga menyebarkan hama dan pathogen penyebab hama dan penyakit tanaman.

Selain itu angin juga bisa menjadi berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan manusia apabila jumlah dan tekanannya terlalu besar, seperti angin puting beliung yang bisa memporak-porandakan suatu wilayah.

Kemudian angin juga bisa menjadi penyebab kebakaran di suatu wilayah apabila di wilayah tersebut sedang mengalami kekeringan dan kegersangan parah.

Jenis Angin

Alat untuk mengukur besarnya kecepatan pergerakan angin adalah anemometer yang didalamnya akan diukur berdasarkan skala, arah dan kecepatan pergerakannya pada suatu waktu. Sedangkan hasil dari pengukuran tersebut disebut dengan anemogram.

Angin yang merupakan perwujudan dari pergerakan udara bisa mengalir dengan berbagai arah.

Dalam keadaan tertentu udaranya mengalir dari tekanan tinggi menuju ke tekanan rendah ataupun sebaliknya, dalam keadaan lainnya lagi, udaranya bisa juga mengalir dari suhu udara yang rendah menuju ke suhu udara yang tinggi.

Pergerakan dari udara tersebut dipengaruhi oleh seberapa besar atau kecilnya jumlah energi panas matahari yang diterima oleh permukaan bumi.

Dengan adanya pergerakan udara tersebut, maka angin dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Angin Darat dan Angin Laut

Perbedaan sifat diantara daratan dan lautan saat menyerap maupun melepaskan energi panas matahari menyebabkan terjadinya angin darat dan angin laut.

Angin darat adalah arah udara yang bergerak dari darat menuju ke laut, yaitu saat udara dari laut digantikan oleh udara dingin dari daratan.

Angin darat biasanya terjadi pada tengah malam dan dini hari. Hal ini disebabkan oleh adanya Gerakan konvektif dari permukaan bumi yang menyerap energi panas matahari dan dilepaskan secara cepat oleh daratan sedangkan energi panas dalam lautan juga sedang dilepaskan ke udara.

Sedangkan angin laut adalah arah udara dari laut menuju ke daratan, yaitu saat udara dingin dari lautan menggantikan udara panas dari daratan.

Angin laut biasanya terjadi saat sore atau malam hari. Angin laut terjadi saat suhu udara di darat lebih panas daripada di laut, kondisi ini disebabkan oleh daratan yang menyerap energi panas lebih cepat dari lautan.

2. Angin Gunung dan Angin Lembah

Angin gunung biasanya terjadi pada sore hari, yaitu saat udara puncak gunung yang dingin bergerak ke lembah sedangkan lembah melepaskan energi panasnya.

Sedangkan angin lembah terjadi ketika matahari terbit, yaitu saat udara dari lembah bergerak ke gunung yang disebabkan oleh adanya aliran udara dingin dari lembah yang turun dan menggantikan udara panas dari lereng gunung.

Hal ini terjadi karena energi panas matahari lebih banyak didapatkan oleh gunung daripada lembah, terlebih pada puncak gunung yang pertama kali mendapatkan panas matahari.

3. Angin Ribut atau Angin Puyuh

Angin ribut/puyuh biasanya terjadi saat musim pacaroba dan bisa terjadi dimanapun antara daratan atau lautan namun jika angin ribut terjadi di daratan durasinya akn lebih lama dari pada di lautan.

Jenis Angin ini sering kita sebut juga sebagai angin putting beliung, yaitu angin yang berasal dari gumpalan awan gelap berwarna abu-abu dan tinggi menjulang yang Bernama awan Cumulonimbus (Cb).

Pada Angin ini datang secara tiba-tiba dan pergerakannya sangat kencang  dengan gerakan melingkar membentuk spiral dari atas langit hingga menyentuh ke permukaan bumi.

Angin ini memiliki kecepatan rata-rata tiga puluh sampai empat puluh knots dan biasanya berdurasi sekitar tiga sampai lima menit.

4. Angin Monsun

Pengertian Angin monsun merupakan angin yang pergerakannya memiliki pola secara periodik setidaknya dalam tiga bulan. Angin ini memiliki Pergerakan yang berlawanan antara periode satu dengan lainnya.

Di Indonesia, angin monsun terjadi dalam dua macam, yakni angin Monsun asia dan angin monsun Australia.

  • Angin Monsun Asia, yaitu pergerakan angin dari daratan asia menuju ke wilayah Indonesia. Dalam prosesnya jumlah uap air dari angin tersebut akan terbawa lebih banyak dari biasanya.
  • Angin Monsum Australia, yaitu pergerakan angin yang mengalir dari daratan Australia.

5. Angin Topan (Badai Tropis)

Angin topan merupakan angin yang sangat berbahaya karena memiliki gerakan yang sangat kencang dengan durasi sekitar tiga sampai tujuh hari.

Walaupun angin ini seringnya terjadi di tengah laut lepas namun dalam prosesnya dapat memberikan kerusakan parah hingga ribuan kilometer dari titik pusan terjadinya.

Secara geografis, Indonesia memang seharusnya tidak pernah dilintasi oleh angin topan namun untuk wilayah tertentu dapat juga merasakan dampaknya dari arah angin yang melewati wilayah tersebut. Adapun dampak yang dapat dirasakan adalah sebagai berikut:

  • Kecepatan angin yang meningkat hingga lebih dari 20 knots atau 37 km/jam.
  • Gelombang ombak yang tingginya mencapai lebih dari5 m.
  • Hujan lebat disertai angin kencang pada radius 1000 km dari pusat badai.

Fungsi Angin

Dengan jumlah uap air dan tingkat kekencangan yang ideal, angin tentunya menjadi salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan manusia. Berikut adalah beberapa fungsi angin dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Memberikan kesejukan. Dengan adanya angin, udara menjadi lebih sejuk dan nyaman untuk dihirup.
  2. Menerbangkan pesawat. Teknik penerbangan suatu pesawat juga dibantu dari adanya pergerakan angin yang cukup.
  3. penggerak perahu layar. Selain pada pesat, perahu layar juga membutuhkan angin untuk dapat berlayar ke lautan lepas dan kembali ke pesisir.
  4. Sumber energi listrik
  5. Membantu terjadinya Penyerbukan tanaman
  6. Membantu terjadinya hujan di daratan
  7. Menggerakkan pompa irigrasi
  8. Dan Membantu proses penggilingan padi

Manfaat Angin

Angin akan memberikan banyak keuntungan bagi kelangsungan hidup manusia apabila kita dapat memanfaatkannya secara optimal.

Berikut adalah manfaat angin yang dapat kita Kelola dan nikmati untuk memudahkan kehidupan kita sehari-hari:

  1. Memanfaatkan angin sebagai sumber tenaga pembangkit listrik yang hemat biaya. Ladang angin yang dibuat dengan sedemikian rupa dapat membangkitkan tenaga listrik dengan modal bahan bakar gratis namun dapat dijual dengan harga yang tetap dalam jangka waktu lama setidaknya lebih dari dua puluh tahun.
  2. Membuka lapangan kerja dengan Memanfaatkan pembangkit tenaga listrik tenaga yang bersumber dari angin. Metode ini telah dilakukan oleh Amerika Serikat hingga dapat membuka lowongan untuk lebih dari enam ratus ribu pekerja. Bahkan Wind Vision Reportpun memprediksikan bahwa ditahun 2050, angin sangat berpotensi mendukung lebih dari 600.000 pekerjaan di bidang manufaktur, pemasangan, pemeliharaan, dan layanan pendukung.
  3. Memanfaatkan angin untuk pertumbuhan dan perkembangan industry di suatu negara.
  4. Menggunakan angin sebagai Sumber bahan bakar alami yang bersih dan tidak akan mencemari udara baik dalam bentuk partikel, nitrogen oksida, maupun sulfur dioksida yang tidak hanya dapat memberikan dampak negatif yang cukup serius terhadap kesehatan makhluk hidup akan tetapi juga kerugian secara ekonomi.
  5. Memanfaatkan angin sebagai sumber energi domestik yang jumlah pasokannya sangat berlimpah bahkan tidak ada habisnya.
  6. Menggunakan angin untuk mengirim daya ke seluruh bagian jaringan secara berkelanjutan, hal in sangat mungkin dilakukan karena angin juga merupakan salah satu bentuk energi matahari yang terjadi karena adanya pemanasan atmosfer oleh matahari, rotasi bumi, dan ketidakteraturan permukaan bumi. Selama matahari bersinar dan angin bertiup, energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk mengirim daya ke seluruh jaringan.
  7. Memanfaatkan angin untuk meningkatkan keuntungan daerah pedesaan. Pembangunan Turbin angin dapat dijadikan sebagai penghasilan tambahan bagi pemilik tanah yang tanahnya disewa untuk membangun pembangkit listrik di area peternakan dan pertanian. Pembangunan Turbin angin hanya membutuhkan Sebagian kecil lahan saja sehingga sangat memungkinkan dibangun di area pertanian dan peternakan atau desa-desa yang menjadi titik lokasi angin terbaik.
  8. Memanfaatkan angin untuk membantu tambak garam seperti di daerah Demak, Pati dan Jepara. Tambak garam di daerah tersebut sudah memanfaatkan kincir angin sebagai bahan bakar untuk membantu proses menaikkan air laut ke lahan tambak garam.
  9. Memanfaatkan angin untuk proses penyerbukan tanaman petani.
  10. Membantu proses penerbangan pesawat terbang dan juga membantu perahu ataupun kapal laut saat akan berlayar ke tengah lautan ataupun saat akan kembali ke pesisir.

Proses Terjadinya Angin

Pada pembahasan sebelumnya telah disebutkan beberapa jenis angin yang terjadi berdasrkan arah pergerakannya.

Terjadinya angin memiliki proses yang berbeda pada setiap jenisnya. Berikut adalah penjelasannya:

1. Proses Terjadinya Angin Darat

Angin darat adalah angin yang terjadi karena adanya aliran udara dari darat ke laut pada saat malam hari.

Pergantian antara angin darat dan angin laut ini terjadi di sepanjang garis pantai yang posisinya berdekatan dengan badan air yang besar.

Perbedaan pemanasan atau pendinginan permukaan air dan tanah yang berdekatan inilah yang menyebabkan terjadinya angin darat.

Dalam proses terjadinya angin darat biasanya pendinginan atmosfer di darat hanya terbatas sampai lapisan yang lebih dangkal di malam hari daripada pemanasan udara di siang hari. Oleh karena itu angin barat lebih dangkal daripada angin laut.

Selain itu, biasanya ada banyak awan-awan yang terlihat di lepas pantai saat malam hari yang terjadi karena adanya konvergensi dari pergerakan angin meskipun pada akhirnya awan-awan tersebut kemudian menghilang oleh angin laut pada siang hari.

2. Angin Laut

Proses terjadinya Angin laut yang merupakan angin local berbanding terbalik dengan angin darat. Angin ini bergerak dari arah dari darat menuju ke arah ke laut yang disebabkan karena adanya tekanan udara yang berbeda. Perbedaan tekanan udara ini tejadi karena perbedaan kapasitas panas air dan lahan kering.

Setelah matahari terbit biasanya Angin laut sering terjadi di sepanjang garis pantai, hal in disebabkan oleh adanya pemanasan area daratan yang lebih cepat daripada area lautan di yang terkena pancaran sinar matahari terbit.

Meskipun begitu, baik Angin laut maupun angin darat sama-sama memiliki peran yang penting dalam membantu terjadinya pergerakan angin di wilayah pesisir pantai.

3. Proses Terjadinya Angin Fohn

Angin fohn sering terjadi setelah hujan orografis sehingga angin ini sering disebut juga sebagai angin kering. Angin fohn dikelompokkan sebagai jenis angin kencang dan bergejolak.

Karena Angin ini memiliki pergerakan angin yang bertiup dari puncak gunung dan mengalirkan udara kering yang hangat ke permukaan.

Angin fohn terjadi karena massa udara bergerak naik dari satu sisi pegunungan hingga setinggi dua ratus meter lebih hingga akhirnya turun ke satu sisi lainnya.

Saat massa udara bergerak naik, angin mengalami proses pendinginan dan uap air yang terbentuk dari proses tersebut turun sebagai hujan orografis.

Kemudian saat akhirnya angin turun ke lembah, suhu udara mengalami meningkatan tekanan yang terbawa melalui proses adiabatik.

Angin fohn sering terjadi di Kepulauan Biak, Eropa Tengah serta Eropa selatan dan dapat

memberikan efek negatif bagi lingkungan manusia. Efek negatif yang dirasakan oleh manusia adalah menurunnya sistem imun atau daya tahan tubuh terhadap serangan dan penurunan kesehatan mental sedangkan pada tanaman angin ini dapat menyebabkan kekeringan.

4. Angin Monsun

Dahulu, angin monsun disebut sebagai angin musiman yang berbalik serta prosesnya disertai dengan perubahan curah hujan.

Dengan berbagai alasan saat ini angin monsun disebut sebagai perubahan musiman dalam sirkulasi atmosfer dan curah hujan.

Di dunia ini terdapat dua angin monsun, yaitu Afrika Barat dan Asia-Australia yang biasa disebut juga dengan istilah angin musiman besar.

5. Angin Lembah

Proses terjadinya angin lembah yang biasa terjadi pada pagi hingga menjelang sore ini ditandai dengan adanya pergerakan udara yang berasal dari lembah menuju ke arah gunung.

Adanya penurunan suhu di daerah gunung serta lembah ketika malam hari menyebabkan terjadinya angin lembah. Kemudian penurunan suhu tersebut diakibatkan karena udara dingin di lereng terus berkurang saat awal malam.

Suhu udara yang semakin dingin lalu bergerak menuju arah lembah dan berlanjut ke daerah pegunungan sehingga membuat suhu udara yang ada di pengunungan lebih tinggi jika dibandingkan dengan suhu udara di lembah pada saat siang hari.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai pengertian angin yang memiliki banyak jenis maupun manfaat serta proses terjadinya yang ternyata cukup rumit.

Namun bagaimanapun mempelajari dan memahami angin sangatlah penting agar kita dapat menikmati lebih banyak manfaat dari angin dan dapat meminimalisir kerugian dari angin.

Tinggalkan komentar