Cara Budidaya Ikan Baung di Kolam Terpal

Diposting pada

Tentang Ikan Baung

Ikan Baung berbeda dengan ikan lele, meskipun sekilas terlihat sama, namun ada sedikit perbedaan.

Cara Budidaya Ikan Baung di Kolam Terpal
Cara Budidaya Ikan Baung di Kolam Terpal

Baung adalah jenis ikan yang biasa hidup di air tawar seperti sungai, rawa, danau, dan waduk. Ikan Baung bersifat noktural atau hewan yang biasa aktif di malam hari.

Jenis Ikan baung juga memiliki sifat yang hampir sama seperti ikan lele, suka bersembunyi di dalam liang-liang atau tepi sungai tempat habitat hidupnya.

Ikan baung merupakan hewan pemakan segala atau biasa disebut omnivora. Namun ada juga yang menggolongkan nya sebagai ikan karnivora, karena ikan baung bisa diberi pakan seperti ikan-ikan kecil, udang-udang kecil, remis, hewan-hewan insekta, moluska (hewan lunak bercangkang), dan rumput-rumputan.

Ada fakta menarik tentang ikan baung, ikan ini memiliki nilai ekonomis karena bisnis budidaya ikan baung merupakan salah satu bisnis yang tidak pernah mati, sehingga wajar apabila ada yang membudidayakan nya, karena memang sangat menguntungkan.

Kali ini, saya akan memberikan cara untuk membudidayakan ikan baung menggunakan kolam terpal yang bisa teman-teman lakukan di pekarangan rumah.

Cara Budidaya Ikan Baung di Kolam Terpal

  • Kolam terpal yang digunakan untuk membudidayakan ikan baung dibuat dengan bentuk persegi panjang dengan ketinggian 1.6 hingga 2 meter, untuk ukuran pajang dan lebarnya disesuaikan dengan luas lahan pekarangan rumah teman-teman. Jangan lupa untuk memberikan bilah bambu, atau kayu sebagai penyangga kolam supaya tidak roboh.
  • Alangkah baiknya untuk mengeringkan kolam terlebih dahulu sebelum digunakan. Lalu berikan taburan kapur yang berfungsi sebagai penghilang asam pada dasar permukaan kolam. Adapun dosis pupuk yang digunakan adalah 180 kg sampai 370 kg per hektar. Hal tersebut berfungsi untuk mematikan hewan pemangsa yang berbahaya bagi ikan baung.
  • Langkah selanjutnya adalah pemilihan bibit ikan baung. Untuk pemilihan bibit ikan baung, pastikan teman-teman memilih bibit ikan yang berkualitas dengan melihat ukuran bibitnya yang seragam, serta memiliki pergerakan yang aktif. Tidak hanya itu, berat yang dimiliki bibit sekitar 2 gram sampai 3 gram.
  • Sebelum dimasukkan ke dalam kolam terpal yang sudah berisi air, ada baiknya untuk memasukkan bibit ikan ke dalam wadah berisi air terlebih dahulu, agar bibit ikan baung beradaptasi. Untuk penebaran bibit ikan baung sendiri, bisa kita lakukan setelah air kolam kita diamkan kurang lebih sekitar 1 bulan dengan kedalaman air berkisar antara 50 cm sampai 80 cm. Jangan menebarkan bibit hingga terlalu padat, hal tersebut akan menyebabkan ikan kekurangan oksigen sehingga bibit cepat mati. Alangkah baiknya menebar bibit ikan baung sebanyak 60 sampai 100 ekor per meter (perkiraan).
  • Waktu untuk menebar bibit ikan baung juga perlu diperhatikan. Jangan menebar bibit ikan pada siang hari, karena di siang hari suhu air akan meningkat dan bisa membahayakan bibit ikan. Ada baiknya menebar bibit ikan di waktu pagi, dan sore hari. Hal ini bertujuan agar bibit ikan baung beradaptasi dan tidak langsung terkena sinar matahari.

Penutup

Sebagai penutup, ada tips untuk teman-teman saat membudidayakan ikan baung. Simak pembahasan di bawah ini :

  • Untuk pemberian pakan dilakukan sebanyak 3 kali sehari, yakni pagi, siang, dan sore. Teman-teman juga harus memastikan komposisi pada pakan, sesuai dengan usia ikan. Jenis pakannya sendiri adalah pelet ikan jenis 781 – 2 SP. Namun perlu diketahui juga bahwa teman-teman bisa memberi pakan tambahan seperti dedak, ikan asin, serta jagung yang digiling menjadi satu yang kemudian diberikan setelah memberi pelet ikan.
  • Dua faktor yang menyebabkan gagalnya budidaya ikan baung adalah hama dan penyakit. Maka dari itu, hal yang perlu teman-teman lakukan adalah selalu memperhatikan kondisi air dan memeriksa kondisi kolam setiap hari. Jika air terlihat keruh, sebaiknya langsung dilakukan pergantian air.

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, berpotensi memutus harapan. Namun apabila teman-teman selalu berusaha untuk menyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan, akan selalu ada kemudahan dibalik kesulitan.

Dengan adanya pembahasan tentang cara membudidayakan ikan baung di kolam terpal, semoga menjadi inspirasi untuk teman-teman yang ingin bangkit dari kesulitan selama pandemi.

Jika teman-teman ingin mengetahui tentang ikan baung lebih jauh, teman-teman boleh membaca artikel tentang ikan baung.

Seperti membaca artikel tentang klasifikasi ikan baung, taksonomi, jenis, dan penyebaran ikan baung untuk menambah pengetahuan dan kelangsungan budidaya.

Akan lebih baik lagi jika teman-teman mau belajar mengelola keuangan untuk budidaya ikan baung.

Pesan dari saya, investasikan keuangan teman-teman ke ilmu karena investasi terbaik adalah ilmu.

Uang akan habis jika terus dipakai, sedangkan ilmu tidak akan pernah habis sampai akhir hayat. Ilmu yang bermanfaat juga salah satu ladang pahala bukan?

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *