8 Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong untuk Pemula

Diposting pada

Tahukah Anda bagaimana Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong? Di dunia ini banyak sekali jenis ulat yang berguna dan dapat dimanfaatkan oleh manusia, seperti salah satunya ulat sutera.

8 Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong untuk Pemula
8 Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong untuk Pemula

Itulah mengapa ulat juga menjadi binatang yang seringkali dibudidayakan, sama seperti hewan-hewan konsumsi yang lain.

Salah satu jenis ulat yang juga banyak diternak di Indonesia adalah ulat hongkong. Ulat ini banyak dibudidayakan karena pasarannya yang lumayan, khususnya jika digunakan untuk pakan burung.

Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong

Jika Anda tertarik untuk mulai berternak ulat hongkong, berikut ini ada beberapa cCara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong yang bisa dipraktekan.

1. Memilih induk

Hal pertama yang harus dilakukan oleh peternak ulat hongkong adalah memilih indukan. Sama seperti memelihara hewan yang lain, indukan ulat hongkong juga harus memiliki kualitas yang baik agar bisa membuahkan ulat hongkong yang juga memiliki kualitas baik.

Jumlah ulat hongkong yang akan digunakan sebagai indukan sendiri usahakan tidak lebih dari 2 kg. Hal ini bertujuan agar ulat hongkong tersebut bisa menjadi kepompong dalam ukuran yang besar-besar.

Biasanya, indukan yang baik memiliki panjang sekitar 15 mm dan lebar rata-rata 4 mm. Untuk pakan ulat induk sendiri Anda bisa memberi dedak, pur, atau ampas tahu sebanyak setengah kilogram untuk kurun waktu sekitar 4 hari sekali.

2. Pemisahan kepompong

Indukan ulat hongkong tersebut akan berubah menjadi kepompong seminggu kemudian. Dan jika sudah menjadi kepompong, Anda harus memisahkannya ke tempat lain yang sudah dilapisi dengan koran.

Pemindahan tersebut harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena kepompong tersebut akan sangat mudah rusak dan mati.

Oleh sebab itu, setelah dipindahkan dengan benar, Anda juga harus memastikan bahwa kepompong tersebut tidak ada yang bertumpuk dan sudah tersebar merata. Setelahnya, jangan lupa untuk menutup kembali tempat tersebut dengan koran yang rapat.

3. Menyiapkan tempat untuk kumbang

Dalam waktu kurang lebih 10 hari sejak pertama kali menjadi kepompong, kepompong-kepompong yang sudah dipisahkan tersebut akan berubah menjadi kumbang.

Anda harus menyiapkan tempat atau kotak yang baru untuk tempat kumbang bertelur. Tempat tersebut sendiri harus sudah dilapisi oleh kapas di bagian bawahnya, agar telur-telur yang nantinya dikeluarkan oleh kumbang tidak akan rusak.

Pemisahan kumbang ke tempat barunya sendiri dilakukan setelah sayap kumbang berwarna hitam. Anda harus secara rutin memisahkan kapas yang sudah ada telurnya dari kumbang dan menggantinya dengan kapas yang baru lagi.

Pakan yang diberikan pada kumbang juga sama, yaitu ampas tahu, dedak atau pur, hanya saja jumlah yang harus diberikan perlu dikurangi menjadi 100 gr setiap tiga hari sekali.

4. Pemisahan Kumbang

Proses selanjutnya adalah pemisahan kumbang yakni dengan cara menyiapkan nampan yang baru. Belikan alas pada nampan tersebut dengan menggunakan kapas.

Fungsi dari kapas yakni digunakan kumbang dalam melakukan perkawinan dan meletakan telurnya. Cara ternak ulat hongkong ini bisa dilakukan dengan cara mengambil kumbang yang telah memiliki sayap dengan warna hitam mengkilap

Setelah 7 hari maka kumbang tersebut dipindahkan kembali kewadah yang baru dengan melapisi kapas pada alasnya. Wadah yang sudah tidak ada kumbangnya akan berisi telur kumbang yang akan menetas sekitar 10 hari menjadi larva yang kecil.

Ketahuilah bahwa larva inilah yang disebut sebagai ulat hongkong. Sekitar umur 30 hari ulat-ulat tersebut dapat dipisahkan dari kapas ke tempat atau wadah yang baru untuk melakukan pembesaran.

5. Penetasan telur

Dalam kurun waktu 10 hari, biasanya telur-telur kumbang tersebut akan menetas menjadi ulat. Namun, Anda tidak bisa langsung mengambilnya karena ukuran ulat yang masih sangat kecil.

Waktu yang paling pas untuk mengambil ulat adalah saat usia ulat hongkong tersebut sudah mencapai 30 hari. Di usia tersebut, Anda sudah bisa memisahkan ulat-ulat yang ada di kapas ke tempat yang berbeda untuk langsung dipasarkan.

Saat menjadi ulat, Anda harus tetap memberi pakan, namun kali ini pakan yang diberikan sudah bisa berupa sayuran seperti sawi, atau capcay.

6. Pemberian Pakan Ulat Hongkong

  • Pakan Ulat Bibit

Pemberian pakan ulat bibit dilakukan dengan interval 4 hari sekali dengan jumlah sekitar 500 gram. Pemberiannya bisa dilakukan dengan mengepal menjadi 3 bagian agar ulat kepompong yang sudah ada sebelumnya tidak tertimpa makanan sehingga terjadi proses pembusukan.

Pakan yang bisa diberikan antaralain ampas tahu dan dedak yang telah kita aduk atau campurkan dengan pur atau tepung tulang.

Sedangkan pada kumbang pastikan jangan terlalu memberikan pakan. Proses pemberiannya bisa dilakukan dengan menyebar secara merata sebanyak 100 gram untuk sekali makan dimana dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari.

  • Pakan Ulat Kecil

Apabila ulat masih berada di dalam kapas alangkah baiknya menggunakan pakan berupa sayuran selada yang telah dilakukan penjemuran hingga setengah kering.

Kemudian bila ulat telah terpisah dengan kapas pemberian pakan dilakukan sebanyak 1 kg yang dikepal dan sebagian yang lainnya di sebar secara merata.

Untuk ulat yang telah memiliki panjang sekitar 6 mm dan diameter sekitar 1,5 mm (biasanya berusia 30 – 60 hari) bisa diberikan 2 kg makanan.

Sedangkan untuk ulat yang telah menginjak dewasa yakni sekitar 60 – 90 hari pemberian pakan dilakukan 1,5 hingga 2 kg per kotaknya.

7. Perawatan Saat Ternak Ulat Hongkong

Salah satu yang harus diperhatikan dalam ternak ulat hongkong ini adalah suhu kandang. Suhu yang paling baik atau ideal yakni sekirat 29-30 derajat celcius dimana kandang tersebut memiliki sirkulasi yang baik.

Jika kedua hal tersebut telah berjalan dengan baik maka dipastikan akan memberikan kesuburan bagi perkembangan ulat hongkong tersebut.

8. Penyakit Ulat Hongkong

Seperti hewan secara umumnya, ulat hongkong juga sangat rentan terhadap serangan penyakit yang mengakibatkan kegagalan dalam ternak atau budidanya.

Agar tahu bagaimana cara untuk mengatasi penyakit, berikut adalah beberapa penyakit ulat hongkong yang sering menyerang :

  • Kulit berubah warna

Penyakit pertama yang sering menyerang adalah perubahan warna yang terjadi pada kulit ulat menjadi warna kuning kehitam hitaman.

Cara untuk mengatasinya adalah jangan memberikan makanan terlalu banyak yang berupa daun-daunan dan jangan juga memberikan dedak terlalu berlebihan.

  • Kematian ulat dan berwarna merah

Penyakt ini sering terjadi karena disebabkan oleh bakteri ataupun cendawan. Cara pencegahan terbaik adalah dengan memberikan pakan yang tidak terlalu lembab.

Apabila ulat sudah terlanjut terserang dan mati segeralah untuk membuang dan memusnakannya agar tidak menyerang ke ulat lainnya yang masih hidup.

  • Kematian ulat dan berwarna hitam

Bila terjadi pada beberapa ulat, langkah untuk mengatasinya yakni dengan melakukan penyebaran pada makanan.

Penyakit ini bisa yterjadi pada ulat dewasa dengan usia 1 hingga 3 bulan.

Demikianlah Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong untuk Pemula. Jangan lupa untuk mempersiapkan tempat terlebih dahulu sebelum memulai perkembangbiakkan tersebut karena pada dasarnya tempat adalah faktor terpenting dalam budidaya ulat hongkong ini.

Baca Juga : Cara Budidaya Ulat Jerman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *