Tahukah Anda mengenai Karakteristik, Habitat dan Perkembangan Burung Decu? Dewasa ini penggemar burung kicau semakin banyak jumlahnya. Membahas seputar perkembangan dunia burung kicau memang tidak akan ada habisnya.

Banyak sekali jenis burung kicau yang jadi incaran penggemar, salah satunya adalah burung decu.
Burung mungil ini banyak dicari oleh para pencinta burung karena kicauannya yang mungil dan bulunya yang indah. Maka tak heran banyak yang menjatuhkan pilihan untuk memelihara burung decu.
Kehadiran burung decu dirumah bisa memberikan suasana yang tentram karena nyanyiannya yang dapat menenangkan hati.
Selain itu burung decu dianggap burung yang pintar karena bisa menirukan kicau burung lain. Keunggulan inilah yang membuat burung decu seringkali diikutkan dalam lomba kicau.
Profil Burung Decu
Bernama latin Saxicola Caprata, burung decu adalah adalah burung berukuran kecil yang biasa ditemukan di daerah Asia Selatan, Asia Barat dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Di Indonesia sendiri burung decu biasa juga disebut burung kacer mini. Hal ini dikarenakan karakteristik burung decu mirip dengan kacer namun berukuran lebih kecil.
Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa burung decu adalah burung yang genar berkicau dan suaranya indah.
Burung decu memiliki ciri khas yang unik, yaitu mereka selalu menegakkan ekornya ketika berkicau. Ini juga adalah cara burung decu dalam menarik perhatian lawan jenis.
Burung decu jantan mempunyai suara yang indah dan nyaring, sementara untuk decu betina suaranya lebih monoton.
Karakteristik Burung Decu
Burung decu memiliki ukuran yang sangat kecil. Rata-rata burung decu dewasa memiliki panjang sekitar 13cm.
Sementara untuk warna bulunya, burung decu jantan dan betina memiliki perbedaan yang cukup kentara. Burung decu jantan bulunya berwarna hitam dengan kombinasi warna putih di bagian perut.
Sementara untuk decu betina, bulunya cenderung berwarna kecokletan dengan warna putih di bagian perut.
Burung decu dikategorikan sebagai burung yang periang, hal ini dikarenakam kebiasaan burung decu yang gemar berkicau.
Habitat Burung Decu
Burung decu memiliki daerah persebaran yang sangat luas mulai dari Asia selatan seperti Afghanistan, Pakistan hingga Srilanka. Kemudian Asia Barat ke tengah yang meliputi Turki dan juga Asia Tenggara.
Untuk wilayah Asia Tenggara, burung decu dapat ditemukan di semua negara. Sementara persebaran burung decu di Indonesia meliputi wilayah Pulau Jawa bagian timur, Flores, Alor, Sumba, Sulawesi, Selayar hingga Papua.
Burung decu berhabitat di dataran rendah hingga perbukitan dengan ketinggian maksimal 2.400 mdpl. Biasanya burung decu berkeliaran di daerah daerah tepi hutan, namun tak jarang juga dia ditemukan di area perkampungan penduduk dan bertengger di kabel listrik wilayah perkotaan.
Di alam liar sumber makanan burung decu biasanya adalah serangga-serangga kecil seperti belalang hingga jangkrik. Selain itu burung decu juga menyukai ulat, kelabang hingga ulat pisang.
Ketika dipelihara burung decu biasa juga diberi makanan lain seperti sayuran hingga buah-buahan. Ini dilakukan untuk menambah nutrisi bagi si burung.
Ketika memasuki masa bertelur burung decu akan membuat sarang yang berbentuk seperti mamgkok. Burung decu membuat sarang dari rumput-rumput kering dan biasa diletakkan di permukaan tanah yang miring.
Perkembangan Burung Decu
Di Indonesia burung decu memiliki perkembangan yang cukup pesat khususnya di dunia kicau mania. Banyak dari para pencinta burung kicau menjatuhkan pilihan kepada burung decu untuk dijadikan peliharaan.
Selain karena faktor suara yang merdu dan bulunya yang cantik, kemudahan dalam memelihara membuat banyak orang tertarik pada burung yang satu ini.
Apalagi saat ini burung decu menjadi salah satu yang sering diikutsertakan dalam lomba kicau burung. Hal ini membuat perkembangan burung decu dalam sisi bisnis juga terus mengalami peningkatan.
Dewasa ini semakin banyak yang aktif dalam melakukan pengembangbiakkan burung decu, sebab dalam segi ekonomi burung ini mampu memberikan penghasilan yang lumayan lewat jalan jual beli burung decu.
Jual beli burung decu ini menjadi bisnis yang cukup menjanjikan karena semakin hari semakin banyak penggemarnya. Lomba kicau burung yang kerap digelar sepanjang tahun pun menjadi alasan kenapa industri ini diprediksi akan terus selalu berkembang.
Harga Burung Decu
Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa burung yang satu ini memiliki semakin banyak penggemar. Hal inipun berpengaruh terhadap harga jual burung yang cukup tinggi.
Burung decu dewasa biasa dihargai dengan banderol Rp. 100.000 hingga Rp. 300.000 per ekornya. Sementara untuk anakan bisa didapatkan dengan harga berkisar antara Rp. 50.000 hingga Rp. 75.000.
Ketika burung decu sudah memiliki predikat pemenang lomba atau biasanya sering disebut dengan burung prestasi, maka harga jualnya pun akan ikut naik.
Untuk burung decu prestasi yang memiliki suara gacor biasa dihargai sekitar Rp. 400.000 hingga Rp. 600.000. Tentu merupakan banderol yang cukup mahal untuk burung dengan ukuran kecil seperti burung decu.
Baca Juga : Cara Membedakan Burung Decu Jantan dan Betina