Tahukah Anda mengenai Cara Membedakan Burung Gereja Jantan dan Betina? Burung gereja mungkin bukanlah burung yang namanya asing di telinga.

Dahulu burung gereja banyak berkeliaran di pemukiman warga dan bertengger di kabel-kabel listrik. Namun seiring semakin padatnya gedung dan bangunan, kini burung gereja semakin jarang dijumpai.
Jika dahulu burung ini hanya terbang liar dan jarang ada yang tertarik untuk merawat, kini semakin banyak orang yang tak segan untuk memelihara burung yang satu ini. Faktor semakin jarang terlihat tadilah yang mendorong banyak orang untuk memelihara burung gereja.
Terlebih lagi burung gereja juga mempunyai suara kicauan yang merdu, sehingga bisa memberikan suasana yang asri di dalam rumah. Kicaunya seakan dapat mengembalikan suasana perkampungan yang begitu sejuk dan mendamaikan.
Dalam pemeliharaannya pun burung gereja relatif tidak terlalu sulit dan cukup simple. Hanya butuh beberapa perlakuan khusus agar si burung gereja bisa terus sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.
Cara Memelihara Burung Gereja
Jika ingin merawat burung gereja perlu beberapa tips yang harus dilakulan untuk dapat membuat burung selalu sehat dan punya suara kicau yang bagus. Berikut beberapa tipsnya:
1. Memelihara Burung Gereja Dari Anakan
Dalam memelihara burung gereja disarankan untuk mulai dari ketika burung masih anakan. Dalam hal ini tidak disarankan memulai memelihara burung gereja dari dewasa karena burung gereja akan membawa sifat liarnya yang agresif.
Sifat liar ini akan membuat burung menjadi susah diatur karena memang itu adalah sifat asli dari burung gereja. Pemeliharaan dari anakan dapat menghilangkan sifat asli dari burung gereja.
2. Memberi Pakan Yang Sesuai
Agar Burung gereja tubuh secara optimal maka perlu diberi makanan yang bernutrisi tinggi. Burung gereja bisa diberi makan berupa biji-bijian dan voer.
Bijian-bijian adalah makanan asli dari burung gereja yang meliputi biji jagung, padi dan beras merah.
Sesekali perly juga makan tambahan untuk menambah nutrisi bagi si burung yang berasal dari serangga dan ulat. Jangkrik kecil, ulat hongkong, ulat daun pisang busa diberikan kepada burung gereja.
3. Memandikan burung secara rutin
Burung gereja juga perlu untuk dimandikan agar kebersihan tubuhnya tetap terjaga. Sedikit berbeda dengan burung-burung peliharaan lain yang dimandikan dengan semprotan air, burung gereja biasa mandi dengan menyediakan cepuk berisi air. Nantinya burung gereja akan dengan sendirinya membersihkan tubuhnya
4. Penjemuran
Selesai mandi burung gereja harus dijemur agar basah di tubuhnya segera kering. Penjemuran burung gereja bisa dilakukan selama satu hingga dua jam.
5. Pelihara Lebih dari Satu Burung
Burung gereja adalah burung yang suka berkelompok. Maka disarankan untuk memelihara lebih dari satu burung agar burung gereja tidak kesepian.
Selain itu dengan memelihara lebih dari satu burung akan membuat burung saling sahut-sahutan kicau sehingga melatih suaranya.
Cara Membedakan Burung Gereja Jantan dan Betina
Selain ilmu dalam pemeliharaannya, penting juga untuk mengetahui cara untuk membedakan jenis kelamin dari burung gereja.
Hal ini berkaitan dengan beberapa alasan seperti misalnnya ingin melakukan pengembangbiakkan burung gereja.
Ada beberapa tanda-tanda yang bisa menjadi patokan untuk membedakan burung gereja jantan dan betina, berikut beberapa diantaranya:
1. Warna Kepala
Cara pertama untuk membedakan jenis kelamin dari burung gereja adalah dilihat dari warna kepalanya. Burung gereja jantan dan betina memiliki warna kepala yang berbeda dan itu terlihat sangat mencolok.
Untuk burung gereja jantan memiliki warna kepala yang coklat kemerah-merahan, sementara gereja betina warna kepalanya coklat namun terkesan lebih kusam.
2. Warna Pipi
Selain warna kepala, cara lain yang bisa dilakukan untuk membedakan jenis kelamin burung gereja adalah dengan melihat dari warna pipinya.
Pada burung gereja pejantan memiliki warna pipi hitam pekat dengan tekstur yang tegas, sedangkan burung gereja betina warna pipinya adalah hitam keabu-abuan.
3. Warna Paruh
Setelah warna kepala dan warna pipi, warna paruh antara burung gereja jantan dan betina pun juga berbeda.
Burung gereja pejantan memiliki warna paruh hitam secara keseluruhan, sementara gereja betina warna paruhnya adalah kecoklatan.
4. Perbedaan Postur
Postur yang beda antara jantan dan betina adalah cara umum dalam membedakan jenis kelamin burung termasuk burung gereja. Burung gereja jantan akan memiliki postur yang lebih besar dan tegap.
Sementara itu burung gereja betina memiliki postur tubuh yang lebih kecil dan mungil. Dalam melihat perbedaan dengan cara ini diperlukan pengamatan yang cukup teliti, karena bisa saja burung gereja jantan punya ukuran kecil karena mungkin sakit atau sedikit punya kelainan.
Harga Burung Gereja
Burung gereja saat ini mulai menjadi buruan para penggemar burung kicau, maka tak heran burung yang masih banyak populasinya ini memiliki harga yang cukup bersaing.
Meski belum bisa menyamai harga burung-burung kicau kecil yang lebih dulu populer, namun bisnis jual beli burung gereja ini tidak bisa dipandang sebelah mata.
Di pasaran saat ini harga burung gereja berkisar antara Rp. 30.000 hingga Rp. 50.000 untuk anakan dan Rp. 50.000 – Rp. 100.000 untuk burung gereja dewasa. Bahkan untuk burung gereja yang sudah gacor bisa dibanderol dengan harga lebih dari itu.