Ciri, Habitat, Taksonomi Dan Jenis Burung Elang Jawa

Diposting pada

Tahukah Anda tentang Ciri, Habitat, Taksonomi Dan Jenis Burung Elang Jawa? Burung Garuda sebagai lambang negara Indonesia, burung yang gagah dengan kepak sayap dan jambul di kepalanya yang begitu mempesona.

Ciri, Habitat, Taksonomi Dan Jenis Burung Elang Jawa
Ciri, Habitat, Taksonomi Dan Jenis Burung Elang Jawa

Tapi apakah Burung Garuda benar adanya? Jawabannya adalah tidak, karena burung ini adalah makhluk mitologi yang berasal dari kisah Mahabarata.

Namun meski begitu, di dunia nyata ternyata ada hewan yang memiliki ciri-ciri yang mirip dengan Burung Garuda, namanya adalah Elang Jawa.

Sesuai sebutannya, burung ini adalah burung yang berhabitat asli di Pulau Jawa. Saat ini status Burung berwarna coklat dengan kepakan sayapnya yang lebar ini berstatus langka.

Perburuan fauna cantik ini secara besar-besaran membuat jumlah Elang Jawa makin hari makin berkurang.

Hal itulah yang membuat Pemerintah Indonesia melakukan upaya pelestarian dengan berbagai langkah agar ancaman kepunahan Burung Elang Jawa tidak semakin parah.

Berbagai upaya dilakukan, mulai dari membuat penangkaran hingga menyusun peraturan dan hukum untuk perburuan Elang Jawa.

Namun apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia ini juga harus pula didukung oleh masyarakat, karena pada kenyataannya perburuan Burung Elang Jawa hingga kini masih terus berlanjut.

Agar kita bisa semakin menghargai dan tersadarkan untuk ikut melestarikan dan menjaga fauna-fauna endemik di Indonesia dari ancaman kepunahan, maka minimal kita harus mengetahui tentang hewan tersebut.

Berikut ini akan dijelaskan tentang Ciri, Habitat, Taksonomi Dan Jenis Burung Elang Jawa.

Ciri Burung Elang Jawa

Seperti yang sudah dijelaskan di awal artikel tadi bahwa Burung Elang Jawa memiliki kemiripan ciri dengan Burung Garuda.

Burung Elang Jawa memiliki jambul di bagian kepalanya, jambul inilah yang membuatnya beda dengan jenis elang yang lain. untuk Elang Jawa dewasa tinggi jambulnya bisa mencapai 12 cm. Jambulnya yang berdiri tegak bak mahkota membuat burung ini nampak gagak ditambah dengan sorot tajam matanya yang siap menerkam siapapun yang menyerang.

Cara lain yang  membuat beda jenis ini dengan yang lainnya adalah warna bulunya. Burung Elang Jawa memiliki warna bulu gelap di bagian punggungnya (perpaduan coklat dan hitam), sementara pada bagian kepala berwarna coklat kemerahan dengan ujung jambulnya berwarna hitam.

Sama seperti banyak burung karnivora lainnya, Burung Elang Jawa memiliki bentuk paruh yang pendek serta bengkok di bagian depan dimana ujungnya lancip. Ini berfungsi untuk mencabik-cabik mangsanya.

Burung Elang Jawa memangsa reptil dan mamalia kecil seperti kadal, tupai, bajing, kalong, musang hingga anak monyet.

Burung Elang Jawa juga memiliki cakar yang tajam serta kuat yang berfungsi untuk menyergap dan membawa terbang mangsanya. Daya cengkram dari kaki-kai Elang Jawa ini sangat luar biasa, karena bisa membawa mangsa yang besar dan berat.

Ketika terbang Burung Elang Jawa akan memperlihatkan sayapnya yang panjang. Dimana hanya dengan satu kepakan sayapnya sudah bisa membuat Burung Elang Jawa berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dalam jarak yang cukup jauh.

Jika dilihat dari bawah cara terbang Elang Jawa adalah dengan membulatkan sayapnya ke atas dan sekilas seperti membentuk huruf “V”. Sesekali Elang ini juga akan mengeluarkan suaranya yang memekik sangat nyaring.

Habitat Burung Elang Jawa

Sebagai burung endemik yang hanya berasal dari Indonesia membuat burung Elang Jawa memiliki habitat asli di pulau jawa. Sesuai namanya burung ini tersebar di daerah-daerah hutan dataran rendah di berbagai Provinsi yang ada di Pulau Jawa.

Elang Jawa bisa ditemukan di berbagai daerah gunung Pulau Jawa, seperti Gunung Salak, Gunung Gede Pangrango, Gunung Papandayan, Gunung Slamet, Gunung Lawu, Gunung Merapi hingga Gunung Muria.

Selain itu Elang Jawa juga hidup di wilayah hutan seperti Alas Purwo hingga Taman Nasional Baluran.

Burung Elang Jawa suka hidup di hutan yang memiliki ketinggian kurang lebih 1.200 mdpl, dimana disitu banyak keanekaragaman satwa kecil yang bisa menjadi mangsa bagi Elang Jawa. Selain itu Elang Jawa juga sering ditemukan di daerah perbukitan yang memiliki topografi curam.

Sebagai hewan yang juga suka bersarang, Burung Elang Jawa akan membuat sarang di ketinggian sekitar 12-16 meter. Biasanya mereka membuat sarangnya di pohon-pohon yang tinggi dengan batang yang kuat.

Dengan memiki sarang yang tinggi akan membuat bayi-bayi Elang Jawa akan aman dari ancaman predator yang ingin menangkapnya.

Dapat disimpulkan bahwa Burung Elang Jawa memiliki habitat asli di hutan hujan tropis yang banyak tersebar di seluruh wilayah pulau jawa.

Namun akibat eksploitasi yang berlebihan dan rusaknya habitat asli membuat beberapa kali ditemukan kasus Elang Jawa terlihat berterbangan di atas daerah pemukiman warga.

Selain itu jumlahnya yang makin berkurang membuat hewan ini sulit ditemukan. Maka sebuah keberuntungan tersendiri jika bisa melihat Burung Elang Jawa berterbangan bebas di habitat aslinya.

Taksonomi Burung Elang Jawa

Dalam catatan sejarah Burung Elang Jawa sudah ditemukan sejak tahun 1820. Kala itu seorang peneliti asal negeri Belanda menemukan burung ini di kawasan Gunung Salak Jawa Barat. Setelah menemukannya burung tersebut kemudian di bawa di Museum Leiden, Belanda.

Namun pada waktu itu, Burung Elang Jawa masih dianggap satu spesies dengan Elang Brontok. Hingga akhirnya pada awal abad ke 20 seorang pakar burung asal Jerman bernama O. Finsch memasukkannya ke dalam spesies baru bernama Spizaetus Kellaarti. Diberi nama demikian karena kemiripannya dengan elang asal Srilanka.

Baru kemudian pada sekitar tahun 1950an D. Amandon memberi nama latin Nisaetus Bartlesi hingga akhirnya digunakan sampai sekarang. Dibawah ini akan dijabarkan klasifikasi dari Burung Elang Jawa secara sederhana:

  • Kerajaan: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Aves
  • Ordo: Accipitriformes
  • Famili: Accipitridae
  • Genus: Nisaetus
  • Spesies: Nisaetus Bartlesi

Jenis Burung Elang Di Pulau Jawa

Selain Elang Jawa, di Pulau Jawa ternyata juga memiliki banyak jenis elang lainnya yang memiliki ciri dan keunikan tersendiri. Berikut beberapa jenis burung elang diantaranya:

1. Elang Brontok

elang yang satu ini sangat mirip dengan Elang Jawa. Jika sedang terbang sulit untuk membedakan apakah ini Elang Jawa ataukah Elang Brontok. Hal ini didasari dari warna bulu keduanya yang sama, yaitu coklat gelap dengan bintik-bintik.

Perbedaan paling mencolok antara Elang Jawa dan Elang Brontok adalah jambul di di kepalanya. Elang Brontok tidak memiliki jambul layaknya elang Jawa.

2. Elang Laut

Berikutnya adalah Elang Laut. Elang ini banyak tersebar di daerah pesisir pantai dan biasa mencari mangsa di lautan.

Penglihatan Elang Laut sangat luar biasa, karena bisa membidik ikan dari ketinggian dan kemudian turun ke bawah dengan cepat untuk menerkamnya.

Memiliki ciri khas dengan warna bulunya yang berwarna putih, Elang Putih memiliki kepak sayap yang lebar dan suara yang nyaring. Elang ini juga menjadi maskot kota  Jepara yang berada di pesisir utara Jawa tengah.

3. Elang Bondhol

Elang yang sejatinya adalah kebanggan dari DKI Jakarta karena dijadikan maskot, namun kini populasinya kian menghawatirkan.

Mempunyai ciri-ciri bulu berwarna coklat dengan bagian kepala hingga dada berwarna putih elang ini merupakan hewan yang berhabitan di hutan ataupun dekat perairan.

Makanannya pun sangat beragam, mulai dari ikan, burung kecil, mamalia hingga reptil.

4. Elang Gunung

Sama seperti Elang Jawa, jenis Elang Gunung ini juga memikiki jambul di kepalanya. Perbedaannnya adalah di warna bulunya dimana Elang Gunung memiliki bulu berwarna coklat gelap.

Lalu untuk bagian kepalanya, Elang Gunung Memiliki Bulu berwarna hitam, dan di bagian dadanya bulunya bercorak kombinasi putih dan hitam.

Perbedaan lainnya ada di warna paruhnya, dimana Elang Gunung memiliki paruh berwarna hitam.

Berhabitan di ketinggian sekitar 300-1200 mdpl, Elang Gunung mempunyai suaran yang tinggi dan mirip seperti Elang Jawa.

Itulah tadi informasi mengenai Ciri, Habitat, Taksonomi Dan Jenis Burung Elang Jawa yang populasinya makin sedikit dan diambang kepunahan.

Semoga dengan informasi ini kita menjadi lebih mengenal dan tersadar untuk menjaga habitat dan populasinya.

Sebagai hewan endemik dari Indonesia, sudah sepatutnya Elang Jawa harus tetap lestari agar cucu-cucu kita masih bisa ikut melihatnya di alam liar.

Baca Juga : Apakah Burung Elang adalah Burung Garuda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *