Ciri, Habitat dan Cara Merawat Burung Kedasih

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Ciri, Habitat dan Cara Merawat Burung Kedasih? Di beberapa daerah di Indonesia ternyata ada satu jenis burung yang diselimuti mitos yang cukup menyeramkan di kalangan masyarakat. Nama burung itu adalah burung kedasih.

Ciri, Habitat dan Cara Merawat Burung Kedasih
Ciri, Habitat dan Cara Merawat Burung Kedasih

Kicau dari burung kedasih ini dianggap sebagai sebuah pertanda akan datangnya hal-hal buruk seperti kematian, bencana atau akan ada yang sakit.

Pada lingkungan masyaraktat Jawa, burung yang juga biasa dipanggil dengan nama emprit gantil ini kerap dijuluki sebagai burung pencabut nyawa.

Jika didengarkan, memang suara dari burung kedasih ini memberikan suasana yang suramdan tidak menyenangkan. Nadanya terkesan sangat monoton dan menakutkan. Hal ini jugalah yang kenapa burung ini kerap dihindari oleh para pecinta burung kicau.

Suaran burung kedasih yang telak terekam oleh burung lain dianggap bisa menggangu dan menurunkan kualitas kicau dari burung tersebut. Sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi harga jual dari burung kicau itu sendiri.

Profil Burung Kedasih

Burung kedasih adalah burung yang memiliki nama latin Cuculus Merulinus. Beberapa daerah di Indonesia menamai burung ini dengan nama wiwik kelabu.

Filosofi nama kedasih sendiri dipercaya berasal dari bahasa jawa yang mempunyai arti kurang lebih adalah belas kasih atau kekeluargaan.

Namun faktanya burung kedasih punya sifat yang berbanding terbalik dengan filosofi yang ada pada namanya. Burung kedasih lebih suka hidup mnyendiri dan tidak suka berkoloni.

Ciri Burung Kedasih

Dibalik suaranya yang dianggap mengerikan, sejatinya burung kedasih memiliki tampilan yang cukup cantik.  Burung kedasih memiliki bulu berwarna hitam dan keabu-abuan. Sekilas bulu dari burung kedasih ini mengingatnya pada bulu yang dimiliki oleh burung elang alap-alap.

Ciri lainnya dari burung kedasih adalah pupil warnanya yang berwarna hitam dengan bola mata berwarna merah kekuningan. Tatapan burung kedasih sangat tajam sehingga santa berguna untuk melihat mangsannya.

Rata-rata burung kedasih memiliki panjang tubuh sekitar 20cm hingga 23cm. Kemudian untuk membedakan burung kedasih pejantan dan betina bisa dilihat dari ukuran tubuhnya.

Burung kedasih jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan kedasih betina. Selain itu bulu ekor dari kedasih pejantan tidak mekar ketika sedang bertengger.

Sementara itu burung kedasih betina memiliki ciri bentuk fisik yang lebih kecil dan ramping. Ketika bertengger kedasih betina akan mengembangkan bulu ekornya, hal inilah yang merupakan cara paling mudah untuk membedakan jenis kelamin dari burung kedasih.

Habitat Burung Kedasih

Burung kedasih dapat dijumpai hampir di berbagai daerah seluruh dunia yang mempunyai iklim sedang hingga tropis.

Biasanya burung kedasih berhabitan di daerah-daerah hutan terbuka, ladang dan tegalan dan sering pula terlihat di pemukiman penduduk di wilayah pedesaan.

Sedikit berbeda dengan burung lain, burung kedasih tidak membuat sarang untuk tempat tinggalnya. Burung ini selalu bertengger dan berpindah-pindah pohon setiap waktu dengan ketinggian pohon rata-rata adalah 10 meter.

Untuk bertahan hidup burung kedasih memakan biji-bijian, serangga kecil, laba-laba hingga buah-buahan kecil. Burung ini biasa aktif di siang hari untuk mencari makanannya.

Kedasih Sebagai Burung yang Kejam

Selain mempunyai mitos sebagai burung pembawa kematian, ternyata burung kedasih mempunyai fakta yang cukup menarik untuk dibahas.

Burung ini adalah burung yang jahat, adapun alasan kenapa burung ini disebut jahat adalah sebagai berikut;

1. Tidak Membuat Sarang

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa burung kedasih tidak membuat sarang. ketika burung kedasih bertelur, mereka akan menaruh telurnya di sarang burung lain dan ditinggalkan begitu saja.

Ketika kedasih menitipkan telurnya disarang burung lain, dia akan membuang telur-telur lain yang ada di sarang tersebut.

2. Kekejaman Anakan Burung Kedasih

Ketika menetas anakan dari burung kedasih langsung memiliki sifat yang kejam. Seperti induknya, anak-anak dari burung kedasih ini akan membuang telur-telur burung lain yang ada disarang.

Selain itu anak burung kedasih ini juga akan mencakar-cakar dan menginjak burung lain yang baru menetas hingga mati.

Cara Merawat Burung Kedasih

Meski banyak tidak disukai dan tidak umum untuk dipelihara, namun ternyata masih ada juga segelintri pecinta burung yang memelihara burung ini sebagai koleksi.

Sama halnya dengan burung lain, dalam merawat kedasih juga diperlukan berbagai perlakuan agar kedasih tetap sehat. Tips untk merawat burung kedasih adalah sebagai berikut:

1. Memberi Makanan Bernutrisi

Agar mampu tumbuh secara sehat dan prima burung kedasih perlu diberikan makanan sesuai dengan habitatnya. Biasanay burung kedasih diberi makans serangga-serangga kecil hingga ulat.

2. Membuat Sarang Dalam Kandang

Seperti yang telah diketahui bahwa burung kedasih bukanlah burung yang mau membuat sarangnya sendiri.

Sehingga ketika merawat burung kedasih, jangan lupa dibuatkan sarang sebagai tempat bagi kedasih untuk menaruh telur-telurnya.

3. Memandikan Burung

Seperti burung pada umumnya, burung kedasih juga akan stres ketika badannya kotor. Dalam hal ini maka perlu memandikan burung kedasih secara rutin dengan menyemprotkan air dengan penyemprot ke seluruh bagian tubuhnya.

Waktu paling ideal untuk memandikan burung kedasih adalah ketika pagi hari.

4. Menjemur

Setelah dimandikan jangan lupa untuk menjemur burung kedasih di luar ruangan. Jangan terlalu siang dalam menjemur burung kedasih.

Waktu paling ideal untuk menjemur burung ini adalah sekitar pukul 6-9 pagi atau ketika sinar matahari sedang hangat-hangatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *