Ciri, Klasifikasi dan Keunikan Burung Maleo

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Ciri, Klasifikasi dan Keunikan Burung Maleo? Indonesia atau tepatnya Pulau Sulawesi memiliki satwa endemik yang saat ini sedang terancam keberadaannya.

Ciri, Klasifikasi dan Keunikan Burung Maleo
Ciri, Klasifikasi dan Keunikan Burung Maleo

Satwa tersebut adalah burung maleo. Saat ini jumlahnya diperkirakan semakin sedikit, penyebabnya adalah habitat yang semakin menipis dan perburuan telur-telurnya yang dilakukan oleh manusia.

Padahal sebagai satwa endemik yang hanya ada di Sulawesi, seharusnya burung maleo ini harus terus dijaga kelestariannya sehingga bisa menjadi ciri dan ikon khas dari pulau Sulawesi itu sendiri.

Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat perlu diupayakan agar maleo tetap bisa lestari hingga generasi mendatang.

Tentang Burung Maleo

Burung Maleo yang mempunyai nama latin Macrocephalon maleo ini adalah jenis burung yang memiliki ukuran tubuh sedang.

Meski mempunyai ukuran tubuh yang cukup besar seperti ayam, namun burung maleo tetap bisa terbang karena memiliki sayap yang besar.

Akan tetapi walaupun termasuk kedalam keluarga burung dan bisa terbang, maleo tidak terlalu suka untuk terbang dan lebih banyak mengabiskan waktunya untuk berjalan.

Burung Maleo biasanya terbang ke atas pohon untuk menghindari predator seperti ular, biawak, babi hutan, dan anjing.

Jenis Burung ini memiliki habitat di tempat-tempat yang hangat seperti daerah-daerah berpasir, pantai dan daerah gunung berapi.

Burung maleo sangat membutuhkan hawa hangat yang dihasilkan dari suhu panas bumi untuk mengerami telurnya.

Untuk bertahan hidup burung maleo biasanya memakan biji-bijian, buah-buahan dan serangga-serangga kecil yang ada di tanah seperti kumbang, semut dan sebagainya.

Saat ini menurut rilis dari UICN, burung maleo berstatus hampir punah. Diperkiran jumlah maleo yang saat ini masih tersisa adalah sekitar 10.000 ekor.

Meski begitu kelestariannya masih bisa terus diupayakan, salah satunya adalah yang dilakukan oleh dinas kehutanan yang bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Lore Lindu dan peran dari masyarakat setempat yang bergotong royong membangun tempat penangkaran.

Ciri-Ciri Burung Maleo

Sebagai satu-satunya burung dalam genus Macrochepalon, burung maleo memiliki ciri-ciri yang mudah untuk dikenali. Selain karena ukurannya yang cukup besar, ciri-ciri lain yang khas antara lain adalah warna bulunya yang hitam di area atas dan merah muda keputihan di bagian bawah.

Ciri khas lainnya  yang menjadikan beda dari burung lain adalah adanya tonjolan di bagian kepalanya. Bentuk kepala ini juga yang membuat burung maleo berbeda secara fisik dengan ayam.

Pada bagian kaki memiliki warna kaki abu-abu, kaki-kaki tersebut memiliki kuku dan berselaput, namun selaput tersebut tidak digunakan untuk berenang seperti halnya bebek, melainkan berfungsi untuk mengorek tanah.

Klasifikasi Burung Maleo

Berikut ini adalah rincian klasifikasi ilmiah dari burung maleo:

  • Kerajaan: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Aves
  • Ordo: GalliFormes
  • Famili: Megapodiidae
  • Genus: Macrochepalon
  • Spesies: Macrochepalon Maleo

Keunikan Burung Maleo

Burung Maleo ini memiliki beberapa keunikan yang membuatnya menjadi sangat beda dengan satwa-satwa yang lain. Adapun keunikan yang dimiliki antara lain adalah:

1. Memiliki Telur Yang Besar

Meski punya besar tubuh seukuran dengan ayam, namun ternyata ukuran telur adalah lima kali lipat dibandingkan dengan telur ayam.

Telur ini memiliki berat rata-rata antara 24—270 gram. Mungkin hal ini jugalah yang membuat telur burung maleo banyak diburu oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

2. Burung Maleo tidak Mengeramin Telurnya

Tidak seperti burung lainnya, burung maleo tidak mengerami telurnya serta akan mengubur telurnya ke dalam pasir dengan kedalaman sekitar 50 cm.

Namun tidak semua tempat berpasir, melainkan dataran berpasir yang dekat dengan sumber-sumber panas bumi dengan suhu yang hangat.

Adapun suhu yang biasa diperlukan dalam proses penetasan telur burung maleo adalah sekitar 32-35° celcius. Proses penguburan hingga telur maleo menetas adalah sekitar 62-85 hari lamanya.

3. Burung Maleo langsung Bisa Terbang Setelah Lahir

Bisa dibilang anak burung ini adalah anak yang mandiri. Beberapa saat setelah menetas, burung maleo akan langsung dapat terbang dan mencari makan sendiri tanpa harus diasuh oleh induknya.

Selain itu anak burung maleo ini juga langsung berjuang setelah menetas karena harus keluar dari tanah dengan kedalaman sekitar 50cm.

Menurut penelitian yang telah dilakukan, waktu yang dibutuhkan anak maleo untuk bisa muncul ke permukaan tanah adalah sekitar 48 jam atau dua hari.

4. Burung Yang Setia

Burung maleo dipercaya sebagai burung yang setia. Jenis Burung ini adalah burung yang anti poligami atau setia pada pasangannya dan tidak akan bertelur lagi ketika pasangannya mati.

5. Tonjolan di Kepala Sebagai Alat Deteksi

Seperti yang telah dijelaskan tadi bahwa burung maleo memiliki tonjolan yang unik di bagian kepalanya.

Ternyata tonjolan ini memiliki fungsi tersendiri, salah satunya adalah sebagai alat pendeteksi panas yang digunakan untuk mencari tempat mengerami telurnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *