Cara Membedakan Burung Murai Batu Jantan dan Betina

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Cara Membedakan Burung Murai Batu Jantan dan Betina? Burung murai batu atau Copsychus malabaricus merupakan bagian dari family Muscicapidae.

Cara Membedakan Burung Murai Batu Jantan dan Betina
Cara Membedakan Burung Murai Batu Jantan dan Betina

Spesies ini memiliki jangkauan yang sangat luas dan jumlahnya tersebar di berbagai negara seperti Sri Lanka, India, China, hingga di kawasan Asia Tenggara.

Umumnya, burung murai batu mendiami hutan hujan tropis, dataran rendah, hutan tanaman, hutan sekunder, hutan rawa, dan hutan bakau.

Burung murai batu dapat hidup hingga ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Meskipun demikian, burung murai batu sering dijadikan hewan peliharaan oleh para birder.

Mereka tergolong hewan yang mudah beradaptasi dengan perawatan yang intensif. Sebelum memutuskan untuk merawat burung murai batu, Anda disarankan untuk memilih jenis kelaminnya terlebih dahulu.

Baca Juga : Cara Mengatasi Burung Murai Batu Stres

Cara Membedakan Burung Murai Batu Jantan dan Betina

Beberapa cara membedakan burung murai jantan dan betina berikut ini akan membantu Anda membuat keputusan yang tepat.

1. Bentuk Fisik

Murai batu jantan bertubuh tegap dan kuat. Mereka memiliki ukuran kepala yang lebih besar jika dibandingkan dengan para betina.

Mata mereka terlihat menonjol, memiliki paruh yang lebar dan panjang, ekor yang tebal, dan kaki yang kokoh.

Sementara itu, burung murai batu betina memiliki mata yang tidak begitu menonjol, paruh dan ekor berukuran kecil dan pendek, serta kaki yang bertulang tipis.

Burung murai batu jantan diselimuti oleh bulu berwarna hitam mengkilap dengan bulu dada berwarna cokelat gelap.

Sementara itu, burung murai batu betina diselimuti bulu berwarna keabu-abuan hingga kehitaman dengan punggung berwarna putih dan dada berwarna cokelat.

Apabila diraba, tulang pubis dan supit burung murai jantan terasa kaku. Berbeda halnya dengan tulang pubis dan supit burung murai betina.

Tulang tersebut terasa renggang dan lunak ketika diraba. Burung murai merupakan jenis burung yang senang berkicau. Para jantan akan lebih aktif berkicau dibanding betina yang cenderung monoton.

2. Warna Tubuh

Burung murai batu jantan dan betina dapat dibedakan berdasarkan warna tubuhnya. Para jantan memiliki kepala berwarna biru kehitaman yang mengkilap. Bagian atas, dada, dan bagian bawah berwarna oranye hingga kemerahan. Mereka memiliki pantat berwarna putih yang mencolok dengan ekor yang panjang berwarna hitam.

Berbeda halnya dengan burung murai batu betina yang mana mereka memiliki bulu tubuh berwarna abu-abu gelap. Ekor mereka berukuran lebih pendek dibandingkan murai batu jantan.

Burung murai batu betina remaja memiliki bintik-bintik berwarna kekuningan pada tubuh bagian atas. Mereka juga memiliki aksen gelap pada dada dan tenggorokan.

Untuk jenis burung murai batu lainnya, para jantan memiliki ekor berjenjang yang panjang. Tubuh mereka juga diselimuti bulu berwarna hitam mengkilap.

Namun, para betina memiliki warna bulu yang terlihat pucat. Sedangkan para remaja memiliki bulu tubuh berwarna cokelat kemerahan. Burung murai batu Kalimantan memiliki mahkota berwarna putih yang begitu cerah.

Mereka memiliki habitat di tepi hutan, hutan dataran rendah, perbukitan yang lebat, dan kebun buah-buahan.

Sayangnya, mereka banyak diburu untuk perdagangan. Mereka sering bernyanyi dengan veriasi yang unik, bersuara keras, memiliki nada seperti seruling, dan bisa meniru suara burung lainnya.

3. Kebiasaan

Kebiasaan adalah cara selanjutnya yang dapat dilakukan untuk membedakan antara burung murai batu jantan dan betina. Para murai batu jantan senang berkicau dengan sangat keras, merdu, dan terdengar begitu jelas.

Mereka juga dapat beryanyi sepanjang tahun. Berbeda halnya dengan para betina yang bernyanyi ketika mengalami gangguan dan selama musim kawin berlangsung. Mereka juga dikenal mampu menirukan suara spesies murai batu lainnya.

4. Perkembangbiakan

Di Asia Selatan, burung murai batu berkembang biak dari bulan Januari hingga September. Namun, pada bulan April hingga Juni, mereka meletakkan empat atau lima telur dalam sarang yang berada di lubang pohon.

Selama musim kawin berlangsung, burung murai batu jantan mengejar betina dan hinggap di atas tubuhnya. Mereka juga memberikan seruan yang melengking, lalu mengibaskan-mengibaskan bulu ekornya.

Ini diikuti oleh pola terbang turun dan naik oleh keduanya. Jika jantan tidak berhasil, betina akan memberikan isyarat dengan mulut terbuka.

Sarang burung murai batu dibangun oleh betina seorang diri. Sementara itu, para jantan bertugas untuk berjaga-jaga di sekitar sarang tersebut.

Sarang mereka terbuat dari akar, batang, daun, dan pakis. Masa inkubasi berlangsung selama 12 hingga 15 hari dengan periode bersarang rata-rata selama 12.4 hari.

Burung murai batu jantan ikut serta memberi makan anak-anaknya, meskipun hanya betina yang bertugas mengerami telur.

Telur burung murai batu berwarna putih hingga aqua terang dengan corak berwarna cokelat berdimensi 0,7 hingga 0,9 inci (18-23 mm).

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membedakan burung murai batu jantan dan betina. Hal tersebut diterapkan untuk menyesuaikan perawatan, makanan, habitat, hingga persiapan berkembang biak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *