Cara Budidaya Ikan Baung Di Kolam Terpal

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Cara Budidaya Ikan Baung Di Kolam Terpal? Mendengar nama ikan baung mungkin bagi beberapa orang sudah tidak asing lagi namun beberapa lainnya mungkin juga belum tahu ikan yang satu ini.

Cara Budidaya Ikan Baung Di Kolam Terpal
Cara Budidaya Ikan Baung Di Kolam Terpal

Ikan baung bisa dibilang adalah ikan yang sangat populer khususnya di pulau Sumatera, hal ini terlihat dari banyaknya olahan makanan di daerah-daerah Sumatera yang menggunakan ikan baung sebagai bahan utamanya.

Termasuk ke dalam marga Hemibagrus, ikan baung memiliki ciri fisik yang hampir mirip dengan ikan lele. Hanya saja ikan baung memiliki ukuran yang relatif lebih besar.

Ikan baung memiliki rasa yang enak dan dagingnya yang tebal, maka tak heran banyak yang menyukai ikan yang satu ini.

Karena memiliki banyak penggemar dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi ikan membuat ikan baung memiliki potensi ekonomi yang besar.

Sehingga budidaya ikan baung bisa menjadi sebuah alternative bisnis yang punya prospek menjanjikan.

Apalagi dalam perawatannya ikan satu ini bisa dikatakan relatif mudah. Media budidayanya pun cukup Beragam mulai dari kolam empang hingga kolam terpal.

Cara Budidaya Ikan Baung Di Kolam Terpal

Untuk artikel berikut ini akan dijelaskan cara budidaya ikan baung dengan menggunakan kolam terpal:

1. Pemilihan Lokasi dan Pembuatan Kolam

Cara pertama tentunya adalah memilih lokasi yang tepat untuk budidaya. Kemudian buat kolam terpal dengan ukuran menyesuaikan ukuran dari lokasi yang digunakan.

Buat kolam terpal dengan bentuk persegi panjang dengan kedalaman 1.5 hingga 2 meter.

dimasukkan bibit ikan baung, kolam sebaiknya keringkan terlebih dahulu, lalu kemudian ditaburi kapur untuk menghilangkan asam pada dasar permukaan kolam.

Untuk dosis pupuk yang digunakan adalah 180-370 kg/hektar, ini berfungsi mematikan hewan atau juga pemangsa yang berbahaya bagi ikan baung.

Setelah semua selesai dilakukan, jangan lupa untuk memberikan tanah di dasar kolam karena itu sesuai dengan habitat yang disukai ikan baung.

2. Siapkan Peralatan Budidaya Ikan Baung

Dalam memulai usaha pembudidayaan ikan baung perlu mempersiapkan berbagai alat-alat yang dibutuhkan, diantaranya adalah paralon serta selang, timba, terpal, jaring, wadah serta jrigen.

Selain itu dibutuhkan juga pompa air, untum pembuatan kolam terpal ikan baung, hingga alat-alat pembersih kolam.

3. Suhu Air

Perhatikan juga suhu air yang ada di dalam kolam, sebaiknya suhu air kisaran antara 26-30° celcius, dengan tingkat keasaman 4-9 ppm, kandungan oksigen terlarut minimal 1 mg / liter dan optimal adalah 5 – 6 ppm, dan kandungan NH3 kurang dari 1,5 ppm.

4. Pemilihan Bibit Ikan Baung

Salah satu yang paling krusial dalam menentukan berhasil atau tidaknya budidaya adalah pemilihan bibit.

Pilih bibit ikan baung yang berkualitas, sehat dan tidak cacat. Berikut adalah cara dalam mendapatkan indukan ikan baung yang berkualitas:

  • Bibit yang dipilih memiliki ukuran yang seragam
  • Bibit ikan baung yang sehat memiliki pergerakan yang aktif
  • Benih ikan baung memiliki berat sekitar 2-3 gram
  • Ketika membawa pulang bibit ikan, jangan lupa untuk memberikan oksigen yang cukup kedalam plastik
  • Sebelum dimasukkan ke dalam kolam pembesaran sebaiknya ikan dikeluarkan dari plastik untuk dimasukkan kedalam wadah bak tersendiri yang telah diisi air kolam agar bibit ikan dapat beradaptasi.

5. Menebar Bibit Ikan Baung

Setelah ikan dirasa cukup proses adaptasinya, maka segera untuk menebar bibit ikan baung ke kolam pembesaran. Waktu terbaik untuk menebar bibit adalah pagi atau sore hari.

Hal itu dimaksudkan agar bibit ikan dapat beradaptasi dan tidak langsung terkena terik sinar matahari. Sebab jika ditebar siang hari, suhu air akan meningkat dan menjadi panas.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah bahwa kolam yang digunakan untuk menebar bibit harus didiamkan menggenang selama kurang lebih satu bulan terlebih dahulu.

6. Kedalaman Air dan Jumlah Bibit

Untuk bibit ikan baung dengan berat 2-3 gram, idealnya kedalaman kolam adalah 50-80 cm.

Sementara untuk jumlah bibitnya adalah 60-100 ekor permeternya. Jangan terlalu banyak karena dapat membuat ikan mengalami kekurangan oksigen.

7. Pemberian Pakan

Dalam budidaya ikan baung idealnya harus diberi makan tiga kali sehari. Berikan pakan pada pagi, sore dan malam hari.

Pakan yang diberikan untuk ikan baung bisa berupa pelet ikan jenis 781 -2 SP, dengan makanan tambahan seperti dedek, jagung,  ikan asing yang digiling menjadi satu.

Makanan-makanan tersebut akan mampu mencukup kebutuhan nutrisi bagi ikan baung.

8. Perawatan

Ketika dalam kondisi panas terik, air yang lebih cepat menguap. Untuk itu perlu melakukan penambahan air sebanyak tiga kali sehari. Ini bertujuan untuk menjaga sirkulasi udara yang ada di dalam kolam.

9. Pengendalian Hama

Dalam budidaya ikan baung ternyata tak lepas juga dari gangguan hama. Budidaya ikan baung memang rawan gangguan hewan-hewan predator seperti ular sawah ataupun biawak.

Maka untuk mengantisipasinya harus rajin-rajin melakukan pemeriksaan pada kolam secara menyeluruh agar budidaya ikan baung bisa berjalan lancer dan dihasilkan panen yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *