9 Cara Fermentasi Kotoran Burung Puyuh

Diposting pada

Tahukah Anda tentang Cara Fermentasi Kotoran Burung Puyuh? Burung Puyuh adalah hewan yang berasal dari kelas aves dan familia Phasianidae yang memiliki ukuran badan yang kecil namun gemuk.

Cara Fermentasi Kotoran Burung Puyuh
Cara Fermentasi Kotoran Burung Puyuh

Walaupun puyuh merupakan jenis burung namun ia sulit terbang seperti burung pada umumnya.

Tak heran jika burung puyuh tidak memiliki sarang di atas pohon layaknya burung-burung lain namun burung puyuh bersarang di permukaan tanah karena burung puyuh sulit terbang tinggi seperti burung pada umumnya.

Ciri-ciri Burung Puyuh

Burung puyuh terdiri dari beberapa jenis yaitu burung puyuh Batu, burung puyuh Jepang, burung puyuh Gonggong Jawa dan burung puyuh Bobwhite.

Di Indonesia kebanyakan burung puyuh yang berkeliaran di alam liar adalah berjenis Gonggong Jawa yang ciri-cirinya ada variasi garis dan totol pada tubuhnya.

Tak sedikit pula orang Indonesia yang melakukan pembudidayaan burung puyuh berjenis Jepang. Burung puyuh memiliki kaki yang pendek dan lebih suka berjalan di permukaan tanah.

Perbedaan lebih jelas terlihat antara burung puyuh jantan dengan burung puyuh betina. Ukuran tubuh burung puyuh jantan lebih kecil dibandingkan dengan burung puyuh betina.

Dada burung puyuh jantan berwarna cokelat polos sedangkan dada burung puyuh betina ada corak totol.

Tidak hanya itu, pangkal paruh burung puyuh jantan berwarna kemerahan sedangkan pangkal paruh burung betina berwarna cokelat.

Terdapat benjolan di atas kloaka pada burung puyuh jantan dan jika ditekan akan mengeluarkan cairan berwarna putih teksturnya mirip pasta dari kloaka.

Manfaat Kotoran Burung Puyuh

Selain dimanfaatkan telur dan dagingnya, kotoran burung puyuh juga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak serta unggas.

Mengapa kotoran burung puyuh dimanfaatkan untuk pakan ternak serta unggas?

Tidak banyak yang mengetahui bahwa kotoran burung puyuh mengandung nutrisi yang bagus untuk campuran pakan ternak serta unggas yaitu mengandung protein yang tinggi, unsur fosfor, kalium dan lain sebagainya.

Ketimbang kotoran burung puyuh terbuang sia-sia oleh karena itu banyak peternak yang memanfaatkan kotoran burung puyuh untuk campuran pakan ternak.

Seiring dengan banyaknya orang yang mengincar kotoran burung puyuh untuk kemudian diolah menjadi pakan ternak atau unggas, kotoran burung puyuh kini menjadi ladang bisnis khususnya untuk orang yang membudidaya burung puyuh. Kotoran burung puyuh bisa dijual dengan harga 20 ribu Rupiah per karungnya.

Namun yang perlu diperhatikan, kotoran burung puyuh yang akan diberikan kepada ternak harus difermentasi terlebih dahulu.

Kotoran burung puyuh mengandung mikroorganisme patogen yang bisa membahayakan kesehatan ternak sehingga mengakibatkan penurunan produksi dari hewan ternak tersebut, maka daripada itu perlu penanganan sebelum dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Cara Fermentasi Kotoran Burung Puyuh

Ada beberapa langkah yang harus ditempuh untuk melakukan fermentasi kotoran burung puyuh dimana langkah-langkah tersebut bergantung pada kebutuhan yaitu untuk pakan ayam atau untuk pakan sapi.

Berikut ini adalah cara fermentasi kotoran burung puyuh untuk pakan ayam:

  1. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melarutkan 2 cc EM stok dan 2 cc molases atau 1 sendok makan gula pasir ke dalam 2000 cc air. Diamkan larutan tersebut selama 24 jam.
  2. Langkah berikutnya adalah mencampurkan 1000 gram feses burung puyuh dan 1000 gram dedak dengan merata.
  3. Selanjutnya, siram larutan EM (langkah pertama) secara perlahan ke dalam adonan yang telah dibuat pada langkah kedua secara merata kemudian aduk-aduk sampai kandungan air adonan mencapai 30 persen (jika adonan dikepal maka bentuk adonan tersebut akan megar).
  4. Adonan tersebut kemudian digundukkan di atas ubin yang kering dengan suhu 15 hingga 20 derajat celcius kemudian tutup adonan tersebut dengan karung goni dan didiamkan selama 3 hingga 4 hari.
  5. Lalu, pertahankan suhu gundukan adonan 40 hingga 50 derajat celcius apabila suhu lebih dari 50 derajat celcius, maka karung penutup harus dibuka dan gundukan adonan dibolak balik kemudian ditutup lagi dengan karung goni. Suhu yang terlampau tinggi akan mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan.
  6. Setelah 4 hari difermentasi maka feses puyuh yang sudah difermentasi tersebut siap digunakan untuk pakan ayam.

Sedangkan untuk pakan sapi, berikut ini adalah cara fermentasi kotoran burung puyuh yang harus dilakukan:

  1. Pertama-tama, feses burung puyuh yang masih segar harus ditakar terlebih dahulu dan disesuaikan kadar airnya 30 hingga 40 persen. Agar airnya turun maka feses burung puyuh tersebut harus diangin-anginkan terlebih dahulu.
  2. Selanjutnya, campurkan feses burung puyuh tersebut dengan jagung perbandingan 4:1 diaduk hingga rata. Setelah itu, masukkan campuran tersebut ke dalam kantong plastik kedap udara yang berukuran 5 kg dan diinokasi dengan bakteri lactobacillus sp.
  3. Setelah diinkubasi pada suhu ruang kurang lebih 15 hari, kemudian feses puyuh siap digunakan sebagai pakan sapi.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan mengenai Cara Fermentasi Kotoran Burung Puyuh. Semoga bisa bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *