Pengertian, Kandungan dan Cara Membuat Tepung Darah

Diposting pada

Tahukah Anda tentang Pengertian, Kandungan dan Cara Membuat Tepung Darah? Limbah darah dari pemotongan ternak pada rumah pemotongan hewan dapat dimanfaatkan untuk pupuk atau kebutuhan peternakan?

Pengertian, Kandungan dan Cara Membuat Tepung Darah
Pengertian, Kandungan dan Cara Membuat Tepung Darah

Benar, darah limbah dari pemotongan ternak dapat dimanfaatkan untuk pupuk bahkan bisa untuk diolah menjadi tepung darah.

Apa itu tepung darah?

Pengertian Tepung Darah

Tepung darah adalah hasil pengolahan dari darah limbah pemotongan ternak yang sudah dikeringkan hingga membentuk tepung.

Nah, Tepung darah bisa bersumber dari darah unggas, kambing, kerbau dan juga sapi. Tepung darah dapat dijadikan sebagai tambahan pakan ternak karena memiliki kadar protein kasar yang sangat tinggi.

Namun yang penting untuk diketahui bahwa darah yang akan dimanfaatkan untuk tepung darah sebagai tambahan pakan ternak harus bersumber dari ternak yang sehat karena apabila menggunakan darah ternak yang tidak dalam kondisi prima atau dalam kondisi sakit maka ternak yang mengonsumsi tepung darah ini kemungkinan besar akan tertular penyakit dari darah hewan yang sedang sakit tersebut.

Kandungan Nutrisi Tepung Darah

Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa tepung darah mengandung protein kasar yang tinggi yaitu sebanyak 80 persen.

Tidak hanya itu, tepung darah mengandung 1,6 persen lemak, 1 persen serat kasar tetapi kandungan asam amino, phospor dan kaliumnya rendah.

Walaupun tepung darah bagus untuk campuran pakan ternak namun harus diperhatikan dalam penggunaannya yaitu batas pemberian tepung darah tersebut karena tepung darah mengandung zat nutrien.

Zat nutrien dapat menghambat proses pencernaan ransum lainnya pada ternak yaitu asam amino pembatas isoleucine yang mana apabila dikonsumsi berlebihan dalam ransum ternak akan menurunkan pertambahan berat badan ternak sehingga ternak menjadi kurus.

Cara Membuat Tepung Darah

Agar tepung darah dapat bermanfaat sebagai tambahan nutrisi pakan ternak maka tepung darah tersebut harus diolah dengan benar.

Pengolahan tepung darah harus diolah dengan benar karena apabila pengolahannya tidak benar maka tepung darah yang dihasilkan akan berjamur sehingga tidak dapat dijadikan campuran pakan ternak.

Lalu, bagaimana cara membuat tepung darah yang baik dan benar? Pembuatan tepung darah dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan cara dimasak dan pembuatan tepung darah melalui fermentasi.

Pembuatan Tepung Darah dengan Cara Dimasak

  1. Pertama-tama, anda harus memasak darah segar yang anda dapatkan di Rumah Pemotongan Hewan atau disingkat RPH dengan suhu masak 80 derajat celcius selama 2 jam. Pastikan darah yang diambil dari RPH adalah darah segar dan dari ternak atau unggas yang sehat, walaupun darah sudah dimasak namun apabila darah tersebut telah terjangkit penyakit maka akan menular ke ternak yang mengonsumsi tepung darah.
  2. Lalu, apabula darah yang sedang dimasak sudah mengental, letakkan darah tersebut pada wadah dengan ketebalan 2 hingga 5 cm. Pastikan wadahnya tahan terhadap panas.
  3. Lalu, darah yang sudah ditaruh di wadah tersebut dikeringkan di bawah sinar matahari kurang lebih 3 hingga 5 hari. Jika ingin cepat anda bisa menggunakan oven dengan suhu panas 80 hingga 90 derajat celcius.
  4. Tahap selanjutnya adalah pengilingan darah yang sudah kering hingga halus dan keringkan kembali dengan oven dengan suhu 60 derajat celcius selama 1 hingga 2 jam.
  5. Selanjutnya, ayak darah yang sudah kering tersebut hingga halus dan sudah berbentuk seperti tepung pada umumnya.
  6. Jika darah tersebut sudah menjadi tepung halus maka tepung darah siap diberikan kepada ternak dengan cara mencampurkannya dengan pakan ternak.

Pembuatan Tepung Darah melalui Fermentasi

Selain melalui proses pemasakan, untuk membuat tepung darah bisa juga melalui fermentasi. Berikut ini adalah cara membuat tepung darah melalui fermentasi :

  1. Tahap pertama adalah menyiapkan darah ternak atau unggas yang masih segar dan telah dipilih di tempat pemotongan hewan lalu tambahkan molases atau air tebu sebanyak 20 persen.
  2. Tahap selanjutnya adalah melakukan penyimpanan kedap udara atau membungkus darah yang telah dicampurkan dengan air tebu tersebut dengan rapat dan diamkan selama 1 hingga 2 minggu.
  3. Setelah didiamkan selama 1 hingga 2 minggu, tahap berikutnya adalah melalukan pengeringan dengan dijemur di bawah sinar matahari selama 3 hingga 5 hari atau bisa juga menggunakan oven.
  4. Darah yang sudah kering tersebut harus digiling atau diblender hingga halus dan dikeringkan kembali di bawah sinar matahari atau menggunakan oven dengan suhu 60 derajat celcius.
  5. Jika sudah, darah tersebut harus diayak hingga halus menyerupai tekstur tepung pada umumnya.
  6. Jika tekstur tepung darah sudah halus maka tepung darah tersebut dapat langsung diberikan kepada ternak sebagai campuran pakan ternak.

Penyimpanan Tepung Darah

Anda juga harus memperhartikan penyimpanan tepung darah untuk stock tambahan pakan ternak karena apabila tidak disimpan dengam benar maka tepung darah akan cepat berjamur atau cepat rusak.

Simpanlah tepung darah pada wadah yang tidak lembab dan pada suhu ruangan jangan disimpan di kulkas maupun tempat lembab karena memicu pertumbuhan jamur.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan mengenai Pengertian, Kandungan dan Cara Membuat Tepung Darah. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *