Penyebab dan Cara Mengatasi Bebek Berhenti Bertelur

Diposting pada

Tahukah Anda tentang Penyebab dan Cara Mengatasi Bebek Berhenti Bertelur? Bebek merupakan salah satu hewan unggas yang dapat dijadikan sebagai bahan pangan.

Penyebab dan Cara Mengatasi Bebek Berhenti Bertelur
Penyebab dan Cara Mengatasi Bebek Berhenti Bertelur

Sama halnya dengan ayam, bebek juga dapat diambil daging dan telurnya. Telur bebek merupakan salah satu sumber makanan yang kaya akan protein.

Selain protein, telur bebek juga mengandung lemak terutama lemak jenuh dan asam lemak omega 3, kolesterol, zat besi, vitamin B6, natrium, kalium, magnesium, vitamin B12, dan kalsium. Banyak orang yang senang memakan telur bebek. Selain kaya akan nutrisi, rasanya yang enak juga membuat telur bebek digandrungi orang.

Banyaknya orang yang menyukai telur bebek menyebabkan usaha budidaya bebek petelur juga semakin banyak digeluti orang.

Usaha budidaya bebek petelur ini adalah salah satu usaha budidaya ternak yang dapat dikatakan cukup menjanjikan.

Keuntungan yang didapat dari usaha bebek petelur ini didapat dari telur bebek yang dihasilkan setiap harinya.

Oleh karena itu, peternak bebek petelur pasti menginginkan agar bebek ternaknya dapat menghasilkan telur setiap harinya.

Namun, terkadang peternah sering menemukan bebeknya yang tidak setiap hari bertelur, atau bahkan jarang bertelur.

Banyak orang, terutama peternak pemula merasa kebingungan terhadap bebeknya yang tiba-tiba berhenti bertelur, padahal sebelumnya bebek dapat dengan lancar bertelur.

Penyebab Bebek Berhenti Bertelur

Bebek yang tiba-tiba berhenti bertelur pasti disebabkan oleh berbagai hal. Secara umum, berikut ini beberapa penyebab mengapa bebek berhenti bertelur.

1. Bebek diberikan pakan seadanya.

Kualitas pakan merupakan faktor yang paling mempengaruhi bebek dalam menghasilkan telur. Banyak peternak pemula yang memberikan pakan seadanya kepada bebek ternaknya dengan tujuan menekan biaya produksi.

Hal ini dapat mengakibatkan bebek justru tidak produktif dalam menghasilkan telur, karena bebek kekurangan nutrisi yang diperlukan untuk membentuk telur.

Apabila bebek kekurangan nutrisi, bebek bisa saja benar-benar berhenti bertelur. Atau, bebek bisa memakan telurnya sendiri karena bebek tidak sengaja memecahkan telurnya lalu mencicipi telurnya karena ingin tahu, lalu ia memakannya secara terus menerus.

2. Bebek merasa stres.

Sama halnya dengan ayam, bebek juga merasa mudah stres terhadap keadaan lingkungannya.

Hal ini juga menyebabkan bebek tidak rutin bertelur. Biasanya, bebek merasa stres ketika bebek hanya diam saja di dalam kandangnya tanpa pernah pergi keluar kandang. Pemberian pakan yang tidak teratur juga bisa membuat bebek stres.

Selain itu, bebek stres apabila bebek tiba-tiba berganti kandang dengan kondisinya yang jauh berbeda dengan kandang awalnya.

Bebek juga merasa tertekan apabila bebek merasa bahwa kandangnya tidak aman dari serangan predator dan suara yang bising.

Jumlah lawan jenisnya yang terlalu banyak dapat membuat bebek stress juga karena bebek jantan dapat membuat badannya mudah terluka.

Bebek jantan dapat menjadi sangat agresif, oleh karena itu jumlah bebek jantan yang terlalu banyak dapat membuat bebek betina berhenti bertelur.

3. Bebek sedang sakit.

Kesehatan tubuh bebek juga dapat mempengaruhi produktivitasnya dalam bertelur. Bebek sangat rentan terkena penyakit obesitas, dan penyakit ini dapat membuat bebek jarang bertelur.

Kadar lemak dalam tubuh bebek yang berlebih dapat menyumbat saluran reproduksi bebek, sehingga bebek susah bertelur.

Selain itu, pemberian pakan yang basi dan tidak bersih juga dapat membuat bebek terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri, seperti penyakit kolera.

4. Usia bebek yang sudah terlalu tua.

Bebek memiliki usia produktif, dimana pada usia tersebut bebek dapat meningkatkan produktivitasnya sampai maksimal untuk menghasilkan telur.

Pada saat bebek sudah lewat dari usia produktifnya, kemampuan bebek untuk menghasilkan telur akan menurun.

Produktivitas bebek betina paling tinggi berada pada usia 1 tahun, dan setelah mencapai 1,5 tahun produktivitasnya perlahan-lahan menurun.

Bebek betina yang sudah berusia 4 atau 5 tahun biasanya sudah tidak dapat menghasilkan telur sama sekali.

Cara Mengatasi Bebek Berhenti Bertelur

Penyebab bebek berhenti bertelur ini harus dapat segera dicari jalan keluarnya oleh peternak.

Dengan adanya empat penyebab bebek berhenti bertelur ini maka peternak dapat melakukan hal-hal berikut ini untuk mengatasi bebeknya yang berhenti bertelur.

1. Berilah pakan yang sesuai

Bebek harus diberikan pakan dengan nutrisi dan jumlah yang cukup. Bebek harus diberikan mineral, vitamin, air, karbohidrat, dan yang paling penting yaitu protein.

Telur bebek merupakan sumber protein bagi tubuh, oleh karena itu bebek pun juga harus diberi pakan berupa protein yang cukup banyak. Protein banyak terdapat pada keong sawah, cacing, atau konsentrat protein.

Bebek juga tidak boleh diberikan terlalu banyak pakan, karena bebek dapat dengan mudah mengalami kegemukan.

Bebek yang gemuk juga dapat mempengaruhi produktivitasnya dalam menghasilkan telur. Berikan jumlah pakan yang benar-benar cukup untuk semua bebek agar bebek tidak saling berebut pakan dengan sesamanya.

Kondisi pakan yang diberikan kepada bebek juga harus diperhatikan baik dari segi kebersihannya maupun dari segi waktu kadaluarsanya.

Dengan memberikan pakan yang bersih dan tidak berkualitas, maka bebek bisa terbebas dari segala penyakit yang disebabkan oleh makanan.

2. Tempatkan bebek pada sebuah lingkungan yang aman

Karena sifat bebek yang mudah stres, maka bebek harus dikandangkan pada sebuah tempat yang bebas kebisingan dan keramaian anak-anak.

Kandang bebek harus jauh dari lokasi pabrik dan tempat pemukiman masyarakat. Bebek merupakan unggas yang hidup di air, oleh karena itu kandang bebek harus agak lembab atau setidaknya disediakan air sepanjang hari untuk dikonsumsi.

Selain itu, kandang bebek juga tidak boleh tiba-tiba diubah keadaan tempat tidurnya dan tempat bertelurnya secara drastis.

Kandang juga harus terbebas dari predator dan harus dibersihkan secara berkala agar bebek dapat merasa aman tinggal di kandangnya.

Walaupun kandang menjadi tempat yang utama bagi bebek, bukan berarti bebek harus di dalam kandang terus-menerus. Bebek juga harus diberikan waktu jalan-jalan supaya bebek tidak stres.

3. Mengganti bebek yang sudah tidak produktif lagi

Bebek yang sudah berhenti bertelur harus segera diganti dengan bebek yang masih muda.

Bebek yang sudah tidak bertelur tersebut dapat dijual oleh peternak, dan peternak dapat menggantinya dengan bebek dengan usia yang siap memproduksi telur atau day old duck (DOD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *