7 Cara Meningkatkan Produksi Ayam Petelur

Diposting pada

Bagaimana Cara Meningkatkan Produksi Ayam Petelur? Setiap orang yang berbisnis menginginkan keuntungan sebesar-besarnya, begitu juga dengan usaha seperti peternakan ayam petelur.

7 Cara Meningkatkan Produksi Ayam Petelur
7 Cara Meningkatkan Produksi Ayam Petelur

Besar kecilnya keuntungan yang didapatkan dari usaha peternakan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu harga jual dari telur dan faktor produksi ayam.

Harga telur ayam banyak dipengaruhi oleh faktor luar atau pasar sedangkan faktir produksi banyak dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan.

Berkenaan dengan hal tersebut, diluar faktor lainnya, peternak ayam harus lebih fokus dalam upaya meningkatkan manajemen pemeliharaan usahanya agar produksi telur lebih meningkat dan mencapai standar produksi yang lebih optimal.

Baca Juga : Keuntungan dan Kerugian Budidaya Ayam Petelur

Cara Meningkatkan Produksi Ayam Petelur

Beberapa Cara Meningkatkan Produksi Ayam Petelur telah kami jelaskan pada artikel dibawah ini :

1. Mengatur Tingkat Intensitas Pencahayaan Ayam

Dengan adanya pencahayaan yang baik yang berasal dari cahaya alami atau sinar matahari maupun cahaya buatan seperti lampu, maka akan menstimulasi bagian hipotalamus ayam yang kemudian diteruskan pada kelenjar – kelenjar tubuh, seperti hipofisa tiroid dan juga paratiroid agar bisa menghasilkan hormon.

Kemudian kelenjar hipofisa tersebut akan mulai mensekresikan folikel stimulating hormon (FSH) dan juga luteinizing hormon (LH).

Hormon FSH ini sendiri berfungsi untuk mematangkan folikel atau sel telur pada indung telur/ovarium, sedangkan hormone LH memiliki fungsi sebagai dalam proses ovulasi yaitu proses pelepasan sel telur dari ovarium menuju ke oviduk atau saluran telur.

Hormon FSH dan LH lah yang nantinya memiliki peran penting dalam pembentukan sebutir telur.

Untuk masalah waktu dan intensitas pencahayaan telah kami jelaskan dibawah ini :

a). Masa starter (0 – 6 minggu)

Pada masa ini pencahayaan dilakukan dengan waktu paling lama dengan intensitasnya sekitar 20-40 lux, khususnya pada saat proses brooding selama 21-24 jam.

Proses starter ini memiliki tujuan agar anak ayam mudah dalam mengenali tempat air minum dan juga ransum, sehingga memacu anak ayam untuk makan dengan lahap sehingga berdampak pada pertumbuhan.

b). Masa Grower (7-18 minggu)

Pada masa ini sistem pencahayaan dilakukan secara cepat atau singkat yaitu dikurangi hingga 12 jam dalam sehari atau cahaya berasal dari sinar matahari.

Namun yang perlu diperhatikan adalah pengurangan ini dilakukan secara perlahan.

Intensitas cahaya yang diberikan adalah 4-10 lux. Tujuan pemberian cahaya yang minim adalah mencegah terjadinya dewasa dini (bertelur sebelum waktunya) dan memiliki berat badan melebih dari usianya sehingga terjadi prolapsus.

c). Masa layer (18-90 minggu)

Pada masa ini pencahayaan yang diberikan paling maksimal adalah 16 jam dengan intensitas antara 5-15 lux.

Syarat dan ketentuan dalam penambahan cahaya pada tahap layer ini adalah sebagai berikut :

  • Saat dilakukan penambahan cahaya pastikan terlebih dahulu bahwa berat badan ayam telah mencapai standart.
  • Penambahan waktu pencahayaan dilakukan secara perlahan dna bertahap yaitu setiap minggunya ditambah sebanyak 1/2 jam. Penambahan tersebut dihitung saat ayam bertelur untuk yang pertama kali.
  • Pastikan Anda tidak mengurangi sedikitpun pencahayaan saat ayam bertelur.

2. Jarak dan Distribusi Lampu

Dalam proses pemasangan lampu pastikan ditempatkan pada posisi tengah ataupun sisi kiri dan kanan dengan memiliki jarak lampu yang sama antara satu dengan yang lainnya.

Sedangkan jarak dari lantai kandang dengan lampu kurang lebih 2 meter. Pastikan lampu yang terpasang disebar secara merata di dalam kandang.

Apabila distribusi lampu tidak merata di kandang maka akan bisa menyebabkan simulasi cahaya pada ayam akan berbeda antara satu dengan yang lainnya sehingga akan berdampak pada tingkat produksi telur yang tidak beragam mestipun satu kandang.

3. Warna Lampu

Untuk bisa merangsang pertumbuhan berat badan yang ideal dan keseragaman dalam kandang cahaya lampu yang digunakan adalah berwarna biru-hijau.

Sedangkan untuk warna lampu merah-orange digunakan untuk menstimulasi kematangan seksual dan juga pada proses ayam berproduksi.

Perlu diingat bahwa bahwa lampu merah-orange mampu menembus hingga kedalam tengkorak menuju pada bagian hipotalamus 50 kali dibandingkan dengan warna lainnya seperti pada warna biru dan hijau.

Pengertian hipotalamus adalah salah satu bagian otak yang mampu mengatur produksi hormon LH dan FSH yang digunakan untuk produksi telur.

4. Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ayam

Untuk meningkatkan produksi telur ayam, maka harus disertai dengan kegiatan pencegahan dan pemeliharaan kesehatan agar ayam terhindar dari serangan bakteri, virus ataupun mikroorganisme lain yang dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan ayam.

Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk mengurangi sumber penyakit yang ada di sekitar lingkungan kandang ayam dan untuk meningkatkan sistem imunitas ayam.

Terjadinya penurunan produksi telur termasuk salah satu gejala awal dari adanya serangan penyakit.

Gejala lainnya yang dapat dilihat seperti ayam tampak lesu, bulu ayam kusam, mata seperti berair, tampak keluar ingus dari hidung, batuk – batuk, bulu ayam yang rontok, bahkan pincang dan hingga kematian.

Jika peternak ayam melihat gejala tersebut, sebaiknya segera lakukan isolasi dan lakukan pengamatan untuk keseluruhan populasi secara teliti.

Kemudian segera tangani dengan langkah yang tepat atau hubungi dokter hewan terdekat agar ayam lebih mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat.

5. Replacement Peremajaan

Ayam yang berumur yang semakin tua memberikan pengaruh terhadap daya pada produksinya dalam bertelur. Hal ini bervariasi untuk tiap – tiap ayam.

Normalnya ayam dapat berproduksi secara maksimal dan efesien dalam dua siklus selama masa bertelur. Setelah dua tahun berikutnya maka produktivitas ayam akan mulai menurun.

Produksi telur ayam yang paling baik adalah selama tahun pertama, hanya saja ayam telur yang tingkat berproduksinya tinggi bisa berproduksi baik selama 2 – 3 tahun.

Ayam petelur yang berproduksi tinggi akan bertelur sekitar 50 – 60 minggu selama masa siklus bertelur.

Proses replacemen atau peremajaan ayam harus disiasati jika jumlah daya produksi ayam petelur menurun dan sudah tidak ekonomis lagi.

Kemudian setelah itu ayam bisa diganti dengan ayam yang kualitas produksi telurnya lebih baik lagi.

6. Hindari Terjadinya Stress Pada Ayam

Stress juga bisa terjadi pada ayam. Stress menjadi penyebab ayam menjadi sakit sehingga dengan stress nya ayam maka dapat menyebabkan menurunnya daya produksi ayam untuk bertelur.

Oleh karena itu agar produksi telur dari ayam petelur tidak terjadi penurunan, maka berikan multivitamin lebih kurang selama 5 hari berturut – turut dalam upaya untuk meningkatkan kembali kemampuan ayam untuk kembali bertelur.

Berikut ini adalah cara terbaik yang bisa dilakukan untuk menghidarkan ayam dari stress, diantaranya :

7. Menambahkan nutrisi tambahan atau probiotik pada ayam.

Penambahan probiotik disini merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan kembali produktivitas atau meningkatkan daya efesiensi penggunaan pakan sehingga akan memberikan keuntungan.

Probiotik adalah mikroorganisme yang hidup dalam suplemen makanan yang bermanfaat untuk meningkatkan keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan hewan ternak.

Itulah bahasan lengkap mengenai 7 Cara Meningkatkan Produksi Ayam Petelur. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Cara Menguji Kualitas Telur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *