Cara Menjodohkan Burung Kacer Dengan Baik dan Benar

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Cara Menjodohkan Burung Kacer Dengan Baik dan Benar? Burung Kacer adalah nama salah satu jenis burung yang menjadi idola dari para pecinta burung. Burung ini mempunyai kicauan yang lantang dan terdengar nyentrik sehingga membuat banyak orang jatuh cinta.

Cara Menjodohkan Burung Kacer Dengan Baik dan Benar
Cara Menjodohkan Burung Kacer Dengan Baik dan Benar

Bentuk tubuhnya yang imut dan kecil dengan paruh yang panjang menambah nilai artistik tersendiri. Bentuk tubuhnya juga terlihat sangat proposional sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Harga Burung Kacer di pasaran yang terbilang cukup stabil membuat banyak orang ingin mencoba membudidayakannya dirumah.

 Untuk beternak atau membudidayakan burung Kacer tergolong gampang-gampang susah. Yang paling penting adalah sudah mengetahui sebelumnya mengenai cara-cara membudidayakan dengan baik dan benar.

Hal pertama yang harus diketahui apabila ingin beternak burung Kacer adalah tentang bagaimana cara menjodohkan burung kacer anakan yang benar dan tepat. Proses perjodohan yang berhasil akan membuat burung Kacer cepat berkembang biak.

Baca Juga : Cara Menyiapkan Burung Kacer Untuk Perlombaan

Cara Menjodohkan Burung Kacer

Berikut ini akan disajikan Cara Menjodohkan Burung Kacer dengan benar :

Siapkan Indukan Kacer

Yang harus diperhatikan yang pertama untuk menjodohkan burung kacer adalah menyiapkan indukan terlebih dahulu. Untuk bisa memulainya pisahkan terlebih dahulu antara jantan dan betina jangan ditempatkan dalam satu kandang.

Setelah itu pemilik baru bisa menjodohkan kacer hal ini dimulai saat burung mulai menerima perjodohan tersebut.

Ada beberapa ciri yang harus dipenuhi sebelum memilih indukan untuk dijodohkan. Berikut ini adalah beberapa ciri calon indukan yang siap untuk di tangkarkan :

1). Ciri burung kacer jantan yang siap di tangkarkan, yaitu :

  • Pastikan indukan jantan yang dipilih adalah yang gacor
  • Pilih kacer jantan yang memiliki buruh yang indah, mulus dan sama sekali tanpa adanya kecacatan
  • Kemudian pilihlah burung kacer yang kakinya sedang atau mulai muncul sisik. Hal ini menandakan bahwa burung tersebut sudah cukup umur.

2). Ciri burung kacer betina yang siap di tangkarkan, yaitu :

  • Pastikan kacer betina yang akan dijodohkan sudah memiliki cukup umur hal ini ditandai dengan kaki burung yang telah atau mulai timbul sisik.
  • Pilih kacer betina yang mengeluarkan suara yang indah dan selalu bersuara seolah memanggil indukan jantan.
  • Kemudian pilihlah indukan betina yang sama sekali tanpa ada cacat dan memiliki bulu yang halus/lembut.

Secara umum burung kacer betina apabila mulai terangsang atau birahinya sedang naik maka akan selalu gelisah jika mendengarkan adanya kicauan dari indukan jantan dari jauh.

Bukan hanya itu sang betina pun akan membalas kicauan jantan tersebut yaitu dengan suara yang memanggil sehingga biasanya kedengarannya kedua burung tersebut saling bersahutan.

Pemisahan Induk

Langkah pertama kali yang harus di lakukan dalam perjodohan burung kacer anakan adalah dengan cara memisahkan induk janta dari induk betina untuk beberapa hari.

Setelah kurang lebih 3-4 hari kedua calon indukan tersebut dipisah, kedua calon indukan bisa di pertemukan kembali untuk proses pendekatan dan saling mengenal.

Penyiapan sangkar

Sarang burung kacer bisa menggunakan bahan apa saja. Sangkar tidak harus bagus atau permanen, cukup seadanya saja. Ukurannya juga tidak harus besar.

Sangkar yang terbuat dari kawat kassa juga bisa digunakan. Yang penting didalam sangkar tersebut terdapat wadah/tempat untuk bertelur. Bentuknya bisa persegi atau lonjong sesuai keinginan peternak.

Peletakan Burung dalam Sangkar

Jika sangkar sudah siap, langkah selanjutnya adalah memasukkan induk burung betina yang sudah berumur terlebih dahulu ke dalam sangkar.

Berumur maksudnya adalah indukan yang sudah siap kawin. Sementara induk jantan kacer ditaruh terlebih dahulu di tempat yang agak jauh dari sangkar.

Yang penting kedua induk tersebut tidak dapat salung melihat satu sama lain tapi tetap bisa mendengar suara ocehan masing-masing.

Tujuan peletakan ini adalah agar burung kacer betina saat mendengar ocehan jantan terpancing birahinya hingga merasa gelisah dan membalas ocehan induk  jantan.

Saat kedua indukan burung tersebut mengoceh saling bersahutan itu artinya mereka sudah siap untuk di pertemukan.

Perjodohan Sebenarnya

Setelah kedua burung mengoceh saling bersahutan,  indukan jantan dan sangkarnya dapat dipindahkan lebih dekat dengan sangkar betina.

Tunggu hingga beberapa hari sampai melihat respon dari sang induk yang sibuk menyiapkan sarangnya dengan memunguti bahan sarang untuk di tempati bertelur. Jika sudah demikian tinggal masukkan induk jantan kedalam sangkar induk betina.

Waktu yang tepat memasukkan induk jantan ke dalam sangkar betina adalah pada waktu sore hari menjelang adzan magrib saat kedua indukan saling beristirahat.

Pengamatan

Pasca proses perjodohan diatas yang  perlu dilakukan adalah pengamatan secara cermat. Jika kedua indukan tersebut sudah cocok akan timbul tanda-tanda birahi yang muncul sehingga dipastikan proses perjodohan berhasil dan kedua indukan akan segera melakukan perkawinan.

Akan tetapi jika dalam pengamatan ditemukan ada salah satu burung yang bersikap lebih agresif dari burung lainnya atau menyerang pasanganya.

Itu berarti ada yang salah dalam perjodohannya. Untuk menanggulanginya yang harus dilakukan adalah dengan memberikan pakan tambahan yang  berupa poding dan sebagainya. Umur indukan juga bisa mempengaruhi gagalnya perjodohan.

Jika faktornya karena salah satu indukan umurnya masih tergolong muda, itu dapat diatasi dengan mengganti dengan indukan yang sudah cukup umurnya.

Nah bagaimana? demikianlah yang bisa saya sampaikan mengenai Cara Menjodohkan Burung Kacer Dengan Baik dan Benar. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *