Cara Ternak Burung Cendet Untuk Pemula

Diposting pada

Cara Ternak Burung Cendet merupakan pembahasan yang tidak populer padahal pangsa pasar burung jenis ini cukup luas dengan penggemar burung cendet yang bisa mencapai puluhan ribu orang.

Cara Ternak Burung Cendet Untuk Pemula
Cara Ternak Burung Cendet Untuk Pemula

Data ini semakin membuat banyak pecinta burung peliharaan mencoba berternak burung cendet. Namun ada fakta bahwa populasi burung jenis semakin berkurang di alam liar.

Cara Ternak Burung Cendet

Apabila tidak dilakukan proses penangkaran, tidaklah aneh apabila 5-10 tahun yang akan datang,  burung ini akan punah di alam dan sekedar kenangan saja.

1. Persiapan Indukan Burung Cendet

Hal pertama yang perlu dipersiapkan saat pembiakan burung Cendet ialah menyediakan atau menyiapkan burung indukan yang telah siap berkembang biak, biasanya yang telah berusia minimal 1 tahun, baik Cendet berkelamin jantan maupun Cendet berkelamin betina.

Cendet jantan memiliki ciri bentuk kepala yang datar  atau terlihat cepak, memiliki alis dan kepala yang hitam legam bahkan sampai ada yang hingga ke leher.

Sedangkan cendet betina berwarna lebih kusam dibandingkan cendet jantan dengan bentuk kepala yang lebih lebar atau terlihat seperti nonong.

Burung cendet berkelamin jantan apabila sudah mencapai masa birahi yang tinggi akan lebih rajin berkicau daripada biasanya dengan bunyi yang merdu dan variasi nada yang bermacam-macam.

Selain itu juga burung cendet jantan juga tampak lebih kasar  dan dominan dari biasanya. Sedangkan cendet betina akan mempunyai nada memanggil nya sendiri untuk  memberi gambaran bahwa burung cendet betina siap untuk dikawinkan oleh cendet jantan yang ditandai dengan usahanya menciptakan sarang disekitarnya.

Adapun jenis burung cendet yang akan diternakan seharusnya adalah burung yang telah dijinakan dan paling tidak sudah tidak takut lagi saat melihat manusia sehingga membuat lebih gampang dalam proses perawatannya maupun proses penjodohan.

2. Persiapan Sangkar/Kandang Ternak

Karena burung cendet termasuk burung petarung dan predator yangcukup ganas, maka kandang ternak nya harus dibentuk selebar mungkin sehingga saat masa penjodohan burung tersebut mempunyai keleluasaan dalam ruang dan terbang maupun untuk bermain.

Dalam kandang pun sehrusnya juga disediakan tanaman berjenis perdu untuk bersembunyi dan tempat burung bertengger saat bermain.

Burung cendet yang sudah siap pembiakan akan mengumpulkan rumput-rumput dan ranting kecil untuk menciptakan sarang nya, sehingga sebaiknya menyiapkan rumput kering di dasar kandang sehingga mengambilnya sendiri.

Tempat untuk menaruh sarang sebaiknya dipersiapkan dari batok kelapa yang diletakkan ditempat yang tidak kena hujan dan tidak akan diserang hama seperti tikus dan semut.

Selain menyiapkan jenis pohon perdu dan tempat sarang terbuat dari batok kelapa, sebaiknya menyiapkan satu pohon yang lebih tinggi lagi dan yang bercabang sehingga dapat dijadikan tempat burung cendet menaruh sarangnya.

Untuk pakan, sediakan wadah yang cukup besar lalu taruh ditempat yang baik dan tidak diganggu semut.

Wadah ini adalah tempat menaruh jangkrik dalam jumlah banyak karena burung cendet yang akan diternak harus disediakan pakan jangkrik dalam jumlah yang banyak selain juga memperhatikan pakan voer.

Untuk sarang penangkaran, sebaiknya dibentuk ditempat yang cukup terbuka dengan ada sisi yang menghadap matahari.

Sementara sisi lain ada tempat yang teduh dan beratap. Harus dipastikan pintu masuk terdiri dua pengaman pintu agar burung tidak mudah lepas. Adapun model pintu yang dapat dijadikan contoh bisa googling gambar nya ke Taman Flora Surabaya.

3. Proses Penjodohan Burung Cendet

Burung cendet kelamin betina yang telah siap kawin sebaiknya terlebih dahulu dimasukkan ke dalam kandang besar untuk dijadikan sangkar breeding, sehingga burung cendet betina merasa nyaman di sangkar tersebut.

Sementara untuk cendet jantan dibiarkan terlebih dahulu di luar sangkar breeding, biarkan saja di kandang harian nya.

Lalu amati tingkah burung cendet jantan saat melihat burung cendet betina, apabila burung cendet jantan lebih sering berkicau dan bernyanyi dan berusaha untuk mengejar cendet betina, baru kemudian kedua burung tersebut di jadikan satu dalam sangkar breeding.

Pada tahap awal penjodohan ini, kedua burung akan terlihat saling bertengkar, apabila si jantan yang menang dan terlihat mendominasi maka proses penjodohan akan berhasil karena sifat alamiah si betina akan lebih mudah menyerah kepada si jantan yang lebih ngejago.

Lamanya waktu penjodohan ini tidak tentu melihat kondisi burung dan ketersediaan pakan pada saat itu. Bila kedua burung sudah tampak berjodoh, maka si betina akan mulai mengumpulkan rumput dan ranting kecil untuk dibuat sarang, sementara si jantan hanya melihat dan memantau keadaan sekitar nya saja.

Selama masa penjodohan ini sebaiknya tidak memperdengarkan bunyi burung cendet jantan lainnya yang lebih gacor, sehingga rasa ingin tahu cendet betina tidak teralihkan ke cendet jantan yang lain dan bisa merusak proses perjodohan.

Untuk perawatan selama masa penjodohan, yang paling penting ialah menyediakan pakan yang cukup seperti jangkrik 50 ekor per harinya dengan disediakan ini dengan jumlah cukup dipastikan burung akan lebih cepat berproduksi.

Bila burung cendet siap masuk masa berproduksi, mereka akan bertelur 2-3 butir nya tergantung kematangan induknya dan akan dierami kurang lebih 21 hari. Setelah telur menetas, anak burung cendet sebaiknya diambil agar bisa dijinakkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *