Cara Ternak Burung Emprit Paling Lengkap

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Cara Ternak Burung Emprit? Seringkali ketika melewati daerah persawahan, kita melihat burung-burung kecil berwarna coklat berterbangan kesana kemari.

Cara Ternak Burung Emprit Paling Lengkap
Cara Ternak Burung Emprit Paling Lengkap

Tak jarang juga ia akan berterbangan di area pemukiman dan bertengger di kabel-kabel listrik hingga pagar-pagar kayu. Burung kecil yang sedang dibahas ini adalah yang disebut dengan burung emprit.

Burung yang termasuk dalam keluarga burung pipit ini adalah burung yang banyak tersebar di hampir seluruh Negara beriklim tropis, termasuk Indonesia.

Emprit tidak terlalu tahan dengan suhu dingin. Meski begitu ada juga beberapa jenis dari burung ini yang mampu berdaptasi dengan suhu dingin, contohnya adalah yang berada di Australia Selatan.

Di Indonesia sendiri populasi dari burung emprit masih sangatlah banyak dan tersebar di banyak daerah mulai dari Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara. Bahkan di beberapa daerah, burung ini terkadang juga dibasmi karena dianggap sebagai hama pertanian.

Burung yang aktif mencari makan di siang hari dengan terbang berkelompok ini merupakan burung pemakan biji-bijian. Seperti halnya burung pemakan biji-bijian lainnya, burung emprit memiliki ciri khas paruhnya yang pendek.

Ketika memasuki masa bertelur, burung emprit akan membuat sarang di ranting-ranting pohon. Bentuk sarangnya bulat seperti mangkok yang terbuat dari rerumputan kering.

Sekali bertelur burung emprit bisa menghasilkan 4-10 butir telur dengan masa pengeraman kurang lebih dua minggu.

Walaupun  dianggap hama oleh petani, burung emprit nyatanya juga memiliki peminat. Banyak yang tertarik untuk memelihara burung yang satu ini. Di pasar burung pun burung emprit juga menjadi yang cukup banyak dicari.

Hal itulah yang membuat banyak yang mencoba untuk membudidayakannya juga. Selain karena bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah, pemeliharaan burung ini juga relatif mudah.

Cara Ternak Burung Emprit

Ketika akan mulai beternak burung emprit, setidaknya diperlukan pengetahuan-pengetahun dasar dalam beternak burung ini. Berikut adalah beberapa tips yang perlu dijalankan ketika memulai budidaya burung emprit:

1. Memilih Indukan Yang Berkualitas

Langkah pertama ketika akan memulai beternak burung emprit adalah dengan memilih indukan yang berkualitas.

Pilihlah indukan jantan dan betina yang sehat dan tidak mengalami cacat dan berkualitas unggul.

Pilih indukan yang berusia lebih dari enam bulan. Sebab diumur tersebut burung emprit sudah siap untuk bereproduksi.

2. Membedakan Jantan dan Betina

Ketika memilih indukan perlu juga mengetahui perbedaan kelamin dari burung emprit. Setidaknya ada beberapa perbedaan mencolok antara burung emprit jantan dan betina, yaitu:

  • Burung emprit jantan memiliki paruh yang berwarna hitam, sedangkan untuk emprit betina warnanya lebih terang dan berwarna putih.
  • Burung emprit betina di bagian bulu lehernya terdapat semacam motif kalung yang melingkar, sementara untuk burung emprit jantan tidak ada.
  • Kemudian pada bagian tubuh bawah, burung emprit jantan bulunya berwarna sedikit gelap dan kemerahan. Sementara emprit betina berwarna kecoklatan dan lebih cerah.

3. Menyediakan Kandang Yang Memadai

Dalam beternak burung emprit perlu menyediakan kandang yang bermode solitaire. Kandang solitaire adalah kandang yang digantung. Kandang ini cukup praktis, selain itu juga tidak banyak makan tempat karena ditempatkan tergantung.

Di dalam kandang sediakan pula tempat makan, tempat minum dan rumput-rumput kering sebagai tempat burung emprit meletakkan telur-telurnya. Rumput-rumput kering tersebut nantinya akan dibuat sangakr sendiri oleh indukan burung emprit.

4. Pemberian Pakan

Berikan pakan yang berkualitas dan memiliki nutrisi tinggi. Pakan yang baik tentunya akan menghasilkan telur dan anakan unggulan.

Burung emprit bisa diberi makanan berupa buah-buahan dan sayuran segar sebagai sumber vitaminnya. Sebagai tambahan berikan juga kulit telur atau tulang yang telah dihancurkan.

Selain itu sesekali berikan juga ulat hongkong. Ulat hongkong merupakan  pakan ekstra yang banyak digunakan untuk berbagai macam jenis burung karena dipercaya memberik gizi yang maksimal bagi burung.

5. Penjodohan

Ketika semua sudah siap maka segerakan untuk melakukan proses penjodohan. Proses penjodohan burung emprit sendiri bisa dikatakan gampang-gampang susah karena perlu waktu dan ketelatenan.

Berikut adalah langkah-langkah dalam menjodohkan burung emprit:

  • Biarkan dua indukan melakukan proses perkenalan. Caranya adalah dengan menaruh di kandang terpisah namun dijjejerkan.
  • Apabila keduanya tertarik akan ditandai dengan tingkah emprit jantan yang berkicau-kicau memanggil si betina. Sementara si betina akan lebih agresif dengan beterbangan di kandangnya.
  • Setelah itu masukkan keduanya kedalam satu kandang. Lengkapi dengan rumput-rumput kering bagi mereka untuk membuat sarang.

6. Proses Bertelur dan Penetasan

Biasanya betina akan mengelurkan 4-10 butir telur. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi banyaknya telur yang dikeluarkan, antara lain dalah pakan yang diberikan dan kesehatan indukan itu sendiri.

Emprit betina membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk mengerami telurnya. Dalam proses tersebut berikan asupan makanan yang bergizi dan tambah porsinya. Anakan burung emprit bisa dipanen atau dipisahkan dari induknya setelah berusia 21 hari.

Baca Juga : Cara Membedakan Burung Emprit Jantan dan Betina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *