Cara Ternak Burung Selendang Biru

Diposting pada

Tahukah Anda Cara Ternak Burung Selendang Biru? Burung Selendang Biru merupakan salah satu  hewan, yang dapat bertahan hidup di daerah cukup panas seperti di Indonesia.

Cara Ternak Burung Selendang Biru
Cara Ternak Burung Selendang Biru

Baca Juga : Jenis Makanan Burung Selendang Biru

Hewan ini juga bisa dikembangbiakan, sehingga jumlahnya bisa semakin bertambah banyak. Berikut ini adalah informasinya.

Cara Ternak Burung Selendang Biru

1. Mempersiapkan Tempat Penangkarannya

Tempat untuk penangkaran wajib dipersiapkan, untuk  bisa memelihara dan mengembangbiakan hewan ini.

Untuk ukuran tempatnya haruslah  besar dan juga lebar, agar nantinya mereka bisa nyaman untuk bergerak kesana kemari.

Untuk ukurannya panjangnya sekitar 2 meter, sedangkan untuk ukuran lebarnya adalah sekitar 1,6 meter. Dengan ukuran tempat tinggal yang cukup besar dan lebar, nantinya akan banyak hewan yang bisa tinggal di tempat tersebut.

Untuk pintu supaya mereka tidak keluar, bisa diberi bahan dari kawat besi. Beri juga kayu, supaya mereka mudah  untuk bertengger.

Selain mempersiapkan pintu dan tempat untuk bertengger, tempat untuk makan mereka juga harus disiapkan. Tempat makan yang disiapkan berbentuk kotak, yang ukurannya cukup lebar.

Bila tempat makanannya cukup lebar, maka umpan atau makannya bisa tertampung banyak.

2. Pilih Jantan dan Betina Yang Kualitasnya Bagus

Bila ingin memelihara hewan, pilihlah jenis jantan dan betina yang bagus kualitasnya. Kualitas yang bagus contohnya adalah bulu  atau kulit yang halus, dan tanpa ada luka sedikit  pun pada bagian tubuhnya.

Selain tidak ada luka pada bagian tubuhnya, mereka tubuhnya tidak boleh ada yang cacat sedikit pun.

Oleh karena itulah sangat penting bagi pemilik, untuk melihat kualitas hewan yang ingin di belinya. Kualitas yang jelek dan buruk akan mengurangi daya tarik, sebaliknya jika kualitasnya cukup bagus membuat daya tarik tersendiri.

Apabila sudah di beli dari tempat penjualan, maka nantinya keduanya bisa di tempatkan dalam suat tempat. Jika sudah di tempatkan di sebuah tempat yang tersedia, mereka nantinya siap untuk di jodohkan.

3. Mengawinkan Atau Menjodohkan

Apabila sudah menemukan jenis betina serta jantan, keduanya bisa di kawinkan. Untuk mengawinkannya pemilik bisa menaruhnya dalam sebuah kandang, dan biarkan mereka beradaptasi satu dengan yang lain.

Bila sudah bisa beradaptasi satu dengan yang lain, maka mereka bisa kawin atau berjodoh. Namun bila mereka tidak bisa beradaptasi, mereka tidak bisa berjodoh. Oleh karena itulah butuh waktu yang cukup lama, hingga mereka bisa berjodoh.

Pemilik juga bisa menimbulkan rasa birahi, dengan memberinya makanan atau vitamin yang diperlukan.

Apabila vitamin tersebut bekerja dan memicu reaksi untuk birahi, dan akhirnya jantan dan betina bisa kawin di saat itu juga.

4. Membuat Sebuah Tempat Untuk Menaruh Telur

Bila betina sudah menghasilkan telur, ada baiknya untuk membuat tempat untuk menaruh telurnya tersebut.

Setelah ditaruh, nantinya ibu atau induknya akan mengerami atau menghangatkannya. Untuk itulah, perlu tempat yang nyaman agar induk bisa menghangatkan calon anaknya tersbut.

Telur tersebut akan dihangatkan oleh  ibunya sampai menetas, dan untuk membuatnya menetas butuh waktu  sekitar 1 hingga 2 hari. Pelahan anak akan keluar dari telurnya, dan disitulah hewan ini akan mulai berkembang biak.

Perawatan yang dilakukan bisa dua, yakni perawatan yang di lakukan oleh ibunya sendiri atau di rawat pemiliknya.

Kedua perawatan tersebut bisa dilakukan, supaya nantinya anak tersebut bisa berkembang dengan baik dan juga benar.

5. Perawatan Anak

Perawatan bisa dilakukan oleh ibu atau induknya,  supaya mereka nantinya bisa mengenal dan mendapatkan perlindungan dari induknya.  Harus ada tempat khusus yang disediakan bagi ibu dan anaknya tersebut, agar mereka bisa bersama sama.

Apabila pemilik hewan ingin merawat anaknya, pemilik bisa merawatnya dengan baik dan benar.

Hal yang harus di perhatikan adalah, tempat untuk tinggalnya. Tempat untuk tinggalnya harus besar, supaya nantinya mereka bisa bebas untuk bergerak.

Tidak hanya tempat tinggal yang ukurannya besar, namun kebesihan makanan dan tempat makananannya juga harus terjaga.

Umur yang masih belia membuat mereka rentan terkena bakteri dan juga virus, sehingga semua yang tersedia harus bersih dan juga steril.

6. Kembalikan Induknya Ke Sangkar Atau Ke Tempatnya  Semula

Bila anak sudah bisa berkembang dengan baik, ada baiknya untuk mengembalikan ibunya ke tempat semula bersama jantannya. Biarkan mereka berada di dalam kandang tersebut, hingga sang induk bisa kembali  normal seperti semula.

Untuk membuat mereka kawin lagi, ada baiknya tidak terlalu pemilik tidak buru buru mengawinkannya lagi.

Jika terlalu terburu buru, maka mempengaruhi kualitas anak yang ada dalam telur. Butuh strategi khusus, apabila membuat mereka bisa kembali  membuat mereka menjadi berjodoh,

Demikianlah informasi, cara untuk mengembangbiakan binatang burung selendang biru. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda, yang ingin mengembangbiakan dan memelihara binatang tersebut.

Baca Juga : Cara Membedakan Burung Selendang Biru Jantan dan Betina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *