Cara Ternak Ikan Butterfly Fish Untuk Pemula

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Cara Ternak Ikan Butterfly Fish? Sudah cukup lama banyak orang yang menjadikan ikan dengan warna yang indah sebagai isi aquarium untuk menghiasi rumah atau pun rungan rumah kita.

Cara Ternak Ikan Butterfly Fish Untuk Pemula
Cara Ternak Ikan Butterfly Fish Untuk Pemula

Ikan hias sendiri memiliki banyak sekali jenisnya, perawatannya pun berbeda, makanan, dan lain sebagainya.

Contoh beberapa ikan hias yang populer di daerah kita, yang sedang menjadi primadona bagi pecinta ikan hias adalah ikan cupang, pasti tidak asing lagi bukan?

Kemudian ada ikan lemon, warna tubuhnya yang seperti lemon, lalu ada ikan hias butterfly fish (ikan hias kupu-kupu).

Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas ikan butterfly fish (ikan hias kupu-kupu) ini. Lebih tepatnya, kita akan membahas cara ternak atau budidaya ikan butterfly fish (ikan hias kupu-kupu).

Ikan hias yang satu ini, umumnya memiliki bentuk tubuh yang pipih seperti cakram, dengan ukuran sekitar 15 cm atau 6 inch. Tampilan yang mirip dengan hewan lucu kupu kupu, maka ikan ini sering disebut dengan sebutan ikan kupu-kupu.

Katanya, ikan hias butterfly fish (ikan hias kupu-kupu) ini memiliki aura daya tarik tersendiri yang cukup unik.

Dengan warnanya yang indah dan mencolok, tentu menjadikan ikan ini banyak diminati untuk koleksi ikan hias bagi para pecinta ikan hias karena warnanya yang enak dipandang mata.

Dengan ciri-ciri atau karakteristiknya yang unik, menjadikan ikan hias jenis ini banyak sekali peminatnya. Apakah kalian termasuk pecinta ikan hias yang memiliki koleksi ikan hias jenis ini?

Jika iya, yuk kita simak cara ternak atau budidaya ikan hias jenis butterfly fish (ikan hias kupu-kupu), tidak pun mari kita simak bersama.

Cara Ternak Ikan Butterfly Fish

Berikut cara ternak atau budidaya ikan hias butterfly fish (ikan hias kupu-kupu).

1. Proses Breeding (Pembiakan) Bibit

Tahap awal dari cara ternak atau budidaya ikan hias, dimulai dengan proses breeding atau pembibitan.

Mau ternak atau budidaya apapun, pasti mencari bibitnya terlebih dahulu. Tentu kita akan mencari bibit yang utama, bagus, berkualitas untuk menghasilkan ikan hias butterfly fish (ikan hias kupu-kupu) yang berkualitas baik pula.

Maka dari itu, kita perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini :

  • Pilih ikan yang berkualitas untuk indukan.
  • Perhatikan corak warna pada tubuh ikan untuk indukan.
  • Memperhatikan keaktifan ikan saat bergerak untuk indukan.
  • Memperhatikan calon indukan dalam kondisi yang sehat dan tidak sakit.
  • Menyiapkan aquarium dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 1 meter dengan tinggi atau kedalaman 50 cm.
  • Buat suhu air sekitar 75 sampai 78 derajat Fahrenheit, dengan  pH atau derajat keasaman sekitar 5 sampai 6.

Dalam satu aquarium, kita dapat mengisinya hingga 3 pasang indukan yang sudah kita seleksi atau filter, yang sudah kita pilih tadi. Ikan jenis ini, pada dasarnya dapat diternak atau di bududaya secara masal atau berpasangan.

Setiap metode yang kita gunakan (masal atau berpasangan), pasti memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri.

Jika kita ternak atau budidaya ikan ini dilakukan secara masal, kita akan lebih cepat untuk mendapatkan telur dari ikan tersebut.

Namun untuk kualitas kurang, dan kita harus cek satu per satu untuk mendapatkan bibit yang berkualitas.

Sedangkan jika kita lakukan dengan metode berpasangan seperti diatas, kita akan lebih lama mendapatkan telur ikan yang kita ternak atau budidaya.

Dengan metode ini, tentu lebih efektif kita gunakan, walaupun kita cukup lama menunggu mendapatkan telur, tapi dalam segi kualitas sudah tidak kita ragukan lagi.

Inilah hasil atau buah yang kita panen karena sudah mau sabar dan menunggu sedikit waktu.

Kalian dapat menjadikan artikel ini sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan metode breeding (pembiakan) bibit mana yang tepat yang akan kalian gunakan untuk ternak atau budidaya ikan hias butterfly (ikan hias kupu-kupu).

Proses perkawinan berlangsung secara alamiah. Dalam beberapa hari, setiap indukan yang telah berhasil kawin, dapat menghasilkan ratusan hingga ribuan telur. Tidak semua telur yang dihasilkan bisa menetas dengan baik dan sempurna.

Ciri-ciri atau karakteristik dari telur yang berkualitas baik dan siap akan menetas, maka teler tersebut akan mengapung ke permukaan air.

Pindahkan ke aquarium khusus agar telur tersebut dapat menetas dengan sempurna dalam waktu sekitar 3 sampai 5 hari.

Apabila telur ikan sudah menetas, berikan pakan berupa udang kecil yang cukup dengan jumlah anakan ikan.

Dari total telur yang dihasilkan, persentase telur akan menetas dengan kualitas baik hanyalah sekitar 60% hingga 70% saja, sisanya akan menetas dengan kualitas biasa atau bisa juga gagal.

2. Perawatan Ikan Hias Butterfly Fish (Ikan Hias Kupu-Kupu)

Setelah ikan dianggap sudah dewasa dan sudah cukup umur serta layak untuk dipindahkan, maka pindahkan ikan tersebut ke kolam semen dengan ukuran kolam panjang 2 meter, lebar 1 meter, dan tinggi atau kedalaman 50 cm.

Setelah proses pemindahan, kemudian dapat dilakukan proses selanjutnya, yaitu pembesaran. Dengan ukuran kolam tersebut, dapat menampung hingga 200an ikan.

Pindahkan kembali ke aquarium jika sudah sekitar 5 sampai 6 bulan. Kalian bisa menggunakan serokan untuk mengambilnya.

Ini sangat bermanfaat agar ikan mudah beradaptasi ketika ikan dipindahkan ke aquarium pembeli agar tidak syok atau kaget.

Ikan dalam umur ini telah siap untuk dijual atau untuk hiasan aquarium sendiri. Pada saat memindahkan ikan, sebaiknya air dalam kolam tidak langsung diisi ikan, melainkan harus didamkan terlebih dahulu sekitar 3 hari. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pH atau kadar keasaman air.

Jangan lupa tambahkan aksesoris aquariumnya seperti tanaman atau rumput khusus aquarium, bebatuan, dan lain-lain, dengan tujuan agar menarik perhatian para pembeli.

Hal lain yang perlu kita perhatikan adalah sirkulasi udara agar pergantian oksigen dapat berjalan dengan baik.

Perhatikan juga kondisi dari pompanya yang selalu menyala. Jika dirasa sudah waktunya ganti, ganti saja. Tempatkan aquarium di tempat yang sejuk (tidak terlalu panas), sedikit dingin tidak masalah. 

3. Masa Panen

Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, masa pemanenan ikan Panen dapat dilakukan setelah ikan berumur sekitar 5 hingga 6 bulan setelah menetas.

Diumur itulah kita sudah dapat menikmati hasilnya. Mau kita jual untung, karena harganya yang lumayan tinggi, yaitu sekitar puluhan hingga ratusan ribu.

Atau mau kita jadikan koleksi sepertinya kebanyakan lah yaa kalau mengikuti cara diatas.

Cocoknya memang untuk bisnis (dijual) dengan membaca cara ternak atau budidaya ikan hias butterfly (ikan hias kupu-kupu). Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *