Fakta Unik Hewan Kungkang

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Fakta Unik Hewan Kungkang? Sebagian orang mungkin asing dengan hewan bernama kungkang.

Fakta Unik Hewan Kungkang
Fakta Unik Hewan Kungkang

Kungkang merupakan hewan mamalia yang memiliki ukuran sedang. Hewan Kungkang termasuk dalam ordo Pilosa, dimana hal itu berarti kungkang memiliki hubungan dengan hewan pemakan semut yang memiliki kesamaan cakar.

Kungkang merupakan hewan yang tempat tinggalnya berada di pohon (arboreal). Adapun tempat tinggal kungkang adalah hutan-hutan di Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Sebagaimana diulas pada paragraf di atas, kungkang merupakan hewan yang memiliki ukuran sedang. Namun sebenarnya ada juga kungkang yang memiliki ukuran sebesar gajah.

Adalah kungkang darat yang memiliki ukuran sebesar gajah. Sayangnya spesies ini sudah punah. Kungkang termasuk hewan yang memiliki jiwa sosial tinggi.

Kami sebut begitu karena kungkang menjadi tempat tinggal bagi organisme yang lain. Berbagai organisme yang menjadikan kungkang sebagai tempat tinggal antara lain : kumbang, ngengat, ciliata, kecoa, alga dan fungi. Yang menjadi ciri khas dari hewan kungkang ini adalah gerakannya yang begitu lamban.

Ciri khas kungkang yang lamban ini menjadi daya tarik tersendiri untuk dibahas. Kungkang merupakan hewan yang lucu. Saking lucunya kungkang menjadi karakter dalam film animasi Zootopia.

Lucu, santai dan menggemaskan, itulah gambaran dari kungkang. Agar lebih mengenal hewan kungkang, berikut kami sajikan fakta-fakta terkait hewan kungkang.

Fakta unik hewan kungkang

1. Ada 2 jenis kungkang

Yang pertama kungkang dua jari yang berasal dari keluarga Megalonychidae. Jenis kungkang berikutnya merupakan kungkang tiga jari yang berasal dari keluarga Bradypodidae.

Kungkang dua jari memiliki dua spesies, sedangkan kungkang tiga jari memiliki empat spesies. Baik kungkang dua jari maupun tiga jari mempunyai tiga jari yang terdapat pada kaki belakangnya.

Namun jumlah jari kaki depan mereka tidaklah sama. Hal lain yang membedakan kungkang dua jari dan tiga jari adalah siklus hidupnya.

Kungkang dua jari merupakan hewan yang aktif di malam hari (nokturnal). Sedangkan kungkang tiga jari merupakan hewan yang aktif di siang hari (diurnal).

Selain itu, jenis kungkang yang memiliki 3 jari tubuhnya lebih kecil, dan pergerakannya juga tak secepat jenis kungkang yang memiliki 2 jari.

2. Hewan paling lambat

Sebagaimana telah disinggung, pergerakan kungkang sangatlah lambat. Jika anda mengetahui bagaimana lambatnya siput, maka kungkang lebih lambat lagi dari siput.

Bahkan pergerakan kungkang yang lambat ini menjadikannya dinobatkan sebagai makhluk paling lambat di bumi. Meski kungkang sudah bergerak secara maksimal, namun pergerakan itu hanya memiliki kecepatan sekitar 0,12 km/jam.

Dengan kecepatan seperti itu, dalam sehari perjalanan kungkang tak lebih dari 38 meter. Dalam keadaan tertentu khususnya ketika berada di permukaan tanah, kungkang hanya merangkak sejauh 30 cm dalam tiap menit.

Padahal seekor siput dapat bergerak sejauh 47 meter dalam waktu satu jam. Dengan fakta tersebut tentu siput merupakan hewan yang lebih aktif daripada kungkang.

3. Hewan arboreal

Arboreal merupakan hewan yang semua waktu dalam hidupnya dihabiskan di pohon. Semua aktivitas makhluk abroreal mulai dari makan, tidur, kawin, hingga melahirkan pun di atas pohon.

Jika belum terlalu paham dengan makhluk arboreal, mungkin hal ini terdengar aneh. Namun jika telah mendalami sedikit tentang hewan arboreal, maka berbagai kegiatan yang dilakukan di atas pohon tersebut sangatlah masuk akal.

Sebagai hewan arboreal, kungkang memiliki bentuk tubuh yang berbeda dengan makhluk darat pada umumnya.

Menurut sebuah penelitian, orang-organ bagian dalam kungkang berpusat pada perut, dengan begitu menggeser berat organ yang semula dari diafragma, sehingga pernafasan kungkang lebih mudah.

Anatomi kungkang ini membuatnya hemat energi. Selain anatomi tubuh yang menunjang kegiatan kungkang di atas pohon, ada lagi hal yang membuatnya mudah berada di atas pohon.

Kuku kungkang yang bisa tumbuh hingga empat inci membuatnya mampu mencengkeram pohon dengan begitu kuat.

Saking kuatnya cengkeraman kungkang pada pohon, ketika kungkang mati pun mayatnya masih bergelantungan pada dahan pohon.

Cengkeraman yang begitu kuat ini membuat kungkang mendepatkan istilah “death grip”, dalam bahasa Indonesia berarti cengkeraman maut.

4. Buang air seminggu sekali

Tak hanya gerakannya saja yang lambat, sistem pencernaan kungkang juga tergolong lambat. Perut yang dimiliki kungkang disebut multi kompartemen.

Hal ini membuat kungkang dapat mencerna selulosa keras dari daun yang dikonsumsinya secara lebih efektif.

Bahkan saking lambatnya sistem pencernaan kukang, hewan berkuku tajam ini memerlukan waktu sebulan untuk mencerna satu daun.

Dengan sistem pencernaan seperti itu, kungkang tidak buang angin seperti manusia. Bahkan kungkang hanya buang air sebanyak satu kali dalam satu minggu.

Pada beberapa kasus juga ditemukan kungkang yang buang air hanya satu kali dalam satu bulan.

Saat kungkang hendak buang air, maka ia langsung turun dari pohon. Ketika sampai di tanah, kungkang akan membuat lubang kecil sebagai tempat buang airnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *