Ciri Dan Klasifikasi Hewan Anoa Asal Sulawesi

Diposting pada

Memiliki Sebagian masyarakat Indonesia mungkin masih belum begitu familiar dengan sebutan hewan anoa atau sapi besar yang berasal dari Pulau Celebes ini.

Ciri Dan Klasifikasi Hewan Anoa Asal Sulawesi
Ciri Dan Klasifikasi Hewan Anoa Asal Sulawesi

Anoa merupakan famili Bovidae yang masuk dalam kategori hewan herbivore alias pemakan tumbuh-tumbuhan. Lokasi penyebaran satwa yang dilindungi dan langka ini ada di sekitar Pulau Sulawesi lebih tepatnya di Sulawesi Tenggara.

Kebanyakan geografis di area Sulawesi Tenggara yang merupakan sabana sangat cocok sebagai tempat domisili dan berkembang biak hewan bertubuh besar dan gempal ini.

Habitat asli hewan anoa biasanya ada di kawasan sabana, atau rawa-rawa. Tidak heran jika hewan anoa juga bisa berkembang biak dengan baik di Indonesia yang beriklim tropis.

Ciri-ciri hewan Anoa

Untuk lebih mengenal hewan anoa yang berasal dari Pulau Sulawesi, mari kita simak ciri-ciri hewan anoa berikut ini:

  1. Hewan anoa memiliki sifat semi soliter, yaitu kombinasi antara hewan yang penyendiri dan berkoloni. Jadi, hewan anoa jantan umumnya lebih suka bertahan hidup sendirian. Kemudian, ketika anoa betina akan melahirkan anak, maka akan bergabung dengan kawanan anoa betina lain untuk membentuk perlindungan.
  2. Hewan anoa juga memiliki ciri sebagai hewan yang aktif di sore hari saat udara dingin agar tidak terlalu gerah dan panas di atas permukaan kulitnya.
  3. Hewan anoa memiliki ciri seperti kuda nil ataupun kerbau yang senang berendam di dalam lumpur untuk mendinginkan permukaan suhu kulit tubuhnya. Bahkan, tidak jarang hewan anoa sengaja berkubang dan membiarkan lumpur membungkus kulit tubuhnya untuk menghindari sengatan panas sinar matahari.
  4. Makanan hewan anoa pada umumnya seperti jenis rumput-rumputan, semak, buah-buahan, tunas pucuk daun yang berada di pepohonan rendah, serta umbi-umbian. Meskipun jarang ditemui, namun beberapa spesies anoa juga meminum air dari air asin atau air laut untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya.

Klasifikasi Hewan Anoa

Klasifikasi hewan anoa secara ilmiah dapat dijelaskan dibawah ini secara detail :

Kerajaan Animalia
Filum Chordata
Kelas Mammalia
Ordo Artiodactyla
Famili Bovidae
Subfamili Bovinae
Genus Bubalus
Spesies Bubalus quarlesi dan Bubalus depressicornis

Klasifikasi atau penggolongan hewan anoa yang berasal dari Pulau Sulawesi terbagi menjadi 2 golongan, yaitu jenis Anoa pegunungan atau yang biasa hidup di daerah pegunungan (bubalus quarlesi) serta Anoa dataran rendah (bubalus depressicornis).

1. Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi)

Jenis anoa yang pertama adalah anoa pegunungan alias bubalus quarlesi. Secara harfiah, anoa pegunungan memang seperti nama yang diambil yaitu tinggal di daerah berbukit-bukit atau pegunungan agar terlindungi dari buruan predator dan manusia.

Anoa pegunungan memiliki kaki yang kuat dan bahkan untuk mendaki di daerah pegunungan berbatu. Biasanya hidup menyendiri atau berpasangan.

Memilih tempat tinggal yang memiliki banyak rumput atau subur tanaman dan terdapat sumber mata air.

Ciri-ciri anoa pegunungan:

  • memiliki tanduk yang pendek
  • mempunyai bulu yang tebal berwarna coklat atau hitam
  • tanduk berbentuk lurus dan pangkalnya mengarah ke belakang
  • panjang tanduk bervariasi antara 15 cm hingga 20 cm
  • memiliki panjang kepala hingga kaki sekitar 120 cm hingga 150 cm
  • panjang ekor mencapai 27 cm
  • bobot tubuh anoa dewasa bisa mencapai 150 kg

2. Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis)

Sementara itu, jenis anoa yang kedua adalah anoa dataran rendah. Anoa inilah yang bisa dijumpai di Pulau Sulawesi meliputi bagian tengah Sulawesi, bagian utara, bagian timur, bagian tenggara hingga pulau buton di daerah yang berdataran rendah atau ketinggian hanya sekitar 1000 meter di atas permukaan laut.

Anoa dataran rendah sering disebut juga dengan anoa kerdil karena memiliki tubuh yang berukuran lebih kecil ketimbang anoa pegunungan.

Ciri-ciri anoa dataran rendah:

  • ukuran tubuh relatif lebih kecil
  • ekor panjang dan berbulu halus
  • bentuk tanduk melingkar dengan panjang sekitar 18 cm hingga 30 cm
  • bulu agak jarang
  • panjang tubuh sekitar 180 cm
  • memiliki bobot tubuh antara 200 kg hingga 300 kg untuk anoa dewasa

Habitat Anoa

Terdapat dua jenis habitat yang bisa digunakan untuk hidup anoa yaitu habitat anoa didataran rendah dan habitat anoa didataran tinggi.

Anoa yang hidup pada dataran rendah biasanya beraktivitas didaerah pesisir pantai, padang rumpur, hutan hujan tropis, hutan rawa dan juga lembah dengan ketinggian tidak lebih dari 1000 mdpl.

Sedangkan jenis anoa yang hidup dipegunungan berada pada habitat yang lebih tertutup seperti hutan pegunungan yang berada doi sulawesi dimana dengan ketinggian hingga 2300 mdpl.

Hewan ini memiliki sifat yang agresif yang menghuni dan hidup di hutan yang sama sekali tidak berjamah oleh manusia. Dimana suhu memiliki sekitar 22-27 derajat celcius.

Sifat dan Perilaku

Ketahuilah bahwa  kehidupan hewan ini merupakan soliter atau semu soliter hal ini disebabkan jarang ditemukan dalam kelompok yang besar.

Biasanya Anoa akan hidup menyendiri atau dalam kelompok yang kecil setidaknya 2 sampai 5 ekor saja. Kelompok tersebut terdiri dari sepasang anoa dan beberapa anaknya.

Hewan ini memiliki sifat yang unik dibandingkan dengan hewan yang lainnya dimana sering melakukan menjilati bebatuan di habitatnya.

Hal ini bertujuan untuk mengambil mineral dan garam untuk memenuhi kebutuhan hidup atau metabolisme tubuhnya.

Yang unnik lainnya adalah dalam mempertahankan kekuasaannya spesies jantan akan membuat tanda di pohon dengan menggunakan tanduknya, kencing serta menggaruk tanah disekitaran pohon tersebut.

Hewan ini akan agresif seiring dengan meningkat birahinya , terluka, mengandung dan saat mempertahankan anak dari serangan musuh.

Itulah kilasan mengenai Ciri Dan Klasifikasi Hewan Anoa Asal Sulawesi. Semoga kita bisa menjaganya dari kepunahan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *