10 Cara Ternak dan Merawat Burung Perkutut

Diposting pada

Tahukah Anda tentang bagaimana Cara Ternak dan Merawat Burung Perkutut? Burung perkutut merupakan spesies burung yang termasuk dalam suku Columbidae.

10 Cara Ternak dan Merawat Burung Perkutut
10 Cara Ternak dan Merawat Burung Perkutut

Jenis burung ini mempunyai nama lain Geopelia striata yang merupakan salah satu burung yang banyak dipelihara oleh masyarakat khususnya di Indonesia.

Suara merdu dan sangat khas yang dimiliki oleh burung perkutut menjadi daya tarik tersendiri sehingga burung ini banyak diminati.

Baca Juga : Cara Membedakan Burung Perkutut Jantan dan Betina

Cara Ternak dan Merawat Burung Perkutut

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk ternak dan merawat burung perkutut, Anda bisa mengikuti panduannya di bawah ini.

1. Pastikan Suasana Nyaman Untuk Burung

Hal yang paling utama yang bisa dilakukan adalah menentukan lokasi atau tempat yang nyaman untuk burung. Pastikan jangan terlalu dekat dengan keramaian atau dekat dengan jalan umum.

Bila terlalu bising lokasi yang dipilih kemungkinan burung akan stress akan semakin besar. Bila burung telah stress maka secara otomatis akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya .

2. Membuat Kandang Penangkaran untuk Burung Perkutut

Bagi pemula, Anda tidak perlu khawatir ketika ingin memelihara dan beternak burung perkutut.

Langkah kedua adalah menyiapkan kandang penakaran yang terbaik. Ukuran kandang yang ideal yaitu dengan tinggi 180 cm dan panjang sekitar 125 hingga 150 cm yang terbuat dari kayu sebagai kontruksi kandang dan sebagai dindingnya gunakan kawat ram.

Sementara untuk bagian lantainya bisa menggunakan semen. Namun, ada baiknya lantai kandang burung perkutut dibuat dari bubuk batu bata halus dan pasir yang bertujuan menjaga kelembapan kandang.

Selain itu usahakan kandang mendapatkan sinar matahari pagi secara langsung dengan menempatkan kandang menghadap ke arah timur.

3. Memilih Indukan

Selanjutnya untuk beternak burung perkutut, Anda harus memilih indukan burung perkutut yang tepat dan sesuai dengan keinginan.

Pilihlah calon indukan yang berusia sekitar 4 bulan. Biasanya burung perkutut yang berusia 6 atau 7 bulan sudah mulai bisa bereproduksi.

Selain itu, ada pula beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam memilih indukan burung perkutut.

  • Memiliki paruh yang lurus
  • Memiliki bentuk badan bongkok dan agak panjang
  • Batok kepala burung perkutut panjang dan berparit dalam
  • Lubang hidung yang sempit dan lurus
  • Kepala agak besar

Bukan hanya itu saja, dalam memilih indukan burung perkutut sebaiknya perhatikan bagian dada burung tersebut.

Kemampuan bernafas burung perkutut semakin baik jika memiliki tulang dada yang lebar, sehingga suara yang dihasilkan juga akan semakin panjang.

4. Cara Menjodohkan Burung Perkutut

Perjodohan burung perkutut dilakukan dengan cara menempatkan burung perkutut di kandang yang terpisah terlebih dahulu hingga keduany bisa saling beradaptasi.

Selain itu, Anda juga bisa memasukkan burung perkutut jantan ke dalam kandang yang sudah terisi banyak burung betina sehingga burung perkutut jantan bisa memilih sendiri burung yang disukainya.

Burung bisa diberikan pakan berupa kacang hijau yang sudah direndam hingga lunak, vitamin B kompleks, vitamin E dan minyak ikan.

Sedangkan pada sore hari, mandikan burung perkutut atau sedikit dibasahi badannya agar burung perkutut mau tidur berdekatan.

5. Merawat Anak Burung Perkutut

Burung perkutut yang telah menetas dirawat oleh induknya selama kurang lebih 2 minggu. Setelah itu, anakan burung perkutut tersebut bisa diberikan ring untuk ditandai.

Anakan burung perkutut yang telah berusia satu setengah bulan bisa dipisahkan dari induknya untuk dipelihara sendiri.

Pisahkan anakan burung perkutut tersebut pada kandang yang berukuran 50 cm x 70 cm x 50 cm dengan diisi 5 atau 8 ekor anak burung.

6. Pemberian Pakan

Untuk menjaga kondisi dan kesehatan burung perkutut, sebaiknya pemberian pakan disesuaikan dengan kebutuhan burung tersebut.

Burung perkutut bisa diberikan pakan berupa biji-bijian jewawut, milet, ketam hitam, gabah merah, beras merah, godem dan canary seed. Selain itu menjaga kebersihan, sebaiknya ganti air minum untuk burung perkutut setiap hari.

7. Rutin Membersihkan Kandang

Kebersihan kandang sangat penting karena menjadi salah satu kunci sukses dalam ternak burung perkutut agar tetap sehat dan gajor.

Pembersihan kandang harus dilakukan secara rutin sekitar 2 kali dalam seminggu atau dibersihkan ketika sudah banyak kotoran burung.

Perlu diketahui bahwa kandang yang kotor dapat menimbulkan perkembangan jamur dan bakteri yang tentunya menjadi salah satu pemicu datangnya penyakit dan juga mempengaruhi intensitas burung dalam berkicau.

8. Memandikan Dengan Air Anti Bakteri

Perkutut merupakan salah satu burung yang sangat peka terhadap kondisi fisiknya. Bila keadaan fisik atau tubuhnya kurang segar atau tidak sehat maka ia bisa saja lesu atau kurang bergairah dalam berbunyi.

Untuk menghindari burung terkena serangan bakteri alangkah baiknya secara rutin memandikannya dengan air yang telah di campur dengan anti bakteriagar perkutur menjadi segar, bebas penyakit dan bisa beraktivitas dengan semestinya.

9. Selalu Menjemur Burung Perkutut

Proses yang harus dilakukan selanjutnya setelah memandikannya dengan air anti bakteri adalam menjemur dibawah sinar matahari secara langsung.

Waktu yang disarankan dalam penjemuran ini adalah pukul 07.00 hingga 10.00 pagi.

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menghangatkan badan setelah burung dimandikan dan perlu diingat bahwa sinar matahari mengandung banyak vitamin yang sangat bermanfaat dan baik untuk kesehatan dan kesegaran bagi burung.

10. Melatih Burung Berkicau

Yang terakhir yang harus dilakukan pemilih burung adalah melatih untuk bisa berbunyi atau berkicau. Proses ini perlu dilakukan guna membuat kicauan burung menjadi lebih nyaring dan panjang.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan memutar bunyi burung perkutut yang bagus atau memasternya. Hal ini dilakukan setiap hari. waktu yang baik dilakukan pagi ataupun malah saat tidak ada bunyi bising disekitar.

Selain hal tersebut hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan minumal berupa air kencur agar bisa membuang lendir yang terdapat di tenggorokan. Dengan demikian perkutut yang dipelihara bisa lebih sehat dan mengeluarkan suara yang nyaring dan panjang.

Demikianlah pembahasan sederhana ini semoga artikel Cara Ternak dan Merawat Burung Perkutut bisa membantu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *