Cara Perkembangbiakan Hewan Secara Vegetatif

Diposting pada

Tahukah Anda tentang Cara Perkembangbiakan Hewan Secara Vegetatif? Berkembang biak merupakan salah satu ciri yang dimiliki makhluk hidup.

Cara Perkembangbiakan Hewan Secara Vegetatif
Cara Perkembangbiakan Hewan Secara Vegetatif

Artinya, semua makhluk hidup akan berkembang biak. Tujuannya adalah untuk menghasilkan keturunan sehingga tidak mengalami kepunahan.

Sebagai salah satu makhluk hidup, hewan juga berkembang biak. Namun perbedaan antara manusia dengan hewan adalah hewan memiliki beberapa cara dalam berkembang biak.

Secara umum, terdapat dua jenis perkembangbiakan pada hewan yaitu secara generatif dan vegetatif.

Untuk cara perkembangbiakan secara generatif dilakukan melalui proses kawin. Sementara itu untuk perkembangbiakan secara vegetatif dilakukan tanpa proses kawin.

Cara Perkembangbiakan Hewan Secara Vegetatif

Perkembangbiakan vegetatif juga dinamakan perkembangbiakan aseksual. Jenis perkembangbiakan ini hanya dialami oleh hewan yang termasuk hewan tingkat rendah.

Sebagai informasi bahwa hewan tingkat rendah merupakan hewan yang tidak memiliki struktur tubuh yang sempurna. Hewan tersebut tidak mempunyai tulang belakang.

Selain itu, hewan tingkat rendah mempunyai struktur anatomi yang lebih sederhana dibandingkan jenis hewan bertulang belakang.

Perkembangbiakan vegetatif juga tidak muncul melalui proses perkawinan. Mungkin di sini Anda penasaran, lalu bagaimana hewan tersebut bisa berkembang biak tanpa kawin?

Setiap hewan yang berkembang biak secara vegetatif memiliki caranya sendiri.

Terdapat tiga cara perkembangbiakan hewan secara vegetatif yaitu tunas, fragmentasi, serta membelah dirinya. Ketiganya akan kami jelaskan secara lebih lengkap seperti berikut ini.

1. Tunas

Hewan yang berkembang biak dengan tunas tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada tumbuhan. Hewan ini awalnya akan menempel di tubuh induk.

Adapun mengenai contoh hewan yang berkembang biak dengan bertunas yaitu spons atau porifera dan hydra. Hewan-hewan tersebut habitatnya berada di dalam air.

2. Fragmentasi

Bagaimana dengan jenis fragmentasi? Hewan yang berkembang biak dengan cara fragmentasi akan memutus maupun memotong bagian tubuhnya.

Potongan tubuh tersebut nantinya akan menjadi individu baru. Adapun contoh hewan yang berkembang biak dengan cara fragmentasi yaitu jenis cacing.

3. Membelah Diri

Hewan yang perkembangbiakannya dengan cara membelah diri yaitu hewan bersel satu. Hewan ini memiliki ukuran yang sangat kecil. Untuk melihatnya pun kita memerlukan teleskop.

Adapun contoh hewan yang masuk ke dalam kategori berkembang biak dengan membelah diri adalah amuba. Hewan ini akan membagi tubuhnya hingga menjadi dua bagian yang sama besar.

Cara Perkembangbiakan Hewan Secara Generatif

Lalu bagaimana dengan hewan yang berkembang biak secara generatif? Seperti yang sudah kami jelaskan bahwa perkembangbiakan generatif didapatkan melalui proses kawin.

Umumnya generatif adalah jenis perkembangbiakan yang dilakukan hewan tingkat tinggi. Sama halnya dengan vegetatif, perkembangbiakan secara generatif juga dibagi menjadi tiga jenis.

1. Vivipar

Vivipar merupakan jenis perkembangbiakan pada hewan dengan cara melahirkan atau beranak. Induk akan mengandung calon individu baru di dalam tubuhnya dalam waktu beberapa bulan.

Setalah individu siap dilahirkan, induk akan mengeluarkan individu baru tersebut atau yang lebih kenal dengan istilah melahirkan.

Salah satu ciri hewan yang tergolong vivipar adalah memiliki daun telinga. Selain itu, tubuhnya juga akan ditutupi rambut, memiliki kelenjar susu, menyusui, dan lain-lain.

Sementara untuk jenis hewan ini sudah sering kita temui yaitu kambing, sapi, kucing, unta, anjing, kelinci, dan masih banyak yang lainnya.

2. Ovipar

Bagaimana dengan ovipar? Ovipar adalah jenis perkembangbiakan dengan cara bertelur. Pada perkembangbiakan dengan bertelur, calon individu baru berada di luar induk.

Jadi, sel telur atau ovum dari induk jantan dan sudah dibuahi sel telur jantan akan berubah menjadi zigot. Selanjutnya zigot akan berkembang hingga menjadi individu baru.

Kemudian induk betina akan mengeluarkan telur sehingga menetas dan menjadi individu atau hewan baru. Ciri hewan yang tergolong ovipar yaitu tidak menyusui, tidak memiliki daun telinga, suka mengerami telurnya, dan lain-lain.

Kebanyakan hewan ini termasuk golongan unggas. Beberapa contohnya juga sudah sering kita temui yaitu ayan, burung dara, penyu, bebek, angsa, dan masih banyak yang lainnya.

Biasanya induk akan mengerami telur dalam waktu 21 hari. Namun ada juga hewan lainnya yang proses mengerami telurnya lebih singkat. Misalnya burung dara yang akan mengerami telur selama 17 sampai dengan 19 hari.

3. Ovovivipar

Lalu bagaimana dengan ovovivipar? Bisa dikatakan bahwa jenis yang ketiga ini merupakan gabungan antara ovipar dan vivipar. Jadi, hewan tersebut akan bertelur dan melahirkan.

Ciri hewan yang termasuk ke dalam kelompok ovovivipar adalah tidak menyusui dan biasanya termasuk hewan berdarah dingin. Beberapa contoh hewan tersebut antara lain ikan hiu, buaya, kadal, dan lain sebagainya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Kesimpulannya, secara garis besar terdapat dua jenis perkembangbiakan pada hewan yaitu secara vegetatif dan generatif.

Vegetatif dilakukan oleh hewan kelas rendah sementara generatif dilakukan oleh kelompok hewan kelas tinggi. Baik vegetatif dan generatif masih dibagi lagi dan memiliki ciri yang berbeda-beda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *