Kelinci adalah hewan yang jinak, lucu dan menggemaskan. Maka dari itu banyak orang yang menjadikannya sebagai hewan peliharaan. Kelinci peliharaan yang sehat, gemuk serta lincah adalah harapan semua pemiliknya.

Seperti pada umumnya peliharaan, kelinci juga tak lepas dari permasalahan kesehatan seperti terkena penyakit tertentu misalnya Scabies. Sebaiknya Anda perlu untuk mengetahui apa dan bagaimana cara mengatasi Scabies Pada Kelinci.
Salah satu hal yang sangat merepotkan ketika memelihara kelinci adalah menangani penyakit gudikan, atau dalam bahasa medisnya lebih dikenal dengan sebutan Scabies.
Sacbies adalah penyakit yang dibawa oleh kutu dengan ukuran yang sangat kecil. Kutu tersebut biasanya bersarang di bawah epidermis kulit dimana menyebabkan rasa gatal pada kelinci.
Bagi kelinci yang terkena penyakit gudikan atau Scabies bisa dilihat sekilas, yakni kerap melakukan penggarukan pada bagian tubuhnya.
Bahkan dikarenakan intensitas garukan yang sering bisa menyebabkan hal yang fatal misalnya luka dan berdarah. Bagian – bagian tubuh kelinci yang kerap terjadi Scabies diantaranya kaki, hidung dan telinga.
Baca Juga : Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Koksi Pada Kelinci
Ciri – Ciri Kelinci Yang Terkena Scabies
Tungau atau kutu pembawa penyakit Scabies dalam bahasa Latin dikenal istilah Sarcoptes Scabiei. Hewan mikroskopis ini dapat berkembang biak dengan cara bertelur.
Sebenarnya penyebaran penyakit Scabies bisa berasal dari mana saja, misalnya dari hewan lain, manusia, atau bahkan rumput di lapangan.
Kutu Scabies dapat bertahan sekitar 2 sampai 3 hari di tempat yang kering dengan suhu kamar berkisar 26 sampai 31 derajat Celcius.
Jika di daerah yang lembab maka bisa bertahan lebih lama lagi. Ketika kutu bertelur dan menetas, maka kemudian menjadi larva selama kurang lebih 4 hari.
Selanjutnya akan menjadi muda kemudian kutu dewasa. Lalu bagaimanakah ciri – ciri kelinci yang terserang kutu Scabies tersebut?
Berikut ini gejala atau ciri – ciri kelinci yang terkena Scabies atau gudikan.
- Timbul kerak seperti ketombe di bagian tubuh tertentu.
- Terjadi pembengkakan pada kaki yang menyebabkan kuku kelinci seolah-olah akan lepas.
- Bagian telinga dan sekitarnya terlihat terkikis yang disebabkan oleh kutu.
- gelisah dan menggaruk bagian yang terkena Scabies.
- cenderung diam tak banyak bergerak.
- tidak nafsu makan sehingga kurus.
- alami gangguan tidur.
- Mata kelinci terlihat seperti kurang tidur.
- Pada jaringan kulit timbul luka.
Penyebab Kelinci Terkena Kutu Scabies
Seperti yang telah dibahas sedikit diatas, penyakit Scabies pada kelinci disebabkan atau dibawa oleh kutu Scabies. Kutu akan mudah berpindah dari kelinci satu ke kelinci yang lainnya karena memang sifatnya mudah berpindah atau menyebar dikenal sebagai zoonosis.
Kutu sangat suka dan berkembangbiak di tempat yang lembab dan kotor. Jadi sudah sangat jelas bahwa pangkal dari penyebab adanya kutu Scabies ini adalah keadaan kandang yang kotor.
Selain itu, kutu juga bersarang di rerumputan yang menjadi pakan kelici, maka dari itu hendaknya periksa dan bersihkan rumput yang akan digunakan sebagai pakan kelinci.
Bagaimanapun juga, kebersihan kandang kelinci tetap menjadi prioritas demi menghindarkan kelinci – kelinci kesayangan dari kutu Scabies.
Sangat disayangkan bila kelinci – kelinci yang sehat dan gemuk kemudian terkena Scabies akibat dari Anda yang kurang menjaga kebersihan kandang.
Baca Juga : Cara Membedakan Kelinci Jantan dan Betina
Cara Mengobati Kelinci Yang Terkena Scabies
Bagi Anda yang memiliki kelinci yang terjangkit kutu Scabies sebaiknya harus segera mengambil tindakan. Jangan dibiarkan begitu saja dan tidak boleh dianggap remeh meski hanya sekedar kutu.
Bagi mereka yang sudah berpengalaman dalam memelihara kelinci, Scabies bisa dikatakan sebagai salah satu penyakit yang serius. Maka itu perlu dilakukan penanganan yang tepat dan cepat.
Untuk diperhatikan, dalam melakukan pengobatan Scabies jangan salah dalam mengambil tindakan sebab akan menimbulkan risiko yang buruk.
Sebagai contoh saja, penyebab Scabies ini adalah kutu, maka dari itu tanpa pikir panjang, Anda memberikan minyak tanah, oli, atau cara ekstrem lainnya sebagaimana penyakit kutu pada umumnya. Demi mencegah masalah dikemudian hari sebaiknya lakukan pengobatan yang baik dan benar.
Beriakut ini kami sudah siapkan langkah – langkah atau cara yang baik dan benar untuk mengobati kutu Scabies pada kelinci.
1. Memandikan Dengan Belerang Cair
Cara berikutnya adalah dengan menggunakan cairan belerang. Cara pengobatan Scabies ini yaitu pada saat memandikan kelinci.
Anda hanya cukup mencampur air dengan cairan belerang kemudian memandikannya. Perlu diperhatikan, cairan belerang yang dipakai tidak boleh terlalu banyak.
Sebab, belerang yang terlalu banyak akan menyebabkan kulit menjadi kering bahkan cairan ini bisa menyebabkan kelinci stres.
2. Menggunakan Obat Salep
Cara pertama dalam menangani masalah Scabies adalah dengan menggunakan obat yang berupa salep. Obat bisa Anda pilih jika penyakit kutu ini masih dalam tahap ringan atau belum parah.
Banyak pilihan obat salep kulit yang bisa Anda pakai untuk menyembuhkan peyakit kulit biasa misalnya merk Salep 88 atau salep Scabimied.
Caranya sangat mudah yakni cukup mengoleskan salep di bagian tubuh kelinci yang terinfeksi Scabies. Namun, sebelum mengoleskan salep sebaiknya terlebih dahulu harus membersihkan bagian tubuh kelinci yang terinfeksi dengan air hangat.
Apabila bulu kelinci terlalu panjang, maka perlu dicukur terlebih dahulu. Dilanjutkan dengan menggunakan air hangat, tunggu hingga kering baru setelah itu oleskan salepnya.
Lakukan pengobatan dengan salep ini sebanyak 2 sampai 3 kali sehari. Usahakan melakukan pengobatan ini secara rutin setiap harinya sampai benar – benar sembuh.
Pada bagian tubuh terutama pada kaki sangat rentan hilang salepnya, sebab digunakan untuk berjalan dan rentan terkena kotoran.
Maka dari itu perlu memperhatikan betul dalam mengoleskan salep pada bagian kaki, ditambah lagi kalau nanti bakal dijilati oleh kelinci.
3. Memberikan Antibiotik
Pemberian antibiotik pada kelinci ditujukan hanya untuk membasmi kutu Scabies. Antibiotik tidak menyebabkan resiko dan dampak lain yang dapat membahayakan kelinci.
Pemberian Antibiotik sendiri dibedakan menjadi dua macam yaitu pemberian langsung dengan cara diminum dan yang kedua dengan cara disuntikan.
Pertama antibiotik dengan cara diminumkan. Pada hari pertama pengobatan kelinci akan sering menggaruk – garuk bagian yang terkena kutu Scabies. Hal ini karena kutu – kutu akan mulai teler.
Salah satu obat antibiotik yang langsung diminum misalnya dari merk Kepromec. Pada hari berikutnya, Scabies di tubuh kelinci akan mulai terlihat rontok dan hilang. Pastikan bahwa Anda membaca aturan pemakaian sebelum menerapkan pada kelinci.
Kedua yaitu dengan penggunaan antibiotik dengan cara disuntikan ke tubuh kelinci. Untuk diperhatikan, pengobatan Scabies pada kelinci dengan cara injeksi ini sebaiknya hanya dilakukan oleh profesional. Maka dari itu Anda harus mempercayakan kelinci kesayangan pada dokter hewan.
Obat antibiotik dengan cara injek atau suntik misalnya Wormectin, Ivomac, Ivermectin, dan Intermectin. Cara penyuntikan obat antibiotik pada kelinci cukup dua kali saja, karena biasanya setelah tiga hari kerak-kerak kutu sudah mulai rontok.
Sebagai tambahan informasi, penting untuk disimak bagi Anda penggemar kelinci. Sebenarnya kutu Scabies ini dapat dicegah dengan langkah – langkah yang mudah. Berikut ini ulasan lebih jelasnya.
- Memperhatikan kondisi rumput untuk pakan.
- Memberi pakan pelet.
- Pemberian vitamin.
- Menjaga kandang agar tetap kering dan bersih.
- Aliran udara kandang harus baik.
- Jika perlu buat kandang yang menggantung.
Demikian ulasan dari kami tentang bagaimana cara untuk mengatasi kutu Scabies pada kelinci. Selamat mencoba.