Ciri, Bagian, Contoh dan Fungsi Sel Hewan

Diposting pada

Tahukah Anda tentang Ciri, Bagian, Contoh dan Fungsi Sel Hewan? Sel merupakan unit kehidupan yang paling sederhana. Secara umum, sel dapat diartikan sebagai unit terkecil dari makhluk hidup secara struktural dan fungsional serta tidak dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil.

Ciri, Bagian, Contoh dan Fungsi Sel Hewan
Ciri, Bagian, Contoh dan Fungsi Sel Hewan

Sedangkan sel hewan adalah bagian terkecil dari hewan yang tidak dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil.

Sel hewan memiliki beberapa keunggulan yakni mampu menduplikasi diri secara mandiri dalam proses pembelahan.

Ciri Sel Hewan

Ada beberapa ciri-ciri dari sel hewan yaitu sebagai berikut ini:

  1. Bentuk dari sel hewan tidak tetap;
  2. Sel hewan tidak memiliki dinding sel dan tidak memiliki plastida;
  3. Sel hewan memiliki vakuola tapi ukurannya lebih kecil dan hampir tidak terlihat;
  4. Salah satu jenis sel hewan adalah sentriol yang mana tidak ditemukan pada sel tumbuhan. Sel hewan memiliki dua sentriol di dalam organel sentrosom.

Bagian, Contoh dan Fungsi Sel Hewan

Sel hewan tidak memiliki bentuk, fungsi dan ukuran yang sama. Sel hewan ada yang ditutupi oleh dinding, ada juga yang tidak.

Sama halnya seperti manusia, sel hewan memiliki bagian-bagian dan fungsi-fungsi yaitu sebagai berikut.

1. Membran Sel

Bagian sel hewan salah satunya adalah membran sel yaitu pembungkus sel pada bagian luar yang terdiri dari protein (lipoprotein) dan lemak (lipid). Ada beberapa fungsi membran sel pada hewan, yakni:

  • Membran sel berfungsi untuk mengatur mineral dan nutrisi yang keluar dan masuk ke dalam sel;
  • Membran sel adalah tempat berlangsungnya berbagai reaksi kimia pada tubuh hewan;
  • Berfungsi sebagai penerima rangsangan dari luar;
  • dan Membran sel berfungsi sebagai pelindung sel.

2. Sitoplasma

Bagian sel pada hewan selanjutnya adalah sitoplasma. Sitoplasma adalah bagian sel yang bentuknya mirip seperti gel yang berupa cairan sel.

Sitoplasma terdiri dari 2 bentuk yaitu fase gel (cair) dan fase sol (padat). Di dalam nukleus terdapat cairan yang bernama Nukleoplasma.

Bagian sel pada hewan terdiri dari air sebanyak 90 persen dan juga protein, sehingga sitoplasma berperan sebagai pelarut.

Jika konsentrasi rendah maka akan menjadi lembek dan padat yang disebut dengan gel. Jika saat konsentrasi air tinggi maka akan encer atau disebut sol.

Ada beberapa fungsi dari sitoplasma yakni:

  • Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel;
  • Sitoplasma berfungsi sebagai sumber bahan kimia sel.

3. Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma adalah bagian sel pada hewan yang bentuknya seperti benang-benang yang terdapat pada inti sel.

Bagian ini dibagi menjadi dua yakni retikulum endoplasma halus atau REh serta retikulum endoplasma kasar atau REk.

Perbedaan antara retikulum endoplasma halus dengan retikulum endoplasma kasar adalah retikulum endoplasma halus tidak melekat dengan ribosom sedangkan retikulum endoplasma kasar melekat pada ribosom.

Ada beberapa fungsi dari retikulum endoplasma yaitu sebagai berikut:

  • Berfungsi sebagai alat transportasi zat dalam sel sendiri;
  • Untuk membantu dalam proses detoksifikasi sel-sel berbahaya bagi sel (REh);
  • Untuk mensintesis lipid dalam sel (REh);
  • Berfungsi untuk sintesa protein (REk).

4. Mitokondria

Sel hewan satu ini yaitu mitokondria, bentuknya mirip cerutu dan memiliki 2 lapisan membran yang berlekuk. Lapisan membran yang berlekuk tersebut disebut sebagai kritas.

Jika bentuknya tunggal, mitokondria disebut sebagai mitokondrion. Mitokondrion dapat mengubah energi kimia menjadi energi lain.

Ada beberapa fungsi dari sel mitokondria yaitu:

  • Sel mitokondria berfungsi sebagai penghasil energi dalam bentuk ATP;
  • Sel mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi seluler.

5. Mikrofilamen

Sel hewan mikrofilamen terbentuk dari miosin, aktin serta protein. Bentuk sel mikrofilamen serupa dengan mikrotubulus hanya saja ukurannya lebih kecil dan lebih lembut.

Ada beberapa fungsi mikrofilamen yaitu berperan dalam pergerakan sel, endositosis serta eksositosis.

6. Peroksisom

Peroksisom berbentuk seperti kantong kecil yang berisi enzim katalase.

Ada beberapa fungsi peroksisom adalah menguraikan sisa metabolisme berupa peroksida atau H202 menjadi air dan oksigen yang berbahaya bagi sel dan mengubah lemak menjadi karbohidrat. Sel peroksisom banyak terdapat di ginjal dan juga sel hati.

7. Mikrotubulus

Mikrotubulus ada di dalam sitoplasma yang ada di sel eukariot. Ia berbentuk panjang berongga seperti silindris dengan diameter 12 nm dan diameter luar 25 mm.

Ia terdiri dari tubulin. Tubulin merupakan molekul berbentuk bulat protein globurat. Ada beberapa fungsi mikrotubulus yakni:

  • Melindungi sel;
  • Berperan dalam pembentukan flagela, sentriol dan silia;
  • Berfungsi memberi bentuk sel.

8. Badan Golgi

Badan golgi atau sebutan lainnya adalah apartus golgi terletak di fungsi ekskresi seperti ginjal dan juga di eukariotik.

Ia berbentuk kantong pipih dengan berbagai ukuran, dari ukuran kecil hingga ukuran besar dan terikat dengan membran. Ada 10 hingga 20 badan golgi disetiap sel hewan.

Ada beberapa fungsi badan golgi yaitu:

  • Memproses protein;
  • Untuk membentuk lisosom;
  • Berfungsi untuk membentuk membran plasma.

9. Nukleus

Nukleus adalah bagian sel yang mengendalikan serta mengatur setiap aktivitas sel, dimulai dari proses metabolisme sampai proses pembelahan sel.

Ia terdapat pada sel eukariotik dan mengandung Asam Deoksiribonukleat serta kromosom.

Fungsi dari nukleus adalah sebagai berikut ini:

  • Menjaga integritas gen;
  • Untuk tempat terjadi replikasi;
  • Mengendalikan aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen;
  • Menyimpan informasi genetik.

10. Nukleoplasma

Nukleoplasma adalah cairan padat yang terdapat di inti sel (nukleus) yang mengandung serat kromatin.

Fungsi dari nukleoplasma adalah:

  • Membentuk kromosom serta gen

11. Sentriol

Bagian sel hewan selanjutnya adalah sentriol. Sentriol bentuknya seperti tabung yang terdiri dari mikrotubulus semigrid. Dapat ditemukan pada sel eukariota.

Sentriol berperan pada pembelahan sel dan pembentukan silia dan flagela. Sentriol juga berperan mengatur geometri sel dan orientasi.

Fungsi sentriol adalah sebagai berikut:

  • Sentriol berfungsi membantu proses pembentukan silia dan flagela;
  • Sentriol berfungsi membantu proses pembelahan sel dalam pembentukan benang spidel.

12. Lisosom

Lisosom berbentuk seperti kantong terikat di membran yang berisi kandungan enzim hidrolitik dimana kandungan enzim hidrolitik tersebut yang dipakai dalam mengontrol pencernaan intraseluler dalam keadaan apapun. Fungsi Lisosom, diantaranya:

  • Sebagai penghancur organel sel yang rusak atau disebut autofagi;
  • Mengontrol pencernaan intraseluler;
  • Mencerna materi yang memakai fagositosis.

13. Sitoskeleton

Sel yang terletak diantara nukleus dan membran disebut sitoskeleteon.

Fungsi sel sitoskleton adalah berperan dalam pergerakan sel dan organel sel serta memberi dan menjaga bentuk sel.

14. Membran Inti

Elemen struktur utama pada nukleus yang membungkus keseluruhan organel dan memisahkan antara sitoplasma dan daerah inti disebut membran inti.

Ada beberapa fungsi membran inti yaitu sebagai tempat pertukaran zat antara materi inti dengan sitoplasma serta sebagai pelindung inti sel atau nukleus.

Demikianlah pembahasan kita dalam kesempatan kali ini mengenai Ciri, Bagian, Contoh dan Fungsi Sel Hewan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *