Burung Anis Kembang : Ciri, Jenis, Habitat, Penyebaran, dan Perawatan

Diposting pada

Tahukah Anda Tentang Ciri, Jenis, Habitat, Penyebaran, dan Perawatan Burung Anis Kembang? Burung anis kembang atau burung punglor kembang termasuk ke dalam spesies burung bersuara merdu yang hidup di Asia Tenggara.

Ciri, Jenis, Habitat, Penyebaran, dan Perawatan Burung Anis Kembang
Ciri, Jenis, Habitat, Penyebaran, dan Perawatan Burung Anis Kembang

Sebagai burung bersuara merdu, burung anis kembang banyak diidolakan oleh masyarakat pecinta satwa dan mengungguli spesies lain dari segi harga penjualan.

Sayangnya, burung anis kembang dinyatakan terancam punah sejak beberapa tahun lalu.

Apabila Anda tertarik untuk mengenal spesies burung bersuara merdu satu ini, simak penjelasan detailnya berikut.

Ciri Burung Anis Kembang

Untuk dapat mengenali bagaimana sebenarnya, maka Anda perlu mengenal deskripsi fisik mengenai burung tersebut.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengenalinya adalah dengan cara membedakan berdasarkan pada jenis kelamin burung anis kembang.

Ciri Berdasarkan Jenis Kelamin

Pernahkah Anda mendengar tentang istilah burung monomorfik? Istilah ini digunakan untuk menyebut burung yang serupa terlepas dari perbedaan jenis kelaminnya.

Burung anis kembang masuk dalam golongan ini. Meskipun begitu, masih terdapat adanya perbedaan di beberapa bagian, sehingga masih mungkin untuk mengenali manakah burung yang berjenis kelamin jantan dan betina. Letak perbedaan terlihat di mata, cara berdiri, dan warna bulu.

Fisik burung anis kembang bila disandingkan dengan burung yang lain tergolong kecil. Secara umum, warna bulu mereka didominasi oleh hitam, coklat, dan putih.

Ekor anis kembang dinilai menjadi bagian yang menarik karena cukup pendek tak seperti burung yang lain.

Lantas, jika dilihat berdasarkan jenis kelaminnya, anis kembang jantan punya mata yang lebih tegas begitu juga dengan warna bulunya. Bahkan, suara burung jantan juga terdengar lebih tegas.

Disamping itu, bagian sayap dari anis kembang jantan dilengkapi dengan corak putih. Untuk ukuran ekornya, agak lebih panjang dari anis kembang betina.

Di saat anis kembang jantan berada dalam posisi berdiri, kaki mereka akan ada dalam posisi rapat.

Sementara itu, warna bulu burung anis kembang betina justru lebih kalem dan tidak begitu kontras.

Ditambah lagi, bulu putih di bagian pantatnya juga menjadi ciri khas khusus bagi burung anis kembang. Selanjutnya, bila bagian matanya diamati, kesannya tidak setegas dengan jenis jantan.

Di saat posisi berdiri, kakinya agak renggang dan terlihat seperti posisi menunduk.

Bila dilihat dari bentuk badannya, anis kembang berkelamin betina mempunyai postur yang bulat dan ekor yang sedikit pendek dari burung jantan.

Baca Juga : Cara Membedakan Burung Anis Kembang Jantan dan Betina

Jenis Burung Anis Kembang

Jika dihitung dengan angka, jenis burung anis kembang yang ada di Indonesia terbilang tidak sedikit.

Akan tetapi, jenis yang diketahui masyarakat selama ini hanya terbatas pada 3 jenis unggulan burung anis kembang saja.

Tiga jenis itu bernama anis kembang Nusa Tenggara, Kalimantan, beserta Jawa Barat yang mana ciri dari ketiganya dapat dilihat di bawah ini.

1. Anis Kembang Nusa Tenggara

Di daerah Nusa Tenggara, burung ini dapat ditemukan tepatnya di Sumbawa, Lombok, dan Flores.

Ukuran dari jenis yang pertama ini termasuk yang paling besar dengan ciri khas yang menonjol pada bagian dada yang diselimuti oleh warna putih yang acak.

Selain itu, tipe suaranya yang tegas membuatnya lebih mudah dikenali.

2. Anis Kembang Kalimantan

Berbeda pada sebelumnya, jenis yang kedua diketahui punya ukuran tubuh yang kecil dari jenis lain.

Terdapat corak putih acak yang menyelimuti seluruh dadi dari burung terseut.

Lalu, terdapat aksen kuning kecoklatan di bagian bawah sayap. Sementara itu, pangkal sayapnya dilengkapi warna putih dan tipe suara dari jenis yang ini lebih kecil.

3. Anis Kembang Jawa Barat

Berikutnya, ada anis kembang unggulan yang asalnya dari Pulau Jawa bagian barat.

Bentuk kakinya cukup pendek dan dadanya dipenuhi oleh corak dengan bentuk yang lebih teratur dibandingkan dua jenis sebelumnya.

Saat bagian sayapnya diamati, akan ada corak putih memanjang dan khas. Tidak jarang para pecinta satwa menyebut corak tersebut mirip dengan sisir rambut.

Jadi, tiga jenis yang telah disebutkan tersebut masuk dalam anis kembang paling populer di nusantara.

Ketiganya diketahui punya keunikan masing-masing termasuk suara merdu yang membuatnya digemari oleh pecinta satwa.

Keunikan tersebut juga terlihat pada fisiknya yang berbeda dari spesies burung yang ada di Indonesia.

Habitat Burung Anis Kembang

Hutan merupakan kawasan habitat asli punglor kembang. Namun, dikarenakan banyak kawasan tersebut sudah dialihfungsikan dan rusak, hal ini berimbas pula dengan populasi jenis burung ini yang terus saja menyusut.

Akan tetapi, tidak semua hutan jadi habitat dari anis kembang. Pasalnya, burung ini lebih memilih hutan-hutan yang mempunyai pohon-pohon menjulan tinggi, terkadang juga tak terbatas pada hutan saja, melainkan tempat budidaya yang banyak tanaman berukuran tinggi.

Namun, cukup disayangkan karena masih belum terdapat peraturan larangan perdagangan ilegal anis kembang.

Sehingga, burung ini masih sering diperdagangkan secara bebas di tengah masyarakat Indonesia.

Dalam upaya menghindari kepunahan dari burung ini, maka bagi Anda yang sedang memeliharanya, harap memperhatikan langkah perawatan yang sesuai.

Penyebaran

Sesuai yang ada pada penjelasan sebelumnya, burung anis kembang asal mulanya dari Asia Tenggara, sehingga tidak mustahil jenis burung ini mudah ditemukan di Indonesia.

Terutama di tiga wilayah yang sudah disebutkan sebelumnya. Tidak hanya wilayah di Indonesia, di beberapa wilayah yang ada di Thailand, Filipina, maupun negara Asia Tenggara lain juga menjadi lahan persebaran spesies burung ini.

Pada wilayah Nusa Tenggara contohnya Lombok, burung anis kembang terbang di ketinggian sekitar 200 hingga 1300 m.

Tetapi, banyak pula yang sering terbang di ketinggian rendah di daerah Flores. Sementara itu, pada daerah Sumatra, Pulau Enggano menjadi bagian dari habitat kebanyakan anis kembang.

Akan tetapi, setiap tahunnya, jumlah burung ini terlampau cukup sedikit dan masuk sebagai fauna yang terancam punah.

Perawatan Burung Anis Kembang

Teruntuk Anda pecinta satwa yang kebetulan sedang memelihara burung dengan suara khas ini, beberapa langkah perawatan sebagai bentuk untuk mencegah kepunahannya perlu sekali untuk dilakukan.

Proses perawatan dibedakan menjadi 3 macam yaitu perawatan rutin setiap hari, perawatan saat burung dalam kondisi sakit, dan saat burung mengalami moulting (ganti bulu).

1. Perawatan Harian

Idealnya, memelihara burung punglor kembang dapat dilakukan dengan menyiapkan sangkar berukuran cukup bagi pergerakan dari burung itu.

Berikan pula tempat pangkringan berbahan kayu keras yang permukaaanya tidak terlalu kasar supaya dapat digunakan sebagai tempat mengasah paruh oleh burung tersebut.

Tidak hanya tempat tinggal, masalah makanan termasuk masalah penting dan harus diperhatikan betul  sebagai langkah menunjang nutrisi burung.

Setidaknya, pemilihan makanan bagi burung anis kembang harus mengandung kelengkapan nutrisi tertentu. Misalnya, karbohidrat, mineral, dan berbagai vitamin dari mulai vitamin A hingga K3.

Mineral diketahui mampu meningkatkan pertumbuhan tulang burung serta menambah cairan tubuh. Mineral yang dibutuhkan bagi burung ini diantaranya berupa kalsium, zat besi, fosfor, beserta jenis mineral yang lain.

Sebagai bentuk perawatan harian, usahakan untuk menganginkan burung yang Anda pelihara di lahan x pekarangan atau halaman selama setengah jam.

Baru setelahnya dimandikan seperti kebiasaan sehari-hari. Setelah dimandikan, sebaiknya dilakukan penjemuran sekitar 1 jam.

Pembersihan kandang juga perlu dilakukan secara rutin. Usahakan pula untuk membersihkan tempat makan begitu juga tempat minum.

Tujuannya supaya menghindari timbulnya bakteri yang bisa mengganggu kesehatan tubuh anis kembang.

Sebagai pakan ekstra atau extra fooding, tambahkan 2 ekor jangkrik. Bila perlu, pada sore hari, anginkan anis kembang selama 10 menit sebelum dimandikan.

Selain pemberian jangkrik, pemberian ekstra fooding berupa cacing juga disarankan sebanyak tiga kali per minggunya.

Kemudian, pemberian buah segar juga disarankan dengan buah yang berbeda misalnya pepaya, apel, pisang, dan buah yang lain.

2. Perawatan Saat Kondisi Tidak Sehat

Kemungkinan terjadinya kondisi sakit pada anis kembang dapat terjadi dan bila Anda mengalami hal ini, maka Anda butuh melakukan penanganan yang khusus.

Supaya tidak memperburuk kondisi dari burung, maka Anda dapat melakukan beberapa langkah penanganan yang akan disebutkan dalam poin-poin berikut ini:

  1. Tambahkan porsi jangkrik dengan jumlah 3 buah jangkrik pada pagi dan sore hari.
  2. Tambahkan pula porsi kroto menjadi 3 kali per minggunya.
  3. Terapkan langkah pemisahan atau isolasi terhadap burung yang berada di kondisi tidak sehat untuk menghindari tertularnya pada burung anis kembang yang lain. Usahakan supaya burung yang sakit tidak berada dalam jangkauan dekat burung-burung yang dalam kondisi sehat.
  4. Rutinitas mandi diubah diganti sekali saja dalam dua hari.
  5. Pemberian vitamin ditambah serta untuk durasi penjemuran ditambahkan hingga 3 jam per harinya.

Itu dia untuk langkah perawatan saat burung anis kembang dalam kondisi tidak fit atau sakit.

Sebagai langkah pencegahan supaya kondisi ini tidak sampai dialami oleh burung tersebut. Usahakan untuk rutin memberikan vitamin serta ekstra pakan.

3. Perawatan Saat Ganti Bulu

Bukan terbatas pada kondisi burung yang sakit, kondisi burung yang memasuki masa moulting (ganti bulu) membutuhkan perhatian lebih bagi Anda yang memelihara burung tersebut.

Saat pergantian bulu ini, hampir 25% total protein dari burung akan diserap sehingga anis kembang  membutuhkan asupan protein yang lebih lagi.

Selain itu, energi tambahan juga diperlukan supaya anis kembang mampu memperbarui kondisi bulu mereka.

Dengan begitu, asupan makanan yang tinggi protein lebih banyak lagi begitu dibutuhkan oleh burung anis kembang. Setidaknya, asupan nutrisi dari pakan harus ditambah hingga 2 kali lipat.

Banyak yang masih belum tahu jika kondisi ganti bulu tidak sepenuhnya berhasil pada burung punglor kembang. Ini dikarenakan banyak faktor yang memengaruhinya.

Misalnya, faktor usia, cuaca, dan hormon. Bahkan, siklus perkembangbiakan diketahui memicu berhasil atau tidaknya masa ini pula.

Untuk itu, dalam upaya mendukung berhasilnya burung tersebut melewati masa pergantian bulu, pemberian daging serta suplemen vitamin diketahui mampu membantu mereka untuk melalui  masa tersebut secara normal. Jika masa tersebut berhasil dilalui, pertumbuhan bulu pun akan cenderung merata.

Demikian rangkaian penjelasan mengenai ciri sampai perawatan terhadap burung anis kembang atau punglor kembang.

Mengingat burung ini tergolong pada daftar burung yang hampir punah, bila Anda saat ini kebetulan memelihar satwa ini, alangkah baiknya jika Anda melakukan perawatan secara tepat.

Segera lakukan penanganan yang khusus bila terjadi kondisi yang tidak diinginkan pada burung. Lalu, berikan pula multivitamin secara teratur untuk membuat burung semakin fit.

Demikianlah pembahasan kita dalam kesempatan kali ini mengenai Ciri, Jenis, Habitat, Penyebaran, dan Perawatan Burung Anis Kembang. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Cara Ternak Burung Anis Kembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *