Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Beringin

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Beringin –  Tanaman beringin atau Ficus benjamina sering dikenal sebagai sebuah tanaman pekarangan serta tanaman hias dalam pot.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Beringin
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Beringin

Tanaman beringin yang dalam Bahasa Inggris yang bernama “Weeping fig” ataupun “Benjamin’s fig” ini yaitu tanaman asli dari daerah Asia serta Australia. Selain bisa digunakan sebagai sebuah tanaman hias dalam pot ataupun pohon peneduh.

Maka tanaman beringin ini juga memiliki khasiat untuk bisa mengatasi berbagai macam penyakit, seperti halnya demam tinggi, rematik, disentri dan lain sebagainya.

Dengan banyaknya kegunaan dari pohon beringin ini, maka tidak ada salahnya jika Anda lebih mengenal lagi tanaman yang sering sekali dianggap sebagai pohon mistis ini.

Klasifikasi Tanaman Beringin

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
INFRA KINGDOM : Streptophyta
SUPER DIVISI : Embryophyta
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
SUPER ORDO : Rosanae
ORDO : Rosales
FAMILI : Moraceae
GENUS : Ficus L.
SPESIES : Ficus benjamina L.

Morfologi Tanaman Beringin

1. Morfologi Akar dan Batang Beringin

Tanaman beringin yaitu tanaman jenis pohon yang berakar tunggang, dan bisa untuk tumbuh tinggi menjulang sampai ketinggian kira-kira sekitar 20 – 25 cm.

Baca Juga : Pengertian Akar Tunggang

Batang dari pohon beringin ini berbentuk bulat dan tegak, permukaan batang kasar, percabangannya simpodial dan mempunyai warna cokelat kehitaman.

Keunikan dari pohon beringin yaitu pada bagian batang akan tumbuh sebuah akar gantung. Akar ini mempunyai warna kecokelatan yang berfungsi untuk respirasi.  Akar ini akan tumbuh menggantung dari batang menuju ke arah tanah, dan ketika akar tersebut sudah masuk ke dalam tanah, maka akar ini akan bisa berfungsi untuk bisa menyerap air dan nutrisi.

2. Morfologi Daun Beringin

Daun tanaman beringin ini berbentuk jorong atau ovalis, dengan pangkal daun yang berbentuk tumpul dan pada bagian tepi daun terlihat merata dan halus.

Pertemuan dari kedua sisi tepi daun pohon beringin lebih tinggi atau panjang sehingga ujung dari daun terlihat cukup sempit, panjang serta runcing.

Daging daun pohon beringin ini bersifat perkamen, yaitu tipis tetapi cukup sedikit kaku. Susunan dari pertulangan daun beringin ini yaitu menyirip dengan tulang yang paling besar ataupun ibu tulang telah berada di tengah, lalu untuk ibu tulang kemudian akan membentuk berbagai tulang cabang. Warna dari daun pohon  beringin ini hijau tua.

3. Morfologi Bunga Beringin

Bunga pohon beringin ini yaitu bunga tunggal dan akan muncul di ketiak daun. Bentuk dari  tangkai bunga beringin yaitu silindris serta kelopaknya akan berbentuk menyerupai corong dan mempunyai warna hijau.

Benang sari serta putiknya halus dan akan berwarna kuning. Bentuk dari mahkota bunga bulat, halus dan mempunyai warna kuning kehijauan.

4. Morfologi Buah Beringin

Buah tanaman beringin yaitu buah buni dan berbentuk bulat dengan ukuran panjang kira-kira sekitar 0,5 – 1 cm. Ketika masih muda, maka buah pohon beringin ini berwarna hijau lalu akan berubah menjadi merah setelah sudah tua. Bijinya juga berbentuk bulat, keras dan mempunyai warna putih.

Manfaat Tanaman Beringin

Tanaman Beringin ini mempunyai sebuah perakaran yang dalam serta banyak, hal tersebut mempunyai dampak positif yaitu untuk menambah titik mata air seiring dengan akan bertambahnya umur pohon.

Perakaran dalam dari beringin ini bisa menembus lapisan air paling tanah dangkal sehingga bisa membuka sebuah aliran air permukaan baru serta menjadi mata air.

Beberapa jenis pohon beringin bisa digunakan untuk bisa mempertahankan kelestarian mata air, mengurangi erosi, serta tanah longsor.

Hal ini disebabkan karena perakaran, percabangan, serta kanopi dari pohon beringin bisa mengurangi berbagai percikan air hujan. Sehingga kerusakan yang ada pada lapisan permukaan tanah ini akan menjadi rendah serta infiltrasi air ke tanah akan menjadi lancar.

Pohon Beringin ini juga mampu untuk mengurangi proses dari penguapan yang akan terjadi di dalam tanah maupun yang ada di dalam pohonnya itu sendiri. Hal tersebut akan mengakibatkan Pohon Beringin bisa menjaga ketersediaan air yang biasanya terdapat di lingkungan sekitarnya.

Buah dari tanaman beringin itu sendiri mempunyai kandungan saponin, flavonoid, dan polifenol.

Penopang dari tanaman pohon beringin ini yaitu sebuah batang pohon yang cukup sangat besar serta kuat. Ukuran dari diameter untuk pohon ini yang akan bertambah seiring dengan  berjalannya waktu.

Pertambahan dari diameter pada Pohon Beringin itu sendiri dikarenakan oleh akar gantung pohon yang sudah masuk ke dalam sebuah tanah yang akan berbentuk menyerupai sebuah batang pohon tersebut.

Habitat Beringin

Tempat hidup pohon beringin ini sangat beragam karena pohon ini merupakan salah satu jenis pohon yang toleran terhadap sinar matahari. Beringin ini bisa hidup di tempat yang ternaungi oeh matahari secara penuh maupun akan terpapar sinar matahari tersebut secara penuh.

Pohon beringin ini juga toleran terhadap sebuah kondisi tanah dimana dia hidup, pohon ini bisa hidup di berbagai kondisi tanah seperti halnya tanah liat, berpasir, asam, basa, basah, bahkan untuk tanah kering sekalipun. Kondisi tersebut akan mengakibatkan pohon yang berakar gantung ini bisa bertahan pada sebuah kondisi kekeringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *