Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Ceker Ayam

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Ceker Ayam – Jika berbicara mengenai tanaman yang unik. Maka tidak bisa melupakan salah satu tanaman paku yang disebut sebagai ceker ayam. Tanaman ini disebut unik bukan hanya karena namanya saja namun bentuknya tumbuhan yang memiliki tampilan atau fisik.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Ceker Ayam
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Ceker Ayam

Hampir sama dengan cakar ayam ini memang memiliki morfologi yang beragam. Mulai dari batang daun hingga bagian lainnya. Langsung saja kita bahas secara lengkap mengenai klasifikasi dan morfologi dari tanaman cakar ayam ini.

Klasifikasi Tanaman Ceker Ayam

Berikut klasifikasi tanaman paku cakar ayam: (Hutapea, 1999 dalam Widodo, 2006)

  • Divisi : Pteridophyta (paku-pakuan)
  • Kelas : Lycopodiinae
  • Bangsa : Selaginellales
  • Suku : Selaginellaceae
  • Marga : Selaginelle
  • Jenis : Selaginella doederleinii

Morfologi Tanaman Cakar Ayam

1. Batang

Morfologi pertama datang dari bagian tumbuhan, khususnya di bagian batangnya. Apabila anda lihat tanaman ini memang memiliki batang yang cukup unik. Di mana batangnya tegak tinggi dengan pertumbuhan kurang lebih 15 hingga 35 cm.

Selain itu batangnya juga memiliki tekstur khusus hampir sama seperti tanaman paku lainnya apabila dilihat datang memang tidak terlalu Nampak, karena tertutupi oleh beberapa daun cakar ayam sehingga batangnya memang tidak terlalu tinggi.

Tetapi cukup kuat untuk menahan tanaman tersebut. Selain itu batangnya juga berbentuk bulat dan tekstur cukup lihat dengan jenis bercabang menggarpu. Tanpa pertumbuhan sekunder serta diwarnai putih kecoklatan.

2. Daun

Selanjutnya morfologi datang dari bagian daunnya apabila dilihat daunnya kecil-kecil panjang dengan ukuran kurang lebih 4 hingga 5 mm. Sedangkan lebarnya 2 mm saja ditambah lagi bentuk jorong ujung runcing dan juga pangkal rata. Menjadikan daun ini memang memiliki warna yang beragam baik dari atas hingga ke bawah.

Ditambah lagi warna daun bagian atas hijau tua dan semakin bawah akan semakin warna hijau muda. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya sinar matahari dan juga kelembaban dari tanaman cakar ayam tersebut.

Daun tersusun di kiri kanan batang induk hingga ke bagian percabangan sehingga menyerupai cakar ayam dengan sisik di sampingnya.

Jika dilihat tanaman ini memang bergerombol, sehingga membentuk tampilan ataupun bentuk khusus dengan daun kecil-kecil yang tampil.

3. Akar

Selanjutnya morfologi yang dapat dilihat adalah di bagian akar. Khusus untuk tanaman ceker ayam sendiri memiliki akar yang keluar pada percabangan. Sehingga akarnya menyerupai tanaman terna yang lainnya selain itu akar dari tanaman ini berbentuk serabut muncul dari batang yang berdaun dan memiliki warna coklat kehitaman.

Karena tingginya yang tidak terlalu besar sehingga tidak membutuhkan akar yang terlalu kokoh. Sehingga tanaman ini bisa ditopang hanya dengan akar serabut saja.

Justru semakin banyak akar serabut yang menjalar ke dalam tanah maka semakin tinggi air yang bisa didapatkan oleh tanaman tersebut.

Baca Juga : Pengertian Akar Serabut

4. Morfologi Keseluruhan

Selanjutnya morfologi yang bisa dilihat yaitu morfologi tanaman cakar ayam jika dilihat dari bagian keseluruhan tanaman ini, hanyalah terdiri dari batang daun juga akar.

Sedangkan untuk perbanyakannya tanaman cakar ayam, memanfaatkan spora 28 berupa sporangium tereduksi di ketiak daun dan memiliki warna yang putih.

Sehingga tanaman ini tidak memiliki bunga buah ataupun biji cakar ayam juga memiliki habitus ntar malam merayap dan juga sedikit tegak.

Tanaman ini masuk ke dalam paku dan juga cocok sekali digunakan untuk penelitian dan pengembangan. Karena banyak yang mengatakan bahwa morfologi dari tanaman cakar ayam sangat cocok dikembangkan untuk tanaman obat.

Kandungan Tanaman Cakar Ayam

Tanaman paku cakar ayam (Selaginella doederleinii Hieron) juga mengandung beberapa komponen fenolik seperti dua komponen fenilpropanon yaitu 3-hidroksi-1-(3-metoksi-4-hidroksifenil)-propan-1-on, 3-hydroksi-1-(3,5-dimetoksi-4hidroksifenil)-propan-1-on dan empat biflavonoid yaitu amentoflavon, 7,7”-di-O-metilamentoflavon,7,4′,7”,4”’-tetraometilamentoflavon, dan heveaflavon (Lee et al.,2008). Lee et al., (2008) juga menemukan senyawa biflavonoid yang baru diidentifikasi dari Selaginella doederleinii yaitu 2,2,3,3-tetrahydrorobustaflavon 7,4,7 atau robustaflavon 7,4,7-trimethyl ether.

Kandungan dan Manfaat

Penjelasan mengenai klasifikasi dan juga morfologi dari tanaman cakar ayam apabila dilihat memang ada penelitian yang dilakukan. Karena adanya kandungan kimia dan juga kegunaan dalam tanaman ini jika anda sesuai dan bisa menumbuhkan tanaman cakar ayam.

Tanaman ini dianggap berhasiat untuk menghilangkan panas dan juga lembab melancarkan aliran darah dan juga membantu menghentikan pendarahan yang terjadi, akibat bengkak. Ditambah lagi tanaman ini juga berkhasiat mengatasi batuk infeksi saluran hepatitis dan lain. Sebagainya lalu bagaimana dengan penelitian yang dilakukan oleh banyak peneliti di dunia ataupun di indonesia.

Mereka mengatakan bahwa penelitian dilakukan untuk melihat kandungan yang ada pada tanaman cakar ayam dan juga terbukti dapat menghambat sarkoma atau kanker serviks. Pada tikus dan sel-sel yang diisolasi dari kanker hati manusia dilaporkan aktivitas antimutagenik ini. Ternyata dapat membantu, agar masyarakat tidak mendapatkan karsinogen lebih tinggi dibandingkan yang seharusnya.

Itulah beragam Informasi yang bisa didapatkan dari tanaman cakar ayam, yang mungkin tidak sepopuler beberapa tanaman obat lainnya. Ditambah lagi dengan adanya tanaman obat yang lebih beragam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *